
Cuman disaat mereka lagi asyik, tiba-tiba Ayah Brian dan Bunda Hana ikut nimbrung. Mereka terlihat begitu senang menatal kedua cucunya tumbuh menjadi anak yang baik dan sangat aktif.
Rasanya mereka tidak sabar supaya bisa segera pulang ke Indonesia dan berkumpul bersama anak, menantu, orang tua, dan cucunya sendiri.
Ya karena setelah acara pernikahan anak kembarnya berlangsung, maka mereka juga akan ikut pindah ke Indonesia lantaran semua urusannya sudah beres.
...*...
...*...
1 bulan telah berlalu ....
Hari ini merupakan hari yang sangat bahagia untuk si kembar Lukas, Lili dan juga Key sama Jay. Mereka merupakan 2 pasangan pengantin yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya.
Kedua pasangan pengantin tersebut sudah duduk di ditempatnya masing-masing. Dimana sebentar lagi proses ijab kabul Lukas dan Key akan segera dilangsungkan.
Semua para saksi menghadiri acara penting, ada beberapa kelega-kolega besar ikut serta menghadiri di acara tersebut. Ya, meskipun mereka rela datang dari jauh, cuman mereka juga terlihat senang karena baru kali ini menyaksikan acara yang cukup istimewa.
Akan tetapi, sudah banyak kejadian hal yang sama seperti ini. Dimana ada beberapa pasangan pengantin pernah akan melakukan proses ijab kabul dihari yang sama secara bersama-sama.
Lukas dan Jay, benar-benar terlihat bagaikan seorang pangeran yang sangat gagah dan juga tangguh. Serta disamping mereka terdapat Tuan putri yang cantik jelita, manis dan juga angun.
Mereka sangat terlihat cocok jika disandingkan bersama-sama, sampai akhirnya tiba saatnya ijab kabul mereka dilakukan secara pergantian.
Penghulu ke-1 melantunkan doa-doa dan yang lainnya, sebelum ijab kabul diucapkan. Kemudian Lukas menjabat tangan Daddy Ken begitu erat, dimana tatapan mata mereka telah menyatu sama lain penuh dengan keseriusan.
Daddy Ken yang sudah faseh mengucapkan ijab kabul menggunakan bahasa Arab, segera mengutarakannya dengan satu tarikan napas yang panjang.
"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (Keyshila Grizzly Malvynson) ‘alal mahri (senilai 5 Miliar , 1 unit rumah mewah seluas 100 hektar, 2 mobil Lexus LM, dan sepaket perhiasan berupa berlian ternama) hallan."
Daddy Ken sedikit menggerakan tangannya, agar Lukas bisa meneruskan ucapannya tanpa harus menunggu jeda waktu yang lama.
"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha ‘alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq."
Lukas menjawab ucapan Daddy Ken dengan 1 tarikan napas, suaranya pun terdengar begitu nyaring serta lantang. Sehingga berhasil membuat semua orang yang menghadiri acara tersebut menjadi merinding.
__ADS_1
Ya, meski sebagian besar yang hadir tidak mengerti arti dari apa yang Lukas utarakan. Tetapi penekanan kata demi kata berhasil menggebrak hati mereka.
"Bagaimana, para saksi? Apakah sah, atau tidak?" ucap penghulu yang ada disamping Daddy Ken.
"SAH!"
Semua berteriak panjang, menjadi saksi bersatunya cinta seorang pria tampan dengan seorang wanita mualaf yang sangat cantik menggunakan pakaian serba tertutup.
Ets, tunggu dulu. Ini belum akhir dari semuanya. Masih ada satu pasangan yang menunggu giliran untuk segera diresmikan seperti pasangan pengantin yang baru saja beberapa menit lalu telah sah secara agama dan juga hukum.
Kini, gantian sang penghulu ke-2 yang sudah mendampingi Ayah Brian dari tadi dan duduk tepat disebelahnya. Langsung memulai acara ijab kabul, dengan diikuti oleh serangkaian doa-doa terlebih dahulu.
Ya, mungkin ini akan menjadi 2 kali kerjaan. Tetapi memang prosedur pernikahan harus diawali dengan pembacaan doa barulah ijab kabul akan bisa dilaksanakan.
Tangan Jay sedikit gemetar ketika memegang tangan calon mertuanya, yaitu Ayah Brian. Semua yang ada disana terkekeh saat melihat pelipis Jay telah mengeluarkan keringat dingin.
"Tenang, tarik napasmu lebih dulu. Berpikirlah positif, agar semua ingatanmu tidak hilang. Ini adalah hari kebahagiaan kalian, jika kamu gagal melakukannya maka aku akan menikahkan putriku dengan pria lain, bagimana?" ucap Ayah Brian.
"Ti-tidak! Aku tidak mau milikku diambil oleh pria mana pun, titik! Lily hanyalah milik Jay seorang, bukan yang lain!" tegas Jay, wajahnya terlihat begitu panik.
Dimana mereka masih berjabat tangan, sehingga Ayah Brian bisa merasakan betapa dinginnya tangan Jay saat ini.
"Jay, cobalah tenang. Istigfar, jangan terlalu gugup. Jika kamu seperti ini maka aku akan lebih gugup darimu. Jikalau pun ijab kabul boleh diwakilkan oleh mempelai wanita. Aku bersedia menggantinya!"
