Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Belut Arya Kecil, Mbak!!!


__ADS_3

Arya yang sudah ahli dalam mencari belut mengajak Brian untuk memperhatikan bagaimana cara yang benar untuk menangkap belut.


Brian memperhtikan detail caranya, kemudian dia peragakan sendiri tepat di samping Arya.


Perlahan demi perlahan Brian dan Arya mencoba untuk memasukan umpan sambil mengulur benang dan sesekali menariknya.


"Bagaimana sudah dapat belutnya?" Hana mendekati mereka karena sudah hampir 10 menit mereka belum ada yang mendapatkan hasil, sehingga membuat Hana semakin penasaran.


"Sabarlah mbak, ada prosesnya" Arya berbicara sambil tetap fokus pada umpannya.


Entah keberuntungan dari mana, kini umpan yang di masukan oleh Brian kedalam lubang itu langsung di lahap oleh belut sampai benang pun tertarik masuk lebih dalam.


"Wah.. aku dapet duluan nih" ucap Brian sambil menarik benangnya.


"Pelan-pelan mas nariknya, sesekali diulur biyar tidak putus" Arya memperhatikan cara Brian yang ingin mengeluarkan hasil tangkapannya.


"Ternyata mas Brian hebat juga ya, sekali masuk langsung keluar" Hana berbicara dengan nada polosnya.


"Jelas dong" Brian mulai menyombongkan dirinya sambil fokus pada hasil tangkapannya yang sedang ia keluarkan dari sarangnya.


Hap..


Byurr..


Brian nyungsep ke dalam sawah dengan posisi bersujud, Hana dan Arya yang melihatnya seketika tertawa terbahak-bahak.


"Yakk.. kalian bukannya bantuin aku malah ngetawain" Brian berusaha berdiri dan mengusap wajahnya yang sudah kotor dengan tanah merah.


"Bhaha.. kan sudah Arya kasih tahu, jangan langsung di tarik pelan-pelan biyar tidak putus" saut Arya yang masih dengan tawanya.


"Hehe.. mas Brian lucu banget sih, sini Hana bantuin bersihin mukanya" Hana yang melihat muka tampan Brian penuh dengan kotoran merasa sedikit kasihan dan berusaha membantunya.


Hana mengelap muka Brian dengan kerudung panjangnya yang masih sedikit basah, Brian hanya setia dengan berdiri sambil menutup matanya.


"Ekhem.., beginilah nasip jomblo yang tak selalu dihargai" sindir Arya yang pira-pura fokus pada pancingannya.


"Iss.. apaan sih dek, orang mbak cuma bantuin mas Brian saja kok. Kasihan matanya perih kena air kotor" Hana mencoba menetrakan rasa malunya dengan sedikit mencari alasan.


"Dia benar-benar seperti Sandra, baik, perhatian dan lucu" ucap Brian di dalam hatinya sambil membayangi masa-masa bersama Sandra dulu.


Hana yang merasa malu kini kembali ke saung Abah yang tidak jauh dari mereka mencari belut.


"Wah.. liat mas, kayanya Arya dapet belut gede nih" Arya yang merasa senang dengan umpannya yang sudah berhasil menangkap mangsanya kini berusaha untuk perlahan menarik sesekali mengulur benangnya agar tidak sampai putus dan nyungsep seperti Brian.


Brian memperhatikan gerak-gerik Arya yang sedang mengeluarkan mangsanya dari dalam lubang.

__ADS_1


Sampai akhirnya belut panjang dan sedikit kurus berhasil Arya tangkap, Arya mengangkat tinggi-tinggi sambil berkata "Yah.. kenapa belut Arya kecil sih"


Arya yang merasa kecewa kini menjadi tidak bersemangat kembali, dengan langkah lesu Arya mendekati Hana di saung kemudian menaruh belutnya di ember kecil.


"Loh kamu kenapa, dek? kok mukanya asam seperti itu! Harusnya seneng dong sudah dapat belut" Hana merasa heran dengan adik ajaibnya ini, tadi sangat bersemangat namun ketika mendapatkan hasil tangkapan kini malah menjadi sangat lemas.


"Haha.., pokonya belutku harus lebih besar dari punya Arya. Kan belut asliku memang lebih besar dari belut Arya hihi" ucap Brian di dalam hati sambil cengengesan sendiri menatap umpannya.


