
“Apa dia tidak sadar jika aku sedang marah dan cemburu? Kenapa dia juga malah ikutan diam sih, dasar wanita tidak peka” suara hati Brian yang sangat dongkol.
30 menit berlalu
Brian hanya fokus menyetir mobil tanpa mengeluarkan 1 kata pun kepada Sandra namun sesekali Brian melirik ke arah Sandra yang selalu menatap ke arah samping.
“Sudah cukup kesabaranmu Sandra, ayo mulailah berbicara lebih dulu. Jika kamu menunggu Brian berbicara lebih duluan mungkin seketika langsung hujan badai” ucap Sandra di dalam hati.
Sandra dan Brian memang sangat jarang untuk bertengar. Tetapi jika Brian sudah berdiam diri maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama agar ia mau berbicara lebih dulu, makannya Sandra selalu mengalah agar tidak ada jarak dalam hubungan mereka.
Sandra memberanikan diri untuk memulai percakapan lebih dulu sambil menatap Brian yang sesekali cuman meliriknya dengan sangat cuek.
“Sudah hampir setengah jam lebih kamu mendiamiku Brian, ada apa sih? Memang aku salah apa coba sampai kamu seperti ini” ucap Sandra sambil menatap Brian.
“Cih.. salah apa, salah apa. Tidak lihat tadi kamu tersenyum dan tertawa di depan pria lain” Brian hanya bisa menjawabnya lewat suara batin.
“Aku tidak suka jika melihatmu diam seperti patung hidup kaya gini loh, ayo Brian bicaralah" ucap Sandra sambil bergelayut di tangan Brian.
“Dasar tidak peka!!” ucap Brian sambil menatap lurus ke depan.
“Tidak peka apa sih Brian, coba jelaskan aku tidak paham maksudmu itu” Sandra langsung menatap Brian penuh tanda tanya.
“Berapa kali sudah aku bilang, jangan pernah tunjukkan senyummu itu pada pria lain. Tapi kenapa kamu malah memperlihatkan tawamu itu” ucap Brian dengan nada kesal.
“Hm.. rupanya dia sedang cemburu, pantas saja dia diam seperti patung hidup hihi” suara hati Sandra sambil tersenyum menatap Brian.
“Kenapa senyum-senyum begitu?” ucap Brian sambil melirik ke arah Sandra.
“Cie.. cie.. ada yang cemburu nih, siapa ya? Hm..” Sandra berpura-pura berpikir dan malah membuat Brian semakin kesal.
“Apaan sih.. aku tidak pernah cemburu ya, jangan asal tuduh deh” ucap Brian sambil menahan mukanya yang sedang malu.
“Haha.. aku kan tidak menyebut namamu loh" ucap Sandra dengan nada mengejek.
"Wah.. kayanya ada kepiting rebus nih, boleh kali ya di cubit dulu” jawab Sandra sambil mencubit pipi Brian dengan sangat kencang.
“Ouch.. sakit tahu” ucap Brian sambil meringis kesakitan.
“Hehe.. maaf sayang, sudah jangan mengambek lagi ya sini aku cium dulu biar tambah ganteng” Sandra langsung mencium pipi Brian dengan sangat lembut.
Brian yang dibuat malu itu seketika wajahnya menjadi memerah merona layaknya tomat yang kematangan.
Sandra yang berhasil meluluhkan Brian yang sedang mengambek itu malah membuat dirinya tertawa senang, kapan lagi coba Sandra bisa mengerjai Brian kan.
*
*
*
__ADS_1
*
5 tahun telah berlalu
Hari ini adalah hari kelulusan Sandra, tepat pada usia Sandra yang kurang dari 20 tahun.
Brian berusaha menyempatkan datang ke sekolah SMK TUNAS BANGSA untuk menyambut kelulusan Sandra.
Meskipun Sandra bukan murid yang pandai, tetapi nilai semua mata pelajarannya pun tidak ada yang buruk kok. Bahkan nilai rata-rata semuanya 8,1.
Kini semua siswa dan siswi sudah berkumpul di halaman sekolah yang terbilang sangat luas itu.
Mereka semua menggunakan pakaian yang sudah ditentukan oleh sekolah. Untuk siswa menggunakan jas formal dan untuk siswi menggunakan kebaya.
Semua siswa menampilkan ketampanannya tersendiri dengan berbagai belahan rambut dan gayanya masing-masing.
Sedangkan semua siswi berlomba-lomba untuk mempercantik penampilannya dengan berbagai hiasan wajah yang terlihat seperti pengantin yang ingin melepaskan masa lajangnya.
Entah kenapa kini Brian merasakan perasaan yang tidak enak bahkan banyak sekali mata yang tertuju pada Sandra.
Sandra yang hari ini berpenampilan anggun menggunakan baju kebaya pink dengan corak yang indah membuat Sandra seperti putri yang sangat cantik.
