
Baba Arya bergumam di dalam hati kecilnya sambil menatap ke arah semuanya yang masih tertawa melihat tingkah lucunya, apa lagi para pria yang kini tertawa sangat puas termaksud Ayah Brian. Meskipun sedang sakit, tetapi tawanya cukup menggelegar bersamaan dengan Papah Ferry.
*
*
Hingga akhirnya, tak terasa waktu sudah berlalu yang mana Bunda Hana dengan sengaja tidak memberitahu kedatangan mereka semua kepada Lily dan juga Lukas lantaran Bunda Hana mau memberikan kejutan untuk anak kembarnya itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Lukas dan Lily yang memang sudah pulang dari sekolah dan lesnya pun kini langsung membersihkan dirinya agar mereka bisa segera pergi ke rumah sakit menemui kedua orang tuanya.
"Abang cepetan mandinya.." teriak Lily dari bawah yang mana dia sudah siap lebih dulu dari pada Lukas.
Sedangkan Lukas dia malah menikmati mandinya dengan merendam yang mana Lukas sangat butuh memanjakan tubuhnya akibat rasa lelah yang cukup menguras tenaganya.
"Astaga, ini Abang Lukas kemana sih dari tadi di panggilin juga enggak nongol-nongol" gumam Lily dengan kesal.
"Pasti dia sedang berendam, jadi tidak akan pernah mendengar ucapanku kalau bukan dirinya sendiri yang berniat mau menyudahi semua itu. Hahhh.. mana aku udah kangen banget sama Ayah dan Bunda lagi, kaya gini mah sama aja ketemunya jam 7 malam lagi kek biasanya"
Lily berjalan lesu ke arah sofa sambil duduk serta mainkan ponselnya mengecek semua aktifitas sosmednya, yang mana ada satu notif masuk membuat Lily begitu terkejut hingga bola matanya hampir saja copot.
"Sebentar lagi aku sampai di depan rumahmu bersama dengan Kak Key dan juga Mommy" seseorang mengirim pesan yang mana mampu membuat jantung Lily berdetak sangat cepat, siapa lagi jika bukan Jay.
"Di-dia ke-kenapa datang ke rumah? Ada apa ini? Astaga, kenapa jantung Lily malah kaya habis melakukan lari maraton?"
"Ja-jangan jangan Lily kena serangan jantung? Yaaak.. tidak, tidak, tidak Lily tidak mau mati dulu. Lily masih butuh umur yang panjang biar bisa berikan Ayah dan Bunda cucu hihi..."
Lily tertawa sambil bergumam seorang diri yang mana, tak terasa pintu utama pun terbuka. Seorang bodyguard berjalan mendekati Lily dengan sedikit menunduk.
__ADS_1
"Permisi Non, di depan ada teman Non yang kemarin. Apakah mereka sudah membuat janji? Jika tidak maka, saya tidak bisa mengizinkan mereka untuk masuk" ucap seorang bodyguard.
Lily yang mendengar itu membuatnya terdiam sejenak memikirkan apa yang harus dia katakan pada bodyguardnya, karena jika Lily mengatakan tidak maka kasihan dengan Jay yang sudah datang bersama dengan keluarganya.
"Tuhan, Bunda, Ayah, Abang, Kakak.. maafin Lily ya jika kali ini Lily berbohong. Lily cuman tidak enak jika mereka harus di suruh pulang, kasihan mereka sudah jauh-jauh ke sini masa iya harus di usir" gumam Lily di dalam hatinya.
Seorang bodyguard yang melihat Lily terdiam malah membuatnya sangat curiga lalu ia kembali berkata, "Non, apa semuanya baik-baik saja? Jika memang tidak ada janji maka saya akan bisa langsung menyuruhnya kembali pulang karena saya tidak bisa sembarangan untuk memberi izin mereka msuk ke dalam perkarangan rumah"
"Ti-tidak, Pak. Biarkan mereka masuk, karena saya sudah ada janji dan Bu-bunda sama A-ayah juga sudah mengizinkannya" ucap Lily dengan nada terbata-bata yang mana penuh kebohongan.
"Baiklah jika begitu, saya akan mempersilakan mereka masuk. Saya permisi Non.." sahut seorang bodyguard dengan wajah datarnya sambil sedikit membungkuk dan bergi begitu saja dari hadalan Lily.
"Haaahhh.. untung saja dia percaya, jika tidak matilah aku bisa-bisa di aduin. Lagian juga jika mereka ke sini pun Bunda sama Ayah tidak akan marah karena sudah mengenal mereka dengan sangat baik. Mungkin Bunda sama Ayah yang lupa mengatakan pada bodyguard itu untuk tidak melarang mereka ke sini"
Lily bergumam dengan perasaan yang sedikit lega, namun masih sangat mengganjal lantaran Lily sudah berkata bohong yang mana semua itu dia lakukan hanya demi kebaikan.
