
"Ini adalah salahku. Coba saja, saat kamu mengajak kita untuk pulang aku mengikuti perintahmu mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini hiks... Maafkan aku, telah membuat kalian kecewa dan bersedih karena sifat egoisku” saut Brian.
“Hiks... Sudah, Mas. Sudah cukup menyalahkan diri sendiri. Ini salah kita berdua karena tidak bisa menjaga anak kita dengan baik. Dan ini juga ujian dari Allah yang harus kita lewati serta hadapi bersama hiks... Aku yakin kita akan bisa melewatkan semua ini karena Allah tidak akan pernah menguji hambanya di batas kemampuannya. Dan Aku yakin Qisya akan kembali pada kita serta akan berkumpul kembali” ucap Hana dengan meyakinkan Brian.
“Hiks... Apa ini adalah balasan untukku atas semua perbuatanku dulu pada kamu dan Qisya? Hiks... Jika benar, kenapa harus dengan cara ini. Aku tidak bisa lagi menghadapi semua ini aku menyerah hiks... Aku tidak bisa jauh dari keluargaku. Kenapa kau uji aku dengan kembali merasakan kehilangan ya Allah, kenapa hiks...” saut Brian dengan tangis kejarnya yang membuat Hana bisa merasakan betapa sakitnya hati Brian saat kembali merasakan kehilangan orang yang ia sayang.
Hampir jam 3 pagi Hana dan Brian baru bisa tertidur dengan keadaan Hana yang bersandar di pundak Brian sambil duduk di sofa.
...*...
...*...
Qisya awalnya kesulitan untuk tertidur karena rasa kerinduannya terhadap keluarganya, hingga akhirnya ia pun tertidur dengan sangat lelap.
“Tidur yang nyenyak gadis kecil, karena besok hidupmu yang baru akan dimulai” ucap Bisma dari balik pintu kamar Qisya.
Bisma pun kembali menutup pintu kamar Qisya dengan perlahan agar tidak membangunkan Qisya dan Bisma pun pergi menuju kamarnya sendiri.
“Hah... Akhirnya aku berhasil membawa dia kesini, Kak. Lihat saja aku akan gunakan anak itu untuk balas dendam karena telah membuatmu tiada. Dasar laki-laki pengecut!! Tidak bisa menjaga wanita dengan baik, maka kau tidak pantas menjadi seorang laki-laki. Dia malah enak-enakkan menikah lagi dan memiliki anak sedangkan Kakakku dilupakan begitu saja. Cih!... Dasar laki-laki bereng*sek!! Arghhh... Si*alan... Bede*bah!!” ucap Bisma dengan penuh emosi yang melempar bantal guling ke sepenjuru kamar dengan posisi duduk.
Kemudian, Bisma menjatuhkan tubuhnya ke kasur sambil memejamkan matanya. Namun, di saat ia memejamkan matanya ia terdengar seperti jeritan saudarinya yang sedang meminta tolong.
“Arghh... hiks... To-tolong aku, aku tidak mau mati di tangan penjahat. Sayang tolong aku, hiks...” ucap saudarinya Bisma.
“Aku tidak bisa sayang, mereka sangat banyak. Aku tidak mampu melawannya hiks... Maafkan aku" ucap Brian.
“Hiks... Kamu jahat sayang, kamu laki-laki pengecut! Begitu saja tidak bisa melawan penjahat itu, aku tidak terima jika aku mati di tangan penjahat itu hiks...” ucap saudarinya Bisma.
“Hikss... Maafkan aku sayang, aku tidak berdaya” ucap Brian dengan menundukkan kepalanya.
“Arghh... hiks... Sa-sakit, arghh... Ja-jangan sentuh aku baji*ngan achh...” ucap saudarinya Bisma saat merasakan sesuatu yang memasuki daerah kewanitaannya.
__ADS_1
“Achh... ouchh... hem... enak... haha... Kau benar-benar enak sayang, aku suka kamu haha... Dasar suami tidak tahu diri. Dia melihat istrinya di jamah oleh pria lain malah diam saja haha... Dasar pengecut!” ucap penjahat dengan asik menggenjot tubuh saudarinya Bisma dengan brutal.
“Archh... sst... Sakithh achh... Dasar suami tidak bergunaaaa, aku benci kamu... hiks...” teriak saudarinya Bisma yang membuat Bisma terlonjak kaget dan langsung duduk dengan nafas yang memburu.
