
Bagi Lukas dia tidak keberatan sama sekali, selagi Bunda Hana tidak melarangnya untuk berhenti bermain games selama 1 Minggu. Awalnya Bunda Hana ingin menghukumnya sesuai dengan ucapan Lily, tetapi Lukas mencoba terus merayunya agar menghukumnya dengan cara membersihkan dapur saja dari pada harus ketinggalan beberapa event penting di dalam gamesnya.
...*...
...*...
Hari semakin larut semua sudah bersiap untuk menyambut kedatangan tamu spesial Lukas, hingga tak lama terdengar suara bel rumah berbunyi. Lukas segera berjalan diikuti oleh kedua orang tuanya dan juga Lily.
Lukas membuka pintu dengan sangat lebar bersamaan dengan munculnya Kakek Iram dan juga Nenek Mona. Mereka sedikit tersenyum kecil menatap kedua orang tua Lukas yang saat ini sedang bingung, mereka kira yang akan datang anak anak sepantaran Lukas. Tapi nyatanya semua di luar ekspetasinya.
"Selamat malam, salam kenal dari kami untuk kalian semua. Maaf kami terlambat karena tadi ada sedikit kendala dirumah, jadi maaf membuat kalian menunggu" Ucap Nenek Mona.
"Se-selamat malam, salam kenal juga. Mari silakan masuk, Tuan Nyonya. Maaf jika rumah kami terkesan sederhana" Jawab Bunda Hana sambil tersenyum.
"Ahyaa.. tidak apa-apa saya malah suka dengan desain rumahnya. Walaupun tidak mewah tetapi isinya sangat banyak, tidak seperti kami yang rumahnya sangat mewah tetapi hanya tinggal berdua hihi.."
Nenek Mona masuk sambil di dampingi oleh Bunda Hana yang juga terkekeh kecil, sedangkan Kakek Iram berjalan berdampingan oleh Ayah Brian. Mereka berjalan menuju ruang keluarga.
Lily begitu penasaran dengan tamu Lukas hingga dia langsung merangkul manja tangan Lukas sambil sedikit berbisik, "Bang, ssstt.. Bang.."
"Hem.." Sahut Lukas sambil berjalan, namun Lily manahan langkah kaki Lukas.
"Abang bisa ketemu sama mereka bagaimana ceritanya? Atau jangan-jangan selama ini Abang temenan sama aki-aki dan ninik-ninik?" Tanya Lily.
__ADS_1
"Apaan sih, ngaco aja kalau ngomong. Udah mending kita ke sana biar kamu bisa kenalan sama mereka, jadi kamu tahu bagaimana caranya aku kenal mereka!"
Lukas pergi meninggalkan Lily yang masih penasaran, namun sedetik kemudian Lily berlari kecil dan sedikit berteriak kepada Lukas agar tidak meninggalkannya.
Mereka semua duduk di ruang keluarga, tak lupa Bunda Hana segera membawakan minuman serta beberapa camilan di bantu oleh Lily.
"Ayo Tuan, Nyonya silakan di minum.. maaf jika seadanya, soalnya saya bingung mau menyiapkan apa untuk tamunya Lukas. Bahkan kami kira tamunya seumuran dengannya, namun kami malah salah menduganya hehe.." Ucap Bunda Hana.
"Hehe.. tidak apa-apa, ohya.. kenalin nama saya Mona dan ini suami saya namanya Iram. Jadi kalian bisa panggil kami dengan-..."
"Grandma dan Grandpa, nama yang cocok karena Lily udah punya Nenek sama Kakek. Lalu Mbah Kung dan Mbah Uti, sekarang Grandma Grandpa. Jadi Lily tidak akan ketuker manggilnya hehe.."
Lily langsung menyela ucapan Nenek Mona yang membuat semua mata langsung menatap Lily dengan tatapan sedikit terkejut.
"Sudah Tuan tidak apa-apa, kami malah senang saat mendengar panggilan yang begitu manis. Lihat saja, istriku malah menangis mendengarnya saking dia merindukan anak dan juga cucu kami yang memanggil kami dengan sebutan itu. Bahkan mereka sudah tiada" Sahut Kakek Iram sambil sedikit tersenyum.
