
Nadha yang melihat Arya pergi begitu saja, ia langsung pergi mengikuti Arya dibelakangnya tanpa Arya sadari. Nadha berpikir di dalam hatinya bahwa mungkin saja ini adalah kesempatan untuk dirinya agar bisa mendekati Arya secara perlahan tapi pasti.
“Tuan Arya mau kemana itu? Kok dia malah pergi ke arah belakang kantor, yang mana di sana kan hanya ada danau. Apa jangan-jangan Tuan mau bunuh diri? Astaga, jangan sampai itu terjadi. Aku harus bisa jadi penolongnya agar Tuan mengerasi hutang budi padaku hihi...” gumam Nadha di dalam hatinya sambil mengikuti Arya.
Arya duduk di pinggir danau sambil melipat kedua kakinya dan sedikit di tekuk sedadanya. Di sana lagi dan lagi Arya menumpahkan kesedihan, kekecewaan bahkan amarahnya karena kini ia telah kehilangan 2 orang yang sangat ia sayangi, yaitu cinta pertamanya Cantika dan juga sahabatnya Ipul.
“Kenapa ya Allah... Kenapa Engkau memberikan Hamba cobaan sebesar ini. Apakah Hamba kurang taat kepada-Mu? Ataukah Hamba kurang bersyukur atas semua nikmat yang telah Engkau kasih? Satu persatu orang yang sangat berharga dariku pergi meninggalkanku dengan cara berbeda...”
“Namun jika ini adalah ujian atas kesabaranku, maka berikan aku kesabaran yang jauh lebih dari ini ya Rab... Supaya aku bisa kembali kuat dan juga kembali mempertahankan mereka. Tetapi, jika dia bukan jodohku maka aku sudah ikhlas. Namun jika Ipul, aku belum bisa kehilangannya karena dia adalah orang yang sangat berjasa padaku selama ini”
Arya berteriak dengan mengeluarkan air matanya, hingga Nadha yang berada tidak jauh dari tempat Arya membuat ia seperti dapat peluang besar untuk mendekati Arya di saat-saat seperti ini. Dengan langkah kecil, Nadha mencoba mendekati Arya dan juga duduk di sampingnya.
Arya yang sedikit terkejut dan juga mengetahui itu pun langsung membuang mukanya serta menghapus air matanya. Arya merasa sangat malu jika ada seorang wanita yang melihat dirinya sedang dalam keadaan lemah seperti sekarang ini.
“Sudahlah Tuan, jika Tuan mau menangis maka menangislah. Saya siap mendengarkan semua cerita Tuan. Anggap saja saat ini saya sebagai sahabat Tuan, sama seperti Pak Ipul” ujar Nadha sambil menatap Arya dengan senyuman, tapi di dalam hatinya ia sangat senang bisa duduk sedekat ini dengan Arya.
“Tidak, saya tidak nangis. Lagian kamu kenapa ada di sini? Bukannya kerjaanmu lagi numpuk di kantor?” tanya Arya berusaha mengalihkannya.
“Saat ini bukanlah waktunya kita membahas masalah pekerjaan, Tuan. Tapi ini waktunya saya menjadi teman curhatan Tuan, karena saya tahu saat ini Tuan sangat-sangat membutuhkan sosok teman yang mau menerima dan mendengar semua cerita Tuan” jawab Nadha.
Semua perkataan Nadha itu lagi dan lagi membuat hati Arya sedikit tersentuh. Lalu Nadha melemparkan batu-batu kecil ke arah danau hingga Arya yang ada di dekatnya pun menatap Nadha dengan kebingungan.
“Arrghh... Aku benci keadaan ini, aku ingin hidup bebas dan juga bahagia. Bisakah Engkau berikan aku petunjuk terbaik-Mu agar aku bisa meneruskan langkah ini...” Nadha berteriak kencang sambil meluapkan emosinya.
Arya merasa bahwa saat ini wajah Nadha terlihat sangat cantik membuatnya tersenyum. Lalu ia juga ikut melempar batu-batu kerikil ke dalam danau sambil berteriak mengikuti Nadha. Sampai akhirnya mereka berdua berlomba-lomba meluapkan perasaannya hingga membuat keduanya saling menatap satu sama lain, dan kemudian tertawa lepas.
“Yes, berhasil. Tinggal selangkah lagi Nadha, ayo... Kamu pasti bisa menjadikan Tuan Arya menjadi milikmu sepenuhnya haha...” gumam Nadha di dalam hatinya sambil tertawa.
Hampir 2 jam mereka menghabiskan waktu bersama sampai-sampai mereka berdua lupa jika ini adalah jam makan siang.
“Ya ampun, sudah masuk jam makan siang. Bagaimana jika kita makan bersama?” tawar Arya sambil menatap Nadha.
__ADS_1
Nadha yang mendengar itu terkejut, tapi dia harus bersikap netral agar tidak membuat Arya curiga dan berpura-pura menolak tawaran Arya, “Akhh... Tidak perlu Tuan, saya bisa makan sendiri kok. Lagian tidak enak jika saya yang hanya Sekretarus ini makan bareng Bos. Nanti banyak yang menggosip jika saya berusaha mendekati Tuan karena Tuan adalah Bos”
“Tidak perlu pedulikan kata orang, anggap saja ini adalah hadiah untukmu karena kamu sudah bisa menghibur saya yang sedang galau ini hemm...” Arya tertawa kecil yang semakin membuat Nadha besar kepala.
