Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Jangan Ikut Campur


__ADS_3

Hana dan Brian menaruh semua bawaannya di atas meja sambil kembali duduk bersebelahan di sofa. Brian yang melihat tatapan Satria mengarah ke Hana, membuat ia sangat kesal.


Bahkan kini tangan Brian selalu memeluk pinggang Hana begitu erat. Hana yang merasa aneh dengan sikap Brian membuat dirinya kembali cuek sambil melanjutkan obrolannya bersama yang lain.


Sedangkan Qisya dan Arya sudah pergi ke kamar Qisya untuk bermain bersama. Ya meskipun Qisya dan Brian itu tidak pernah akur, tetapi mereka benar-benar saling menyayangi satu sama lain.


Hanya saja kasih sayangnya dilimpahkan dengan cara pertengkaran yang terkadang membuat mereka saling merindukan satu sama lain. Sampai ketika semua orang pergi ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.


Brian pun pergi ke kamarnya lebih dulu, saat tahu Hana ingin menidurkan Qisya lebih dulu. Namun, di saat Hana sudah berhasil menidurkan Qisya kini Hana pergi ke arah dapur untuk mengecek semuanya.


Apakah kompor sudah mati atau belum dan sebagainya. Sehingga, saat Hana ingin kembali ke kamarnya tidak sengaja Hana melihat Satria sedang berdiri di pinggir kolam sendirian.


Hana yang melihat Satria seperti sedang murung membuat ia semakin penasaran, bahkan Hana juga ingin sekali menanyakan kenapa ia bisa bersama keluarga Hana datang ke sini. Yang jelas-jelas sudah bertahun-tahun Satria tidak muncul di hadapan Hana semenjak kejadian saat itu.


“Mas Satria” ucap Hana yang berjalan dari arah belakang.


Satria yang mendengar suara Hana langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Hana sambil berkata “Loh kamu belum tidur, Han?”


“Belum, Mas. Tadi habis menidurkan anakku. Mas sendiri kenapa jam segini masih di sini? Bukannya tidur istirahat, pasti sangat melelahkan menyetir mobil dari desa ke kota” ucap Hana.


“Aku tidak bisa tidur, Han. Dan kamu kenapa tidak ke kamar? Pasti suamimu sudah menunggumu di sana” jawab Satria sambil duduk.


Hana pun ikut duduk di samping Satria sambil menatapnya.


“Mas Satria sepertinya lagi ada masalah ya?” tanya Hana dengan wajah penasaran.


Satria hanya bisa tersenyum di hadapan Hana sambil berkata “Sekarang pasti kamu sudah bahagia ya, bisa mendapati suami yang begitu mencintai kamu. Bahkan kalian sudah di anugerahi seorang anak yang sangat cantik dan lucu seperti Qisya”


Hana yang mendengar kesalah pahaman Satria membuat ia langsung meluruskannya.


“Maaf, Mas. Qisya bukan anak kandung Hana dan Mas Brian. Bahkan kami baru saja melihat beberapa bulan ini. Sedangkan Qisya juga bukan anak kandung Mas Brian, dia hanya menolong seorang wanita yang sedang hamil dan ingin melahirkan, tetapi naas ibunya sudah tiada sejak Qisya baru lahir. Jadi Mas Brian mengangkat Qisya sebagai anak kandungnya begitu pun dengan Hana yang sudah menganggap Qisya sebagai anak Hana sendiri”

__ADS_1


“Hum, jadi seperti itu. Pasti kalian sekarang sudah bahagia ya, beda dengan nasibku yang buruk ini. Suamimu begitu mencintaimu, lain cerita dengan mantan istriku yang berselingkuh di belakangku bersama dengan sahabatku sendiri” ucap Satria sambil menatap lurus ke depan dan menautkan kedua tangannya dengan sedikit membungkukkan badannya.


Hana yang mendengar mantan istri membuat ia begitu terkejut, bahkan sampai Hana menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.


“Ma-mantan istri? Ma-maksud Mas Satria? Mas dan istri Mas su-sudah..” ucap Hana dengan menggantungkan kata-katanya.


“Ya benar, aku dan dia sudah 2 bulan ini resmi bercerai. Aku sudah merelakan dia bersama pria yang lebih baik dari aku. Mungkin ini adalah karma untukku yang sudah rela meninggalkanmu dan memilih wanita yang baru saja aku kenal” saut Satria penuh penyesalan.


“Sudahlah, Mas. Hana sudah ikhlaskan semuanya kok. Ini tandanya kita memang sudah tidak berjodoh. Dan mungkin saja nanti Mas akan bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia” jawab Hana yang berusaha menenangkan Satria.


“Jika wanita yang terbaik itu kamu, bagaimana Han?” tanya Satria dengan wajah seriusnya yang menatap Hana.


“Ti-tidak mungkin, Mas. Hana sudah punya suami bahkan anak, Hana sangat mencintai dia. Meski pun..” saut Hana sambil kembali menggantungkan kata-katanya.


“Meski pun apa, Han?” tanya Satria dengan wajah yang begitu penasaran.


