Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
2 Tahun Berlalu..


__ADS_3

Key sedikit meneteskan air matanya, sedangkan Sasya dia cuman terdiam karena banyak kisah yang tidak dia ketahui selama pergi meninggalkan keluarganya.


"Sudah-sudah, lebih baik kalian semua duduk terlebih dahulu. Kita bicarakan semuanya dalam keadaan tenang, biar kami yang akan cerita kenapa kami bisa begitu mengenal sosok Key" ucap Ayah Brian mencoba menengahi suasana yang sedikit menegang.


Semua pun duduk kembali di tempat duduknya masing-masing. Ayah Brian segera menceritakan semuanya kenapa mereka bisa mengenal sosok Key.


Namun di sini Ayah Brian dan Bunda Hana tidak bisa menceritakan kejadian detail yang di ceritakan Mommy Nisha ketika di depan anak-anak.


"Jadi begitu ceritanya, baiklah. Ya sudah kalian tidak usah khawatir, Key akan aman bersama kami. Jika Ibu dan adiknya mau bertemu dengan Key kalian suruh datang saja ke sini, tanpa SUAMINYA! Kalian paham kan apa yang aku ucapkan!" tegas Kakek Iram.


Ayah Brian dan Bunda Hana beserta semuanya pun terdiam menganggukan kepalanya perlahan, kemudian mereka tersenyum menatap Key yang sudah mulai tenang.


"Ya sudah ayo kita makan dulu, nanti kita teruskan lagi obrolannya. Sekalian biar Key bisa main sama Lukas dan Lily, ohya.. Denger-denger Sasya sebentar lagi mau lulus ya. Langkah apa yang akan diambil lebih dulu, menikah atau meneruskan karirnya?" tanya Nenek Mona sambil menaruhkan nasi ke piring suaminya dan bergantian dengan Bunda Hana.


"Entahlah, Grandma. Sasya mau meneruskan cita-cita Sasya dulu, jika masalah jodoh pasti akan datang dengan sendirinya. Doakan ya Grandma, Grandpa biar Sasya bisa secepatnya jadi dokter sungguhan agar bisa mengobati kalian yang membutuhkan tenaga Sasya hihi.."


Jelas Sasya sambil tersenyum, mereka pun mengangguk dan kembali makan. Dimana Lukas serta Key sesekali melirik dengan tatapan penuh arti.


Terlihat jelas jika Lukas sangat kesal kepada Key, dia sudah susah payah mencarinya tetapi Key malah asyik-asyikan di sini.


Hanya saja Key tidak menggubris tatapan Lukas, karena harapan dia saat ini cuman tidak mau jika dia kembali ke rumah akan menimbulkan kegaduhan.


20 menit berlalu, mereka telah selesai makan dan langsung berkumpul di ruang keluarga. Bunda Hana dan Nenek Mona beserta Sasya sedang membersihkan meja makan.


Lalu Lukas dan Lily dia duduk bersama Key sambil menceritakan bagaimana perubahan Jay saat ini. Key yang mendengar kisah Jay selalu dapat panggilan dari gurunya membuat hatinya sangat sakit.


Kepergiannya ternyata tidak membawa kebahagiaan untuk mereka, tetapi malah seperti membawa luka hingga akhirnya mereka berdua bisa berubah menjadi orang yang pendiam dan juga arrogan.


Setelah mereka berkumpul, Ayah Brian mengajak istrinya beserta Kakek Iram dan juga Nenek Mona untuk pergi menjauh dari anak-anak terlebih dahulu.


Mereka berempat pergi ke taman belakang, di sana Ayah Brian serta Bunda Hana menceritakan semua yang terjadi pada Key di waktu kecil dan bagaimana bisa Caca pergi dengan cara setragis itu.


Amarah Kakek Iram semakin memuncak kepada Daddy Ken, semua berusaha menenangkan emosi Kakek Iram sampai tak disangka Key dari jauh mendengar semua itu membuat Key langsung berjalan mendekati mereka semua.

__ADS_1


Awalnya Key izin dengan yang lain untuk ke kamar mandi tetapi tahunya dia malah mencari semuanya di taman, di situlah Key mendengar kisah orang tuanya. Key memeluk Kakek Iram agar bisa meredakan gejolak amarah di dalam dirinya.


Dan benar saja, hanya Key yang mampu menenangkan Kakek Iram. Akhirnya mereka kembali masuk ke dalam rumah.


Sampai waktu menunjukkan pukul 9 malam, akhirnya Lukas beserta keluarganya pamit untuk kembali ke rumah. Jika mereka ada waktu lagi mereka pun akan segera kembali mengunjungi Nenek Mona dan Kakek Iram.


...*...


...*...


Beberapa bulan kemudian, Jay dan Mommy Nisha bertemu dengan Key secara diam-diam dari Daddy Ken. Di sana isak tangis keharuan benar-benar mampu membuat siapapun yang melihatnya ikut terhanyut.


