Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Ada yang lagi Jatuh Cinta


__ADS_3

“Ayah, Bunda please... Sasya sangat ingin menjadi dokter, supaya Sasya bisa selalu merawat kalian agar tidak jatuh sakit” Sasya memohon dengan wajah imutnya yang membuat Hanna langsung berdiri dan duduk di sebelah Sasya.


“Bunda izinkan Kakak pergi, tapi Kakak harus selalu mengabari kami. Kakak juga harus bisa menjaga diri Kakak baik-baik di sana, dan jika libur langsung kabari kami. Nanti kami akan menjemput Kakak atau pun kami bisa sering-sering main ke sana, bagaimana setuju?” tawar Hanna.


“Setujuuuuuuuuu... yeeeyyy hahaha...” sorak Lily dengan bahagia.


“Kan yang di tanya Kakak, kenapa jadi si kecil yang bersuara ya...” saut Hanna.


“Hehe... Habisnya Kakak lama, jadi Lily saja yang mewakilkannya” ucap Lily sambil terkekeh.


“Heemm... Dasar anak Bunda yang kecil ini benar-benar membuat suasana menjadi lebih berwarna, sini-sini peluk Bunda duluu...” ucap Hanna yang memeluk Sasya dan juga Lily.


Brian yang melihat hal indah di depan matanya membuat ia mengurungkan niatnya untuk menolak kepergian Sasya, karena saat ini suasananya benar-benar sangat baik. Jika ia menolaknya, maka akan membuat 3 bidadari di depannya ini menjadi kecewa dan juga bersedih.


“Ya sudah, Ayah izinkan Kakak pergi ke sana demi menimba ilmu. Tetapi Kakak harus ingat pesan Bunda tadi, paham kan?” ucap Brian yang semakin membuat Sasya sangat senang.


“Bunda sudah kasih Kakak izin, Lily juga, Ayah juga, nah... Sekarang tinggal Abang Lukas yang belum” ucap Lily.


“Jawabanku tetap sama! Aku tidak mau Kakak pergi, paham!” tegas Lukas yang membuat semuanya terkejut, tetapi tidak dengan Lily.


“Ya sudah, jika Abang enggak mau kasih izin tidak apa-apa kok kan sudah ada 3 Yes, dan 1 No. Jadi jawabannya tetap yes wleeeee... haha...” ledek Lily sambil menjulurkan lidahnya.


Lukas yang sudah kesal pun segera pergi dari sana, menuju taman samping rumah mereka.


“Yaaaa Ngambek... Masa iya cowo-cowo ngambek, malu dong sama batang haha...” teriak Lily yang spontan membuat Hanna, Brian dan juga Sasya menatapnya.


“Lily, kau tahu dari mana kata-kata itu?” tanya Sasya yang mewakili semuanya.


“Hehe... Tahu dari teman-teman. Waktu itu Lily dengar ada cowok yang di ledekin terus teman cowoknya bilang begitu” saut Lily penuh cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Apa kamu tahu apa yang mereka katakan itu?” tanya Brian dengan wajah khawatir.


“Tidak, Lily tidak tahu. Memang batang yang mereka maksud itu apa, Ayah?” tanya Lily yang membuat ketiganya syok dan tidak tahu harus menjawab apa.

__ADS_1


“E... a-anu... e... i-itu...” saut Brian sambil menggaruk kepalanya.


Seketika Sasya memiliki ide untuk menarik perhatian Lily. “Ya ampun, aku lupa. Perasaan tadi aku sudah buatkan camilan deh, tapi lupa di bawa ke sini hehe... Apa Lily mau?”


Lily yang mendengar soal makanan, seketika ingatannya pun hilang entah kemana dan matanya langsung berbinar.


“Huaaaa... Mau, mau, mau. Lily mau Kak, ayo kita ambil...” ucap Lily dengan semangat 45 sambil menarik Sasya.


“Hyaaakkk... Lily, pelan-pelan...” pekik Sasya sambil mengikuti tarikan tangan Lily.


Setelah mereka mulai menjauh, Hanna dan Brian saling menatap satu sama lain.


“Kuping anak kita sepertinya sudah ternodai, Mas” ucap Hanna.


“Ya, kamu benar sayang. Semoga saja dia masih tetap menjadi peri kecil yang polos sampai kapan pun” ucap Brian yang di angguki oleh Hanna dan tak lama mereka kembali membawa sebuah camilan yang terlihat sangat menggiurkan.


Lily langsung duduk di sambil Hanna sambil memakannya tanpa henti karena setiap apa pun yang di buatkan oleh Hanna atau Sasya semua sangatlah lezat. Di sela-sela mereka memakan camilan, Sasya keingat dengan Lukas. Lalu ia mengode kedua orang tuanya untuk meminta izin agar ia bisa pergi menemui Lukas.