“Baiklah, jika Tuan memaksa. Saya akan ikut dengan Tuan, tapi bisakah hadiahnya diganti dengan gajiku yang double saja Tuan hehe...” canda Nadha yang membuat Arya tanpa sengaja mengusap kepala Nadha.
“Tenang saja, hadiah untukmu sudah aku siapkan dan aku pastikan bukan hanya makan bersamaku. Tetapi juga gaji double untukmu yang sudah menunggu akhir bulan ini hehe...” canda balik Arya.
“Wah... Se-serius Tuan? Saya kira Tuan akan marah jika saja berbicara seperti itu. Padahal niat saya hanya bercanda loh, tapi Tuan malah mengabulkannya hehe... Alhamdulillah rezeki anak cantik” jawab Nadha sambil tertawa.
“Kamu ini bisa saja membuatku tertawa, sudahlah... Ayo kita makan, aku sudah sangat lapar” ucap Arya sambil berdiri dan juga membersihkan bokongnya.
Namun saat Nadha mau berdiri, Arya dengan sigapnya membantu Nada. Kini Nadha benar-benar sangat yakin dan juga percaya diri jika tujuannya sebentar lagi akan segera tercapai. Kemudian mereka jalan berdampingan menuju parkir mobil yang mana mereka mau pergi ke suatu restoran untuk makan siang bersama.
Sedangkan Ipul yang melihat meja kerja Nadha kosong membuatnya bertanya-tanya, “Kemana gadis itu? Tumben sekali tidak ada di mejanya, biasanya selalu duduk di sana”
“Aisshh... Sudahlah, lebih baik aku makan siang dulu lagian Arya juga sepertinya lagi pergi. Semoga saja dia tidak kenapa-kenapa di jalan dan mungkin besok aku harus segera kembali berbicara dengan Arya supaya hubungan persahabatan kami bisa kembali membaik”
Ipul bergumam di dalam hatinya, lalu ia pergi ke arah kantin kantor untuk segera mengisi perutnya yang dari tadi sudah memanggilnya dan meminta jatah makanan lezat.
...*...
...*...
Setelah selesai jam makan siang, Arya dan Nadha pun kembali ke kantor lalu berpapasan dengan Ipul yang baru saja ingin masuk ke dalam ruangannya. Tetapi Ipul langsung segera masuk ke ruangan dan mengintip dari dalam dengan wajah penuh penasaran.
“Kenapa mereka bisa kembali ke kantor bersamaan seperti itu? Bukannya tadi Arya pergi entah kemana sendirian, lalu kenapa sekarang Arya bisa bersama Nadha?”
“Lalu kenapa mereka terlihat sangat akrab dan juga bahagia? Ada apa ini? Apakah aku ketinggalan berita atau sesuatu? Terus juga bukannya Arya sangat mencintai guru itu ya, jadi kenapa dia secepat ini berpaling sih...” Ipul berbicara di dalam hatinya dengan wajah penuh penyelidikan.
“Terima kasih Tuan atas makan siangnya, saya tidak akan pernah melupakannya. Jarang-jarang loh saya bisa makan bersama atasan seperti ini hehe...” ucap Nadha dengan perasaan senang.
__ADS_1
“Sama-sama... Saya juga terima kasih karena kamu, saya bisa kembali tersenyum seperti ini jadi beban saya sedikit berkurang. Semoga saja Ipul bisa segera memaafkan kesalahan saya yang sudah fatal itu” ucap Arya.
“Amin... Ya sudah saya kembali bekerja ya Tuan karena saya harus pulang cepat, ada sesuatu yang mendadak” ucap Nadha yang diangguki oleh Arya, lalu ia masuk ke dalam ruangannya.
Kini Nadha pun kembali bekerja. Sedangkan Ipul yang masih mengintip dengan perlahan menutup pintunya agar tidak menimbulkan suara. Ipul berjaln ke arah kursinya sambil berbicara kecil.
“Oh jadi tadi mereka pergi bersama untuk makan siang? Hem... Bagus deh, semoga saja Arya bisa segera melupakan cinta pertamanya. Lagian juga aku lihat-lihat Nadha itu wanita yang baik kok?”
“Jadi tidak salah kan jika mereka bisa saling dekat, siapa tahu saja mereka cocok. Sudahlah, besok aku haru tetap bicara kepada Arya dan juga meminta maaf kepadanya karena sudah mendiami bahkan bersikap dingin seperti tadi”
Setelah itu Ipul kembali mengerjakan tugasnya dengan sangat fokus. Sampai jam pulang pun tiba, semua karyawan langsung pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Arya dan Ipul mereka pulang dengan kendaraannya masing-masing. Namun kalau Nadha, ia pulang menggunakan taksi karena ia belum memiliki kendaraan pribadi untuk dirinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊
Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆
Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳
Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗
Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗
Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰
Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1