
Semua yang ada di sana mengaminkan dan mendoakan agar kedua mempelai bisa hidup dengan bahagia.
Akhirnya waktu yang selama ini Brian tunggu kan sudah terlaksana dengan sangat lancar.
Brian dan Sandra memasangkan cincin pernikahan secara pergantian di depan semuanya dengan sang fotografer yang selalu mengambil momen mereka berdua.
Cekrek..
Cekrek..
Cekrek..
Sang fotografer mengambil momen-momen Brian dan Sandra yang sangat romantis.
Saatnya Sandra mencium tangan Brian Dan Brian mencium kening Sandra dengan perasaan yang sangat bahagia bahkan Brian meneteskan air matanya bersamaan dengan Sandra.
Ini adalah impian mereka setelah hampir 5 tahun lebih mereka bertahan satu sama lain dari berbagai hujatan orang luar.
Brian dan Sandra telah menaiki pelaminan serta melakukan sesi foto bersama keluarga dan para pebisnis lainnya.
Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Brian dan Sandra sudah bersiap ingin pulang ke rumah barunya.
“Mah, pah.. kami pulang ke rumah baru kita dulu ya” pamit Brian sambil salim terhadap kedua orang tuanya.
“Hati-hati sayang, ingat bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut kalian baru saja menikah loh” ucap sang mamah.
“Ekhem.. kayanya anak kita sudah tidak sabar untuk unboxing deh mah” goda sang papah sambil melirik Brian.
“Iya dong, kan sudah lama menunggu jadi rasanya ingin terobos saja pah haha..” jawab Brian sambil tertawa.
“Unboxing apa sayang? Kadonya kan masih ada di pelaminan loh” saut Sandra dengan wajah bingungnya.
Kedua orang tua Brian malah tertawa melihat tingkah Sandra yang sangat polos itu, sedangkan Brian hanya bisa memeluk pinggang sang istri.
“Sudah jangan banyak berbicara, ikut saja nanti kamu akan tahu sayang. Katanya ingin lolipopku hm..” saut Brian
“Oh iya.. aku lupa hehe, ya sudah mah,pah.. Sandra pergi dulu ya, tidak sabar ingin cepat-cepat memakannya dan menggigit lolipop Brian” celoteh Sandra malah membuat mereka tertawa.
"Memangnya Sandra salah ngomong ya? kok mereka malah tertawa seperti ini sih" ucap Sandra di dalam hati.
Sedangkan Brian malah merasakan ngilu yang amat sangat yang membuat dirinya berusaha mungkin untuk menahan sesuatu di bawah sana dan bersikap senormal.
“Sudah-sudah sana buruan kalian pulang, dan cepat berikan kita hasil positifnya ya” ucap sang papah.
Yang hanya diangguki oleh Brian, tetapi saat Sandra ingin melontarkan pertanyaan Brian segera mungkin menarik Sandra untuk meninggalkan acara.
Lalu kedua orang tua Brian yang melihat sikap polos dan aneh mereka berdua itu malah tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata.
__ADS_1
*
*
*
*
Di rumah Brian dan Sandra
Mereka sudah sampai 5 menit yang lalu, bahkan mereka melakukan perjalanan yang sangat panjang hingga kurang lebih 3 jam.
Sandra saat ini terlihat sangat lelah, kemudian Brian menyuruh Sandra untuk segera mandi air hangat agar kembali segar.
Brian yang sudah sangat siap untuk melakukan unboxing itu membuat perasaannya kalang kabut dibuatnya.
Bahkan Brian dari tadi tidak bisa duduk dengan tenang serta berjalan kesana-kesini hanya untuk menunggu Sandra yang sedang mandi.
“Aduh.. lama sekali sih dia mandinya, sudah tahu mau unboxing pakai segala mandi berjam-jam seperti ini” gerutu Brian.
“Mana adikku sudah tidak sabar ingin memasuki rumahnya lagi, Sandra ayolah buruan sayang” celoteh Brian dengan nada yang kesal.
