Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Mengintai Keluarga Kita


__ADS_3

Dan betapa terkejutnya bahkan apa yang mereka lihat sangat ramai dari luar tidak terlalu buruk jika sudah berada di dalam.


Merek berlima masih bisa bernafas dengan lega, karena di dalam tempatnya lebih luas sehingga tidak terlalu berhimpitan saat berjalan.


...*...


...*...


Hampir 1 jam lamanya mereka bersenang-senang di sana dengan beberapa mainan serta makanan yang sangat menggugah selera.


Qisya dan Hana begitu menikmati makanan Korea yang halal sambil duduk di sebuah tempat duduk yang sudah di rancang untuk para pengunjung.


Sedangkan Lukas makan sambil matanya tak gencar ke sana ke sini untuk melihat gerak-gerik seseorang yang menurutnya sangat mencurigakan.


Lalu, Brian dan Lily sedang ke tempat mainan yang tidak jauh dari posisi duduk mereka bahkan masih bisa terlihat dengan mata.


Namun, Lukas merasakan seperti ada seseorang yang selalu mengintai keluarganya. Entah itu hanya khayalan Lukas saja, atau memang benar adanya.


“Kamu kenapa, Dek?” tanya Qisya saat melihat wajah Lukas yang sedikit berbeda.


“E-enggak apa-apa kok, Kak” jawab Lukas dengan tersenyum.


Lukas tidak mau sampai membuat sang Kakak dan Bundanya menjadi sangat cemas. Apa lagi Lukas tahu jika Hana masih merasa cemas untuk berada di tempat ramai seperti ini.


“hem... ya sudah, ini di makan Dek. Enak tahu, apa lagi pakai sausnya beh... mantap hehe...” ucap Qisya dengan sangat menggiurkan.


“Ya Allah, kenapa perasaanku semakin tidak enak saja sih. Aku harus segera mungkin membawa mereka untuk pulang. Karena aku tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan mereka semua. Kali ini perasaanku tidak salah, aku yakin sekali pasti ini petunjuk dari Allah ” ucap Hana di dalam hatinya.


Tak lama Brian pun datang bersamaan dengan Lily yang memang terlihat sangat bahagia. Mereka pun duduk sambil ikut bergabung dengan makanan yang sangat menggugah selera.


“Nyam... nyam... hem... Enak” ucap Lily di sela makannya.


Lukas tak henti-hentinya memandang di sekitar tempat tersebut untuk lebih memastikannya lagi.

__ADS_1


“Seperti ada bayangan hitam di balik pohon itu ?!” ucap Lukas di dalam hatinya dengan mata elangnya.


“Ck!! Si*al, kita hampir ketahuan sama anak kecil itu. Cerdas juga dia, sepertinya kita tidak bisa main-main dengan anak itu. Kayanya dia mempunyai ke ahlian yang tidak seperti anak kecil pada umumnya” ucap seseorang dengan pakaian serba hitam kepada temannya.


“Cepat kita harus segera menyingkir dari sini dan langsung menghubungi Bos. Karena tidak akan mudah untuk kita mengambil gadis kecil itu” jawab seseorang lagi kepada temannya.


“Ayo, buruan kita gunakan lari kilat yang sudah diajarkan” ucap seseorang dengan ancang-ancangnya.


Dan kemudian..


Whusss !...


Whusss !...


Keduanya berlari bagaikan kilatan yang sangat cepat bahkan hanya tersisa anginnya saja.


“Arghhh... Siapa sih orang itu? Kenapa dari tadi selalu mengikuti keluargaku? Tidak! Tidak bisa di biarkan, aku harus bisa menjaga keluargaku karena aku adalah anak laki-laki” ucap Lukas di dalam hatinya sambil menatap ke arah pohon tersebut.


Hana, Qisya dan Lily pun menoleh ke arah Lukas yang membuat ia sedikit gelagapan serta gugup untuk menjawab beberapa pertanyaan dari sang Ayah.


“Ti-tidak, Ayah. Sudahlah ini sudah malam, lebih baik kita segera pulang saja Ayah. Udara di sini juga terlalu dingin” jawab Lukas untuk mengalihkan Brian.


