Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Astaghfirullah


__ADS_3

“Sakit apaan, orang di elus doang sakit. Kaya di masukin Joni saja” ucap Brian.


“Joni? Joni siapa, Mas? Maksudnya di masukin bagaimana, Hana tidak paham” saut Hana sambil membalikkan badannya menghadap Brian.


Dan tanpa sengaja gamis Hana melorot dan terlihatlah kacamata berwarna abu-abu dengan motif bintik-bintik hitam kecil.


“Yak.. kamu mau menguji imanku” teriak Brian dengan wajah yang sudah memerah.


“Apa sih, Mas. Hana kan penasaran Joni itu siapa? Kenapa Hana menatap Mas dibilang menguji iman” tanya Hana dengan wajah bingungnya yang tidak menyadari bahwa gamisnya sudah merosot sebatas perut.


“Itu lihat gunung kembarmu, untung saja aku suamimu. Jika bukan bagaimana? Dasar wanita ceroboh” ucap Brian dengan nada sewotnya tetapi matanya tidak henti untuk terus menatap gunung Hana yang semakin hari semakin berisi.


“Astaghfirullah, maaf Mas. Hana hilap” Hana langsung merapikan baju gamisnya dan memeganginya agar tidak sampai kembali merosot.


“Yakk.. kenapa di tutupi” rengek Brian dengan wajah sedihnya.


“Dish.., dasar mesum! Tadi saja mengoceh menguji iman. Sekarang beda lagi. Sudah ayo obati lagi, Hana mau cepat-cepat ke bawah kasihan Qisya makan tanpa aku” jawab Hana.


Hana yang sudah mulai kesal membuat Brian juga ikut jengkel bahkan kini muka Brian sudah seperti baju yang tidak di setrika.


“Cih.. memangnya aku pembantumu apa, enak saja menyuruh suaminya sendiri. Lihat saja aku kerjain baru tahu rasa kamu Hana , hihi..” ucap Brian di dalam hatinya sambil senyum seringai.


Brian kembali melanjutkan mengolesi salep di punggung Hana dengan merata sambil sengaja sedikit menekannya. Hana yang merasakan kesakitan itu tidak sengaja mencekam sesuatu milik Brian menggunakan tangannya dengan sangat gemas.


“Aaaa..” teriak Brian dengan sangat kencang.


Hana yang kaget dengan teriakan Brian langsung membalikkan badannya kembali dan tidak lupa tangan satunya memegangi gamis dan satunya masih setia mencekam sesuatu milik Brian.


“Astaghfirullah, Mas Brian berisik banget sih. Perasaan yang sakit Hana, harusnya Hana yang teriak kenapa malah Mas Brian yang teriak” ucap Hana.


“Kau tidak lihat ulah tanganmu ini, membuat si Joniku kesakitan” saut Brian dengan nada kesal sambil menatap tangan Hana.


“Eh.. ko-kok tangan Hana bisa sampai ke situ, maaf ya Mas Hana hilap lagi hehe..” ucap Hana sambil menarik tangannya penuh dengan cengengesan.


“Ta-tapi tunggu dulu deh, Joni? Ja-jadi Joni yang Mas maksud itu, pu-punya Mas ini?” Hana yang begitu penasaran dengan si Joni langsung menanyakan tutup point tanpa basa-basi.


“Ya dia adalah Joni. Dan aku tidak mau tahu, kamu harus mengobatinya sampai dia sembuh” ucap Brian sambil tersenyum seringai.


“Bagaimana cara mengobatinya, Mas. Hana tidak tahu? Apa menggunakan salep seperti Hana, atau menggunakan obat lainnya?” tanya Hana dengan wajah polosnya.

__ADS_1


“Ada satu cara agar dia kembali pulih dari sakitnya” saut Brian.


“Apa itu, Mas? Hana akan lakukan demi menebus kesalahan Hana sampai membuat Joni kesakitan”


Hana yang benar-benar polos membuat Brian semakin merasa menang, bahkan tanpa Hana sadari Brian tersenyum penuh arti.


“Baiklah, kamu ikuti caraku ya. Jangan membantah. Jika kamu tidak nurut, memangnya mau Joniku nanti bengkak membesar bahkan menjadi penyakit yang mematikan” ucap Brian yang mencoba menakut-nakuti Hana.


“Astaghfirullah, Hana tidak mau Mas. Sudah ayo buruan Hana bantu Joni Mas. Ta-tapi Hana malu melihatnya hehe..” ucap Hana dengan wajah memerah.


“Kenapa harus malu, bukannya dia sudah pernah membuatmu merasa puas? Bahkan sampai membuatmu mengeluarkan suara indah seperti ini Arghhh.. Mas pelan-pelan Hana mau pipishh..” jawab Brian dengan nada yang sangat mende*sah.


“Yak.. Mas Brian..” teriak Hana dengan menutupi wajahnya yang malah membuat Brian tertawa sangat gemas.


Sampai akhirnya Brian melepaskan kedua tangan Hana yang menutupi mukanya, dengan mengarahkan salah satu tangan Hana untuk menyentuh si Joni.


