
Kemudian Alex berjalan meninggalkan keduanya menuju kamar pribadi yang berada di markas. Lalu Pinjai segera mengurus semuanya bersama pria tua itu untuk tanda tangan sesuai dengan kesepakatan yang telah di buatnya dengan Alex tadi.
Setelah semuanya selesai, pria tua itu keluar dari markas dengan keadaan mata yang tertutup dan juga kaki tangan yang diikat. Karena itulah syarat agar ia bisa bertemu dengan King Mafia Golden Fangs yang sangat kejam dan juga berkuasa atas semua Mafia di bawahnya.
Ya begitulah syarat utama untuk bertemu dengan Alex. Ia menyebar beberapa mafioso di seluruh daerah itu untuk melakukan penyamaran agar tidak segampang itu bertemu dengannya. Mereka akan di cek hingga di periksa sedemikian rupa untuk dibawa ke suatu tempat bertemu dengan Kingnya dengan cara seperti penculikan.
Namun semua itu tidak menjamin orang yang meminta tolong pada Alex akan selalu bisa bertemu dengannya. Bahkan, ada beberapa yang menyamar menjadi orang lemah untuk mengelabuhi Alex serta meminta pertolongannya. Tetapi Alex selalu satu langkah paling maju dari mereka.
Hingga akhirnya mereka yang ingin memata-matai Alex, telah tewas mengenaskan akibat hewan kesayangannya telah mencabik-cabik tubuh mereka tanpa tersisa.
...*...
...*...
Di Indonesia
Ada keluarga kecil yang terdiri atas Abi, Umi, anak dan juga Mbah Uti serta Mbah kungnya. Siapa lagi jika bukan keluarga kecil Arya beserta kedua orang tuanya. Saat ini mereka sedang mengunjungi rumah keluarga Brian untuk mengecek keadaan kedua orang tua Brian, dan memastikan jika semuanya aman.
Ya begitulah Arya, dia akan setiap sebulan sekali mengunjungi keluarga Brian agar tidak membuat mereka merasa kesepian jika ketiga cucunya belum bisa hadir di tengah-tengah mereka. Dapat kita lihat betapa bahagianya Arya saat ini, setelah ia melewati masa buruknya hingga akhirnya ia di satukan kembali dengan cinta pertamanya.
Muhammad Arya yang saat ini sudah menjadi suami serta Abi dari anak laki-lakinya, kini telah memasuki usia 33 tahun. Namun Arya terlihat sangat tampan berkat sang Istri yang selalu merawat hingga membuatnya selalu merasakan cinta yang kian bertambah.
Cantika Handayani yang merupakan istri dan juga cinta pertama Arya, kini sudah berusia 36 tahun. Bahkan Cantika yang dibilang wanita mandul saat masih menikah dengan mantan suaminya Kelvin itu, saat ini sudah membuktikan bahwa ia bisa memberikan seorang putra yang sangat tampan kepada Arya.
Semua berkat kesabaran dan juga doa-doa yang selalu mereka panjatkan setiap harinya, membuat Allah memberikan suatu mukjizatnya yang luar biasa. Ananda Athalla Farizky adalah pria kecil yang sangat tampan dan juga lucu dengan usia 3 tahun.
Iky selalu bisa membuat kedua orang tuanya hingga semua yang melihatnya menjadi tertawa, akibat tingkahnya yang sangat menggemaskan. Iky merupakan cerminan dari Arya, benar-benar sangat mirip. Mulai dari jahilnya, dari sikapnya dan juga wajahnya namun tidak semuanya berasal dari Arya ya karena mata, hidung, bibir serta kulit itu semua hasil dari jiplakan Uminya yaitu Cantika.
“Mah, apa Mbak Hana dan Mas Brian belum menghubungi kalian lagi? Atau mereka sudah berencana akan ke sini?” tanya Cantika sambil menatap Mamah Asyifa.
Mamah Syifa hanya bisa tersenyum, “Mamah belum tahu, karena mereka belum bilang kapan mau ke sini. Terakhir Brian bilang jika ia sedang ada bisnis besar yang tidak bisa di tinggal untuk beberapa bulan ke depan”
Papah Ferry melihat wajah istrinya yang terlihat sedih langsung mengusap pahanya perlahan untuk membuatnya merasa tenang.
“Sudah, jangan banyak pikiran. Jika mereka ada waktu juga pasti ke sini kok, lagian kan mana mungkin mereka melupakan Omanya yang cerewet ini hem...” ledek Papah Ferry yang malah mendapat cubitan kecil dari Mamah Syifa.
Lalu Papah Ferry pun tertawa kecil melihat wajah istrinya yang kesal, namun sangat terlihat menggemaskan.
__ADS_1
Putri Asyifa adalah Mamah dari Brian yang saat ini sudah berusia 63 tahun. Meskipun umurnya sudah mulai menua, tetapi ia masih tetap terlihat awet muda dan juga cantik.
