Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kakek Iram Danny Addison


__ADS_3

Ya, walaupun umur Chika terbilang sudah tua tetapi sikapnya masih seperti anak muda akibat hampir seumur hidupnya di habiskan di dalam sel yang di rancang khusus untuknya oleh Alex agar bisa selalu menyiksanya dengan puas.


Sasya pun pergi dengan diantar oleh Alex ke depan mesnya, sehingga saat Sasya sudah masuk ke dalam Alex baru kembali pulang dengan perasaan yang cukup lega. Dimana Alex akan segera mengurus semuanya ke Indonesia untuk segera menemui Abah Toni.


...*...


...*...


Di sebuah rumah yang sangat besar dan juga mewah kini telah kedatangan bocah yang sangat dingin, dan juga datar. Siapa lagi jika bukan Lukas.


Semua pria berotot besar menundukkan kepalanya kepada bocah dibawah umur, bahkan mereka sangat menghormati Lukas yang mana Lukas hanya bisa berjalan memasuki rumah.


Namun, ketika baru saja Lukas ingin pergi ke arah belakang tiba-tiba saja seseorang menghentikan langkah kakinya. Lukas langsung menoleh ke arah sofa dimana ada seorang pria duduk di sofa sambil membelakanginya hingga hanya terlihat rambutnya yang mulai memutih.


"Masih ingat jalan pulang? Aku kira kau sudah melupakan pria tua yang bau tanah ini, jadi kau tidak akan pernah kembali lagi ke sini!!" Celetuk pria tersebut sambil menonton televisi dengan keadaan kaki yang saling menompang satu sama lain.


Lukas langsung berjalan mendekati pria tersebut sambil duduk di sampingnya dengan menatap wajahnya yang masih menatap layar di depannya.


"Kenapa Kakek berbicara seperti itu? Apakah Kakek sudah bosan memiliki cucu sepertiku?" Ucap Lukas dengan serius.


Pria itu menoleh dengan wajah datarnya sambil menatap Lukas dan berkata, "Bosan kau bilang? Harusnya kau bersyukur memiliki Kakek sepertiku, meskipun aku terlihat menyeramkan tetapi hatiku sangatlah baik!"

__ADS_1


"Yayaya.. terserah Kakek Iram saja, lalu dimana Nenek Mona?" Ucap Lukas sambil melirik ke seluruh penjuru rumah.


"Nenekmu biasa lagi menyiram bunga kesayangannya di belakang, nanti juga ke sini" Jawab Kakek Iram yang kembali fokus menonton drama kesukaannya. Lukas yang mendengar itu pun langsung menganggukkan kepalanya serta langsung memakan camilan yang ada dimeja tanpa permisi.


Kakek Iram yang melihat tingkah Lukas hanya bisa menggelengkan kepalanya, dimana Lukas memang terlihat sangat cuek darinya tetapi hatinya benar-benar bagaikan ksatria.


Iram Danny Addison adalah mantan seorang Mafia yang saat ini sudah menjadi pengusaha bahan tambang dengan usia 70 tahun. Dimana dia hanya memiliki seorang istri bernama Mona Ariadne Addison berusia 68 tahun.


Mereka hanya tinggal berdua saja di rumah yang besar ini karena semua keluarganya tewas akibat suatu kecelakaan. Lukas bertemu dengan Kakek Iram karena pada saat itu Lukas mencoba menolong Kakek Iram yang sedang di kejar oleh beberapa pria bertubuh besar.


Kakek Iram memiliki keterlibatan masalah pembagian hak antara dirinya dan juga seorang Mafia karena pada saat itu Kakek Iram telah membohongi seorang Mafia kejam bernama Alex ketua dari Golden Fangs, Lukas memang belum tahu semua alasan dibalik kejadian tersebut yang membuat nyawa Kakek Iram serta Nenek Mona terancam sampai detik ini.


Tapi, untungnya ada Lukas yang sudah berhasil melawan semua pria bertubuh besar itu dengan segala kelincahannya dan juga kekuatan fisiknya. Belum lgi Lukas sangat pandai dalam menyembunyikan identitas Kakek Iram dan juga Nenek Mona sampai membuat Alex pun terkecoh dan tidak bisa menemukannya.


