
Mereka semua mendengar suara pecahan-pecahan benda yang sudah dilempar sangat keras.
Rasa takut dalam diri mereka kini mulai bermunculan bahkan Qisya pun ikut merasakan ketakutan yang begitu dalam.
Sampai akhirnya Tuan Ferry membawa Qisya ke dalam kamar, kemudian menyuruh Qisya agar berdiam diri di dalam kamar saja. Jika keadaan sudah membaik baru Qisya boleh keluar dari kamarnya sendiri.
Lalu dengan kecepatan kilat, Tuan Ferry berlari ke arah kamar Brian lebih dulu.
Brak! ...
Tuan Ferry sedikit mendobrak pintu kamar Brian sehingga membuat Brian yang sedang duduk dengan menekuk kedua kakinya sambil menenggelamkan kepalanya seketika langsung menengok ke arah suara tersebut.
“Hiks.. Papah, Hana sudah pergi” ucap Brian sambil menangis dengan wajah pucatnya.
“Astagfirullah, Nak. Kamu kenapa sampai seperti ini sih?” Tuan Ferry dengan langkah cepat langsung berjongkok dan memeluk putra semata wayangnya dengan rasa cemas.
“Hiks.. Brian gagal untuk ke dua kalinya, Pah. Brian gagal menjadi suami yang baik, mereka semua meninggalkan Brian. Brian benci kehilangan!!” Brian berteriak dan langsung melepaskan pelukan Tuan Ferry dengan kasar sampai membuat dirinya tersungkur ke belakang.
Prang! ..
Prang! ..
Brian yang tidak bisa mengendalikan dirinya membanting semua yang ada di depannya. Bahkan Brian rela melukai dirinya sendiri dengan memukul-mukul tembok dengan sangat keras.
Bugh! ..
Bugh! ..
Kini genggaman tangan Brian membiru bengkak dipenuhi dengan darah yang segar.
Tuan Ferry berusaha menghentikan aksi Brian yang benar-benar melebihi batas, bahkan ia sendiri bingung tengtang perkataannya Brian.
"Hana sudah pergi? Sedangkan tadi saja Hana sedang ada di dapur. Lalu Hana sudah pergi yang Brian maksud itu apa?" pikir Tuan Ferry di dalam hatinya dan khawatir tentang Brian.
Bahkan waktu Brian kehilangan mendiang istrinya dia tidak sehancur ini, lalu kenapa ketika Hana hanya pergi ke dapur saja membuat Brian tidak terkendali seperti ini bahkan melebihi seseorang yang sedang depresi.
“Ada apa ini? Kenapa bisa Brian seperti ini” tanya Tuan Ferry di dalam hatinya sambil berusaha untuk menenangkan sang putra.
Hana dan Nyonya Syifa kemudian masuk ke dalam kamar yang sudah di suguhkan oleh kondisi kamar yang berantakkan, sehingga membuat mereka semakin cemas.
Begitu juga dengan keadaan Brian terlihat seperti orang kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.
__ADS_1
“Astagfirullah, Brian kamu kenapa sayang?” ucap Nyonya Syifa yang langsung mendekati Brian sambil meraup wajah Brian yang sudah sembab, bahkan kepucatan di wajahnya terlihat seperti layaknya mayat hidup.
“Hiks.. Mamah. Hana Mah, Hana! Dia pergi ninggalin Brian. Brian sayang sama Hana mah, Tapi Brian tidak tahu apakah ini cinta atau bukan, Brian mau meyakinkan hati Brian lebih dulu supaya Brian tidak membuat Hana kecewa”
“Pokonya Brian tidak mau kehilangan Hana, hiks.. Brian sudah gagal untuk ke dua kalinya, Mah.., Brian memang tidak pantas menjadi seorang suami yang baik”
Nyonya Syifa yang bisa merasakan kepedihan yang amat dalam di dalam diri Brian membuat perasaannya juga begitu sakit melihat kondisi anaknya, apa lagi Nyonya Syifa sudah tahu semuanya tadi dari mulut Hana.
Sedangkan Hana hanya bisa berdiri di belakang Brian dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata, namun kali ini bukanlah air mata kesedihan.
Melainkan air mata kebahagiaan, meskipun Brian belum bisa menyatakan cintanya kepada Hana.
Tapi dengan mendengar bahwa Brian sudah mulai menyayangi dirinya membuat ia merasa sangat senang.
Sampai seketika bibir Hana bergetar sambil berkata “Ma-mas Bri-brian, Ha-hana di-sini” Hana berdiri tepat di belakang Brian.
Brian yang mendengar suara tidak asing dalam telinganya itu langsung membalikkan tubuhnya dan dengan cepat Brian langsung memeluk Hana.
“Hua.. hiks, Hana.. jangan tinggalkan aku” Brian menangis dengan sangat kencang di dalam pelukan Hana.
Hana yang bisa merasakan cinta di dalam diri Brian membuat ia tersenyum dengan air mata kebahagiaan yang terus menerus membasahi pipinya sambil mengusap punggung Brian.