“Ckkk! Kenapa sih hari ini sangat menyebalkan. Tadi gara-gara wanita itu, sekarang Kakak. Benar-benar sangat si*al!! Tapi kalau di lihat-lihat dia itu seperti wanita yang sedang berusaha menutupi semua kesedihannya dengan bersikap dingin?”


“Arrghhh... Kenapa aku jadi memikirkan dia sih! Lagian sejak kapan aku penasaran dengan kehidupan orang, bukankah selama ini aku tipe cowok yang bodo amat. Lalu kenapa dengan dia aku merasa seperti sangat ingin tahu cerita kehidupannya?”


Celoteh Lukas yang membuat Sasya tersenyum, baru pertama kali ia mendengar adiknya mengoceh sendiri saat memikirkan gadis lainnya.


“Ekheemm... Sepertinya ada yang lagi jatuh cinta nih” ucap Sasya yang meledek Lukas sambil duduk di ayunan bersama Lukas.


“E... E-enggak, apa-apaan sih Kakak ini. Cinta-cinta apaan coba, Lukas masih belum cukup umur ya. Lagian juga Lukas enggak mau pacar-pacaran, Lukas maunya langsung menikah!” ucapnya yang membuat Sasya tertawa.


“Haha... Aduh bocil-bocil, masih kecil sudah ngomongin soal nikah sedangkan Kakaknya saja belum kepikiran” ucap Sasya dengan gemas.


“Bukan belum kepikiran, memang Kakaknya yang belum laku” saut Lukas yang membuat Sasya langsung terdiam dari tawanya dan berubah menjadi kesal.


“Waahhh... minta di gibeng nih bocah, cantik-cantik begini di bilang enggak laku” geram Sasya dengan perasaan ingin menjambak rambut Lukas.

__ADS_1


“Dahlah, Kakak ngapain sih ke sini. Katanya besok pagi Kakak berangkat, ya sudah sana berangkat. Ngapain masih di sini” ucap Lukas dengan begitu cuek.


Sasya yang tadinya kesal, kini ia malah tersenyum melihat reaksi Lukas yang diam-diam sangat menyayanginya.


“Hemmm... Ternyata adikku yang satu ini benar-benar mengkhawatirkan aku, uluuu-uluhhh... Tayangnya akuhh” ucap Sasya sambil mencubit kedua pipi Lukas dengan sangat gemas.


“Ouucchh... Sakit, Kak. Memangnya pipiku ini kue cubit apa, main cubit-cubit enggak jelas. Mending Kakak beberes sana, enggak usah ganggu aku” ketus Lukas sambil membuang muka.


“Baiklah, jika kamu mengusir Kakak ya sudah gapapa kok. Kakak tahu Lukas sangat sayang sama Kakak kan, tapi Lukas enggak boleh egois. Lukas tahu kan cita-cita Kakak itu menjadi seorang dokter yang sangat hebat”


“Lukas tahu kan pekerjaan seorang dokter itu adalah salah satu pekerjaan yang sangat mulia, karena ia bisa menyembuhkan orang yang sakit, menolong orang yang terluka, dan juga menyelamatkan nyawanya. Semua itu benar-benar pekerjaan yang Kakak inginkan, karena dengan begitu Kakak merasa jika diri Kakak ini berguna untuk orang lain”


“Bukankah Lukas dulu selalu mendukung Kakak, tetapi kenapa saat ini Lukas jadi egois dengan Kakak? Apa Lukas sudah tidak mau mempunyai Kakak seorang dokter yang hebat? Jika benar begitu, Kakak bisa kok membatalkan semuanya. Asalkan Lukas tidak marah seperti ini karena hati Kakak jujur saja sangat sakit saat mendengar perkataan Lukas yang seolah-olah sudah tidak mau melihat Kakak berada di sini”


“Kakak tahu kok, Kakak bukan Kakak yang baik buat Lukas dan juga Lily karena Kakak adalah Kakak...” Sasya menghentikan ucapannya sambil tersontak kaget karena Lukas tiba-tiba langsung memeluknya dengan suara isak tangisnya.


“Hiks... Jangan di teruskan Kak. Lukas minta maaf, jika Lukas egois sama Kakak. Lukas cuma enggak bisa jauh-jauh dari Kakak, Lukas sangat sayang sama Kakak. Lukas enggak bisa melihat Kakak tinggal sendirian di kota itu hiks...”


“Lukas tahu, Lukas adalah adik yang menyebalkan dan juga Abang yang ngeselin. Tapi di balik itu semua Lukas sangat menyayangi semuanya hiks... Lukas mau menjadi pelindung untuk kalian semua, Lukas enggak mau melihat orang-orang yang Lukas sayangi kenapa-kenapa” ucap Lukas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻


Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺


Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗


Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁


Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2