Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Hana Ikhlas


__ADS_3

Tuan Ferry yang baru kali ini mendengar ketegasan dari sang istri membuat ia sangat salut dengannya.


Lalu, Abah dan Umi yang mendengar ucapan Nyonya Syifa merasa sangat terkesan, mereka bisa merasakan betapa sayangnya Nyonya Syifa kepada Hana. Bahkan ia berani menentang anaknya sendiri dan membela Hana yang jelas-jelas adalah menantunya.


Namun, Brian hanya bisa terdiam seribu bahasa sambil mencerna semua ucapan Satria.


“Cih!! Berani sekali dia mengancamku seperti itu. Dia tidak tahu aku ini siapa? Bahkan aku bisa saja membuat ia di pecat dari kerjaannya dan tidak akan bisa melamar pekerjaan dimana pun. Memangnya aku takut dengannya, haha.. lihat saja, aku tidak akan pernah melepaskan Hana. Enak sekali dia ingin mengambil milikku, dan sudah seberapa jauh dia memasuki kehidupan Hana. Aku harus cari tahu itu ” ucap Brian di dalam hatinya


Hana bersungkeman untuk meminta maaf kepada semua orang dengan sangat tulus, yang membuat semuanya tersenyum dan menasihati Hana jika ini tidak sepenuhnya kesalahan Hana.


Sampai akhirnya saat Hana ingin bersungkeman kepada Brian, dengan sengaja Brian langsung bangun dan


meninggalkan Hana begitu saja.


Hana hanya bisa duduk di bawah dengan air mata yang selalu menetes menatap kepergian Brian. Nyonya Syifa yang melihatnya langsung membantu Hana untuk kembali duduk di sofa.


“Maafkan Brian ya sayang, dia memang keras kepala. Bagaimana jika kamu ikut bersama keluargamu dulu untuk menenangkan diri. Mamah takut jika Brian akan berperilaku kasar kepadamu” ucap Nyonya Syifa sambil memegang tangan Hana.


“Tidak, Mah. Hana di sini saja, insya Allah Hana kuat kok. Abah dan Umi juga pasti sependapat sama Hana. Jika Hana pergi, itu akan semakin membuat Mas Brian jauh dari Hana, Mah” jawab Hana dengan tersenyum.


“Kamu memang menantu terbaik kesayanganku dan Mamah bersyukur telah mendapatkanmu. Bahkan sifatmu sama seperti Umimu yang begitu baik. Aku beruntung bisa mengenal keluarga kalian” ucap Nyonya Syifa sambil menatap Umi dan Abah yang ditanggapi dengan senyuman begitu manis.


Sedangkan Tuan Ferry hanya bisa tersenyum penuh kagum dengan tanggapan Abah yang begitu baik. Bahkan Tuan Ferry sangat iri kepada Abah yang bisa menjadi sosok kepala rumah tangga yang sangat berhasil. Beda dengan Tuan Ferry yang merasa gagal menjadi kepala rumah tangga, bahkan Ayah yang buruk untuk Brian.


Memang selama ini Tuan Ferry selalu diam dengan sikap Brian, namun Tuan Ferry tidak sampai menyangka jika efeknya akan sebesar ini jika selama ini ia tidak mencoba mengubah Brian.


Tapi harus bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Jadi Tuan Ferry hanya bisa pasrah dan berdoa semoga ada keajaiban di balik sikap Brian selama ini.


Dan semoga Hana bisa mengubah Brian supaya bisa menjadi pria yang jauh lebih baik ke depannya.


Hari sudah semakin larut, dan membuat semua orang kembali ke kamarnya masing-masing karena besok pagi keluarga Hana harus pulang ke desa.

__ADS_1


Hana mencoba melangkahkan kakinya dengan sangat perlahan sambil berkata “Ya Allah... berikan Hana kekuatan serta kesabaran yang lebih agar Hana bisa kembali meluluhkan hati Mas Brian. Aamiin yarabbal’alamin...” ucap Hana di dalam hatinya sambil membuka pintu kamar.


Ceklek ! ...


Brian yang baru saja selesai mandi menengok ke arah pintu dan kembali mengeringkan rambutnya.


“Ma-Mas, ma-mau Hana buatkan kopi atau teh. Biar hangat karena sepertinya Mas terlihat begitu kelelahan” ucap Hana dengan perasaan gugup yang mencoba mengambil hati Brian.


“Tidak perlu! Hoya..” ucap Brian sambil berbalik menatap Hana dan tersenyum.


Hana yang merasa terkejut itu langsung menatap Brian.


“Ada apa, Mas?” tanya Hana sambil tersenyum penuh arti.


“Untuk hari ini dan seterusnya aku ingin kamu tidur di bawah lantai dan jangan pernah tidur di atas sofa lagi. Paham!! Ini adalah hukuman untukmu yang telah menghianatiku” ucap Brian dengan suara tegasnya.


