Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kerja Kelompok Sama Lily


__ADS_3

Mommy Nisha yang mana bukan Ibu kandungnya selalu bisa membelanya, ya meskipun harus sering berdebat dengan suaminya sendiri. Tapi Daddy Ken yang memang Ayah kandung dari Key, malah bersikap seperti orang asing yang tidak pernah mengenal Key.


Sedangkan Jay, dia masih tertidur pulas di atas kasur di kamarnya, jadi dia tidak bisa mendengarkan kegaduhan orang tuanya yang ada di bawah.


...*...


...*...


Jam sudah menunjukkan pukul 10 siang yang mana Key sudah tenang dan juga sudah bersikap biasa saja. Akhirnya Key kembali keluar dari kamarnya menuju kamarnya Jay.


Langkah demi langkah Key pijakkan, sampai ia terhenti di depan kamar Jay. Lalu Key mengetuknya beberapa kali namun tidak ada jawaban sama sekali dari Jay.


"Ckk! Pasti dia masih tidur, kebiasaan banget sih kalau main games sampai larut pagi. Belum lagi hari ini libur, ya makin jadi aja itu bocah!" gumam kecil Key dengan wajah kesalnya.


Sampai seketika Key pun langsung saja membuka pintu kamar Jay yang mana memang tidak di kunci oleh Jay, namun Key tetap mengutamakan sikap sopan santunnya untuk memasuki kamar yang bukan kamarnya sendiri.


Tapi jika tidak ada jawaban dari pemilik kamar, maka Key akan langsung segera masuk ke dalam. Tapi itu berlaku hanya untuk kamarnya Jay saja, lantaran Key tidak mau melebihi batasannya kepada kedua orang tuanya yang mana nanti itu akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


Ceklek !...


Key masuk ke dalam kamar Jay dengan perlahan, dan dia pun menutup kembali kamarnya. Kemudian Key berjalan pelan mendekati kasurnya Jay yang kini sudah berantakan akibat cara tidur Jay yang tidak bisa diam.


Bahkan saat ini pun Jay tertidur dalam keadaan tubuh di atas kasur dan kepala yang menjuntai ke bawah kasur tepat di pinggir kasur. Key pun menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya itu yang benar-benar selalu membuatnya mengelus dada.

__ADS_1


"Astaga Jay... Jay... kamu ini manusia apa bukan sih?! Kenapa posisi tidurmu bagaikan seekor Kelelawar coba? Kalau begini caranya, mendingan enggak usah pakai kasur. Akan lebih baik kamu tidur bergelantungan aja sana, biar sekalian sama persis kayak hewan itu!" celetuk Key dengan nada kesalnya sambil dia menatap posisi tidur Jay.


Tidak butuh waktu lama Key langsung membenarkan posisi kepala Jay agar tidak pusing nantinya saat ia terbangun. Kemudian Key dengan perlahan-lahan membangunkan Jay dengan cara halus.


Key tahu jika dia membangunkan Jay dengan kasar, pasti dia akan terbangun dalam keadaan kaget dan itu pasti bisa membuat Jay menjadi pusing.


Apa lagi tadi posisi kepalanya Jay yang menjuntai ke bawah kasur, jadi Key tidak tega. Ya meskipun sekesal-kesalnya Key tapi dia memiliki jiwa kasih sayang yang begitu besar terhadap Jay.


"Jay, bangun dong udah jam berapa ini! Semalam kamu bilang katanya kamu itu mau ada kerja kelompok sama Lily, iya kan? Sekarang lihatlah, jam yang sudah menunjukkan 10 lewat loh, sedangkan kamu janjian sama Lily jam 11, bukan?"


"Apakah kamu lupa kalau jarak di antara rumah kita ke rumahnya Lily itu lumayan jauh Jay, bisa-bisa kamu telat trus kena omelan Lily. Kamu mau?" Key berusaha menepuk kaki, tangan serta pipinya Jay dengan perlahan sambil Key duduk di tepi kasur dengan wajah kesalnya.


Jay yang saat ini msih berada di dalam mimpinya, seketika langsung tersadar dan berlari menuju kamar mandi.


Braaakkk ! ...


Jay menutup pintu kamar mandi dengan keras, yang kini membuat Key merasa bingung melihat sifat adiknya itu yang biasanya cuek dan masa bodo, tapi kali ini dia malah terlihat seperti dia sangat menghargai waktu yang tersisa hanya karena ia begitu takut jika di marahi oleh gadis kecil yang mana baru aja menjadi temannya.


