
Tanpa basa basi lagi, Bisma langsung mengambil satu kue tersebut dengan memakannya secara perlahan.
Kreeess !...
Terdengar suara dari gigitan kue yang masuk ke dalam mulut Bisma. Kue coklat yang renyah dan juga gurih. Lalu, di atasnya tidak lupa terdapat beberapa taburan kacang cincang serta choco chip yang sangat enak.
Rasa dari kue tersebut membuat lidah Bisma bergoyang menikmati camilan yang telah Qisya buat. Qisya pun yang melihatnya sangat berdebar, berpikir jika rasanya tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan karena saat proses pembuatannya kemarin itu, ia lupa untuk mencicipinya.
Qisya pun yang melihatnya sangat berdebar-debar, jika rasanya tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan. Karena saat proses pembuatannya pada waktu kemarin itu, ia lupa untuk mencicipinya. Qisya hanya selalu berpacu mengikuti takaran yang di ada di dalam video masak tersebut.
Namun saat tadi Qisya ke dapur untuk membuatkan minum, tiba-tiba saja ia baru ingat jika telah membuat Cookies dan lupa untuk di makan. Tidak banyak sih, hanya sekitar 1 sampai 2 stoples sedang saja. Itu pun baru pertama kalinya Qisya belajar sendiri untuk membuat kue selama hidupnya.
“Ayo Om, di cobain. Siapa tahu kue bikinan aku enak, kan hitung-hitung aku bisa berjualan untuk mencari uang tambahan jika Daddy tidak memberikannya hehe...” saut Qisya dengan cengengesan yang membuat Bisma tadinya lagi asyik menikmati kue tersebut, kini langsung jadi tersedak.
“Uhuuk... Uhuukk...” Bisma terbatuk-batuk.
Kemudian, Qisya memberikan segelas minuman yang mana adalah milik Qisya sendiri kepada Bisma yang tanpa sadar meminumnya hingga habis.
Glekk... Glekk... Glekk...
“Yak... Daddy, kenapa minuman aku di habisin sih...” teriak Qisya yang kaget saat air sirop di dalam gelas minumnya habis tak tersisa.
“Loh, kok nyalahin aku. Yang kasih air kan kamu sendiri, jadi ini salah kamu lah. Lagian, bukannya di ambilkan air minum malah kasih minuman sendiri. Bagian di habisin, ngoceh-ngoceh. Kalau tidak ikhlas, enggak perlu sok untuk menolongku” saut Bisma dengan sangat cuek.
“Ya namanya juga refleks, Dad. Jadi yang ada saja aku kasih, dari pada kasih kopi Daddy yang masih panas. Nanti bisa-bisa tuh bibir jadi melepuh, mau?” tanya Qisya dengan jutek.
“Ya sudah jangan pada berantem lagi ya... Lebih baik saya buatkan es lagi untuk Nona Ros. Bagaimana, mau?” tawar Pinjai untuk mencairkan suasana.
“Tidak perlu Om. Aku bisa buat sendiri kok” saut Qisya sambil memakan Cookiesnya.
Bisma pun tanpa sadar kembali memakan Cookies tersebut sambil menatap layar televisi. Bersamaan dengan Pinjai yang ikut memakannya. Qisya melihat ekspresi wajah Bisma sepertinya sangat menyukai kue buatannya sampai-sampai hampir 1 stoples Bisma habiskan sendiri.
__ADS_1
Hingga akhirnya, Qisya kembali bersuara. “Enak ya, Dad. Kue bikinan aku, bagaimana? Suka kan? Ya dong, pastinya kan aku ini memang sangat pandai” celetuk Qisya dengan sangat percaya diri.
“Ya, Non. Kuenya enak banget, bahkan saya saja sampai ketagihan hehe...” saut Pinjai sambil tertawa kecil.
“Ya, ampun. Om Pinjai...” ucap Qisya dengan histeris saat melihat senyuman terukir di wajah Pinjai yang kaku hampir sama seperti Bisma.
“Ada apa, Non? Apa ada yang salah dengan wajah saya?” tanya Pinjai dengan kebingungan yang membuat Bisma pun menatap wajah Pinjai.
“Tidak, Om tidak salah kok. Tapi yang salah itu kenapa baru sekarang aku bisa melihat wajah tampan Om Pinjai saat tertawa seperti itu. Benar-benar membuat hati ini merasa meleleh uhh... hehe...” celoteh Qisya dengan ekspresi kekagumannya saat melihat ketampanan seorang Pinjai terpancar keluar ketika tertawa.
“Cih!! Tampan? Pinjai dengan aku pun, masih jauh tampanan aku kali. Apa lagi aku ini bosnya, jadi mana mungkin seorang bawahan melebihi ketampanan atasannya hem...” ucap Bisma di dalam hatinya sambil menatap sinis ke arah Qisya yang seolah-olah sangat mengidolakan ketampanan Pinjai.