Ferry Prasetiawan adalah Papah dari Brian yang sudah menginjak usia 65 tahun, tetapi jangan salah. Di umurnya yang mulai menua ini, ia sangat terlihat muda dan masih gagah. Hanya saja, jika ia terlalu bersemangat maka penyakit tuanya langsung kumat dan membuatnya seperti anak kecil yang begitu manja.
Seketika Cantika melihat Iky sedang berlari-lari di sekeliling rumah membuat semua tertawa gemas, karena Iky berlari dengan wajah yang begitu lucu saat Arya mengejarnya bagaikan seorang singa yang ingin memakannya.
“Awwrrggg... Sini kau jangan kabur, aku akan segera memakan dagingmu yang sangat menyegarkan ini” ucap Baba Arya dengan gaya singanya yang ingin menerkam Iky.
“Huaaaa... Bubuuu olong atuhhh, ada inga yang atkal huaaa... Angan ekat ekat ihh agingku ait ndak enyak au...” jawab Iky sambil berlari mengelilingi semuanya hingga ia menjatuhkan pelukannya kepada Bubu Cantika.
Haaappp !...
“Sssttt...” Bubu Cantika sedikit merasakan kesakitan akibat Iky yang terlalu aktif saat memeluknya, dan tanpa sengaja saat ia ingin di pangku oleh Bubu Cantika kaki mungilnya tak sengaja menendang perutnya.
“Astaghfirullah, Cantika. Kamu gapapa sayang? Perutmu baik-baik saja kan?” tanya Umi Dewi saat ia melihat kejadian tersebut.
Cantika tersenyum kepada Umi sambil menggelengkan kepalanya, “Cantika tidak apa-apa Umi, cuma kesenggol dikit doang kok Mi hehe...”
“Bubu enggak apa-apa, bagaimana perutnya? Apakah sakit? Jika sakit, ayo kita ke rumah sakit saja, Baba takut ada apa-apa dengannya” ucap Baba Arya dengan penuh khawatir.
“Alhamdulillah, Bubu baik-baik saja Baba. Sudah jangan cemas, mungkin Mas Iky lupa dan tidak sengaja menendangnya” ucap Bubu Cantika dengan tersenyum.
Sedangkan Iky hanya bisa menunjuk serta memainkan jari-jari mungilnya karena ia merasa bersalah.
“Baba dan Bubu pernah mengingatkan Mas Iky, bahkan selalu di ingatkan bukan? Jika kita melakukan kesalahan maka kita harus meminta...” ucap Arya sambil menunggu jawaban Iky.
“Mangappp...” saut Iky dengan wajah polosnya yang membuat semua malah tertawa gemas padanya.
“Haha... Masa ia orang salah minta mangap sih, memang lapar” saru Papa Ferry dengan gemas.
“Astaga, Iky aduhh... Oma jadi gemas deh pengen mencubit rasanya iissshhh...” gemas Mamah Syifa dengan wajahnya yang penuh geregetan.
“Hehe... Maklum saja, dia belum lancar berbicara. Berbeda dengan Lukas yang masih kecil sudah sangat lincah bicaranya” saut Umi sambil terkekeh.
“Namanya juga anak kecil, Mi. Apa lagi usia Iky masih 3 tahun jadi dia belum bisa berbicara dengan jelas. Jadi tugas kita harus bisa mengerti apa yang ia katakan hehe...” jawab Abah dengan senyuman.
Arya dan Cantika tertawa bukan berarti Iky lucu untuknya, namun mereka sangat bahagia karena kehadiran Iky bisa mengobati rasa rindu semua orang terhadap anak-anak Brian dan Hana.
__ADS_1
“Ya sudah, ayo Mas Iky minta maaf dulu sama Bubu dan Dedeknya. Kasihan loh kalau Dedeknya lagi bobok terus Mas menendangnya, terus nanti Dedeknya akan nangis di dalam perut Bubu. Memang Mas mau lihat Bubu kesakitan hem...” ucap Arya yang membuat Iky langsung menggelengkan kepalanya.
Lalu Iky menatap wajah Bubu Cantika dengan mata yang berkaca-kaca sambil memainkan jari mungilnya.
“Bubu, mangapin iky ya alna iky dah uat Bubu atit cama edek uga... Dedek iky aik-aik ya di peyut Bubu, angan angis ya... Mangapin Mas ya, Mas ayang Dedek” ucap Iky dengan mengusap perut Bubu Cantika, kemudian Iky turun dari pangkuannya dan langsung mencium perut Bubu Cantika dengan begitu sayang.
Bubu Cantika benar-benar terharu dengan perlakuan Iky, membuat ia meneteskan air matanya. Betapa bahagianya Bubu Cantika saat ini, karena sudah bisa memberikan 2 buah hati kepada Arya dan Dedek untuk Iky.
Semua yang melihatnya pun ikut terharu, mendengar betapa sayangnya Iky kepada Dedeknya itu. Namun seketika Mamah Syifa dibuat terkejut oleh sesuatu yang baru saja ia sadar saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