Di saat Key sudah melihat Jay masuk ke dalam kamar mandi dan juga terdengar suara gemericik air, itu membuat Key merasa tenang karena adiknya sudah benar-benar bangun serta tidak kembali tertidur.


Lalu Key langsung membersihkan serta merapikan kasurnya Jay yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Namun saat Key baru saja ingin berjalan keluar dari kamar Jay, tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara pintu kamar mandi yang kini sudah terbuka.


Key menoleh ke arah Jay yang sudah selesai dari aktifitas mandinya, hingga membuat Key melototkan matanya.

__ADS_1


"Astaga Jay!!! Kau itu mandi atau hanya cuci muka sih, hahh! Biasanya kamu kan mandi itu hampir 30 menit, tapi kali ini hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja. Apa kau hanya membasahkan tubuhmu itu?" pekik Key dengan wajah kesalnya.


"Ck! Sudahlah Kak, yang penting kan aku mandi dan sekarang aku harus segera ke rumah Lily. Jadi Kakak temani aku ya, please... Jay mohon, Jay takut jika gadis itu akan memarahi Jay nanti" keluh Jay dengan wajah melasnya sambil kedua tangannya di satukan di depan dadanya.


"Ogah! Kau pergi saja sendiri, lebih baik aku di rumah bantuin Mommy karena itu masalahmu dengan Lily jadi ya aku tidak mau ikut campur. Tugasku itu hanyalah membangunkan kamu dan bukan malah menemanimu, oke bye..."


Key pergi begitu saja meninggalkan Jay yang kini masih merengek meminta Key supaya dia mau ikut bersama Jay untuk menjaga dirinya dari amukannya singa betina yang nantinya akan meraung dan juga menerkamnya lantaran Jay datang terlambat.


"Huuuaaa... Kakak..." Jay mengejar Key sambil memegangi tangan Key sambil menuruni anakan tangan.


Jay pun mengeluarkan jurus manjanya terhadap Key, namun Key malah tetap bersikap cuek, acuh dan masa bodoh. Hal ini sudah sangat sering Jay lakukan jika dia membutuhkan bantuan ataupun melakukan kesalahan. Jadi Key sudah sangat hafal dengan semuanya.


Key pun berjalan menuju ruang keluarga, yang mana di sana ada Mommy Nisha sedang menonton drakor dengan sangat serius. Tapi saat ia mendengar rengekan anaknya, membuat ia menoleh menatap Jay yang kini selalu melendot di tangan Key serta Key yang terlihat biasa saja tanpa adanya rasa kasihan sedikit pun.


Jay yang melihat Mommy Nisya pun, ia langsung berlari kecil dan memeluknya dengan rengekan manjanya, sambil Jay mendongak menatap wajahnya Mommy Nisha dan ia berkata, "Mommy... bujukin Kakak supaya Kakak mau ikut sama Jay ke rumah Lily. Jay takut, karena gadis itu kalau sudah marah pasti akan membuat kepalanya Jay terasa mau pecah di buatnya"


"Ck! Ngadu aja sana, ngadu. Lagian juga aku tetap tidak akan mau menemanimu karena itu bukan tugasku... Siapa suruh ada janji jam 10 malah asyik begadang, dan sekarang kamu malah bangun siang seperti ini. Lihat saja itu sudah pukul 11, lalu kamu ini mau berangkat jam berapa coba, hahh?" celetuk Key dengan nada cueknya sambil menatap televisi.


"Huuaaa... Mommy... bantu Jay ya buat bujuk Kakak. Please... Mom, pleasee..." rengek Jay.


"Tunggu, tadi apa yang Jay bilang? Lily? Lily itu siapa sih? Kenapa Jay bisa takut padanya, dan juga mengapa Jay harus ke rumahnya? Ada apa ini? Kenapa kok Mommy enggak tahu apa-apa? Atau ini jangan-jangan Jay membuat kesalahan sama gadis itu, iya?"


"Bukannya Mommy sama Kakak selalu nasehati Jay supaya Jay tidak membuat masalah dengan gadis mana pun, kan? Mommy tidak mau ya kalau sampai Jay membuat gadis itu menangis atau pun mengecewakannya"

__ADS_1


"Ingat, Jay! Jay itu punya Mommy dan Kakak perempuan jadi kalau sampai Jay menyakiti gadis lain, sama saja Jay juga menyakiti Mommy. Jadi jangan pernah sekali-kalinya Jay mengikuti jejak orang yang selalu suka menyakiti perempuan, paham sampai sini?!" Mommy Nisha berbicara dengan sangat tegas.


__ADS_2