
Teriakan keduanya saat merasakan sesuatu yang sudah tidak bisa diungkapkan betapa sakitnya mereka.
Dimana bukan hanya Syasa yang merasakan sakit. Tetapi Alex pun sama karena ini hal yang pertama baginya melakukan penjebolan gawang.
Syasa menangis sesegukkan ketika merasakan tubuhnya seakan-akan remuk tak tersisa.
Alex tidak sengaja melihat kearah bawah, dimana matanya melihat adanya cairan hangat yang keluar dari goa istrinya.
Kemudian Alex menatap wajah istrinya yang masih menangis, Alex tahu pasti saat ini istrinya sedang merasakan rasa sakit yang luar biasa akibat belutnya berhasil menerobos goanya.
"Hiks, sa-sakit, Mas. Sa-sakit, a-apa ya-yang dibilang olehmu itu benar. A-aku kira rasa sakitnya tidak akan separah ini. Cuman aku salah, padahal aku sudah berkonsultasi sebelumnya,"
"Namun kenapa rasanya masih sangat sakit ketika aku mengikuti semua arahan dari dokter ahli reproduksi. Bahkan dia bilang jika kita melakukan hubungan badan pertama kali wajar jika rasanya sakit,"
"Tapi kalau aku menikmati dan juga tidak melawannya, kemungkinan besar rasa sakitnya tidak akan berasa. Lalu apa yang aku rasakan sekarang? Aku malah seperti habis melahirkan hiks ...."
Suara rengekkan Syasa berhasil membuat Alex menahan tawanya.
Alex tidak menyangka disaat keadaan Syasa sendiri sedang menahan rasa sakitnya, bisa-bisanya dia berpikir sejauh itu.
Padahal Syasa sendiri belum pernah melahirkan, cuman entah dari mana Syasa malah beranggapan layaknya seseorang yang sudah merasakan.
Bagaimana nanti, ketika Syasa melahirkan? Pasti akan lebih heboh, gelar dokter akan menghilang. Lalu tergantikan sebagai seorang pasien biasa, yang baru saja merasakan menjadi seorang Ibu.
"Orang lagi kesakitan, kamu malah ketawa! Lihat, ini juga karena ulahmu tahu." pekik Syasa, melihat Alex terus terkekeh menatapnya.
"Hehe, maaf Sayang. Yasudah jangan nangis lagi ya, kan kita mau enak-enak."
Alex menggoda istrinya, membuat wajahnya mulai memerah ketika dia baru menyadari jika saat ini belut Alex masih tertanam didalam goanya.
Kemudian Syasa melihat kearah bibir Alex yang terluka akibat gigitannya. Syasa menyentuhnya perlahan menggunakan jarinya, membuat Alex sedikit meringis merasakan perih.
Syasa meminta maaf kepada Alex atas kecerobohannya yang sudah melukai bibirnya. Alex tersenyum lantaran dia hanya terluka kecil Syasa sampai meminta maaf.
Bagimana dengan dirinya yang sudah berhasil membobol gawang Syasa, malah seakan-akan biasa saja tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Mas, sekali lagi maafin aku ya. Akibat ulahku bibirmu sampai terluka." ucap Syasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa, Sayang. Jika kamu menciumnya kembali mungkian dia akan segera sembuh hehe ...." goda Alex.
"Ishh, dasar bilang saja ketagihan kan haha ...." Syasa tertawa kecil, Alex yang melihat itu merasa sangat senang.
Ternyata malam pertama yang sangat menakutkan telah berubah menjadi malam yang sangat bahagia untuknya.
Perlahan Alex mendekati wajah Syasa, kemudian dia menggerakan kecil bibir istrinya.
Awalnya Syasa terkejut karena Alex menyentuh bibirnya tanpa aba-aba, cuman lama kelamaan Syasa mulai terhanyut didalamnya.
Hingga akhirnya, Alex merasa Syasa kembali tenang dan juga sudah mulai aktif membuatnya perlahan menggerakan pinggulnya.
"Sstt, Mas ...." ucap Syasa penuh dengan suara indahnya.
"Hem, e-enak, Sayang ...." sahut Alex ketika merasakan belutnya seperti sedang dipijat dan juga dimanja didalam rumah barunya.
Syasa menggigit bibir bawahnya menahan sesuatu yang akan keluar dari suaranya. Alex menebak dari gerak-gerik Syasa yang mulai terlihat bagaikan ulet keket.
