
Setelah keluar sari ruang kantor Kelvin, Ipul langsung membawa Arya ke rumah sakit. Namun saat Arya sudah selesai di obati, ia menyuruh Ipul untuk membereskan biaya perawatannya dan segera kembali ke kantornya.
Ipul hanya bisa mengikuti apa yang diperintahkan oleh Arya, karena ia tahu saat ini bukan waktu yang tepat untuknya bertanya. Di rasa semuanya beres, Ipul langsung mengambilkan kursi roda untuk Arya tetapi Arya menolak keras. Dia merasa seperti laki-laki lemah jika dengan luka seringan ini harus dimanjakan dengan kursi roda.
“Tuan Arya harus duduk memakai kursi ini, jika tidak...” ucap Ipul yang terhenti saat Arya langsung mengangkat tangannya.
“Tidak perlu, aku bukanlah laki-laki lemah. Aku masih sanggup untuk berjalan menggunakan kedua kakiku yang sehat ini” tegas Arya dengan nada dinginnya.
Ipul yang mendengar nada tersebut membuat ia sedikit ketakutan karena ini kali pertamanya Arya bersikap sedingin ini. Padahal biasanya Arya selalu bercanda dengan Ipul apa pun keadaannya.
Tetapi kali ini tidak! Mereka terlihat seperti dua orang yang sangat asing. Mungkin Ipul merasa saat ini Arya masih butuh waktu untuk menenangkan hatinya saat tahu apa yang sudah menjadi impiannya seketika sia-sia.
Mereka berdua lalu berjalan dengan gagahnya keluar dari rumah sakit menuju mobilnya. Dimana saat Ipul ingin mengambil alih kursi pengemudi, Arya langsung menyerobot masuk ke dalam dan menutup pintunya dengan wajah datarnya.
Ipul sedikit terkejut, dan langsung berlari kecil memasuki mobil Arya serta duduk di sampingnya. Saat Ipul sudah menutup mobil Arya, tanpa basa-basi lagi Arya langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat kencang.
“Astaghfirullah... Tuan Arya, pelankan laju mobil ini. Saya masih mau hidup, Tuan kan sudah tahu jika tahun depan saya akan menikah. Jadi saya mohon, biar saya saja yang menyetir mobil ini” pekik Ipul penuh ketakutan sambil kedua tangannya memegang pegangan yang berada di atas pintu mobil.
Arya yang memang masih terbawa emosi saat mengetahui impiannya telah hancur dan di tambah wanita yang ia cintai di sakiti oleh suaminya yang mana ia adalah teman Arya saat sekolah, membuat hati Arya semakin terasa sakit.
Tanpa sadar Arya meneteskan air mata, dengan keadaan mata memerah menahan semua amarahnya. Kemudian tangannya menggenggam setir mobil dengan sangat keras. Lalu rahangnya mulai mengeras serta terbunyi suara gemeretuk gigi Arya yang saling beradu.
Ipul yang sudah sangat panik tidak bisa mengontrol rasa takutnya, hingga ia menangis sejadi-jadinya karena saat ini ia tahu bahwa Arya dalam keadaan emosi yang cukup tinggi. Jadi apa pun yang Ipul katakan akan hanya dianggap angin lewat olehnya.
“Hiks... Arya, aku mohon berhenti. Biarkan aku yang membaca mobil itu pisss Ya, mau ya...” ucap Ipul dengan suara ketakutan.
Arya hanya menoleh Ipul sekilas lalu, kembali menambah kecepatannya. Ipul yang sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa membuat dirinya pasrah hingga berserah diri kepada Allah dan meminta perlindungan agar mereka selamat dalam keadaan semuanya baik-baik saja.
Di saat Arya sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi di jalanan yang sepi, tiba-tiba saja ada seekor kucing yang sedang menyeberang jalan. Ipul yang melihat ada kucing langsung berteriak sekeras mungkin hingga menutup kedua matanya.
“Arya awassss... Ada kucing lewatt...”
Arya yang sudah tersadar dari lamunannya kini seketika membuat ia mengerem mendadak.
Ciiiiiiiiittttttttttt...
Terdengar suara gesekan ban mobil yang sangat nyaring, dan membuat 2 ban mobil belakang sedikit terangkat.
__ADS_1
“Hikss... Tuhan maafkan Ipul, jika Ipul tidak bisa menepati janji untuk menikahinya. Tolong jaga dia dan berikan dia jodoh yang baik, agar Ipul bisa tenang nantinya hiks...” Ipul bergumam kecil penuh isak tangis sambil memejamkan matanya.
Arya yang berhasil mengendalikan laju mobil tersebut dan membuat nyawa kucing itu selamat, seketika menoleh ke arah Ipul yang menangis serta meringkukkan tubuhnya penuh ketakutan. Hingga dapat Arya lihat jika tubuh Ipul bergetar sangat hebat.
Arya yang melihat semua itu merasa sangat bersalah, karena keegoisannya kini dia hampir membahayakan 3 nyawa. Dirinya, Ipul dan seekor kucing yang tak berdosa. Perlahan demi perlahan Arya mencoba menyentuh pundak Ipul.
“Pul... Sudah buka matamu, kita masih selamat kok. Cobalah lihat, kamu masih aman tidak terluka sedikit pun” ujar Arya dengan nada lembut yang langsung membuat Ipul membuka kedua matanya menatap ke arah sekitar untuk memastikannya hingga tak lupa ia mengecek tubuhnya dan sedikit mencubit pipinya sendiri.
“Maafkan aku Pul, karena keegoisanku kamu hampir saja kehilangan nyawa. Sekali lagi maafkan aku Pul... Aku mengaku, aku salah telah membawa mobil dalam keadaan penuh emosi seperti ini sampai melupakan nyawa kita semua” ucap Arya dengan wajah bersalah.
