
Cika kembali bingung harus bagaimana mencari jawaban yang tepat agar tidak membuat Bisma mencurigainya karena cerita bohongnya. Seketika Cika menghembuskan nafasnya perlahan mencoba tenang agar bisa kembali mendapatkan ide cemerlangnya, dan benar saja Cika langsung mendapatkan ide tersebut.
“Kejadian ini tidak ada saksi mata, jadi Tuan Brian harus membereskan semuanya secara rinci agar jejak mereka tidak ada yang mengetahuinya. Bahkan perampok tersebut suruhan mereka sudah pergi entah kemana jadi polisi susah untuk melacaknya, jadi mereka harus menunggu selama itu agar bisa menikah. Belum lagi Hana masih sangat kecewa dengan Tuan Brian yang sudah berani mengkhianati Hana seperti itu"
"Tentu saja Tuan Brian harus kembali membuktikan cintanya dan mengobati rasa sakit hati Hana agar mereka bisa kembali bersama seperti semula. Sehingga semua itu butuh waktu yang cukup lama, semua proses tidak ada yang instan. Bahkan mie instan pun masih butuh proses memasaknya bukan, jadi jika anda percaya dengan saya silakan kalau tidak pun silakan. Mau bagaimana pun Tuan Brian tidak mungkin akan berkata jujur padamu apa lagi tahu kamu adalah adik dari Sandra”
“Sudah ya saya masih banyak urusan lagi, kalau terlalu lama di sini takutnya nanti malah Tuan Brian marah padaku karena tidak secepatnya kembali ke kantor saat tahu pembeli itu tidak jadi datang ke sini” ucap Cika dengan mengalihkan pembicaraannya.
“Satu lagi pertanyaanku, dari mana kau tahu kisah ini? Padahal mereka saja menutup rapat-rapat rahasia ini agar tidak sampai jatuh ke tangan polisi, lalu bagaimana anda bisa tahu semuanya sedetail ini?” tanya Bisma yang lagi-lagi membuat Cika syok mendengarnya.
“Aduh, si*al! Kenapa dia sedetail ini sih menanyakannya padaku... Aku harus jawab apa ya, ayolah otak berpikir dengan keras jangan diam saja begini. Aku bingung...” gumam Cika di dalam hatinya.
“Kenapa diam? Apa cerita anda ini sebenarnya adalah kebohong belaka?” tanya Bisma kembali.
“Buat apa saya bohong, apa untungnya buat saya? Saya cerita kaya gini karena saya kasihan melihat Sandra selaku Kakak Anda sendiri yang di perlakuan seperti itu. Kami sama-sama wanita, jadi aku bisa merasakan bagaimana rasa sakitnya. Aku tahu semua cerita itu karena aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka saat di kantor.
“Saat itu aku sedang ingin memberikan berkas, namun pas saya buka pintu ruangan Tuan Brian ternyata mereka sedang membahas semua itu. Jadi saya tidak sengaja mengupingnya karena saya juga orang yang kepo. Akhirnya saya mendengarkan semua kejadian itu yang membuat saya menangis kasihan terhadap nasib Sandra”
Cika benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya bisa berkata seperti itu, padahal dari tadi ia kebingungan untuk mencari jawabannya. Namun semua cerita karangannya itu keluar sendiri berkat idenya yang sangat cerdas. Bisma kemudian terdiam, lalu pergi meninggalkan Cika hanya dengan mengucapkan terima kasih.
Sedangkan Cika tersenyum sangat lebar yang menandakan bahwa peperangan akan segera di mulai. Cika sangat bahagia saat dia bisa merasakan kemenangannya sudah ada di depan mata, sedangkan Hana dan Brian akan segera menderita.
Flashback off
...*...
...*...
“Bagaimana, apa kau sudah ingat dengan kejadian itu? Sudah puaskah kau menanamkan rasa kebencian ini terhadap orang yang jelas-jelas tidak bersalah dalam kematian Kakakku...” ucap Bisma sambil menatap tajam ke arah Sandra yang masih setia duduk di lantai.
__ADS_1
“Bhahaha... Kau memang bod*doh Tuan Bisma, hanya dengan begitu kau langsung percaya padahal berapa kali kau bertanya padaku untuk memastikan jawabannya. Tapi jika kau memang pintar, maka kau sudah pasti tidak akan pernah mempercayaiku karena banyak kejanggalan saat aku bercerita. Namun pada kenyataannya kau memang sangat bod*doh dalam mempercayai segala sesuatunya haha... Sekaranh saja aku sudah puas saat melihat rumah tangga mereka sedikit lagi hancur, tapi sayangnya semua itu tidak terjadi. Tapi tidak apa-apa karena setidaknya rasa sakit hatiku sedikit terobati berkat dirimu haha...”
Cika tertawa sambil menangis yang membuat Bisma geram, lalu ia pergi meninggalkan Cika yang masih tertawa. Tidak menunggu lama Bisma pun datang dengan segelas air di tangannya yang mana itu adalah air garam.