“Aduh, Nona Rose bisa saja. Lagian saya dengan Tuan Bisma pun masih tampanan Tuan kok, Non” elak Pinjai sambil sedikit melirik Bisma yang menatapnya dengan tatapan aneh.
“Ya, memang. Aku ini jauh lebih tampan dari kamu. Jadi, jangan harap kamu bisa mengalahkan ketampanan seorang Bisma” jawab Bisma dengan nada sombongnya sambil kembali memakan Cookies.
“Ishh... Ishh... Ishh... Daddy ini terlalu percaya diri ya. Lihat saja tuh wajah Om Pinjai itu memang tidak terlalu tampan seperti Daddy, tapi dia terlihat sangat manis. Sampai-sampai kemanisannya membuat gula saja minder jika mereka melihat wajah manisnya Om Pinjai hehe...” ucap Qisya sambil masih menatap wajah Pinjai yang tersenyum terhadapnya.
“Wah... Wah... Wah... Om Pinjai, lihat itu semut-semut langsung pada berdatangan untuk menyerbu Om Pinjai. Sedangkan gula-gula pada menangis karena dirinya sudah tidak dihargai kemanisannya haha...” celoteh Qisya yang kembali membuat Pinjai susah untuk menahan wibawanya untuk tetap datar.
Mereka berdua pun asyik tertawa dengan sangat lepas, membuat Bisma yang melihatnya merasa sangat kesal serta panas.
“Ck!! Jadi laki-laki kok tidak ada harga dirinya, baru di rayu gitu saja sudah meleleh kek es batu kepanasan ” saut Bisma dengan nada dinginnya.
“Om... Sepertinya ada yang iri, ada orang yang ingin di gombalin juga cuma gengsi haha...” ucap Qisya yang kembali tertawa.
Pinjai yang sedikit bingung dengan apa yang Qisya ucapkan membuat ia bertanya. “Siapa, Non?”
“Itu, tuh... Maklum Om, gengsinya segunung hihi. Daddy iri? Bilang dong. Slepetttt... teww... teteww... haha...” ledek Qisya yang kembali membuat Pinjai ikut tertawa.
“Yak... Enak saja, kamu bilang aku ini iri? Sorry, saya tidak pernah ke makan oleh rayuan receh bocah kek kamu ini! Jadi, jangan pernah sama kan aku dengan Pinjai yang mudah tergoda. Dahlah... Aku mau tidur, dari pada di sini melihat anak kecil sedang merayu Kakeknya” saut Bisma yang langsung berdiri, kemudian pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
“Ya ampun, tampan kaya gini dibilang Kakek? Kayanya, Daddy besok harus ke rumah sakit deh buat periksa matanya. Siapa tahu kan ada batu kali nyempil jadi menutupi pandangan seindah ini, kalau perlu Rose mau kok jadi pacarnya Om Pinjai haha...” teriak Qisya yang mencoba untuk kembali mengejek Bisma.
“Yakk... Kalau sampai aku tahu kalian berpacaran, maka di hari itu juga aku akan buang kalian ke laut biar di makan ikan Hiu” teriak Bisma yang langsung menutup pintu kamarnya dengan kasar.
Braaakk !...
“Bhahaha... Ya ampun, Daddy kenapa hari ini benar-benar menggemaskan sih...” ucap Qisya di sela tawanya.
“Hehe... Sudah, Non. Ini Sudah larut malam, lebih baik Nona Rose istirahat dulu. Lagian tidak baik jika seorang wanita tertawa terbahak-bahak seperti itu” ucap Pinjai yang membuat Qisya terhenti tertawa.
“Hehe... Ya sudah Om, aku ke kamar dulu ya. Habisnya tidak tahan lihat ekspresi wajah Daddy tadi, kaya orang cemburu gitu kalau aku bilang Om lebih tampan darinya. Haha... Dasar, di balik sifatnya yang dingin dan cueknya itu ternyata Daddy juga memiliki sifat kekanak-kanakan ya hehe...” saut Qisya.
“Ya begitulah, Tuan Bisma. Terkadang sifatnya selalu di luar perkiraan apa yang kita bayangkan, Non. Dengan berjuta sifat yang tidak bisa diprediksi” ucap Pinjai sambil tersenyum menatap pintu kamar Bisma.
“Ya, benar Om. Daddy itu terlihat dari luar saja cuek, dingin, dan tidak peduli gitu. Tapi, sebenarnya di dalam hatinya dia benar-benar kesepian. Hooam... Aduh aku ngantuk Om, aku ke kamar dulu ya Om, bye...” saut Qisya yang langsung pergi ke kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai sini dulu ya cerita hari ini semuanya... 😁😁😁
Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1