Hana yang awalnya merasa sangat senang saat melihat Brian tersenyum kepadanya membuat Hana mengira bahwa Brian sudah bisa memaafkan dirinya. Tetapi ia salah, bahkan Brian yang awalnya lembut kini kembali menjadi Brian yang sangat kejam.


“Cih!! Bukan hanya ini hukumanmu, tapi masih banyak lagi. Sampai aku puas menyiksamu baru aku bisa memaafkanmu, paham!! Tapi jika di hadapan semua orang kita harus bersikap seolah-olah kita sedang baik-baik saja. Mengerti kamu!” bentak Brian dan langsung di angguki oleh Hana.


“Mengerti, Mas. Hana tahu Mas kecewa dengan Hana, jadi Hana terima semuanya. Karena Hana tahu di hati Mas pasti sudah ada cinta untuk Hana. Makanya Mas tidak akan berlama-lama untuk menghukum Hana, kan” tanya Hana penuh keyakinan.


“Cinta? Haha.. maaf!! Cinta untukmu kini sudah padam Nona Hana. Pada awalnya itu memang ada, tetapi saat aku tahu kau berselingkuh maka... cinta itu sudah mati!! Kini hanya ada kesakitan atas luka yang sudah kamu goreskan. Jadi jangan pernah berharap jika aku akan kembali mencintaimu” ucap Brian dengan sangat remeh.


“Tidak apa-apa, Mas. Hana sangat yakin cinta itu akan kembali tumbuh seiring berjalannya waktu. Hana akan terus menyirami cinta itu supaya ia tidak mati” saut Hana dengan tersenyum.


Brian yang melihat Hana yang semakin kuat membuat ia sangat kesal. Awalnya Brian ingin membuat Hana menangis kembali tapi kini malah membuat Brian mendapati senyuman Hana.


Brian langsung berjalan menuju ruang ganti sambil sedikit membanting pintu.


“Kenapa kamu jadi seperti ini, Mas hiks.. Hana salah apa sama kamu? Sampai sebegitunya kamu membenciku. Tapi Hana harus kuat di hadapanmu Mas, agar kamu semakin merasa kesal. Namun, jika aku terlihat lemah maka kamu akan semakin senang melihat penderitaanku. Jadi aku harus menguatkan diriku agar terlihat kuat di hadapanmu” gumam Hana sambil menatap pintu ruang ganti dan menghapus air matanya dengan sangat cepat.

__ADS_1


Brian yang sudah selesai berganti pakaian tidur kini langsung berjalan dan menaiki kasur kemudian merebahkan tubuhnya dengan sangat nyenyak.


Hana berusaha tersenyum menatap Brian dan berlalu meninggalkan Brian menuju kamar mandi.


Brian sedikit melirik Hana yang sudah memasuki kamar mandi, langsung terbangun dan duduk di atas kasur.


“Sebenarnya dia itu wanita apa sih? Kenapa dia begitu kuat, bahkan saat itu saat aku bentak sedikit saja dia sudah cengeng. Kenapa sekarang susah sekali membuat dia menangis! Arghhhh.. sia*lan!! Awas saja kamu Hana, aku akan membuatmu menangis agar kamu bisa membayar semua rasa sakit di hatiku” gumam Brian sambil kembali bersandar di sandaran kasur.


Lalu Brian membuka laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya yang sedikit tertunda sebelumnya karena Brian meninggalkan pekerjaan di kantornya saat mengetahui bahwa Hana sedang bersama Satria.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu bab untuk hari ini ya semuanya... 🤗🤗🤗


Semoga kalian bisa terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🙏🏻


Author juga ingin memberikan kalian rekomendasi novel lagi neh... 🤭🤭🤭


Silahkan dijelajah dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😆😆😆


BLURB :


Hanna, seorang gadis bertubuh besar dan berpenampilan tidak menarik, selalu tidak dianggap dan tersisihkan oleh ibu dan juga saudaranya, begitupun dengan orang-orang disekitarnya. Hingga keadaan berbalik, orang-orang yang dulu mencemoohnya kini mencoba mengambil hatinya, begitu juga dengan pria yang dulu sangat membencinya.


"Kau harus menjadi duchess of Claymore, suka atau pun tidak!" - Alexander Davlin Claymore, Duke of Claymore -


"Bukan kah kau tidak suka dengan gadis berlemak yang suka meneteskan air liurnya saat melihat makanan?" - Lady Hanna Jhonson -


Tidak cukup dihina, Hanna pun menjadi taruhan oleh teman-temannya dan juga pria yang sangat dia sukai. Hingga suatu hari, Hanna tersedot masuk ke dalam novel yang sedang dia baca, dan menjadi pemeran utama yang hidupnya juga sama menyedihkannya.


Merasa mendapat kesempatan kedua, Hanna mencoba mengubah takdir nya, dengan melawan siapa saja yang ingin menyingkirkan nya

__ADS_1



__ADS_2