
Dengan berat hati, Kakek Iram mencoba untuk berdamai dengan masa lalu anaknya yang sudah terjadi.
Berkat Nenek Mona yang selalu ada di samping Kakek Iram dan selalu menasehatinya, pada akhirnya dia sudah memaafkan kesalahan Daddy Ken.
"Te-terima kasih Tuan, Nyonya. Kalian sudah mau memaafkan saya, meskipun kesalahan saya sudah fatal tetapi kalian masih mau memberikan saya kesempatan terakhir agar bisa memperbaiki diri lebih baik lagi. Sekali lagi terima kasih.."
Daddy Ken meneteskan matanya menatap Nenek Mona yang tersenyum sambil memegang kaki Daddy Ken, begitu pun Kakek Iram dia sediki menganggukan kepalanya.
"Sudahlah, jangan memanggil kami dengan sebutan seformal itu. Lebih baik panggil kami Mommy dan Daddy saja, sama seperti Nisha memanggil kami"
Nenek Mona melirik Mommy Nisha yang tersenyum berdiri di sisi kanan Daddy Ken sambil berpegangan tangan.
"Ya, walau pun kamu bukan anak kami tetapi kamu pernah menjadi bagian dari hidup Chaca. Ibu dari Ken, jadi kamu sudah saya anggap sebagai anak sendiri. Jadi kita bisa mulai semuanya dari awal" sambung Mommy Nisha sambil tersenyum.
"Bener Dad, Jay seneng bisa punya Nenek dan Kakek. Meski mereka sangat menyebalkan tetapi mereka baik kok, cuman..." Jay menghentikan ucapannya melirik Nenek Mona dan Kakek Iram yang menatap satu sama lain.
"Cuman apa?" ucap Nenek Mona dan Kakek Iram bersamaan
"Cuman sedikit jahat dan juga bawel hihi.." Jay tertawa membuat semuanya ikut tertawa kecil saat melihat mereka melototkan kedua matanya.
"Yaaakkk.. Tuh liat, anakmu yang satu itu selalu saja membuat darah tinggiku kumat!" pekik Nenek Mona.
"Maafkan Jay Nyo- eh.. Ma-maksudnya Mo-mommy. Dia memang seperti itu, tetapi jika Kakaknya yang memarahinya pasti dia langsung ciut heheh.." sahut Daddy Ken menatap Key sambil memegang tangannya menggunakan tangan kirinya.
Key tersenyum menatap Daddy Ken membuat Mommy Nisha berpura-pura cemburu. "Ekhem.. Sepertinya sebentar lagi posisiku di hatimu akan terancam!"
Semua yang mendengar ucapan Mommy Nisha segera menoleh menatapnya, dimana Mommy Nisha melipat kedua tangannya di dada sambil membelakangi Daddy Ken.
"Sa-sayang, ma-maksudnya apa? Kenapa kamu berkata seperti itu? Sampai kapan pun kamu akan selalu ada di hatiku, Sayang. Ada apa ini?"
Daddy Ken terlihat cemas sambil memegang pergelangan tangannya membuat Mommy Nisha segera berbalik menatap suaminya.
"Kan sekarang sudah ada satu wanita lagi di hatimu, jadi sudah pasti posisiku terancam bukan? Hem.." goda Mommy Nisha menaik turunkan alisnya.
"Wahh.. Bener tuh, Mom! Pasti nanti Daddy akan lebih menyayangi Kak Key dari pada kita, huhh.. Menyedihkan!" sindir Jay membuat Nenek Mona semakin geli melihat wajah Jay yang sama sekali tidak pantas untuk mengambek.
"Yakkk.. Ngapain Nenek ketawa melihatku!" sambung Jay dengan kesal.
__ADS_1
"Habisnya wajahmu tidak pantas seperti itu, udah kek badut ancol noh yang goyang-goyang palanya gede hahah.." ledek Nenek Mona.
"Itu namanya boneka mampang, Nek! Bukan badut, astaga! Udah tua malah makin rabun aja matanya haha.." ledek balik Jay.
"Jay!! Kau benar-benar cucu yang menjengkelkan!! Awas kamu ya, sini enggak!" titah Nenek Mona, mengejar Jay sehingga bikin mereka terlihat begitu lucu.
"Haha.. Ampun Nek, ampun hahah.." Jay berlari memutari sofa membuat Nenek Mona gemas ingin sekali menjewer kupingnya sepanjang mungkin.
"Sayang, bantu aku tangkap bocah nakal itu!" titah Nenek Mona membuat Kakek Iram ikut membantunya.
"Astaga, menyusahkan! Kau ini senang sekali membuat encok Kakekmu kumat ya! Kalau bukan istriku yang meminta, aku ogah capek-capek ngejar anak sebadung ini!" ucap Kakek Iram sedikit kesal.
Daddy Key, Mommy Nisha dan juga Key tertawa melihat tingkah mereka. Sesekali Daddy Ken memegang kedua tangan wanita yang saat ini benar-benar berarti baginya.
Kemudian Daddy Ken menatap Mommy Nisha serta Key secara bergantian sambil mencium tangan mereka secara bersama-sama.
"Terima kasih kalian sudah mau menjadi wanita yang sangat mencintaiku, aku benar-benar beruntung memiliki 2 bidadari dan 1 pangeran nakal seperti Jay. Tetapi bagiku kalian rumah ternyaman yang tidak bisa tergantikan"
Ucapan Daddy Ken berhasil membuat kedua wanita di sampingnya menangis sambil mengukir senyuman bahagia.
"Ma-maafkan Daddy, jika selama ini Daddy sudah menyakiti hatimu dan membuat hidupmu hancur. Sekali lagi maaf, Daddy belum bisa menjadi orang tua yang baik buat kamu. Daddy Nyesel udah menyia-nyiakan kamu hiks.. Da-..."