Ayah Brian pun mengangguk kecil membalas senyuman Kakek Iram, Nenek Mona yang melihat Lily membuat ia segera berdiri dan duduk di sebelahnya sambil memeluk Lily. Entah kenapa Nenek Mona ketika melihat anak perempuan seperti melihat cucunya yang sudah tiada sehingga Bunda Hana yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
Tanpa menunggu mereka bertanya apa pun masalah anak dan cucunya yang sudah tiada, Kakek Iram langsung menjelaskan tentang musibah yang membuat anak serta cucu mereka tiada. Sehingga mereka hanya hidup berdua di usia tuanya, yang seharusnya mereka sedang bersenang-senang dengan cucunya tetapi kini mereka hanya hidup penuh dengan kesepian.
Tak lupa Kakek Iram juga menjelaskan pada semuanya bagaimana ia bisa mengenal Lukas, ada sedikit rasa kesal di dalam diri Ayah Brian lantaran Lukas berani membohonginya yang mengatakan bahwa dia ada les tetapi tahunya dia malah main ke rumah Kakek Iram tanpa meminta izin padanya lebih dulu.
Tapi di sini Kakek Iram mencoba untuk membuat Ayah Brian mengerti, apa yang Lukas lakukan memang salah tetapi tidak sepenuhnya. Mungkin karena Lukas melihat mereka seperti melihat Kakek dan Neneknya sendiri jadi membuat Lukas tidak tega jika harus membuat mereka menahan rasa kangennya pada Lukas.
__ADS_1
Sedangkan Lily dia menyuapini Nenek Mona dengan beberapa potong camilan yang terus membuat mulutnya penuh. Semua orang dapat melihat betapa bahagianya Nenek Mona ketika bisa sedekat itu pada Lily, belum lagi Lily memang tipikal anak yang lucu dan juga manis jadi siapa pun yang ada di dekatnya pasti akan menjadi sangat terhibur.
"Sudah waktu jam makan malam, kita makan dulu ya.. nanti di terusin lagi. Kalau perlu Grandpa dan Grandma nginap di sini juga gapapa, besok pagi baru pulang bagaimana?" Tanya Bunda Hana.
"Ya benar Grandpa dan Grandma nginap aja ya, lagian ini sudah malam aku khawatir jika terjadi sesuatu pada kalian. Tenang di sini masih ada kamar kosong yang geratis kok hehe.." Ucap Lily.
"Jika mereka mau pulang biarkan saja, mungkin dia bosan mengunjungi rumah yang kecil ini" Sahut Lukas dengan cuek.
"Yaaaakkk.. dasar cucu tidak tahu sopan santun, rasakan ini hem..." Nenek Mona langsung menjewer Lukas hingga membuat semuanya tertawa saat melihat ekspresi wajah Lukas yang begitu lucu.
"Hahaha.. rasain, ayo Grandma jewer aja kupingnya. Lily ikhlas kok, kalau perlu bungkus aja pakai bungkus nasi lalu buang ke laut biar di makan ikan hiu haha.."
Lily tertawa dengan gemas, hingga semuanya ikut tertawa. Belum lagi Lukas menatap Lily dengan tatapan kesal, sedangkan Lily hanya membalasnya dengan juluran lidah.
Kemudian mereka berjalan menuju ruang makan, dimana Bunda Hana sudah menyiapkan semuanya. Mereka duduk di kursinya masing-masing sambil mengambil makanan ke dalam piringnya.
Namun bukan Lukas dan Lily namanya jika mereka tidak selalu bertengkar hanya karena masalah ayam, dimana ayam Lukas lebih besar dari ayam Lily. Sampai akhirnya Lily mengambek yang membuat Lukas langsung memberikan ayamnya padanya.
Lily memang sangat tahu jika Lukas tidak bisa sedikit pun melihatnya bersedih atau pun marah, karena Lily bisa melihat kasih sayang Lukas begitu besar padanya. Apa lagi setiap ada yang mau menjahilinya maka Lukaslah yang maju paling depan.
Sedangkan Nenek Mona dan Kakek Iran melihat mereka malah menjadi tersenyum, mereka seperti kembali merasakan betapa bahagianya jika anak dan cucunya pada saat itu bisa selamat. Mungkin mereka kan bisa merasakan seperti ini setiap harinya.
20 menit lamanya, mereka sudah selesai dengan makan malamnya dan kembali ke ruang keluarga untuk menonton film drakor. Dimana ternyata Nenek Mona dan Bunda Hana memiliki banyak kesamaan, yang salah satunya adalah film drakor.
__ADS_1
Yang lain hanya menyimak sambil kembali menyemil, belum lagi Lily si ratu nyemil. Sebanyak apa pun dia makan maka jika melihat sesuatu di depan matanya pun akan langsung disikat. Semua camilan tidak lepas dari genggaman Lily yang mana tubuhnya semakin lama semakin gembul.