“Hana di sini mas, Hana tidak akan meninggalkan mas Brian kok. Kan Hana sudah janji, tadi saat mas tidur Hana cuman keluar kamar sebentar mencari air es untuk mengompres tubuh mas yang suhu panasnya semakin naik”
“Hiks.., pokonya kamu tidak boleh kemana-mana titik! Kamu harus selalu di samping aku kapan pun dan di mana pun itu. Jangan pernah ninggalin aku, karena aku benci arti kehilangan” ucap Brian.
Tuan Ferry dan Nyonya Syifa yang melihat adegan putranya kali ini benar-benar membuat hati mereka sangat tersentuh sehingga menimbulkan air mata yang membasahi pipi mereka.
Brian yang mereka kenal sebagai pria dingin, kali ini benar-benar seperti seseorang yang sangat cengeng. Bahkan ia sampai rela melukai tubuhnya sendiri demi Hana, ini kali pertamanya Brian melakukan hal seperti ini.
Karena ketika kehilangan mendingan istrinya, Brian hanya mengunci rapat-rapat mulutnya sesekali melamun bahkan sifatnya sangat dingin. Tetapi tidak sampai separah ini.
Apa jadinya jika Hana benar-benar pergi dari hidup Brian?
Apakah Brian akan lebih nekat dari ini?
Ya itulah trauma Brian yang begitu berat, dia benci arti kehilangan dan dia pun benci dengan kata-kata perpisahan ataupun kepergian.
Tuan Ferry yang merasakan bingung dengan sikap Brian membuat hatinya sedikit mengganjal, lalu ia berbisik kepada sang istri.
“Mah, sebenarnya ini ada apaan sih? Kok sampai Brian seperti ini? Papah bingung, tapi Papah juga senang melihat Brian kali ini sudah bisa menyatakan rasa sayangnya sama Hana. Meskipun belum ada kata-kata cinta yang keluar dari bibirnya”
__ADS_1
“Ya sudah, Mamah ceritakan semuanya di bawah saja ya. Biarkan kita tidak mengganggu mereka, sekalian kita temani cucu kita. Mungkin dia sedikit ketakutan akibat suara pecahan kaca yang begitu keras” bisik Nyonya Syifa.
Tuan Ferry hanya bisa menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua pergi meninggalkan Hana dan Brian yang masih berpelukan.
Tetapi Hana sudah berhasil membawa Brian untuk duduk di atas kasur dan sedikit menenangkan Brian. Hampir satu jam lamanya Hana berusaha membuat Brian untuk melepaskan pelukannya, tetapi Brian tidak mau sama sekali.
Dia benar-benar takut, jika Brian lepaskan pelukannya maka Hana bisa saja meninggalkan dia seperti tadi. Untungnya saja Hana hanya ke dapur, coba kalau benaran pergi bagaimana? Bahkan Brian tidak mau sampai itu terjadi lagi.
Brian berpikir jika ia harus secepatnya meyakinkan dirinya agar bisa menyatakan cinta kepada Hana, supaya Hana tidak bisa terlepas dari genggaman Brian.
Brian sudah tahu jika Hana mencintai dirinya, jadi tidak mungkin Hana meninggalkan Brian. Tetapi sama saja jika tidak saling mencintai kata kehilangan mungkin saja terjadi.
Bahkan yang saling mencintai saja bisa merasakan kehilangan, lalu bagaimana dengan nasib mereka yang satunya sudah menyatakan cintanya tetapi yang satunya masih terlalu egois untuk menyatakannya.
Namun, ia juga terlalu egois untuk tidak mau membiarkannya pergi atau pun melepaskannya. Sampai seketika Brian benar-benar sudah sangat tenang kini saatnya Hana membersihkan luka-luka pada jari Brian yang kini sudah lebam bahkan darahnya pun sudah membeku.
Dengan perlahan Hana mengolesi lukanya sambil menatap wajah Brian yang selalu saja tersenyum kepada Hana membuat dirinya sangat malu.
Di saat Hana sudah membersihkan luka Brian, kini saatnya Brian minum obat dan beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo semuanya 🤗🤗🤗
Salam sayang dan selamat siang untuk para pembaca kesayanganku 🥰🥰😘
Selamat beraktivitas dan semangat selalu untuk semuanya 💪💪💪
Ohh iyaa... Author punya rekomendasai Novel baru nehh silahkan di jelajahi dan tinggalkan jejak yaa... 🤭🤭🤭
BLURB :
Ketiganya memiliki nasib yang sama.tidak tau asal usulnya, tak tau dimana keluarga berada. apa mereka anak haram yang tak di inginkan?
Mereka gadis yang memiliki inisial yang sama TRIPLE'K, mereka bertemu saat kecil, sampai sekarang ketiganya menjadi sepasang sahabat yang tak bisa di pisahkan.
Hanya tinggal di sebuah kontrak petak kecil? Mereka tidak pernah mengeluh. Mereka menjalaninya dengan suka cita. ketiganya banting tulang bekerja sana sini untuk melanjutkannya pendidikan ke universitas yang mereka inginkan.
Tetapi di suatu kejadian, mereka bertemu dengan Pria kaya yang angkuh dengan kepribadian yang berbeda beda. mereka terikat dalam suatu perjanjian.
Bagaimana nasib mereka kedepannya?
__ADS_1
Apa TRIPLE'K bisa bersabar dengan kepribadian menyebalkan mereka yang membuatnya naik darah?