Tidak lupa dengan coretan-coretan tangan perias yang malah menambahkan kesan kecantikan Sandra yang luar biasa.
Sampai-sampai membuat semua siswa siswi serta para guru terkagum melihat kecantikan Sandra.
Bagaimana tidak terlihat cantik orang Sandra saja keturunan luar negeri berbeda dengan warga negara Indonesia yang kulitnya tidak semulus dengan orang luar bahkan tanpa sentuhan cream pemutih pun, Sandra sudah putih dari lahir kan.
“Sayang..” teriak Sandra sambil berlarian kecil dengan sedikit kesusahan.
“Astaga Sandra, awas jatuh..” Brian langsung berlari mendekati Sandra.
“Iss.. ribet sekali baju ini ya, mana harus memakainya sampai selesai pula” celoteh Sandra membuat Brian tersenyum.
“Sabar, ingat beberapa bulan lagi kita akan menikah loh. Dan kamu akan menggunakan baju yang lebih ribet lagi dari ini” ucap Brian sambil menatap Sandra.
“Benarkah itu Brian? Jika benar aku tidak mau memakainya lah ribet tahu, ini saja aku susah untuk berjalan apa lagi baju yang lebih ribet dari ini” keluh Sandra.
“Tenang sayang, nanti kita cari baju yang membuatmu bisa berjalan ya” ucap Brian sambil melemparkan senyuman.
“Terima kasih sayang” ucap Sandra sambil tersenyum manis.
“Bajunya nanti tidak akan membuatmu ribet untuk berjalan, tetapi ada satu hal yang akan membuatmu lebih susah berjalan bahkan akan merasakan kesakitan, tetapi hanya bersifat sementara dan selebihnya akan membuatmu merasa seperti di surga dunia” ucap Brian sambil tersenyum penuh arti.
“Maksudnya bagaimana? Kesakitan yang bersifat sementara dan surga dunia itu apa sih?” tanya Sandra dengan rasa penasaran.
“Nanti juga kamu akan tahu sayang, dan aku pun sangat menunggu saat-saat itu tiba nanti hehe..” ucap Brian sambil membayangkannya.
“Apa sih aku tidak paham maksudmu” jawab Sandra yang merasa bingung.
__ADS_1
“Lolipopku akan membuatmu merasakan ketagihan nantinya sayang, masa begitu saja harus dijelaskan sih” ucap Brian dengan sedikit kesal.
“Wah.. kamu punya lolipop? Kok aku enggak di kasih sih jahat banget enggak bagi-bagi sama aku” saut Sandra dengan bibir yang di majukan.
“Lolipopku tidak akan habis sayang tenang saja, dan itu hanya milikmu seorang. Sudahlah ayo masuk nanti kamu tertinggal berita pengumuman kelulusan loh” ajak Brian mencoba mengalihkan pembicaraannya.
“Ya sudah tapi janji ya nanti bagi aku lolipopnya jangan di makan sendiri awas kamu” ancam Sandra dengan lirikan mautnya.
“Astaga Sandra, lolipopku mana bisa aku makan sendirian sih, bahkan untuk dirimu seumur hidup saja tidak akan habis loh” suara hati Brian.
Brian dan Sandra mulai berjalan ke halaman sekolah untuk berkumpul dengan yang lain.
Bahkan sudah banyak orang tua murid yang berdatangan di sana untuk menyaksikan anak-anaknya yang lulus dengan nilai terbaik.
Sampai akhirnya Sandra lulus dengan nilai terbaik, meskipun tidak masuk dalam daftar 10 besar tetapi Brian sangat bersyukur dalam waktu yang singkat Sandra sudah bisa menyesuaikan diri di negara yang terbilang asing untuknya.
Bahkan Sandra sudah sangat pasif dalam berbahasa Indonesia karena semua ini berkat pengorbanan Brian yang sudah mendaftarkan Sandra les khusus bahasa Indonesia, agar Sandra bisa berkomunikasi dengan lancar tanpa harus memakai bahasanya kepada orang yang tidak mengerti.
Keluarga Brian sangat senang mendengar kelulusan Sandra, karena mereka sudah menunggu lama kapan saat-saat ini tiba.
Brian yang sudah berumur hampir 26 tahun ini, sudah cukup matang untuk membina rumah tangga.
Tetapi apa boleh buat Brian hanya ingin menikah dengan Sandra bahkan rela untuk menunggu Sandra hingga 5 tahun lamanya.
Hubungan Sandra dan Brian memang terbilang sangat unik, karena mereka tidak pernah sampai mengalami perdebatan hebat ataupun putus hubungan berkali-kali seperti yang lain.
Mereka hanya mengalami perdebatan-perdebatan kecil yang hanya bertahan kurang lebih sejam dan kemudian kembali normal seperti biasanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏
Papay 🤗🤗