Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kebahagiaan Keluarga Kecil Alex


__ADS_3

Disitulah Syakil berteriak kesal, saat wajahnya pun ikut belepotan bedak sama seperti Baby Aneis. Sedangkan Sasya sedang berusaha menahan tawanya, tetapi nihil.


Sasya malah tertawa cukup geli saat melihat tingkah lucu putrinya yang berhasil membalaskan kejahilan Abangnya sendiri.


Tak lama Alex pun keluar dari kamar mandi, dia melihat kedua anak dan istrinya sedang bercanda. Alex tersenyum lebar, dia tidak menyangka jika ternyata memiliki keluarga tidaklah seburuk apa yang dia pikirkan dahulu.


Akibat trauma yang diberikan sang Ayah pada jaman Alex kecil, kini telah menghilang dan tergantikan oleh rasa kebahagiaan yang tidak bisa Alex jelaskan.


Namun, saat Alex melangkah kakinya, dia dikejutkan dengan keadaan putrinya yang sangat menyeramkan, tetapi juga lucu bagaikan moci yang baru saja diselimuti tepung.


"Ya ampun, putriku! Malang sekali nasibmu, Nak! Siapa yang udah menjadikan putri cantikku ini seperti monster, hem!" pekik Alex, langsung menggendong putrinya sambil duduk.


"Siapa lagi, kalau bukan putramu yang menyebalkan itum Disuruh jagain Adiknya, malah dibuat mainan. Ditambah putrimu juga sangat menikmati pula. Aish, sudahlah. Aku enggak paham sama sifat anak-anak yang menulari sikapmu." jawab Sasya, jutek.


"Anak kita, bukan anakku! Enak saja, yang jelek-jelek dikasihkan aku, bagian yang baik aja baru anakmu. Dasar betina menyebalkan!" sahut Alex, tidak terima.


"Yak! Kau tuh jantan menyebalkan, egois, gak mau ngalah, ngeselin, pokoknya semuanya!" pekik Sasya, kesal.


"Astaga, enggak betina enggak jantan semua sama saja. Sama-sama tidak ada akhlak!" gumam Syakil di dalam hatinya saat melihat percekcokan kedua orang tuanya.


"Diam! Kalian itu bisa enggak sih, sehari aja jangan berantem. Pusing Syakil dengernya, tiap kita ngumpul selalu saja begini. Tapi bagian kalian sibuk, tidak ada sama sekali keributan."


"Lebih baik kalian sibuk kerja aja tiap hari, biar Aneis aku yang jaga. Dari pada kalian libur cuman bisanya membuat kami merasakan tidak nyaman, buat apa!"


"Asal kalian tahu. Syakil dan Aneis selalu menunggu hari libur kalian setiap harinya, karena kami mau merasakan seperti anak-anak lainnya yang bisa merasakan liburan bersama kedua orang tuanya."


"Coba lihat Uncle Pinjai dan Uncle Joko, mereka juga sibuk bukan? Tapi mereka bisa menyayangi keluarga dengan baik, tanpa ribut setiap hari kaya kalian ini!"


"Jika kalian selalu ribut, bagaimana nasib Aneis? Setiap mendengar suara teriakan kalian yang kaya toa, selalu membuat Aneis terkejut dan menangis."

__ADS_1


"Apa kalian tidak mikir bagaimana mental anak kalian, jika setiap hari harus menghadapi kedua orang tua yang kaya kalian ini!"


Baru kali ini Sasya dan Alex mendengar semua isi hati putra kesayangannya. Untuk yang pertama, Syakil berbicara bagaikan gerbong kereta api yang cukup panjang.


Mereka terdiam sejenak, berpikir sambil matanya saling menatap satu sama lain. Berkat ucapan Alex membuat kedua orang tuanya memahi sesuatu.


Jika ternyata waktu yang mereka berikan untuk putra dan putrinya, dirasa sudah cukup. Tetapi ternyata belum cukup sama sekali. Syakil masih tetap mengeluh untuk meminta waktu mereka.


Ya walupun mereka seharian dirumah bermain bersama anak-anak, cuman bagi Syakil dia bukan hanya ingin bermain. Melainkan dia juga mau melihat keharmonisan rumah tangga kedua orang tuanya.


Baby Aneis yang berada didalam dekapan Alex, langsung diambil alih oleh Syakil. Kemudian dia memeluk sambil menenangkannya. Terlihat jelas diraut wajah Syajil, kalau dia sangat menyayangi Baby Aneis.


Hanya dalam hitungan detik saja, Syakil mampu kembali.membuat Baby Aneis tersenyum bahkan bercanda dengannya. Dari sini kedua orang tuanya mulai berkaca-kaca, mereka menyadari akan sesuatu hal.


Dimana seharusnya hubungan mereka terlihat baik-baik saja didepan anaknya, tanpa harus menunjukkan sisi mereka yang melambangkan kasih sayangnya dengan keributan kecil.