Perkataan Lily, berhasil membuat semuanya terkejut hingga tertawa terbahak-bahak. Kepolosan diwajah Lily, telah berhasil sebagai obat bagi mereka semua yang saat ini ikut tegang melihat reaksi Jay.
Lukas yang sudah tidak bisa berdiam diri melihat kondisi Jay, membuatnya sedikit geregetan. Dia langsung bangkit dari kursinya dan mencoba untuk membangkitkan semangat adik iparnya tersebut.
"Ingat, Jay. Malam pertama sudah berada didepan matamu. Hanya tinggal selangkah lagi, kamu bisa menyentuh adik kesayanganku. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini, dan buatlah Adikku merasakan bagaimana nikmatnya surga dunia."
"Bukannya kamu sudah berjanji padaku, akan membuktikan seberapa jantan milikmu itu dari pada milikku. Tapi, kenapa sekarang terlihat lembek? Ataukah kamu sudah mengakui, jika milikku ini yang lebih perkasa?"
Bisikan Lukas mampu membuat wajah Jay langsung berubah drastis, bahkan wajah yang awalnya terlihat menegang kini telah berubah menjadi semangat 45. Keseriusan, bahkan kegugupan diwajahnya sudah tidak terlihat.
Sorot mata Jay benar-benar tajam menatap Ayah Brian, inilah yang ditunggu-tunggu. Ternyata hanya dengan bisikan Lukas, berhasil membuat Jay kembali bersemangat.
__ADS_1
Akhirnya Ayah Brian mengikuti arahan dari sang penghulu, sambil mengucapkan ijab kabul sangat lantang dengan satu tarikan napas.
"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (Lily Permata Brianna) ‘alal mahri (senilai 1 Miliar, 1 mobil Lexus LM, Villa mewah seluas 100 hektar, dan sepaket perhiasan berupa berlian ternama) hallan."
Ayah Brian menghantakkan sedikit tangannya, lalu Jay menjawabnya menggunakan suara yang sangat lantang dengan satu tarikan napas panjang.
"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha ‘alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq."
Semua tamu yang hadir tersenyum melihat kejantanan anak seusia Jay, sudah bisa memberikan mahal yang sangat indah untuk istrinya.
Inilah yang dinamakan rezeki, setiap langkah yang akan diambil dengan cara baik maka hasilnya pun akan jauh lebih baik.
"Bagaimana saksi? Sah atau tidak?" ucap sang penghulu.
"SAAHH!"
Teriakan semua para tamu sangat panjang, yang menandakan mereka begitu senang telah menjadi saksi nyata menyatunya 2 cinta, yang sempat terbantahkan akibat adanya perbedaan kepercayaan.
Namun, semua itu tidak lagi. Terlihat jelas wajah bahagia penuh isak tangis dikeluarga mereka, semuanya tidak menyangka bahwa si kembar sudah beranjak dewasa. Sehingga mereka sudah memiliki tanggung jawab besar untuk rumah tangga yang baru mereka bangun.
Tak lupa doa-doa penutup dipanjatkan oleh kedua penghulu secara bergantian untuk saling mendoakan agar kedua pasangan mempelai bisa membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.
Setelah selesai, mereka berempat bergegas segera bersungkem secara bergantian kepada kedua orang tua dan juga keluarganya. Isak tangis kebahagiaan kiN memenuhi isi gedung yang sangat mewah.
Acara berlangsung sangat meriah dan penuh canda tawa, ya walaupun ada sedikit kesedihan didalam hati Lily. Tetapi suaminya yang saat ini ada disampingnya selalu menjadi penguat untuknya.
Jay tidak mau memaksakan Lily untuk ikut bersamanya, cuman karena Lily tidak bisa berjauhan dengan Jay. Maka dari itu dia harus ikut kemana pun suaminya melangkah, walau harus berjauhan dengan keluarganya untuk sementara.
Ayah Brian dan Bunda Hana benar-benar tidak percaya. Mereka juga merasa seperti sedang bermimpi, kalau mereka bisa mendapatkan 3 menantu yang sudah menjadi seorang mualaf.
Mereka berdua juga tidak menyangka, seorang musuh yang awalnya sangat dibenci oleh keluarga Ayah Brian. Kini sudah menjadi menantu yang paling bisa di andalkan, rasa bersyukur tiada henti-hentinya selalu mereka panjatkan.
Rasa sakit, kecewa dan juga amarah yang dahulu menyelimuti keluarga Ayah Brian. Sekarang telah menjadi kisah sebuah cinta yang sangat manis, belum lagi Key. Dia merasa dirinya sangat beruntung, di saat-saat pernikahannya berlangsung hubungannya sama Daddy Ken sudah sangat membaik.
Lukas, Key, Lily dan Jay mereka berdiri diatas panggung pelaminan dalam keadaan tersenyum. Rasanya bahagia sekali bisa menyambut satu persatu para tamu untuk mengucapkan selamat sambil memberikan doa pda mereka.
__ADS_1
Apa lagi banyak nasihat-nasihat yang mereka terima dari berbagai para tamu. Mereka menjelaskan bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Tetapi ini merupakan langkah awal, bagi mereka supaya bisa menghadapi badai yang sudah menunggu di depan.