
Alex yang sudah tersadar atas ucapannya pun seketika menjadi gugup di depan orang tersebut, ia mencoba untuk mengalihkan topik yang ia tanyakan.
“Arhh... ti-tidak, bukan apa-apa Tuan. Saya tidak ada maksud apa-apa juga kok hehe... Ya sudah Tuan selamat bekerja ya, saya permisi dulu karena Ibu sudah menunggu saya. Sekali lagi terima kasih Tuan, informasi dari Tuan sangat berarti bagi kami” ucap Alex dan langsung berlari mendekati Ibu Shine yang masih berdiri menatapnya.
“Aneh... Apa maksud omongan dari anak tadi ya, dia bilang jika keluarga Tuan Jack tidak ada di sini? Apa Tuan Jack punya keluarga lain? Benarkah begitu, akhh... ta-tapi tidak mungkin. Tuan Jack kan hanya memiliki anak dan istri di sini, lalu bagaimana bisa di memiliki keluarga lain selain istri dan anaknya” gumam orang tersebut dengan suara kecilnya.
Kemudian orang tersebut menatap jam arlojinya dan kembali berkata dengan wajah terkejut, “Astaga, aku hampir saja telat. Aduh... Bagaimana ini, bentar lagi jam kantor masuk. Aku harus segera berangkat”
Orang tersebut pun langsung terburu-buru berangkat kerja sambil sedikit berlari kecil. Sedangkan Alex yang awalnya berlari, kini menjadi berjalan sangat lambat dengan pikiran-pikiran yang mengganggu kepalanya.
“Apa Ayah telah menghianati Ibu? Ta-tapi, jika Ayah mengkhianati Ibu kenapa usiaku dan usia anak perempuannya terbilang sangat jauh berbeda? Lalu di sini siapa yang berkhianat? Apakah Ibu atau Ayah?” gumam Alex dengan kepolosannya yang belum tahu tentang apa pun.
Dia hanya tahu tentang pengkhianatan, namun belum seluruhnya memahami apa yang dimaksud dengan pengkhianatan itu sendiri. Ibu Shine yang melihat Alex berjalan layaknya seekor kura-kura pun menjadi was-was karena Alex berjalan di tempat yang mana selalu di lalui kendaraan.
Hingga seketika Ibu Shine menoleh ke arah kiri yang mana dari kejauhan ada mobil sedan mini yang berlaju dengan kecepatan tinggi. Lalu ibu Shine sekuat tenaga untuk mendekati Alex.
“Alex... awas, Nak...” teriak Ibu Shine sambil berlari dan langsung menarik Alex di dalam pelukannya.
Alex yang masih terlena di dalam pikirannya tidak sadar jika dirinya hampir tertabrak oleh mobil dan di selamatkan Ibunya. Ibu Shine lalu berjongkok hingga mengecek seluruh tubuh Alex agar memastikan jika ia tepat pada waktunya menyelamatkan anaknya.
Ibu Shine memutari badan Alex beberapa kali, sambil kedua tangannya merangkup wajah Alex dengan perasaan khawatir dan wajahnya begitu cemas melihat Alex yang terdiam menatap lurus dengan pandangan kosong.
“Alex, ada apa? Kenapa kamu diam seperti ini, ayo ngomong. Ibu takut kamu kenapa-kenapa Alex, Ibu mohon jawab Ibu...” ucap Ibu Shine dengan hati yang bergetar sangat hebat melihat kondisi Alex saat ini.
Ia mengira Alex sedang mengalami trauma akibat hampir tertabrak mobil, namun di dalam hati, Alex sedang memikirkan bagaimana keadaan Ibunya saat mengetahui ini semua. Apa lagi sang Ibu memiliki riwayat sakit asma dari kecil.
__ADS_1
Tak terasa air mata Alex menetes dari kedua matanya yang membuat Ibu Shine benar-benar sangat bingung. Ia langsung memeluk Alex untuk mencoba menenangkannya.
“Sudah sayang, Alex jangan nangis. Alex baik-baik saja kok, Ibu tidak akan membiarkan Alex ada di dalam bahaya, Ibu akan menyelamatkan Alex meskipun Ibu harus mempertaruhkan nyawa Ibu sendiri demi Alex karena Alex adalah oksigen untuk Ibu. Jika Alex kenapa-kenapa, maka Ibu tidak bisa lagi bernafas dengan lega” ujar sang Ibu yang malah membuat Alex semakin terisak.