Belum lagi kan Mommy Nisha sekarang adalah sahabat Bunda Hana, jadi tidak salah bukan kalau Lily berbohong demi menyelamatkan Jay dan keluarganya dari rauangan para penjaga yang begitu ketat.
"Mereka? Mereka siapa? Lalu, siapa yang mau ke sini? Terus kenapa kamu harus berbohong pada bodyguard itu? Bukannya kita tidak memiliki janji dengan siapa pun?" tanya Lukas yang sudah duduk di samping Lily.
Lily yang lagi melamun seorang diri langsung saja terlonjak kaget hingga posisi duduknya sampai berubah.
"Yaaaaakkk..."
"Astagfirullah, Abang!! Kenapa sih tiba-tiba muncul entah dari mana udah kek jalangkung tahu tidak, datang enggak di antar pulang enggak di jemput langsung aja nongol begitu saja bikin orang jantungan!"
Lily berteriak hingga membuat sang bodyguard yang ada di depan pintu utama langsung saja berlari mendekati suara mereka dengan berkata, "Non!! Non tidak apa-apa kan, lalu ada apa berteriak? Apa ada orang jahat? Dimana, dimana.. beritahu kami. Biar kami bisa langsung memegal kepalanya itu"
__ADS_1
Beberapa bodyguard langsung mengecek keadaan isi rumah lantaran teriakan Lily benar-benar nyaring, bahkan sang Bibi di dapur saja sampai terkejut saat sedang mencuci piring yang untungnya piring tersebut tidak sampai terjatuh.
"Ehh.. hehe.. ti-tidak ada apa-apa kok, Pak. Ini saja Abang Lukas tadi mengejutkanku jadi aku langsung berteriak. Jika tidak juga tidak akan mengeluarkan suara emasku itu" sahut Lily dengan salah tingkah dan juga terlihat cengengesan.
"Mana ada suara emas, yang ada suara toa iya!" gumam kecil Lukas yang mana membuat Lily langsung menatapnya dengan tajam.
Namun, saat Lily mau melontarkan perkataannya yang mana mulutnya sudah melebar kini Jay dan keluarganya sudah berdiri tepat di hadapan mereka.
"Ada apa ini? Kenapa aku dengar tadi kamu berteriak? Apa ada sesuatu yang terjadi denganmu?" tanya Jay dengan wajah datarnya namun terlihat cemas.
"Tante, ada ap datang ke sini? Maaf, Bunda sedang menemani Ayah di rumah sakit" ucap Lukas sambil berdiri menghargai Mommy Nisha dan segera bersalaman yang mana Lily oun mengikutinya.
"Jangan panggil Tante, panggil saja Mommy" ucap Mommy Nisha yang diangguki oleh Lukas serta Lily yang mana memang mereka sudah sangat akrab dengannya.
"Mommy sudah tahu dari Bunda kalian, makannya Tante ke sini sama Jay dan juga Key mau mengajak kalian ke rumah sakit bersama karena Tante sudah bilang juga dengan Bunda kalian" sambung Mommy Nisha.
Lily yang mendengar ucapan Mommy Nisha membuatnya tersenyum lebar serta hatinya juga sudah mulai lega, lantaran Lily tidak jadi berbohong.
Lalu, mata Lily melirik ke arah para bodyguard yang masih setia berdiri di dekat mereka. "Kenapa kalian masih di sini? Sudahlah, lebih baik Bapak-bapak kembali ketempat saja dan tolong bilangin sama Pak supir untuk menyiapkan mobil, karena kami mau ke rumah sakit menemui Bunda dan Ayah"
"Baik, Non.. saya permisi" ucap salah satu bodyguard yang diikuti sama yang lainnya keluar dari rumah menuju tempatnya masing-masing.
"Dari pada kalian repot-repot memakai mobil sendiri, lebih baik ikut dengan mobil kami saja biar kita bisa bareng-bareng" ucap Mommy Nisha.
"Tidak usah, Tan eh ma-maksudnya Mo-mommy. Kami pakai mobil sendiri saja, nanti kita bisa beriringan" ucap Lukas yang mana sedikit melirik ke arah Key yang terdiam seribu bahasa.
"Kenapa dia melirikku seperti itu? Apa ada yang aneh denganku?" ucap Key di dalam hatinya sambil menatap Lukas yang mana dia sudah mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita berangkat biar di jalan tidak terlalu macet" ucap Mommy Nisha sambil tersenyum yang diangguki oleh mereka semua kecuali Key.
Kemudian mereka langsung berjalan perlahan melewati pintu utama menuju mobilnya masing-masing.