“Wah... Terima kasih Tuan, kebetulan saya haus banget” ucap Cika sambil mendongak menatap Bisma yang berdiri di hadapannya.
Lalu Bisma membungkukkan badannya seolah-olah ingin memberikan air minum kepada Cika. Namun sat Cika ingin mengambilnya dengan keadaan tersenyum, Bisma langsung menyiramkannya tepat di kening Cika yang masih luka serta berdarah.
Syuuurrrr !...
Arrrghhhh ...
Cika menjerit kesakitan akibat lukanya yang awalnya sudah tudak terasa sakit tiba-tiba lukanya terasa sangat perih seperti terbakar dengan sengatan listrik bertegangan tinggi.
“Arghhh... Tu-tuan perih, pa-panas hiks.. Tolong aku hiks...” ucap Cika sambil menangis sejadi-jadinya.
“Aduh... Kasihan, maaf ya saya sengaja haha...” saut Bisma sambil berdiri dan tertawa lalu pergi begitu saja.
Setelah selesai mengatakan hal itu, Brian kembali berjalan yang diikuti oleh Pinjai di belakangnya. Lalu Pinjai memberikan kode kepada Joko untuk membereskan semua itu dan segera membawa Cika ke ruang bawah tanah. Para bodyguard membantu Joko untuk membawa Cika ke ruang bawah tanah karena keadaan Cika saat ini telah pingsan akibat tidak kuat menahan rasa sakitnya itu.
“Biar aku saja yang membawanya, lebih baik kalian bereskan sisa air serta darah itu” ucap Joko dengan dingin yang langsung dijawab oleh para bodyguard.
Joko langsung menggendong Cika dan membawanya ke ruang bawah tanah. Dengan perlahan Joko menaruh Cika di lantai, serta tak lupa ia menatap wajah tersebut cukup lama. Akhirnya Joko meninggalkan Cika di dalam sel sendirian. Para penjaga di sana berjaga dengan sangat ketat, sehingga Joko tidak boleh terlihat lemah saat melihat seorang wanita disiksa hingga tidak berdaya seperti ini.
Ya, itulah kelemahan Joko. Dia tidak bisa melihat para wanita mana pun di sakiti oleh seorang pria. Tapi mau tidak mau, Joko harus bisa konsisten dengan pekerjaannya yang memang berbau darah serta kekejaman ini. Ia harus mengesampingkan rasa kasihannya, dan kembali menonjolkan rasa kejamnya terhadap siapa pun.
...*...
...*...
__ADS_1
1 tahun telah berlalu...
Kini nasib Cika masih saja sama, dia hanya di siksa hingga menjerit kesakitan namun tidak sampai meninggal dunia karena Bisma tidak mau secepat itu untuk membunuh Cika. Dia harus bisa merasakan bagaimana rasa sakit yang benar-benar sakit.
Bisma menyiksa Cika bukan lagi seolah-olah karena almarhumah sang Kakak. Tetapi karena Bisma kembali teringat masa-masa di mana ia telah mengecewakan seorang gadis kecil yang hatinya begitu lembut tanpa mempunyai kesalahan apa pun.
Hanya karena kesalahpahaman yang di buat oleh Cika terhadap Bisma, semua itu merusak kepercayaan Qisya kepada Bisma. Yang mana, Bisma tidak tahu dimana Qisya saat ini berada. Bagaikan di telan bumi, semua pelacak yang Bisma gunakan tidak ada satu pun yang bisa memberikan kabar baik tentang keberadaan Qisya.
Mau tidak mau, Bisma harus kembali fokus pada pekerjaannya sebagai seorang King Mafia terkejam yang pernah ada. Hari demi hari Bisma lewati semua dengan perasaan penyesalan, kekecewaan serta kesalahan atas kebod*dohan dalam dirinya yang segampang itu percaya dengan seseorang tanpa mencari bukti terlebih dahulu.
Sampai akhirnya Bisma merubah nama panggilannya menjadi Alex. Bisma sudah tidak mau lagi menggunakan nama Bisma dan menggantinya menajdi Alex karena ia tidak mau kembali mengingat semua kejadian dimana dia telah mengecewakan gadis kecil yang sudah merubahnya walaupun hanya sedikit.
Tetapi semenjak kehadiran Qisya, membuat Alex (Bisma) merasa sangat nyaman jika berada di dekatnya yang membuat dirinya kembali mengingat kebod*dohannya sendiri. Kebawelan, kecerewetan bahkan kepolosan Qisya membuat Alex menyamakannya dengan sebuah kembang api yang menyala di atas langit.
Berisik? Ya memang, namun di sisi lain kembang api juga bisa membuat hatinya yang bagaikan gunung es tersebut merasa senang dan damai. Belum lagi warna-warni yang terpancar sangat indah dan tidak akan pernah bosan untuk di pandangi kapan pun dan di mana pun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