
Cuman apa boleh buat, mungkin memang ini pelajaran yang nantinya akan membuat Daddy Ken benar-benar tersadar bahwasanya anak yang dia sia-siain bukanlah anak yang tidak berguna ataupun anak pembawa sial baginya.
...*...
...*...
Sudah hampir 2 jam lamanya Mommy Nisha dan juga Jay duduk menunggu Daddy Ken kembali terbangun. Tepat di jam makan siang, Jay meminta izin pada Mommy-nya untuk keluar agar bisa membelikan makanan serta minuman.
Jay tahu tidak mungkin Mommy Nisha mau meninggalkan Daddy Ken dalam keadaan seperti ini, pasti dia akan tetap selalu ada di sampingnya. Jadi mau tidak mau Jay harus bersikap tegas agar Mommy Nisha tetap selalu sehat.
"Mom, Jay keluar dulu ya buat cari makan siang" ucap Jay langsung diangguki oleh Mommy Nisha.
"Ya sudah, kamu hati-hati. Beli makan secukupnya aja buat kamu, Mommy belum laper" jawab Mommy Nisha.
"Enggak bisa begitu! Pokonya Jay makan Mommy juga harus makan, kalau Mommy enggak makan lebih baik Jay enggak usah makan!" pekik Jay sangat kesal.
"Huhhh.. Baiklah, kamu beliin Mommy makanan nanti kita makan bareng-bareng di sini. Mudah-mudahan Daddy cepat bangun, jadi kita bisa makan bersama Daddy seperti biasanya"
Mommy Nisha tersenyum menatap Daddy Ken sambil mengelus pipinya perlahan, Jay yang melihat itu pun bisa merasakan bahwa Mommynya begitu mencintai Daddynya.
"Amin.. Jay pergi dulu ya Mom, nanti kalau ada apa-apa kabarin biar Jay bisa langsung datang ke sini" ucap Jay.
Mommy Nisha tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menatap kepergian Jay sampai pintu ruangan kembali tertutup.
Kemudian Mommy Nisha beralih menatap suaminya masih tertidur akibat obat yang tadi dokter berikan agar bisa membuat Daddy Ken merasa tenang.
Selang beberapa menit Mommy Nisha pergi ke arah kamar mandi meninggalkan Daddy Ken seorang diri. Tak lama setelah Mommy Nisha keluar dari kamar mandi, Daddy Ken mulai tersadar secara perlahan.
Mommy Nisha melihat Daddy Ken mulai membuka kedua matanya segera berlari kecil, lalu duduk di sampingnya sambil menatap intes Daddy Ken terus mengusap pipinya perlahan.
"Sayang, kamu sudah bangun.." ucap lembut Mommy Nisha penuh dengan senyuman senang.
Daddy Ken membuka kedua matanya menatap Mommy Nisha dan berkata. "Sa-sayang.. Kamu kenapa senyum seperti itu?"
__ADS_1
"Memang aku enggak boleh tersenyum menatap wajah suaminya sendiri? Jika enggak boleh ya su-..."
"Boleh Sayang, malah aku senang kok. Terima kasih ya, karena kamu selalu ada di saat aku seperti ini"
Daddy Ken tersenyum menatap istrinya sambil tangannya teralih untuk memegang pipi Mommy Nisha.
Di saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba seorang suster masuk sambil membawa troli makan siang untuk Daddy Ken.
"Permisi Tuan, Nyonya. Maaf mengganggu waktu kalian, saya ke sini hanya mau mengantar makan siang untuk Tuan Ken" ucap suster itu sambil sedikit membungkuk dan tersenyum.
"Ahya.. Terima kasih, Sus. Mari saya bantu.."
Mommy Nisha berdiri sambil mengambil semangkok bubur serta minuman dan yang lainnya untuk di tata di meja kecil yang ada di atas bangkar Daddy Ken.
"Ohya, Nyonya. Jika nanti Tuan mau makan jangan usahakan untuk bangun ya, lebih baik sambil bebaring saja karena operasinya masih sangat basah. Kalau mau bangkarnya saja yang sedikit ditinggikan senyamannya Tuan agar tidak terlalu datar" ucap suster.
"Baik, Sus. Makasih.." ucap Mommy Nisha sambil tersenyum menatapnya.
"Ya sudah Tuan, Nyonya. Saya pamit, permisi..."
"Daddy? Daddy udah bangun dari tadi?" ucap Jay berjalan masuk menatap ke arah bangkar, menaruh tentengannya di atas meja.
"Belum lama kok, kamu habis dari mana?" tanya Daddy Ken menatap Jay, sedangkan Mommy Nisha lagi menyiapkan makanan untuk Daddy Ken.
"Itu habis beli makan Dad, ya sudah Daddy makan duluan biar cepat minum obatnya. Kan kata dokter obat Daddy enggak boleh telat" ucap Jay sambil berjalan ke arah bangkar Daddy Ken.