Tepat di hari Minggu, Lukas sedang bersepeda menikmati pagi yang begitu cerah. Ketika Lukas mencoba melewati sebuah jalan yang sedikit sepi, tiba-tiba saja matanya melirik ke arah mobil di mana mobil itu adalah mobil milik Kakek Iram yang sedang di gedor-gedor oleh beberapa orang bertubuh besar.


"Cepat buka pintunya Tuan Iram, atau aku akan memecahkan kaca mobilmu!!" Pekik seorang pria bertubuh besar.


Kakek Iram benar-benar sangat takut ketika teror untuknya selalu saja muncul, sampai dia tidak bisa hidup tenang hanya karena kesalahannya sendiri yang telah mencoba mengkhianati Alex selaku King Mafia Golden Fans.


"Ada apa itu? Kenapa orang itu menggedor kaca mobil sampai seperti itu? Jangan bilang kalau mereka itu dalah perampok? Astaga, aku tidak bisa membiarkan semua ini. Pokonya aku harus segera menolonhnya, tapi bagaimana mungkin aku bisa melawan 5 orang sekaligus? Apa lagi tubuh mereka sangat besar dariku?"

__ADS_1


"Hem.. sepertinya aku harus mencari sesuatu untuk berjaga-jaga, ahaaa.. itu ada balok kayu. Aku gunakan itu saja, setidaknya balok ini bisa melindungi diriku dari hantaman tangan mereka hihi.."


Lukas bergumam didalam hatinya yang langsung menuruni sepedanya, kemudian berjalan mengambil balok kayu tersebut dan mendekati mereka semua.


"Heeeiii... menjauhlah dari mobil itu atau aku akan memberikan pelajaran pada kalian!!" Teriak Lukas yang membuat semuanya pun menoleh ke arah anak kecil yang sedang membawa balok kayu.


"Si-siapa a-anak itu? Ke-kenapa dia ma-mau menolongku? Astaga, menjauhlah Nak.. jangan sampai kau mati di tangan mereka. Lagian juga Iram, Iram.. kenapa kamu nekal sekali bermain apa dengan Tuan Alex sih!!"


"Harusnya kau itu bersyukur sudah di tolong olehnya tetapi kenapa keserakahanmu itu malah datang di saat yang tidak tepat. Sehingga kau melewati batasan yang sudah di tentukan dan nyawamu berada di tangannya!"


Kakek Iram berbicara di dalam hatinya yang mana didalam mobil hanya ada sopir, karena beberapa bodyguardnya sudah tergeletak di jalan hingga akhirnya ke-5 bodyguard Alex berhasil menghentikan laju mobil Kakek Iram.


"Astaga Tuan, bagaimana ini nyawa anak itu pasti berada di dalam bahaya. Sebenarnya ini ada apa sih Tuan? Kenapa Tuan sering banget di teror kaya begini, memangnya apa yang sudah Tuan lakukan pada mereka?"


Sang sopir bertanya dengan wajah cemasnya sambil menoleh ke arahnya dan kembali menatap ke arah Lukas yang sedang melawan satu persatu bodyguard Alex.


Kakek Iram hanya bisa terdiam tanpa mengucapkan satu kata pun karena jika dia mengatakannya maka sopir itu pun akan merasa ketakutan, begitu juga dengan sang istri yang terus menanyakan hal yang sama. Namun, berulang kali Kakek Iram malah menjawab pertanyaan Nenek Mona dengan alasan jika itu adalah salah satu kolega bisnisnya yang iri padanya.


Seketika keadaan saat ini begitu tegang dimana mata Kakek Iram hanya terfokus pada Lukas, Kakek Iram melihat betapa hebatnya bocah sekecil Lukas bisa melumpuhkan 4 bodyguard tanpa ampun. Dan kini hanya tinggal 1 bodyguard yang belum berhasil Lukas lumpuhkan.


Bahkan Lukas malah kecolongan yang mana membut tubuh mungil Lukas pun langsung di peluk olehnya, Lukas memberontak sekuat tenaga tapi hasilnya nihil.

__ADS_1


Sehingga Kakek Iram yang melihat adanya peluang langsung mencoba keluar dari mobil dengan perlahan dan langsung memukul punggung bodyguard tersebut dengan keras yang mengakibatkan bodyguard itu terjatuh tak berdaya.


Lukas segera di tarik oleh Kakek Iram untuk memasuki mobil, kemudian dengan cepat sang sopir melajukan mobilnya ubtuk meninggalkan beberapa bodyguard yang sudah terkapar tak berdaya.


__ADS_2