
“Sabar, Tuan. Kita harus bisa menarik perhatian anak itu, jika Tuan bersedia mulai saat ini cobalah Tuan bersikap baik kepada dia. Mungkin, dengan cara begitu dia bisa luluh dan masuk ke dalam perangkap kita” ucap Pinjai.
“Apa??? Bersikap baik padanya? Mana mungkin aku bisa bersikap baik kepada keluarga peng*ecut seperti mereka. Kamu tahu Pinjai, Ayahnya itu telah...” ucap Bisma terhenti saat mendengar suara yang memanggil namanya.
“Tuan Bisma...” panggil seorang pria yang sedang berjalan mendekat dan Bisma serta Pinjai pun langsung menoleh ke arah orang tersebut.
“Orang itu !!!...” geram Bisma di dalam hatinya sambil kedua tangannya mengepal kuat serta rahangnya yang mulai mengeras.
Tak lupa sorotan mata Bisma juga menunjukkan kebencian terdalam kepada sosok pria tersebut.
“Tuan, kendalikan emosimu jika kau tidak mau sampai membuatnya merasa curiga” ucap Pinjai dengan suara kecilnya.
Bisma pun mencoba sekuat tenaga untuk meredam emosinya dan mencoba untuk mengukir senyum di wajah datarnya.
“Loh Tuan Bisma juga ada di sini? Kapan datangnya Tuan?” tanya pria tersebut.
“Tuan Brian... Senang berjumpa denganmu” ucap Bisma sambil berjabat tangan dan bergantian dengan Pinjai.
“Aku juga sangat senang bisa berjumpa denganmu di sini, Tuan. Hoya... Apakah kalian ke sini ingin berlibur?” tanya Brian dengan wajah tersenyum.
“Oh tentu tidak, Tuan Brian. Saya dan Pinjai ke sini karena ada urusan pekerjaan, tahu sendiri Tuan Brian saya orangnya tidak terlalu percaya kepada siapa pun jadi saya harus terjun sendiri untuk mengontrol pekerjaan yang telah dilakukan. Hoya... Apa Tuan Brian ke sini juga ada pekerjaan seperti saya?” tanya balik Bisma dengan wajah yang dibuat tersenyum.
“Tidak, Tuan Bisma. Saya beserta keluarga saya sedang berlibur di sini, kalau pun itu sosl pekerjaan saya bisa atasi dari jarak jauh. Dan kebetulan ada Sandi yang bisa menghendel semuanya bersama Cika sekretaris saya” ucap Brian.
“Cika? Haha... Wanita licik itu tak pantas anda jadikan sekretaris Tuan Brian. Andai saja nanti anda tahu siapa wanita ular itu, kemungkinan anda sudah hancur lebih dulu haha...” saut Bisma di dalam hatinya dengan senyuman devilnya.
“Maaf mengganggu waktunya. Tapi Tuan Bisma, sebaiknya kita segera beristirahat karena nanti kita akan ada pekerjaan yang cukup melelahkan” ucap Pinjai yang ingin mengalihkan pembicaraan mereka.
Karena Pinjai tahu semakin lama mereka berbincang-bincang maka semakin Bisma tidak bisa mengendalikan emosinya.
“Oh begitu, baiklah semoga sukses Tuan Bisma. Mari saya tinggal dulu. Permisi... Assalammuaikum...” ucap Brian sambil berjalan meninggalkan mereka di tempat.
“Cih!... Enggak anak, enggak bapak. Semuanya benar-benar membuatku muak saat menatap muka pecun*dang mereka seperti itu!!” ucap Bisma dan langsung pergi begitu saja dengan diikuti oleh Pinjai dan beberapa body guardnya.
...*...
...*...
Di dalam penginapan Brian dan Hana
__ADS_1
Tok... tok... tok...
“Assalammuaikum...” ucap Qisya sambil mengetuk pintu.
Kemudian, Hana membukakan pintu tersebut dengan lebar sambil menjawab salam Dan Qisya pun segera bersalaman dengan Hana dan kedua adiknya.
“Kakak udah beyi jajanannya?” tanya Lily.
“Sudah dong, ini Kakak bawa kantong belanjaan yang besar. Nanti kalau kurang kita bisa beli lagi bareng-bareng ya... oke...” ucap Qisya sambil duduk dan menaruh tas belanjaannya di atas meja.
“Ayah kemana, Bun?” tanya Qisya saat tidak mendapati sang Ayah di dalam penginapan.
