
Cika menjelaskan pada Bisma kalau Brian memiliki selingkuhan bernama Hana yang saat ini menjadi istrinya. Dengan begitu, di saat kejadian perampokan itu membuat Brian terdiam dan menikmati melihat apa yang sudah di lakukan para penjahat itu kepada Sandra.
Yang pada dasarnya cerita itu hanyalah fiktif belakang. Cika menceritakan semua itu karena ia kecewa saat tahu Brian menikah dengan wanita lain. dan bukan dirinya. Semua perhatian Cika bagaikan kerikil-kerikil kecil yang tak dianggap oleh Brian.
Dari situlah Bisma dan Cika menjadi teman, Cika berharap Bisma bisa menghancurkan rumah tangga Brian dan Hana. Dengan begitu Cika bisa mendapatkan Brian dan Bisma bisa puas melihat kehancuran Brian saat melihat Hana hancur di depan matanya.
Benar-benar licik, bukan? Apa yang mereka lakukan terhadap keluarga Brian. Bisma hanya mencari tahu dari perkataan mulut Cika dan bukan dari cerita yang sebenarnya terjadi. Berkat hasutan Cika, Bisma yang awalnya memiliki sifat baik kini berubah menjadi orang yang sangat kejam.
Ia bergabung dengan pekerja ilegal bersama mafia-mafia besar yang saat ini Bisma sudah berhasil membuat perusahaan serta mafia tersendiri. Perusahaan di bangun oleh Bisma hanya untuk menarik perhatian dari Brian. Dan bisnis mafianya ia bentuk untuk menghancurkan Brian beserta keluarganya.
Dibalik wajah Bisma yang baik, ia memiliki segudang rencana untuk bisa membuat orang-orang yang berani melawannya akan mendapatkan hukuman yang sangat berat hingga kematian. Bisma tidak suka dengan penolakan, jika ada yang berani menolaknya maka sifat iblisnya seketika keluar menyelimuti tubuhnya.
Bisma bahkan tidak segan membunuh siapa pun dengan tangannya sendiri. Rasa dendamnya dapat merubah Bisma seperti monster yang haus akan darah. Awalnya Bisma adalah sosok laki-laki yang sangat baik, dan sopan, tapi saat ia mendapatkan bisikan setan dari Cika, maka di situlah ia langsung merubah wujudnya.
...*...
...*...
Tidak terasa 2 bulan telah berlalu...
Penginapan Bisma di Korea Selatan
Qisya, Bisma dan Pinjai masih tinggal di penginapan yang berada di Korea Selatan. Entahlah, ini suatu kebetulan atau tidak, tapi yang jelas saat ini Bisma sedang di repotkan dengan urusan pekerjaan mafianya bersama Pinjai.
__ADS_1
Bisma sampai lupa bahwa keluarga Qisya masih berada di Korea dan masih terus mencari keberadaan Qisya. Bisma dan Pinjai telah di sibukkan dengan rencana-rencana mereka agar bisa menyerang kelompok mafia kecil yang berada di Korea untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Bisma.
Sehingga akhir-akhir ini Qisya selalu merasa kesepian jika berada di penginapan seorang diri. Meskipun ada beberapa penjaga, namun tetap saja ia merasa kesepian. Biasanya ia tidak pernah merasakan kesendirian seperti ini, apa lagi dulu kedua adiknya selalu menemani sampai-sampai mereka tidak mau menjauh darinya sedikit pun.
Tapi, kini semuanya sudah hilang. Tidak ada lagi yang namanya cerita kakak dan adik, orang tua dan anak, Nenek Kakek dan cucu atau pun Om dan keponakan. Tapi, kini hanya ada cerita kesendirian Qisya yang hidup bersama orang asing. Itulah yang saat ini Qisya rasakan.
Hari demi hari ia lewatkan dengan mengobrol, bercanda bahkan jalan-jalan bersama Bisma. Namun, 1 minggu terakhir ini Bisma atau pun Pinjai sangat sibuk dengan pekerjaan yang Qisya sendiri tidak tahu. Qisya hanya tahu jika mereka berangkat malam-malam dan pulang larut pagi, atau bahkan bisa tidak pulang sama sekali.