"Kita makan bareng aja bagaimana?" usul Mommy Nisha sambil tersenyum menatap mereka secara bergantian.
"Caranya? Kan kamu tahu sendiri Sayang, aku tidak boleh banyak gerak. Bahkan untuk makan pun aku harus menjadi anak bayi di depan kalian hehe.." ucap Daddy Ken.
"Kan aku bisa makan sambil nyuapini kamu, kenapa harus repot?" tanya Mommy Nisha.
"Sudah-sudah, tenang aja. Mommy suapini Daddy, Jay suamini Mommy impaskan? Biar Jay yang makan sendiri aja hehe.. " sahut Jay membuat mereka pun tersenyum.
__ADS_1
Tanpa basa-basi mereka pun segera makan bersama dalam keadaan bahagia dan penuh canda tawa. Sampai seketika 20 menit berlalu, mereka sudah selesai makan tak lupa Daddy Ken meminum obatnya.
Disaat Daddy Ken sedang asyik mengobrol dengan Mommy Nisha tiba-tiba satu pertanyaan kembali terlontarkan oleh Daddy Ken yang berhasil buat Mommy Nisha sedikit terkejut
"Key tidak ada menghubungi kalian atau menanyakan bagaimana kabarku, gitu? Apa dia benar-benar sudah melupakan aku?" tanya Daddy Ken.
Jay yang awalnya baru mau memainkan gamesnya, namun tidak jadi akibat perkataan Daddy Ken. Jay berdiri mendekati Mommynya yang terlihat sedikit tegang.
"Daddy mau ketemu sama Kak Key?" tanya Jay membuat Mommy Nisha mendongak ke atas, sedangkan Daddy Ken mengangguk cepat.
"Daddy mau Jay, Daddy mau ketemu Kakakmu. Daddy mau minta maaf sama dia, Daddy sadar Daddy sudah sangat bersalah dan sering banget nyakiti perasaan Kakakmu. Jadi tolong pertemukan Daddy dengan Key ya, please.."
Daddy Ken memohon pada Jay agar segera di dipertemukan sama Key, cuman permasalahan disini Mommy Nisha takut kalau Daddy Ken tahu apakah kondisinya akan baik-baik saja atau Daddy Ken akan semakin drop.
Tapi, kembali lagi dengan perjanjian mereka agar bisa membuat Daddy Ken menyadari kesalahannya. Meskipun udah terlihat adanya penyesalan di sudut matanya, tetapi rencana ini harus tetap berjalan karena Key mau melihat seberapa besar rasa penyesalan Daddy Ken setelah kehilangannya.
"Baiklah, kamu boleh ketemu sama Key. Tapi nanti setelah luka jahitanmu mulai mengering dan konsimu sudah membaik barulah kita ketemu sama Key. Bagaimana?" jawab Mommy Nisha yang sudah duduk sambil menatap wajah Daddy Ken.
"Aku maunya sekarang Sayang, sekarang.. Aku enggak mau nanti-nanti" sahut Daddy Ken.
"Enggak bisa Dad, Kak Key sibuk. Pokoknya Daddy sudah membaik kita datang ke rumah Kak Key yang baru" ucap Jay. Berat rasanya Jay berbicara seperti ini, seolah-olah Key benar-benar sudah tiada.
"Rumah baru? Memang Key sudah memiliki rumah sendiri?" tanya Daddy Key wajahnya penuh rasa penasaran.
"Sudah jangan dipikirkan, kamu fokus sama kesehatanmu aja dulu biar kita bisa ketemu dengan Key" sahut Mommy Nisha mengalihkan pembicaraan mereka.
"Apa yang di katakan Mommy benar, Dad. Udah Daddy sehat dulu baru kita obrolin lagi" Jay sedikit tersenyum.
"Ya sudah Jay pamit dulu ya Dad, Mom. Jay mau ketemu teman dulu, nanti malam Jay datang lagi. Jaga diri kalian baik-baik ya.."
Jay memeluk Daddynya perlahan, kemudian bergantian memeluk Mommynya sambil membisikkan sesuatu yang membuat Mommy mengerti.
"Mom, Jay ke rumah Kakek dulu ya mau ngasih tahu jika Daddy udah sadar serta mulai menyadari kesalahannya. Nanti malam Jay kembali lagi, Mommy jangan khawatir Jay yakin apa yang Kakek rencanakan itu akan berakhir bahagia" bisik Jay sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Mommy Nisha tersenyum mengangguk pelan, lalu Jay berjalan pergi meninggalkan ruangan. Kemudian Daddy Ken yang merasa mulai mengantuk akibat obatnya tanpa di sadari memejamkan kedua matanya, sedangkan Mommy Nisha malah terseyum menyelimuti Daddy Ken sambil mencium keningnya sekilas.