“Ayah lagi keluar sebentar katanya ada urusan, ya sudah ini di makan camilannya kasihan Kakak sudah cape-cape turun ke bawah untuk membelikan kalian makanan” jawab Hana sambil mengeluarkan beberapa camilan yang langsung di ambil oleh Lily dan Lukas.
Lily dan Lukas pun memakannya sambil menonton film dengan serius, dan tiba-tiba saja Brian masuk dengan memberikan salam kepada mereka semua. Dan mereka pun menjawab salam dari Brian serta bersalaman.
“Hoya... Bun, tadi Ayah ketemu sama rekan bisnis Ayah di bawah. Dia juga menginap di sini karena ada pekerjaan yang harus dia urus, cuman Ayah curiga kenapa dia selalu membawa pengawal body guard - body guardnya kemana pun mereka pergi” ucap Brian.
“Huss... Ayah, tidak boleh seuzon seperti itu. Mungkin saja namanya pembisnis pasti kan banyak musuhnya sama kaya Ayah jadi mereka lebih mewaspadainya saja” jawab Hana.
“Astaghfirullah, bisa jadi ya Bun. Tapi, ya sudahlah itu urusan mereka yang penting kita selalu baik kepadanya” ucap Brian.
“Om jangkung dan Om baik? Siapa mereka?” tanya Brian dengan wajah bingungnya.
“Tapi Kakak enggak di apa-apain kan sama mereka?” tanya Hana dengan wajah cemasnya.
“Enggak kok, Bun. Om baik itu nolongin Kakak pas jatuh di tabrak sama Om jangkung. Eh Om jangkungnya kaya sombong gitu, enggak mau minta maaf. Ya sudah, Kakak ucapin terima kasih saja sama Om baik dan pergi deh...” jawab Qisya.
“Bagaimana ciri-ciri orang itu, Kak?” tanya Brian yang masih penasaran.
“Keduanya sih tampan Ayah, cuman Kakak enggak hafal ciri-cirinya. Karena kan Kakak jatuh, terus dibantu sama Om baik beresin makanannya. Terus pas mau di bantuin berdiri Kakak nolak kan bukan muhrimnya jadi, dari situ Kakak bilang sama Om jangkung kalau lagi jalan pakai mata untuk memperhatikan langkahnya jangan malah sambil mainan telepon genggamnya gitu, terus Kakak pergi saja” ucap Qisya sambil memakan camilannya.
“Ya sudah, yang penting Kakak tidak apa-apa kan. Terus apa ada yang luka?” tanya Hana.
“Enggak ada Bunda, Kakak baik-baik saja kok jadi tenang saja oke hehe... Hoya, Ayah nanti jadikan kita jalan-jalan sekalian kita menatap pemandangan Korea di malam hari?” tanya Qisya dengan antusias.
“Jadi dong sayang, makannya kalian istirahat ya biar kembali segar dan tidak akan mengantuk saat jalan-jalan” ucap Brian sambil mengelus kepada Qisya.
“Hehe... Siap Ayahku yang tampan” goda Qisya dengan wajah polosnya.
__ADS_1
Sedangkan Lily dan Lukas benar-benar anteng menatap layar televisi di depan mereka dengan menayangkan film drama Korea anak kecil yang berani melawan penjahat untuk menyelamatkan sang Ibu yang di culik.
Selang beberapa menit akhirnya mereka beristirahat untuk mengisi daya energi pada tubuh mereka, supaya lebih fres lagi saat berjalan-jalan.
...*...
...*...
Malam hari pukul 7, semua sudah bersiap diri untuk pergi melihat pemandangan Korea pada malam harinya.
Mereka berjalan kaki mulai dari selangkah dua langkah, sehingga mereka sampailah ke tempat yang sangat ramai oleh pengunjung.
“Wah... Yayah, Bunbun, Kakak, Babang. Lihat deh itu ada pacal malem” ucap Lily dengan wajah berbinar.
“Ya ampun, Dek. Itu bukan pasar malam, ini di Korea loh bukan di Indonesia” ucap Qisya sambil menepuk jidatnya.
“Maklum saja, mainnya kurang jauh” saut Lukas dengan dingin.
“Yakk... Memang apa cih, olang cama kok. Tuh buktina banyak olang-olang lame pula” bantah Lily dengan wajah sedikit kesal.
“Yayaya... Terserah kamu saja adikku yang cantik” jawab Qisya dengan nada malasnya.
“Lily emang cantik dali lahil. Udah achh... Ayo ke cana Lily mau iyat-iyat lame banget jadi penacalan deh... Ada apa ya di cana?” ucap Lily dengan wajah keponya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊
Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇
Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
Sayang kalian banyak banyak para pembaca setiaku ❤️❤️❤️
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1