Ipul yang sudah merasa kesal dengan Arya kini langsung membentaknya hingga meneriakinya. Saat ini Ipul seperti melupakan jabatan Arya selaku atasnya.
“Sudah puas kamu, hah! Hampir saja nyawa kita melayang karena ulah keegoisanmu yang hanya memikirkan hidupmu tanpa memperdulikan kehidupan orang lain”
“Jika aku meninggal dunia, maka kamu tidak hanya menghilangkan nyawaku. Tetapi kamu juga menghilangkan kebahagiaan orang-orang terdekatku, seperti keluarga dan juga calon istriku. Bagaimana jika ada setan yang lewat? Lalu bagaimana dengan nasib kita, hah! Jawab Ya, jawab!!...”
Arya terdiam mendengar semua omelan yang Ipul berikan, namun Arya memang merasa apa yang dikatakan Ipul sangatlah benar. Dengan perasaan kesal, Ipul turun dari mobil menuju pintu mobil kemudi. Arya menurunkan kaca mobil sambil menatap Ipul yang berdiri.
“Ada apa, Pul?” tanya Arya dengan wajah bingung.
Arya bisa melihat jika saat in Ipul masih marah padanya akibat kelalaiannya dalam berkendara. Arya langsung turun dari mobilnya dan berdiri di samping Ipul, namun Ipul langsung masuk dan menutupnya dengan sangat kencang.
“Ngapain masih berdiri di situ. Cepat naik!” tegas Ipul sambil menatap Arya penuh kemarahan.
Arya pun langsung berjalan dan memasuki mobil serta duduk di samping Ipul. Sepanjang perjalanan ke arah kantor, mereka semua terdiam tanpa berucap satu kata pun. Arya merasa sangat bersalah pada Ipul dan membuat Ipul malah menjadi marah kepadanya. Ini merupakan hal pertama mereka bertengkar hebat seperti ini.
Arya juga mengakui jika kesalahannya kali ini benar-benar sangat fatal akibatnya jika tidak ada campur tangan Sang Pencipta yang menyelamatkan mereka. Sedangkan Ipul, dia begitu kesal dengan sahabatnya ini yang tidak berpikir panjang akan keselamatan mereka.
Setelah sampai di perusahaannya, Ipul langsung pergi ke ruangannya dengan wajah kesalnya. Lalu Arya sedikit menatap Ipul yang sudah masuk ke ruangannya dan ia pun ikut masuk ke dalam ruangannya sendiri.
Nadha yang melihatnya merasa bingung karena ini pertama kalinya dia melihat Ipul dan Arya seakan-akan seperti orang yang bermusuhan. Dan lebih khawatir lagi saat ia menatap wajah Arya, sudah mendapatkan beberapa tato di sana dengan warna merah kebiruan.
Saat Arya mau membuka ruangannya langkah kakinya terhenti saat Nadha membuka suara, “Maaf Tuan, jika saya lancang bertanya. Tetapi saya tidak bisa berdiam diri seperti ini saat melihat wajah Tuan yang sangat berangkat ini. Padahal tadi masih terlihat mulus kini sudah menjadi seperti ini. Kalau boleh tahu ini ada apa ya, Tuan?”
“Tolong buatkan saya teh, lalu antarkan ke dalam. Ada sesuatu yang harus saya bicarakan denganmu” tegas Arya yang langsung memasuki ruangannya tanpa menoleh ke arah Nadha.
Nadha langsung segera membuatkan teh untuk Arya, dan langsung masuk ke ruangan.
__ADS_1
“Permisi Tuan, ini tehnya” ujar Nadha dengan ramah sambil menaruh gelas tehnya di atas meja.
“Duduk...” ucap Arya yang langsung membuat Nadha duduk di sofa tepat di depannya.
Arya menatap langit-langit ruangannya hingga menghembuskan kasar nafasnya.
“Huffftt... Kamu tahu kan jika saya dengan Ipul bersahabat baik” ucap Arya yang membuat Nadha menganggukan kepalanya.
“Saat ini dia sedang marah pada saya, akibat saya hampir membuatnya celaka dan juga kehilangan nyawanya hanya demi keegoisan saya” tegas Arya.
Nadha yang sedikit bingung membuat ia langsung menjawabnya, “Maksudnya bagaimana ya, Tuan? Saya kurang paham”
“Ada suatu kejadian yang mana membuat hati saya sangat sakit. Lalu saya berkelahi dengan orang tersebut dan saat saya selesai di obati di rumah sakit, saya kembali merasakan emosi ketika mengingat semua itu. Pada akhirnya saya membawa mobil dalam keadaan penuh emosi, marah dan juga kekecewaan. Di situ saya hampir mau menabrak kucing yang sedang melintas serta membahaya nyawa sahabat saya”
“Maka dari itu, Ipul sangat marah pada saya. Dia seperti sangat kecewa dengan apa yang saya lakukan padanya. Jadi saya mau minta tolong sama kamu untuk membujuk Ipul agar mau memaafkan saya dan bekerja seperti biasa. Jika seperti ini, saya tidak nyaman. Ipul merupakan sahabat baik saya, jadi saya mau selalu bersama dia tanpa adanya kesalahpahaman, kebencian, kemarahan, dendam dan juga permusuhan”
Arya mencoba menjelaskan kepada Nadha agar ia bisa membantu dirinya untuk memperbaiki persahabatan mereka. Karena saat ini Arya sudah tidak tahu lagi harus bagaimana caranya agar ia bisa berbaikan dengan Ipul.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊
Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆
Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳
Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗
Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗
Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰
Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1