"Belut Arya kecil mbak!!" Arya mengeluh dengan suara malasnya kemudian duduk di saung.


"Sudah tidak apa-apa, kan memang tubuhmu kecil jadi belutnya seperti orangnya kecil hehe.." Hana berusaha menghibur Arya yang terlihat sangat sedih.


"Ya memang sih belut Arya masih kecil, Mbak. Tapi nanti kalo sudah besar belut ini akan bisa menghasilkan anak yang menggemaskan hihi" ucap Arya di dalam hatinya.


"Ayo kembali sana, temani mas Brian. Siapa tahu kamu bisa dapet belut yang lebih besar hum.." Hana kembali mencoba menyemangati Arya dan mendorongnya agar kembali ke trmpatnya.


Dengan langkah lemas Arya kembali mendekati Brian, dan meracik kembali umpannya.


"Kenapa cemberut gitu mukanya?" Brian berpura-pura tidak tahu jika Arya sedang kesal dengan hasil tangkapannya.


"Mas Brian sudah dapat belum?" Arya malah balik menyakan kepada Brian agar mengalihkan pembicaraannya.


"Sudah jangan sedih, ayo kita lomba gimana?" Brian mencoba menyemangati Arya, ya meskipun awalnya Brian ingin mengalahkan Arya.


Namun, saat melihat tampang lesu Arya, kini mebuat Brian merasa kasihan. Lagian juga umur Brian lebih tua dari Arya, sudah seharusnya Brian lebih dewasa dan mengalah.


"Nanti kalau Arya menang, aku beliin laptop gimana?" Brian mencoba merayu Arya agar tidak sampai berlarut sedihnya cuman karena belut.


Arya yang mendengar laptop seketika langsung membulatkan matanya menatap Brian dengan perasaan terkejut.


"Ma-mas Brian serius, mau beliin Arya laptop?" Tanya Arya dengan nada gugupnya.


Brian hanya menganggukan kepalanya di selingi dengan senyuman, karena entah kenapa Brian seperti merasakan jika Arya ini adalah adiknya sendiri.


"Yey.. makasih banyak mas Brian, Arya sayang deh sama mas Brian" Arya langsing memeluk Brian dengan sangat erat.


"Astaga Arya, aku ini pria loh jangan sampai kamu belok ya. Mau aku ketok kepalamu pakai martil biyar lurus" Brian melepaskan pelukan Arya sambil menatap Arya dengan kesal.


Arya yang mendapat tatapan dari Brian seketika hanya bisa tertawa cengengesan karena telah membuat Brian menjadi kesal.


Brian kembali fokus pada umpannya, sedangkan Arya kembali memasukan umpannya dengan perlahan.


Dalam hitungan menit umpan Arya di sambar habis oleh belut yang cukup besar, kemudian Arya mencoba menariknya sedikit demi sedikit sesekali mengulurnya.


Hap..

__ADS_1


Belut berhasil Arya tangkap dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


"Haha.. akhirnya aku menemukanmu sayang" ucap Arya dengan rasa bahagianya, tapi ini bukan masalah belut seperti tadi ya.


Tapi melainkan masalah laptop yang sudah Brian janjikan, Brian yang melihat Arya tersenyum kembali kini menjadi seperti seorang kakak yang berhasil membuat adiknya tertawa.


Arya berlari mendekati Hana dengan wajah yang sangat bahagia, kemudian menaruh hasil tangkapan keduanya ke dalam ember kecil.


"Mbak, Arya menang yey.." sorak Arya dengan langsung memeluk Hana tanpa aba-aba yang membuat Hana sedikit terhuyung ke belakang.


"Ya ampun Arya, hampir saja mbak jatuh ke sawah. Kamu ini ada-ada saja toh. Memangnya menang apa sih?" tanya Hana yang berusaha melepaskan pelukan Arya dan menatapnya dengan sangat bingung.


Kemudian Arya menceritakan semuanya dengan perasaan senang dan bahagia.


Hana yang mendengarnya kini juga ikutan bahagia, tapi Hana bingung kenapa Brian bisa baik banget seperti itu?


Atau jangan-jangan ada maksud lain dari Brian dengan mendekati Arya.


Entahlah, hari ini Hana harus senang apa tidak, karena Brian masih menjadi misteris bagi dirinya.


Terkadang baik, dingin bahkan cuek sekalipun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para leaders 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung othor terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


Papay 🤗🤗


__ADS_2