Mereka merasa senang ketika bisa kembali bertemu dengan Key dalam keadaan Key sehat, namun tidak dengan Mommy Nisha yang tubuhnya sedikit kurus terlihat bahwa dia sangat mencemaskan Key.


Begitu juga dengan Jay, dia beberapa kali mendapatkan jeweran keras dari sang Kakak akibat ulahnya yang selalu bikin onar di sekolah.


Kakek Iram sama Nenek Mona sangat berterimakasih pada mereka berdua karena sudah mau menyayangi Key sebaik mungkin, hanya saja mereka tidak bisa membawa Key pulang ke rumah karena Key sudah berniat untuk tinggal bersama Nenek dan juga Kakeknya.


...*...


...*...


2 tahun telah berlalu dimana usia Sasya sudah memasuki usia 25 tahun, dan kedua adiknya berusia 19 tahun. Begitu juga dengan usia Key 20 tahun serta Jay berusia 19 tahun.


Saat ini cita-cita Sasya sudah kesampaian untuk menjadi seorang dokter yang sangat hebat, Sasya bekerja di rumah sakit mewah bersama dengan Ash. Meskipun berbeda jurusan tetapi mereka tetap selalu bersama.


Sedangkan Lukas, Lily, Key dan juga Jay mereka meneruskannya pendidikannya di Universitas yang sama. Kali ini tidak di luar negeri lantaran Daddy Ken sedang sakit-sakitan jadi mau tidak mau Mommy Nisha harus fokus merawat suaminya.


Saat ini Daddy Ken terkena penyakit kanker hati yang harus segera melakukan transplantasi hati akibat kanker tersebut belum menyebar ke seluruh tubuhnya.


"Kek, tolongin Daddy. Tolong carikan pendonor hati untuk Daddy, kalau Kakek enggak mau Key akan mendonorkan hati Key sendiri!"


Beberapa kali Key selalu merengek kepada Kakek Iram agar dia bisa melakukan semuanya berkat kekuasaannya, cuman karena kebenciannya pada Daddy Ken membuat Kakek Iram tidak pernah menggubrisnya.

__ADS_1


Namun kali ini setelah mendengar tekat Key seperti itu membuat Kakek Iram langsung membatah semua itu bersama Nenek Mona.


"Tidak!!"


"Aku tidak akan mengorbankan cucuku hanya demi pria breng*sek seperti dia!"


"Apa kau ingat Key, dia yang sudah menjadi penyebab Ibumu mengakhiri hidupnya dan karena dia juga kamu selalu di perlakukan tidak baik. Jadi buat apa kau menolongnya, hahh!!"


"Biarkan dia mati sekalian! Aku sudah muak mendengar kabar kondisinya yang semakin menurun!"


"Inilah akibat apa yang dia tanam itulah yang dia tuai! Makannya kalau punya hati jangan sekeras batu! Sekarang baru, kan ngerasain!"


Ucap Kakek Iram dengan segala emosinya, Nenek Mona hanya bisa mencoba menenangi Key yang saat ini sedang menangis memikirkan keadaan Daddy Ken di rumah sakit.


Tiba-tiba Kakek Iram mendapatkan sebuah panggilan dari seseorang untuk segera datang ke suatu tempat, mau tidak mau Kakek Iram segera pergi ke luar rumah untuk mengurus sesuatu.


Sebenarnya ada rahasia yang belum semuanya ketahui, namun Kakek Iram hanya bisa terdiam tanpa mau memberitahukan pada semuanya karena dia lagi menyusun sebuah rencana supaya Daddy Ken menyesal atas peebuatannya pada Key.


Seperginya Kakek Iram, Nenek Mona berusaha membuat Key agar menjadi tenang dan mengalihkan kesedihannya dengan cara lain.


...*...


...*...


Di sisi lainnya Alex sudah berusia 35 tahun, bahkan dia sudah keluar dari sebuah pesantren dan tinggal bersama Pinjai beserta istri dan juga anaknya yang saat ini sudah berusia 5 tahun lebih.


Bahkan perusahaan Alex semakin ke sini semakin maju berkat Pinjai. Belum lagi hubungan Joko dengan Chika mulai membaik akibat Alex sudah mulai mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.


Joko dan Chika pun akan segera menyusul ke Indonesia akibat urusan Mafianya sudah selesai dan benar-benar tutup buku untuk selamanya. Lalu mereka akan menikah ketika Joko sudah menjadi seorang mualaf.


Tapi yang lebih bahagianya Chika sudah dinyatakan sembuh dari depresinya, jadi dia tidak akan takut jika harus berhadapan dengan Alex atau pun Pinjai.


Begitu juga dengan keluarga kecil Pinjai yang juga akan menjadi mualaf bersama dengan Alex

__ADS_1


__ADS_2