“Hah... hah... hah... hiks... Kakak, kenapa pria itu tega sekali kepadamu hiks... Kenapa dia membiarkanmu di per*kosa seperti itu hiks... Dasar laki-laki pengecut! Arghhh... Aku akan balaskan dendamu itu Kak” teriak Bisma dengan air mata yang mengalir dengan deras.
Qisya yang kamarnya berada di samping kamar Bisma pun terbangun saat mendengar teriakan Bisma yang bergema di telinganya.
“I-itu bukannya suara Om jangkung, ya?” gumam Qisya yang langsung duduk.
“Hiks... Kakak maafkan aku karena pada saat itu aku tidak bisa ikut kalian untuk berlibur ke sana dan menjaga kalian” ucap Bisma dengan keadaan yang sudah sangat kacau sambil bersandar di pinggiran kasur dan duduk di lantai sambil memegangi kepalanya.
Qisya yang begitu penasaran pun mencoba keluar dari kamarnya menuju kamar Bisma. Qisya dengan perlahan membuka pintu kamar Bisma yang tidak terkunci.
Ceklek !...
Qisya masuk dengan melihat seluruh kamar Bisma yang sudah berantakan, dan Qisya mencoba untuk mendekati Bisma.
Bisma pun terkejut dan langsung mendongak menatap wajah Qisya yang malah membuat ia seperti sedang melihat wajah Brian.
“Dasar laki-laki pengecut!! Arghhh... Ngapain kamu ke sini, hah...” teriak Bisma sambil melempar tubuh Qisya dengan bantal hingga guling yang membuat Qisya terjatuh sedikit terpental.
“Aduh... Om jangkung kasar banget sih sama anak kecil!” teriak Qisya sambil memegangi bokongnya yang terasa sakit.
Saat Bisma menyadari atas perbuatannya pun ia langsung terbangun sambil berkata “Ma-maaf gadis kecil, Om ti-tidak sengaja. Om lagi bayak masalah, maaf ya. Sini Om bantu” ucap Bisma sambil menjulurkan tangannya.
“Tidak usah, Qisya bisa sendiri. Lagian Om kalau ada masalah itu harusnya mengadu sama Allah shalat, jangan malah marah-marah kaya setan seperti ini” ucap Qisya sambil berdiri.
“Sha-shalat? Apa itu?” tanya Bisma dengan wajah bingungnya.
“Shalat itu adalah beribadah kenapa Allah, Om. Masa om sudah besar tidak tahu artinya shalat sih” jawab Qisya dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
“Ma-maaf, Om kan bukan agama Islam. Jadi Om baru tahu apa itu shalat” ucap Bisma dengan wajah polosnya.
“Oh begitu toh, pantas saja Om tidak tahu. Memangnya Om agamanya apa?” tanya Qisya.
“Om beragama Kristen” ucap Bisma.
“Oke deh... Ya sudah, Om jangan marah-marah mulu berisik tahu. Tidur Qisya jadi terganggu karena Om teriak-teriakan mulu. Sudah mending Om ibadah sesuai agama Om biar tenang. Siapa tahu banyak setan-setan yang menempel di badan Om jangkung hiss... Serem... dah achh... Qisya mau tidur lagi, Assalammuaikum...” ucap Qisya sambil keluar kamar Bisma.
Bisma pun menatap kepergian Qisya dengan polosnya.
“Se-setan? Yakk... Dasar gadis nakal. Bisa-bisanya dia bilang tubuhku penuh dengan setan-setan. Dasar gadis ngeselin!” ucap Bisma dengan nada jengkelnya.
Bisma pun berjalan mendekati pintu dan menguncinya. Kemudian ia langsung membersihkan tubuhnya supaya lebih segar lagi dan tidak sampai membuatnya kembali mimpi buruk tentang saudarinya itu.
Setelah semuanya selesai Bisma merapihkan tempat tidurnya dan kemudian ia langsung tertidur dengan lelap. Begitu juga dengan Qisya yang sudah kembali tertidur di kamar sebelah kamar Bisma.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo... Haloha... Apa kabar para pembaca setiaku 😃😃😃
Aku harap kalian selalu sehat dan terus semangat semuanya 🤗🤗🤗
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bersyukur dengan semua yang kita miliki 😇😇😇
Ehh... ehh... ada yang mau lewat nehh dibawah ini... kita lihat yuk ada apa di bawah sini 🤭🤭🤭
Jeng... jeng... jeng... Rekomendasi novel lainnya untuk hari ini guys 🥳🥳🥳
Jangan lupa untuk jelajahi dan tinggalkan jejak petualangan kalian disana yaa... 😆😆😆
...*...
__ADS_1