"Cukup, Dad. Cukup! Key tidak mau lagi mendengar ucapan itu, yang penting sekarang Daddy sudah bisa menyayangi Key sama seperti Daddy menyayangi Mommy dan juga Jay itu sudah lebih dari cukup buat Key, Dad"
"Dengan Daddy belajar menyayangi Key saja, itu pertanda bahwa Daddy sudah berusaha menjadi Daddy yang terbaik buat Key. Sama halnya seperti Daddy sedang mencicil setiap waktu yang sudah terbuang sia-sia"
Penjelasan Key membuta Daddy Ken tersenyum mengusap pipi Key, air mata Daddy Ken kembali runtuh. Daddy Ken melepaskan genggaman tangan Mommy Nisha dan merentangkan kedua tangannya.
"Bo-boleh Daddy me-...." belum selesai Daddy Ken berbicara, Key berhambur memeluk Daddy Ken. Tangis mereka pecah saat mereka merasakan pelukan untuk pertama kalinya.
Nenek Mona dan Kakek Iram pun melihatnya sampai berkaca-kaca, begit juga Jay. Dia berhenti berlari dan berdiri di samping Nenek Mona melihat adegan manis telah terputar di hadapannya.
Mommy Nisha tersenyum sambil mengusap kepala Key perlahan, ini adalah momen dimana mereka semua menunggunya. Seiring berjalannya waktu, akhirnya keluarga mereka kini telah bersatu.
Key merasa benar-benar bahagia, seakan-akan rasa sakit dan juga kecewa yang dia rasakan akibat ulah Daddy Ken seketika hilang tak tersisa karena pelukan hangat yang saat ini Key rasakan.
"Hiks.. Da-daddy sayang sama Key, to-tolong ajari Daddy untuk jadi Daddy yang baik buat kalian semua hiks.." ucap Daddy Ken sambil memeluk Key.
__ADS_1
"Hiks.. Key senang akhirnya kita bisa seperti ini Dad, terima kasih sudah mau menerima Key menjadi anak Daddy walaupun Key terlahir berbeda dari Jay kar-.."
"Tidak Sayang, tidak. Jangan berbicara seperti itu lagi, pokoknya kalian semua anak Daddy terlepas kalian terlahir dari siapa yang penting buat Daddy kalian adalah anak yang sangat berharga buat Daddy"
Daddy Ken berbicara sangat lembut, lalu Daddy Ken menarik tangan Mommy Nisha agar mereka bisa berpelukan bersama-sama. Tak lupa, Daddy Ken mencium kening mereka berdua membuat Jay merasa iri.
"Oh, jadi mereka doang yang di peluk dan di cium sama Daddy? Jadi sekarang Jay bukan anak kesayangan lagi? Wokee.. Baiklah.." sahut Jay membuat mereka melepaskan pelukannya dan menatap Jay sambil menghapus air matanya.
"Hem.. Ternyata anak kesayangan Daddy iri tuh, hihi.." ucap Key.
"Kasihan, sekarang anak kesayangan Daddy sudah nambah tuh. Jadi siap-siap uang jajanmu terbagi dua sama Kak Key hihih..." ledek Mommy Nisha.
"Uluhh.. Uluhh.. Sini jagoan, sini Daddy peluk" ucap Daddy Ken merentangkan kedua tangannya.
"Enggak mau!" jawab cepat Jay sambil memalingkan wajahnya sambil melipat kedua tangannya.
"Ayolah, jagoan Daddy.. Come on Boy!" titah Daddy Ken.
"Ga-... Awssshhh.. Sa-sakit Nek, awsshh.." Jay meringis kesakitan saat kupingnya di jewer habis oleh Nenek Mona.
"Makannya jadi cucu jangan nakal, udah sana samperin Daddy-mu atau Nenek yang akan memeluknya" ucap Nenek Mona spontan membuat semua membolakan matanya.
"Sayang!!" pekik Kakek Iram, matanya menyorot tajam membuat Nenek Mona melepaskan jewerannya dan cengengesan menatap suaminya.
"Heheh.. Ma-maaf Sayang, sini-sini aku peluk" Nenek Mona memeluk suaminya membuat semua terkekeh, ternyata di balik usia mereka terdapat keromantisan yang sedikit bikin mereka terharu.
Kemudian Jay berlari memeluk Daddynya hingga mendapatkan kecupan di keningnya sama seperti Key dan juga Mommy Nisha.
Mereka benar-benar senang, lantaran semua masalah yang ada di masa lalu telah terselesaikan dengan akhir yang membahagiakan satu sama lain.
Lalu, semuanya pun segera kembali duduk di sofa untuk memakan makanan yang dari tadi di angguri. Sedangkan Mommy Nisha makan sambil menyuapini Daddy Ken.
Mereka makan dengan perasaan bahagia baru kali ini Daddy Ken merasakan suasana yang benar-benar seperti keluarga yang utuh, sama halnya dengan Nenek Mona dan juga Kakek Iram yang merasakan sesuatu kehangatan yang sudah lama tidak mereka dapatkan.
Hampir 20 menit mereka menyelesaikan makanannya, kemudian Kakek Iram dan Nenek Mona pun beristirahat menggunakan salah satu kasur lipat yang sudah Jay persiapkan.
Begitu pun Mommy Nisha dan juga Key, mereka tertidur di kasur lipat satunya. Terus Jay, dia tertidur di sofa sambil memainkan games onlinenya sesekali menjaga mereka semua.
__ADS_1
Perlahan demi perlahan mata mereka mulai tertutup untuk masuki alam bawah sadarnya. Sesekali terdengar dengkuran halus dari mereka yang menandakan bahwa mereka semua sudah tertidur sangat pulas.