“Sentuh dia dengan pelan-pelan sambil kamu usap-usap sesekali ditiup agar di tidak merasakan sakit”


Brian mengajari Hana untuk memuaskan si Joni yang tanpa sadar Hana mengikutinya. Hana tidak tahu jika dirinya sudah dikerjai oleh Brian, tetapi apa boleh buat Brian memang banyak akal untuk membuat Hana menjadi sangat dekat kepada sang Joni.


Bahkan saat ini Brian sudah membuka reseleting celananya, kemudian si Joni keluar dengan begitu gagahnya. Awalnya Hana terkejut dengan si Joni yang begitu panjang, kekar, berotot bahkan ditumbuhi bulu-bulu halus di kelilingnya.


“Gampang sekali mengerjaimu sayang, hihi.. tetapi tidak apa-apa, bahkan tidak dosa ini kan. Yang penting aku puas hihi.. teruslah polos seperti ini sayang, aku benar-benar menyukainya” ucap Brian di dalam hatinya sambil melihat Hana yang sedang mengelus sang adik bahkan meniupinya.


Brian yang sudah tidak kuat lagi menahan setruman-setruman kecil dari tangan Hana membuat ia menggigit bibir bawahnya. Bahkan Hana yang pertama kali di ajari oleh Brian kini malah semakin pintar.


Tanpa sengaja Hana mengocok si Joni yang membuat Brian harus menahan de*sahan yang akan lolos dari bibirnya.


“Bagaimana, Mas. Apa masih sakit?” tanya Hana dengan wajah polosnya sambil sedikit mengocok si Joni.


“St.. awshh, masih sayang bahkan tambah sakit arghh..” ucap Brian dengan suara de*sahan yang dibikin seperti suara rintihan.


“Ma-maaf Mas, Hana salah ya. Lalu bagaimana caranya Hana tidak tahu. Kata Mas seperti ini lalu kenapa makin sakit?” jawab Hana dengan wajah bingungnya.


“Coba pakai mulutmu siapa tahu tidak terlalu sakit” saut Brian dengan wajah yang dibuat seolah-olah merasakan sakit padahal malah dia merasakan kenikmatan yang tiada tandingannya.


“Pa-pakai mulut? Ta-tapi Mas, Ha-Hana tidak bisa” jawab Hana dengan suara gugupnya.


“Hum,.. ya sudah tidak apa-apa, biarkan saja dia bengkak nanti kalau aku mati kamu bisa cari suami baru” ucap Brian dengan nada yang menakuti Hana.

__ADS_1


“Ya jangan dong, Mas. Ya sudah Hana lakuin demi Mas, tapi kalau salah nanti Mas kasih tahu ya” ucap Hana sambil mengarahkan si Joni ke dalam mulutnya.


Hana hanya memasukkan si Joni ke dalam mulutnya tanpa melakukan pergerakan sedikitpun yang membuat Brian merasa sedikit kesal.


“Ya ampun Hana, jika kamu diam seperti itu bagaimana dia bisa sembuh dari sakitnya. Kamu pernah kan makan permen yang ada gagang itu? Nah,.. jadi kamu lakukan seolah-olah kamu sedang menikmati permen itu”


Brian mencoba mengajari Hana yang benar-benar sangat polos. Hana hanya bisa menganggukkan kepalanya dalam kondisi mulut yang penuh terisi oleh si Joni.


Dengan perlahan Hana melakukan pengemutan, jilatan, bahkan mengulum si Joni benar-benar layaknya permen yang sangat manis.


Sampai akhirnya Hana sudah bisa menyesuaikan semuanya, serta sudah mulai lihai memperlakukan si Joni begitu nyaman di dalam mulutnya.


Sehingga Brian sudah tidak bisa lagi menahan suara indahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat siang dan selamat beraktivitas semuanya 🤗🤗🤗


Ingat selalu semangat dan jalani semuanya dengan penuh senyumannya ☺️😊😊


Sama kayak author yang nulis cerita sambil senyum-senyum sendiri 🤭🤭🤭


Udah ahh malu nehh ngomongnya mending author kasih rekomendasi aja yaa 😁😁😁


Jangan lupa jelajahi dan tinggalkan jejak cantik dan imut kalian 😆😆😆


BLURB :


Terjerat Cinta Duda Hot


Kirana Prameswari adalah seorang mahasiswa akhir, dia membutuhkan biaya untuk mengerjakan skripsinya yang selalu di tolak oleh dosen pembimbingnya.


Seorang teman memberinya sebuah pekerjaan sebagai guru les privat dari anak seorang konglomerat.


Kirana pikir anak yang akan di les privat olehnya adalah usia sekolah dasar, tapi ternyata anak tiga tahun. Dan lebih kagetnya lagi ayah dari anak yang di les privatnya itu seorang duda tampan dan seksi.


Bagaimana Kirana menghadapi ayah dan anak itu? Apakah dia akan terjerat pesona sang duda?


Yuk kita kepoin ceritanya...

__ADS_1



__ADS_2