Tak lama pintu terbuka sangat lebar, dan keluarlah Sandra dengan baju tidurnya yang menurut Brian sangatlah menggugah sang adik untuk bangun.
Tetapi tidak dengan Sandra, karena di negerinya dia sudah terbiasa menggunakan pakaian terbuka.
“Astaga Sandra kamu ingin mengujiku atau bagaimana sih, bahkan belum apa-apa saja adikku sudah ingin keluar dari tempatnya” ucap Brian di dalam hati.
“Lama sekali sih mandinya, sudah tahu aku tidak bisa menahannya lagi” jawab Brian dengan nada kesal.
“Ya sudah, kalau kamu kebelet sana pergi ke kamar mandi nanti ngompol loh kan jadi bau pesing” celetuk Sandra yang berbalik sambil mengeringkan rambutnya dan penatap cermin di depannya.
“Ya ampun, kenapa jadi itu yang dia tanggap. Sabar Brian sabar.. maklum dia itu wanita yang polos jadi kamu harus membuatnya mengerti jangan pakai kode-kode jadinya salah tanggap kan” seru Brian yang mendumel di dalam hati.
Brian yang sudah mulai kesal langsung memeluk Sandra dari belakang serta memulai aksinya dengan menciumi leher Sandra.
Sandra yang merasakan sangat terkejut itu seketika menetralkan dirinya yang saat ini merasakan sedikit kegelian akibat ulah Brian.
“Hm..” deheman Sandra yang menahan sesuatu.
Brian langsung membalikkan tubuh Sandra untuk menghadapnya untuk saling mencium satu sama lain.
Brian yang sudah tidak bisa mengontrol hasratnya itu langsung menggendong Sandra dengan keadaan yang masih bercumbu.
Kemudian Brian berjalan mendekati kasur dan meletakkan Sandra secara perlahan dan melepaskan pautan bibirnya.
“Brian..” ucap Sandra dengan suara paraunya dengan mata yang sangat sayu.
Brian yang sudah mengerti langsung tanpa aba-aba lagi membuka semua pakaian yang terdapat ditubuh Sandra, dan tidak lupa juga untuk membuka pakaiannya yang ada ditubuhnya sendiri.
__ADS_1
Sehingga kini keadaan mereka sudah sangat fullnaked di mana keduanya sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai kain pun yang merekat ditubuhnya.
Brian langsung menyerang kedua gunung kembar yang sangat indah itu dan membuat Sandra merasakan sengatan-sengatan listrik yang malah membuat dirinya merasakan keenakan.
Sudah hampir 1 jam Brian senang mencari-cari titik sensitif Sandra dengan keadaan Sandra yang sudah mencapai puncak kepuasan tersendiri berkali-kali hanya menggunakan bibir, lidah bahkan jari jemari gemulai Brian yang gencar menari kesan-kesini.
“Jika ini akan lebih menyakitkan, cobalah untuk mencekam punggungku sekuat tenagamu nanti” ucap Brian di saat-saat yang adik ingin memasuki rumahnya.
Sandra yang sudah dibuat sedikit naik hasratnya hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Brian perlahan mulai membukakan kedua kaki Sandra selebar mungkin dengan mengurut sang adik lalu mengarahkannya ke dalam rumahnya.
Namun, saat sang adik Brian ingin memasuki rumahnya.
Tiba-tiba saja pintu kamar di dobrak dengan sangat keras oleh seseorang yang tidak dikenalnya.
Braakk..
Brian dan Sandra seketika kaget dengan suara dobrakkan pintu kamarnya yang di buka oleh beberapa laki-laki di sana.
“Wah.. rupanya mereka sedang bercocok tanam kawan” ucap ketua perampok kepada kedua temannya.
“Haha.. kayanya kita datang di saat yang kurang tepat kawan” jawab perampok 1.
Brian langsung mencoba untuk menutupi tubuh Sandra dengan selimut yang tebal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Terimakasih 🙏🙏
__ADS_1
Papay 🤗🤗