“Hiks... hiks... I-ibu hiks... A-Ayah, bu hiks...” ucap Alex di sela-sela tangisannya sambil memeluk sang Ibu.
Ibu Shine terkejut dengan kalimat Alex dan langsung melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah Alex yang sudah di basahi oleh air matanya sendiri. Bahkan saat ini hati dan jantung Ibu Shine berpacu dengan sangat cepat hingga membuat dirinya semakin merasakan kecemasan.
Namun saat ini posisi mereka masih berada di jalanan, jadi Ibu Shine menggenggam tangan mungil Alex untuk segera kembali ke rumah kosong agar pembicaraan mereka aman tanpa adanya sebuah bahaya yang akan merenggut nyawa keduanya.
Sesampainya di sana Ibu Shine duduk di sebalah Alex sambil menatap Alex penuh tanda tanya, “Coba Alex berhenti menangis dan ceritakan apa yang Alex ketahui dari orang tadi. Ibu tidak mau Alex bercerita sambil menangis seperti ini, Alex adalah anak laki-laki jadi Alex harus lebih kuat melebihi Ibu. Jika Alex seperti ini, bagaimana bisa Alex menjaga Ibu jika Alex menjadi laki-laki yang cengeng”
Alex yang mendengar ucapan Ibu Shine langsung mencoba untuk menahan air matanya dan menghapusnya dengan sangat kasar. Benar kata Ibunya, jika Alex menangis lalu siapa yang akan menghibur serta memberikan kekuatan untuk Ibunya nanti selat Alex menceritakan apa yang ia ketahui.
“Ta-tapi, Ibu janji jangan menangis ya kalau Alex menceritakan semuanya?” ucap Alex yang menatap sang Ibu dengan mata berair.
“Ibu tidak bisa berjanji untuk itu, sayang. Tapi Ibu janji kalau Ibu akan menjadi wanita yang kuat demi Alex” ucap sang Ibu sambil tersenyum dan matanya pun sedikit berkaca-kaca.
Alex pun menarik nafasnya dengan sangat panjang, lalu ia menatap sang Ibu dengan tatapan menyedihkan. Kemudian ia menceritakan apa yang ia ketahui tentang Ayahnya.
“Ja-jadi, A-ayah su-sudah memiliki istri dan anak sebelum menikah sama Ibu?” ucap Ibu Shine dengan air mata yang sudah menetes dari tadi.
“Maksudnya, Bu. Alex tidak paham” jawab Alex dengan wajah polosnya.
“Jack, apa maksud dari semua ini! Jika kamu sudah memiliki keluarga, lalu kenapa kamu mengaku tidak memiliki keluarga? Bahkan kau sudah memiliki anak, Jack. Dimana pikiranmu, bagaimana jika Alex tahu tentang ini? Pasti dia akan menjadi anak yang sangat membencimu, dan mereka pun pasti sangat kecewa padamu Jack...” ucap Ibu Shine di dalam hatinya.
__ADS_1
“Ibu, bisakah Ibu menceritakan maksud dari semua ini kepada Alex? Alex tidak mengerti dan Alex juga bingung, di sini siapa yang salah dan siapa yang berkhianat?” ujar Alex dengan kepolosannya.
Ibu Shine hanya terdiam dengan air mata yang terus mengalir tanda adanya suara isak tangis yang membuktikan jika hatinya sedang terluka sangat dalam.
“Jika Ibu tidak mau menceritakan kepada Alex, maka Alex akan mencari tahu sendiri jawaban ini” saut Alex kembali sambil berdiri.
Saat Alex ingin melangkahkan kakinya, Ibu Shine pun menahannya dan membuat Alex kembali duduk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di sini bab untuk hari ini ya pembaca setiaku... 😄😄😄
Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Karena sibuk di RL, Author jadi belum bisa up banyak bab 🥺🥺🥺
Tapi terima kasih atas dukungan dan semangat kalian semua 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Author akan berusaha lebih keras untuk memberikan yang terbaik 💪🏻💪🏻💪🏻
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🤗🤗🤗
Terima kasih dan sayang kalian banyak-banyak pokoknya deh ❤️❤️❤️
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1