“Ya, meski pun awalnya kita di jodohkan. Tetapi Hana sangat mencintai suami Hana, Mas. Ya memang sih saat ini Mas Brian belum bisa menyatakan perasaannya seperti Hana menyatakannya kepada dia. Namun, Hana sangat yakin Mas Brian sudah mulai mencintai Hana. Cuman dia hanya belum bisa mengatakannya langsung, tetapi cara dia yang semakin berubah membuat Hana semakin percaya bahwa dia benaran mencintai Hana”


“Jika dia tidak mencintaimu, bagaimana? Tetapi jika dia benar-benar sudah mulai mencintaimu maka secepatnya dia akan mengatakannya padamu. Cinta bukanlah suatu teka-teki yang bisa di pecahkan dengan berbagai alasan. Namun, cinta adalah suatu perjuangan yang harus secepatnya di gapai. Jika cinta di dasari dengan ke gengsian buat apa di pertahankan? Apa kamu akan terus menerus mempertahankan rumah tangga yang seperti ini? Di sini hanya kamu yang berjuang, sedangkan dia seenaknya mempermainkan perasaanmu. Lalu, bagaimana jika dia tidak akan pernah mengatakan cintanya itu? Sampai kapan kamu harus menunggu dia? Kamu wanita Han, jangan mau untuk selalu mengalah. Kamu harus bisa tegas dalam cintamu ini”


Satria mencoba untuk menyadarkan Hana, bahwa dia harus menjadi wanita yang tegas dalam cintanya.


Jangan sampai mau terus menerus di perlakukan layaknya seorang budak kepada majikannya yang rela menunggu gajinya yang sudah lewat batas tempo tanpa memintanya.


Hana terdiam beribu bahasa, kini kata-kata Satria begitu menyentuh hati Hana.


“Yang di katanya Mas Satria benar. Aku adalah seorang wanita yang butuh kepastian secepatnya. Dan aku juga harus lebih tegas dalam bersikap. Jangan sampai aku berkali-kali jatuh cinta pada Mas Brian, tetapi dia bahkan belum bisa mencintaiku sedikit pun. Bahkan untuk menyatakan cintanya saja dia terlalu sulit. Apa yang bikin kamu sulit mengatakannya sih Mas? Apa karena kamu belum bisa melupakan masa lalumu? Atau aku hanya sebatas ibu pengasuh untuk Qisya?” ucap Hana di dalam hatinya.


Brian yang terlalu lama menunggu Hana membuat ia semakin cemas, kemudian Brian menghampiri Hana ke dalam kamar Qisya.


Namun, Hana sudah tidak ada di sana. Brian merasa bingung, kemana perginya Hana? Brian sampai mencari Hana di semua ruangan rumah yang pada dasarnya Hana memang tidak ada di sana.

__ADS_1


Tetapi Brian merasa ada yang janggal saat melihat pintu yang menuju kolam renang terbuka sedikit.


Dengan perasaan khawatir akan adanya penyusup Brian dengan sigap langsung menyelidikinya.


Tetapi, naas mata Brian langsung di suguhkan dengan pemandangan yang begitu panas. Sampai ketika Brian mendengar obrolan Satria yang benar-benar membuat hatinya serta emosinya memuncak.


“Jangan ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Dan jangan coba sesekali mempengaruhi pikiran istriku yang begitu polos. Paham anda!” ucap Brian dengan nada tegasnya sambil menatap Satria seperti seorang predator.


“Saya tidak mempengaruhi pikiran Hana, saya hanya menasehati Hana saja kalau ia tidak boleh menjadi wanita yang lemah akan cintanya. Bahkan dia berjuang sendiri untuk mendapatkan cinta darimu. Lalu, bagaimana dengan dirimu Tuan Brian? Apakah anda sudah bisa membuat istri anda bahagia? Dan apakah anda juga sudah menyatakan perasaan anda kepada istri anda?”


Satria berbicara dengan nada yang penuh penekanan serta tatapan tajam yang telah ia berikan kepada Brian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat pagi... Selamat siang... Selamat malam... untuk semua pembacaku 🤗🤗🤗


Aku harap kalian menyukai karyaku dan bisa terus dukung Author kalian ini 🥺🥺🥺


Author juga ingin selalu bisa memberikan rekomendasi novel untuk kalian semua 😗😗😗


Berikut adalah rekomendasi dari Author untuk kalian semua pembaca setiaku 🥳🥳🥳


Silahkan kalian jelajahi dan tinggalkan jejak indah kalian semua... Terima kasih... 😁😁😁


Blurb :


Seorang siswa SMA yang punya penyakit terbelakang mental bernama Soejono alias Jono hidup dengan kemiskinan yang terpaksa harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang haram, sebagai pengedar narkoba untuk membeli obat untuk ibundanya yang sakit-sakitan, disamping itu ayahnya juga sudah lama wafat dan dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang keseluruhannya juga terbelakang mental,


Tak hanya itu dia juga harus dibully teman-temannya di sekolah, Alex Felixius si ketua geng di kelas XII Bahasa anak seorang pegawai Freeport yang kaya raya, dia selalu pamer dengan orang-orang di sekitarnya, dia musuh bebuyutan Jono dan dikenal sebagai trouble maker di setiap tempat, untungnya ada wanita cantik jelita bernama Salma yang tak tega melihat pengorbanannya, dan Salma pun akhirnya jatuh hati padanya.


__ADS_1


__ADS_2