Alex menambahkan tempo hentakkan pinggungnya, semakin membuat Syasa kalang kabut mengikuti setiap gerakan suaminya.
Rasa sakit yang melanda tubuh mereka seketika mulai menghilang entah kemana, dan sekarang telah tergantikan oleh rasa kenikmatan yang tiada tara.
Suara penyatuan mereka terdengar begitu berisik, berbeda halnya ditelinga mereka yang terdengar sangat indah nan juga merdu.
"Mas, hemp ...." ucap Syasa, suaranya mulai tertahan. Sehingga membuat hasrat didalam tubuh Syasa tidak bisa tersalurkan secara bebas.
"Le-lepaskan Sayang, ja-jangan ditahan. A- ku tidak mau kamu menyiksa hemp ... Dirimu untuk menahan sesuatu yang dari tadi sudah memberontak ingin keluar dari mulutmu." ucap Alex yang masih setia bersama goyangan mautnya.
Mendengar perintah dari suaminya, Syasa mencoba untuk melepaskan apa yang sedari awal sudah ditahan.
Dan benar saja, satu tarikan nafas panjang terdengar begitu indah dikuping Alex. Suara merdu Syasa semakin membuat Alex menambah temponya, hasratnya kian membara.
Selang beberapa menit mereka telah melakukan pelepasan pertama secara bersama-sama. Tubuh mereka bergetar hebat ketika cairan didalam tubuhnya saling menyembur.
__ADS_1
Apa lagi Syasa merasakan rahimnya terasa hangat ketika larva putih berhasil keluar didalam. Rasanya sangat lega setelah apa yang dari tadi menyiksa mereka kini telah tertuntaskan.
Namun, tidak berhenti dari situ. Alex kembali menggoyangkan pinggulnya membuat Syasa kembali bersuara. Cuman kali ini goyangan Alex begitu dahsyat sampai membuat ranjang pun ikut bergoyang bersamanya.
Syasa hanya bisa mendongak kecil memejamkan kedua matanya, sedangkan Alex terus memberikan tanda kepemilikan dia dada dan juga di leher istrinya.
Belum lagi Alex sangat pandai memanjakan istrinya, sampai-sampai Syasa bergerak bagaikan ulet keket yang tidak bisa diam
Sentuhan manja atau pun genggaman yang suaminya berikan berhasil membuat Sasya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengeluarkan suara indahnya.
...*...
...*...
2 jam berlalu, posisi mereka sudah bergantian. Dimana Syasa belajar untuk memimpin permainan ketika suaminya sedikit merasa lelah, tetapi masih ingin dipuaskan.
Meski goyangan pinggul Syasa tidak sedahsyat goyangan suaminya. Bagi Alex goyangan Syasa begitu indah sampai berhasil membuatnya berada disurga dunia.
Alex hanya bisa bernyanyi, lalu membantu menyeimbangkan goyangan istrinya. Sesekali tangan Alex kembali menari-nari.
Kemudian, tanganya menggenggam kedua balon kembar yang ukurannya sangat pas ditangannya. Syasa mulai merasakan tubuhnya benar-benar seperti disetrum oleh listrik bertegangan tinggi.
Ketika Syasa merasakan sebentar lagi sesuatu akan kembali keluar dari tubuhnya untuk sekian kalinya, dengan cepat Alex mengubah posisi mereka.
Alex berusaha menahan hasrat istrinya yang akan keluar. Alex tidak mau istrinya melakukan pelepasan tanpa dirinya.
Jadi mau tidak mau Alex mencoba menghalanginya sampai hasrat didalam tubuhnya juga ikut keluar.
...*...
...*...
15 menit berlalu, akhirnya Sasya bisa melakukan pelepasan kesekian bersama dengan suaminya yang begitu menyebalkan.
Rasanya ingin sekali Syasa memotong belut tersebut yang selalu menyiksanya. Tapi kembali lagi, ketika belut itu telah dipotong maka Syasa tidak akan pernah kembali bisa merasakan kenikmatan dunia bersama suaminya.
__ADS_1
Sudah hampir pukul 03.25, akhirnya mereka mengakhiri permainannya.
Alex yang baru saja merasakan tubuh Syasa, enggan untuk melepaskannya. Bahkan disaat tertidur pun Alex masih dalam posisi menyusu, sehingga ini merupakan kebiasaannya yang baru baginya.