“Abang coba jawab jujur sama Bunda, Abang itu kenapa sih? Dari tadi Bunda perhatikan Abang seperti sedang mengawasi sesuatu. Coba dong jujur, jangan bikin Bunda tidak tenang seperti ini” saut Hana dengan penuh kekhawatiran.


“Apa aku harus jujur sama Ayah dan Bunda? Tapi, jika aku jujur mereka akan merasakan panik yang berlebihan. Aduh.. Bagaimana ini ?!” ucap Lukas di dalam hatinya dengan sedikit ketakutan.


“Dek, coba kamu jujur sama Ayah dan Bunda supaya jika ada sesuatu bisa diselesaikan bersama. Kalau kamu diam seperti ini malah kaya orang sedang menutupi sesuatu yang malah membuat Bunda dan Ayah semakin curiga padamu. Kalau nanti ada apa-apa bagaimana? Apa lagi kau masih sangat kecil, Dek” ucap Qisya yang mencoba menasihati Lukas.


Tak selang berapa detik Lukas pun mengatakan sesuatu pada Hana, Brian, Qisya dan Lily ya malah asyik dengan makanan hingga membuat mulutnya sedikit belepotan.


“Ayah, Bunda... Ta-tadi aku lihat ada seseorang yang menggunakan pakaian serba hitam di balik pohon itu” unjuk Lukas.


“Sepertinya dia sedang mengintai keluarga kita, karena pas aku perhatikan lagi orang itu tiba-tiba saja menghilang entah kemana. Larinya sangat cepat Ayah, Bunda” ucap Lukas dengan serius.

__ADS_1


Duaaaarrr !...


Bagaikan pertanda tidak baik yang langsung menusuk hati Hana serta Brian. Seseorang dengan pakaian serba hitam kembali mengingatkan Hana dan Brian dengan kejadian beberapa tahun lalu, saat Baby twins masih dalam kendungan Hana.


Qisya yang mendengarnya pun sedikit gemetar, karena trauma yang sudah tidak mengganggu pikirannya kini kembali muncul saat ada bayang-bayang sang Bunda yang hampir saja tertusuk benda tajam oleh orang itu.


“Bu-Bunda, A-ayah... A-apakah o-orang itu sa-sama kaya di saat acara 7 bulanan Baby twins dulu?” tanya Qisya dengan mata berkaca-kaca.


Hana dan Brian terdiam sejenak dengan pikiran yang sudah campur aduk. Beberapa tahun Brian mencari orang itu tapi tidak ketemu juga, dan sekarang malah kembali muncul di saat mereka sudah bahagia.


“Sebenarnya apa sih maksud dari mereka? Aku kira orang itu hanya orang stres atau orang iseng saja, tapi nyatanya dugaanku salah. Pantas saja perasaanku tidak enak dari saat mau berangkat ke sini ” ucap Hana di dalam hatinya.


“Ternyata ada yang ingin bermain-main dengan keluargaku. Aku tidak bisa tinggal diam begini saja, keluargaku sepertinya sedang dalam bahaya. Aku harus segera membawa mereka untuk pulang ” ucap Brian di dalam hatinya.


“Sayang, ayo kita bawa anak-anak pulang secepat mungkin. Sepertinya kita tidak akan aman jika terus berada di sini. Nanti aku akan segera mengurus orang suruhanku untuk menyiapkan kepulangan kita secepatnya. Karena kita tidak tahu motif dan tujuan mereka untuk apa? Ini masih menjadi teka-teki yang belum bisa aku pecahkan” ucap Brian dengan tergesa-gesa.


“Iya, Ayah. Bunda juga khawatir. Ayo anak-anak kita harus segera pergi dari sini. Ingat jangan ada yang pisah dari Ayah dan Bunda. Paham kan!” ucap Hana sambil membersihkan mulut Lily.


Lily yang sedang asyik makan langsung terkejut saat sang Bunda tiba-tiba saja menyerobot makanannya dan membuangnya sembarangan serta tak lupa membersihkan dan langsung menggendong Lily.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai... Hai... Hai... 🤗🤗🤗


Apa kabar para pembaca setiaku? Aku harap kalian sehat selalu ☺️😊😇


Aku ingin kembali memberikan rekomendasi Novel nehh 🤭🤭🤭


Silahkan di jelajahi dan jangan lupa tinggalkan jejak yaa... 😁😆😆


...*...


__ADS_1


__ADS_2