
“Yeey... yey... yey... Semuanya masuk ke jebakan betmen punya Lily haha... Terima kasih Bunda” ucap Lily sambil tertawa senang.
Lukas yang mendapat ciuman dari kembaranya itu, seketika tersenyum sangat lebar.
“Wah... Beruang kutub sudah luluh haha...” ucap Syasa (Qisya) seketika membuat semuanya langsung menatap senyuman manis yang terukir jelas di bibir Lukas untuk pertama kalinya.
“Ternyata cuma Lily yang bisa meluluhkan hati bekunya Lukas hehe...” ucap Hana.
“Ya dong, Lily gitu loh... hahaha...” saut Lily dengan sombong.
“Ini senyuman pertama yang kita lihat saat Lukas besar. Terakhir kita lihat Lukas tersenyum seperti ini saat ia masih sangat kecil dan belum bisa mengoceh. Namun setelah besar, Lukas jadi sangat irit tersenyum jadi ini untuk pertama kalinya. Lily memang the best hehe...” ucap Brian dengan bangga.
Mereka semua tertawa bersama saat melihat wajah Lukas berubah menjadi merah karena menahan malu saat Lily menciumnya. Ini benar-benar langka karena Lily dan Lukas memang saudara kembar, tetapi mereka jarang sekali akur. Pasti ada saja hal kecil yang membuat mereka ribut bahkan sampai mengambek cuma itu semua hanya bertahan sebentar saja.
Setelah semuanya kembali selesai dari tawanya, kini Lily mengajak sang Kakak perempuannya untuk mengambil bunga yang tempatnya tidak jauh dari mereka berkumpul. Lily mengambil bunga secukupnya dengan bantuan Syasa lalu mereka kembali dengan wajah tersenyum.
“Wah... Cantik sekali bunganya sayang” ucap Hana saat melihat tangan Lily penuh dengan bunga warna-warni.
Qisya kembali duduk di sebelah Hana, meninggalkan Lily yang masih berdiri di hadapan mereka sambil tersenyum lebar.
“Bunga ini buat Ayah, Abang, sama Kakak” ucap Lily sambil memberikan bunga kembar kepada mereka bertiga.
Mereka pun mengucapkan terima kasih kepada Lily karena mereka mengira bunga itu semata-mata hanyalah untuk mainan saja, tapi nyatanya malah membuat mereka terkejut dengan perlakuan romantis Lily.
“Aduh, Lily sampai lupa. Nah... Ini bunga sepesial pakai kalet 10 deh untuk Bunda Lily yang paling cantik hehe...” ucap Lily sambil memberikan bunga yang begitu cantik untuk Hana.
__ADS_1
Hana yang mendapat perlakuan istimewa dari Lily, membuat hatinya tersentuh begitu dalam hingga mengeluarkan air mata kebahagiaan.
“Loh, Bunda kok nangis. Lily salah ya ngasih bunga yang belbeda dali yang lain” ucap Lily dengan wajah sedihnya.
Hana yang sudah tidak bisa menahan air matanya, langsung memeluk Lily dengan sangat erat.
“Hiks... Terima kasih banyak sayang karena Lily sudah membuat Bunda merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena bisa memiliki anak-anak yang sangat menyayangi Bunda seperti kalian semua” ucap Hana.
“Lily juga mau beltelima kasih sama Bunda kalena Bunda sudah mau jadi Bunda Lily yang sangat baik dan juga sabal dalam menghadapi sifat Lily yang kadang membuat Bunda kesal. Lily sayang Bunda selamanya...” ucap Lily yang kembali membuat Hana terisak.
Qisya yang tidak tahan melihat Bundanya menangis langsung berdiri dan memeluknya, begitu pula dengan Lukas serta Brian. Mereka semua sampai melupakan Lily yang terhempit di tengah-tengah pelukan mereka karena tubuhnya yang mungil dan juga kecil.
Sedangkan Lukas kembarannya, tubuhnya lebih tinggi dan juga sedikit berisi namun tidak gemuk melainkan berotot. Lily yang merasa nafasnya hampir terhenti membuat ia langsung mengeluarkan suara cemprengnya.
“Huaaa... Lily ke jepit tlaktol, nafas Lily mau habis ini aduh... Ya Allah tolongin Lily dong jangan diam aja...” teriak Lily yang membuat semuanya tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.
“Mentang-mentang kalian semua tinggi-tinggi kaya galah, terus Lily kaya toge jadi Lily main tiban-tiban aja begitu? Emangnya Lily apaan...” celoteh Lily yang lagi dan lagi membuat mereka tertawa.
Seketika Lukas mempunyai ide dan menatap Qisya, Brian serta Hana dengan memberikan kode. Lalu dengan cepat mereka langsung mengelitiki Lily yang tertidur di rumput hijau yang sangat bersih. Mereka semua tertawa dengan sangat bahagi hingga akhirnya hari sudah mulai sore.
Mereka semua langsung berjalan pergi meninggalkan taman tersebut dengan wajah yang sangat bahagia. Dapat di lihat bahwa Qisya sudah kembali hidup dengan normal tanpa bayang-bayang traumanya. Namun itu hanya terlihat dari luar saja, padahal sedikit demi sedikit Qisya melawan semua rasa itu walaupun dia harus melawan dirinya sendiri.
Dalam hal membantu Qisya untuk tidak lagi mengingat kejadian itu, Qisya meminta kepada semua keluarganya untuk mengubah panggilannya dari Qisya menjadi Syasa. Entahlah ini pertanda apa, dan kenapa Qisya sama Bisma bisa bersamaan untuk merubah nama panggilan mereka, apakah ini sebuah kebetulan atau memang mereka sudah ditakdirnya untuk bersama?
Semua masih menjadi susunan pazel yang berantakan dan harus di susun kembali sedemikian rupa agar bisa terlihat hasilnya seperti apa. Syasa yang belum paham apa itu jatuh cinta, membuat ia hanya tahu jika dirinya hanya mengagumi sosok Alex (Bisma) yang memang pekerja keras dan juga tidak mudah dekat dengan wanita mana pun.
__ADS_1
Lalu, Alex atau Bisma? Dia sudah tahu tentang apa itu cinta. Hanya saja dia selalu menangisi dan menepis semua itu untuk melawan dirinya sendiri agar tidak merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta.
...*...
...*...
Masa lalu Alex (Bisma) bersama mendiang sang Ibu sangatlah rumit bahkan membuat Alex menjadi tidak percaya akan arti cinta. Yang Alex tahu, jatuh cinta hanyalah akan membuat luka yang menyakitkan di dalam hatinya. Sama seperti saat Alex melihat perjuangan sang Ibu untuk selalu berusaha berada di dekat Alex walau pun tanpa seorang suami yang mendampinginya.
Akibat perceraian itu anaklah yang menjadi korban, jadi Alex sangat takut atau pun trauma dengan semua yang berkaitan tentang cinta. Lebih baik Alex hidup dengan jalanannya sendiri supaya tetap bisa bahagia tanpa merasakan bagaimana rasa sakitnya saat ia mengalami jatuh cinta kepada seorang wanita, namun wanita itu malah menghianatinya.
Itulah bayang-bayang yang membuat Alex selama ini di usianya yang sangatlah matang tidak memiliki pasangan ataupun seorang kekasih pujaan hati. Ketika Alex berusaha ingin mencari seorang wanita agar bisa mendampinginya, lagi dan lagi Alex kembali mengingat kisah kelam kehidupan percintaan dari kedua orang tuanya dulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