Bisma hanya bisa memberi kabar kepada Qisya melalui ponsel yang telah Bisma berikan untuk tetap bisa saling berkomunikasi. Namun, selama 1 minggu terakhir ini Qisya lewatkan hari-harinya seorang diri sambil menonton televisi, main game, membaca cerita, atau menonton Drakor. Tetapi tetap saja semua tidak bisa mengobati rasa kesepian yang Qisya rasakan.
Biasanya selalu ada sang Bunda dan Ayahnya yang selalu menemaninya menonton Drakor. Bahkan, ketika bermain game pun ia biasanya ditemani oleh kedua adiknya yang memang setiap hari kerjaannya hanya bertengkar saja. Tapi, semua itu malah membuat Qisya merasakan kerinduan yang berat terhadap keluarganya.
“Kenapa aku merasa kalau aku ini sedang kangen dengan mereka semua? Akh... Mungkin saja itu hanya kebetulan, lagi pula buat apa aku memikirkan mereka? Sedangkan mereka saja tidak ada yang mengkhawatirkan kondisiku. Bahkan bukannya mereka mencariku, tapi ini mereka malah kembali ke Indonesia. Apa sebegitu tidak berharganya aku untuk mereka semua?” gumam Qisya yang bertanya kepada dirinya sendiri sambil menonton Drakor.
“Sudahlah, lupakan mereka semua. Lebih baik fokus dengan kehidupanku yang sekarang. Dari pada aku memikirkan yang aneh-aneh. Lebih baik aku pergi untuk mencari udara segar” ucap Qisya sambil pergi ke kamarnya untuk menyiapkan diri.
“Ini terlihat seperti bukan diriku yang sebenarnya. Apakah semua yang aku lakukan ini sudah benar? Ataukah salah?” tanya Qisya sambil menatap cermin.
Qisya yang dulunya adalah seorang gadis berkerudung yang selalu menjaga auratnya, kini menjadi seorang gadis cantik dengan rambut terurai serta pakaian yang sedikit terbuka dan mempunyai nama panggilan yang baru yaitu Rose.
“Achh... Sudahlah, biarkan saja seperti ini. Lagian aku tetap terlihat cantik kok. Ya, meskipun lebih cantikkan saat memakai hijab. Tapi, ya sudahlah ya. Aku harus bisa membiasakan hidup seperti ini, tanpa adanya aturan harus seperti ini, itu dan sebagainya” saut Qisya kembali merapikan rambutnya dan setelah itu ia langsung berjalan keluar penginapan dengan membawa tas selempang kecilnya.
Qisya berjalan dengan santainya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri seperti orang yang sedang kebingungan.
__ADS_1
“Loh, dimana para body guard Om Bisma? Kok mereka tidak kelihatan? Biasanya, mereka selalu ada di sini, tapi kenapa sekarang tidak ada? Apakah Om Bisma sedang memberikan mereka cuti?”
“Hem... Kalau memang benar adanya syukur deh. Jadi aku bisa lebih leluasa lagi jalan-jalannya tanpa harus di kawal oleh para body guard yang menyeramkan itu hihi...” ucap Qisya sambil tertawa seorang diri dengan ekspresi wajah yang sangat senang.
Lalu, Qisya kembali berjalan riang melewati penginapan sambil melihat pemandangan yang begitu menyejukkan hatinya. Sepanjang Qisya berjalan dia selalu saja tersenyum lebar sambil tangannya menyentuh beberapa tanaman yang berada di sepanjang jalan.
“Ternyata asyik juga ya jalan-jalan sore seperti ini, bahkan tidak ada bedanya seperti di Indonesia. Hanya saja di sini tidak terlalu banyak polusi yang mengganggu. Sedangkan di Indonesia begitu penuh dengan polusi, apa lagi kendaraan yang lewat selalu saja seperti orang sedang balapan. Tapi, di sini sangat tertib dengan peraturan” ucap Qisya sambil menatap jalan raya dari jauh.
Tidak lama kemudian pandangan mata Qisya berpaling saat melihat tempat ramai yang membuatnya merasa tertarik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih atas dukungan kalian semua pembaca setiaku 🤗🤗🤗
Teruslah dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
Dan teruslah beri masukan dan ide-ide brilian kalian yaaa... 😁😁😁
Author juga lagi-lagi mau memberikan rekomendasi Novel baru 👍🏻👍🏻👍🏻
Silahkan jelajahi rekomendasi novel yang Author berikan... 🤭🤭🤭
Jangan lupa tinggalkan jejak kenangan berharga kalian yaaa... 😆😆😆
__ADS_1
...*...