"A-abang, ma-maafkan Daddy sama Mommy ya. Mungkin kami bukan orang tua yang sempurna untuk kalian, kami juga sedang belajar yang terbaik buat kalian. Tapi, yang harus kalian tahu,"


"Setiap rumah tangga itu berbeda, Sayang. Ada kalanya pertengkaran itu sering terjadi. Ya memang Daddy dan Mommy selalu bertengkar setiap hari."


"Cuman, kami bertengkar bukan karena kami melakukan kesalahan yang fatal. Tetapi inilah cara kami untuk memperkuat cinta kami, karena pertengkaran yang Abang lihat itu merupakan bumbu-bumbu cinta bagi kami."


"Berbeda halnya ketika kamu bertengkar akibat suatu permasalahan yang sangat besar, atau adanya pepecahan diantara hubungan kami. Mungkin untuk saat ini Abang belum mengerti apa yang Daddy katakan ini."


"Percayalah, Sayang. Daddy dan Mommy benar-benar sayang menyayangi kalian berdua, kalian adalah harta kami yang paling berharga. Karena kalian juga kami tidak akan pernah berpisah sampai kapan pun."


"Daddy tahu, Abang adalah Kakak yang terbaik untuk Baby Aneis. Maka dari itu Daddy dan Mommy sangat bangga, Abang memikirkan perasaan Baby Aneis yang belum mengerti apa pun."


"Kami janji, mulai sekarang kami akan mengurangi pertengkaran kecil maupun keributan apa pun. Kami akan bersikap seperti apa yang Abang dan Baby Aneis inginkan. Untuk itu kami ucapkan terima kasih, Sayang."

__ADS_1


"Abang sudah menyadarkan Daddy dan Mommy, akan arti kasih sayang orang tua kepada anaknya. Maafkan kami jika kami selalu membuat kasian bersedih."


Alex mencoba menjelaskan pada Syakil tentang semuanya. Jikalau pertengkaran itu memang sering terjadi diantaran pasangan, akan tetapi semua tidak membuat cinta mereka berkurang sedikit pun.


Sasya hanya bisa tersenyum sambil meneteskan air matanya, saat melihat putra dan suaminya berhasil membuat hatinya tersentuh. Bahkan Baby Aneis pun sudah berada dipelukan Sasya, dia menciumi putrinya beberapa kali.


Sampai akhirnya kedua mata Syakil entah kenapa malah berkaca-kaca mendengar penuturan kata dari Daddynya. Disitu Alex langsung memeluk putranya begitu erat dan menciumi wajahnya.


"Ma-maafkan Syakil, Daddy. Maafkan Syakil, Mom. Syakil sudah membuat kalian menangis. Syakil janji sama kalian, Syakil tidak akan pernah mengecewakan kalian. Syakil akan menjadi anak dan Abang yang terbaik buat kalian semua."


"Syakil sayang kalian, Syakil enggak mau sampai Daddy dan Mommy bertengkar lalu kalian---"


Syakil memberhentikan ucapannya saat tangan Alex menutup mulut mungilnya itu sambil menggelengkan kepalanya. Alex paham jika kata-kata yang akan keluar nantinya adalah doa buruk untuk mereka.


Jadi, Alex menahan semua itu dan kembali menjelaskan bahwa tidak akan ada pepecahan diantara mereka semua.


Beberapa saat mereka berpelukan bersama-sama, kemudian kembali tertawa kertika rambut Syakil kembali menjadi sasaran empuk Baby Aneis yang tidak mau Sasya dipeluk oleh Syakil.


Dari sini Syakil mulai mengerti, ternyata keributan kecil antara Mommy dan Daddynya sama halnya seperti Syakil sama Baby Aneish. Mungkin ini yang dimaksud dari perkataan Daddynya.


Pada akhirnya mereka pun bercanda bersama, dimana Syakil dan Alex selalu menggoda Baby Aneis. Lalu membuat Syasa menjadi sedikit kesal, saat melihat putrinya terus meraung-raung menangis.


"Dasar like father like son. Awas kaliannya, lihat pembalasan kami para wanita tangguh. Yak!"


Sasya berlari sambil menggendong Bay Aneis, mengejar para pria sambil memutari kamar hingga akhirnya mereka malah bermain diatas kasur sambil mengelitiki satu sama lain. Lebih tepatnya Syakillah yang menjadi sasaran mereka semua.


Alex dan Sasya tidak menyangka bahwa apa pun yang mereka lalui selama ini, bisa menghasilkan hasil yang begitu sempurna dengan dihadirkan 2 malaikat kecil sebagai pelengkap hidup mereka.


Suara tawa yang begitu menggelegar didalam kamar, telah menjadi saksi bahwa mereka benar-benar sangat bahagia. Rasa syulur dan bahagia tidak lupa mereka sematkan di dalam doa setiap mereka sujud.

__ADS_1


__ADS_2