
Hana menggenggam tangan Brian sambil menatapnya dengan tersenyum.
“Kenapa kamu menangis? Apa kata-kataku ada yang membuatmu sakit? Hiks... ma-maaf sayang, maaf. Aku tidak mau lagi membuatmu menangis karena kesalahanku” ucap Brian.
“Tidak Mas, Hana menangis karena Hana bahagia melihat Mas Brian bisa berubah seperti ini. Mas tahu tidak, kebahagiaan Hana hari ini benar-benar berlipat ganda. Hana sudah kembali pulang, bahkan Hana sedang hamil anak kembar, lalu di tambah dengan suami Hana yang sudah berubah menjadi seorang pangeran tampan untuk Hana hehe...”
Hana tertawa sambil menangis dengan mencoba menggoda Brian.
“Aishh... sayang, jangan seperti itu aku malu tahu” rengek Brian dengan wajah memerahnya serta sedikit menundukkan kepalanya.
“Cie... Mas Brian malu ya, ayo dong jangan malu heum... kan Hana benar. Mas itu adalah pangeran tampan Hana dan Hana adalah bidadari untuk Mas hehe...” saut Hana yang terus menjahili Brian.
“Yakk... sayang, kamu benar-benar membuat aku salah tingkah ya awas kamu lihat ini haha... terimalah hukumanmu sayang heum... berani ya kamu menggoda suamimu ini” ucap Brian sambil menggelitiki Hana.
“Haha... aduh Mas geli loh, haha... sudah-sudah Hana tidak kuat menahannya haha...” Hana terus tertawa karena ulah Brian yang terus menggelitiki badan Hana yang membuatnya sedikit meliuk-liukkan tubuhnya ke sana ke sini.
Kemudian Brian berdiri sambil terus menggelitiki Hana, sampai akhirnya Brian terhenti saat wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Hana yang hanya berjarak 2 cm.
“Ma-mas Brian...” ucap Hana dengan suara gugupnya sambil menatap mata Brian.
“Sungguh, aku benar-benar bisa gila jika kamu pergi dariku. Dan aku tidak akan menyia-nyiakan ini lagi sayang” ucap Brian dengan tatapan wajah yang sangat serius.
“Ha-hana ti-tidak akan me-meninggalkan Mas Brian kok. Ha-hana kan sa-sangat men...” ucapan Hana terhenti saat bibir Brian membungkam mulut Hana dengan sangat lembut.
Hana yang tersontak kaget membolakan matanya, kemudian ia mulai memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Brian dengan sangat menikmati.
Setelah Brian selesai dengan aksinya, ia langsung melepaskan luma*tannya lalu menatap manik mata Hana dengan sangat dalam.
“I love you so much baby... Kamu adalah wanita terhebat yang pernah aku temui. Mulai detik ini aku akan selalu membuatmu serta anak-anak kita bahagia. Dan kita akan memulai kembali untuk membangun keluarga kecil yang penuh cinta”
“Terima kasih sayang, selama ini kamu telah sabar menghadapi semua sifat burukku, dan kamu masih tetap bertahan demi berjuang mempertahankan cintamu yang pada saat itu belum terbalaskan. Tapi saat ini, cintamu sudah terbalaskan sayang”
“Aku Brian Adijaya telah mencintai Hana Renata dengan segenap jiwa ragaku dan akan selalu membuatnya tersenyum bahkan hanya akan ada tangis kebahagiaan. Apakah kamu mau memulai semuanya kembali denganku, heum...?”
__ADS_1
Brian mengutarakan perasaannya kepada Hana sambil mencium bibir Hana sekilas. Betapa terkejutnya Hana saat tahu kalu cintanya selama ini tidak sia-sia. Bahkan ini adalah hari di mana Hana sudah tunggu sejak lama supaya cintanya terbalaskan.
Saat ini Hana hanya bisa terdiam membisu serta meneteskan air mata, ia belum sanggup untuk menjawab pertanyaan Brian karena Hana masih sangat syok dengan kejadian yang sangat langka ini.
Brian yang sadar jika Hana butuh waktu untuk menjawabnya, ia mengurungkan niatnya untuk memeluk Hana agar membuatnya lebih sedikit tenang.
Entah kenapa kini Hana melepaskan pelukan Brian kemudian ia memegang rahang Brian sambil melu*matnya dengan sangat lembut. Hana lampiaskan semua perasaannya dengan luma*tan tersebut.
Brian hanya menikmati sentuhan dari sang istri yang menurutnya benar-benar sangat di luar batas. Karena selama ini Hana tidak pernah memulainya lebih dulu.
Namun, ini benar-benar berbeda untuk Brian. Setelah selesai dengan aksinya Hana menyudahi semuanya dengan perasaan malu sambil sedikit membuang mukanya.
“Manis hehe..., kenapa? kamu malu sayang? Kamu belum jawab pertanyaanku loh, malah bukannya menjawabnya kamu malahan menyosor aku kaya soang haha...” Brian tertawa sambil meledek Hana yang wajahnya semakin memerah.
“Mas Brian, ish... dasar menyebalkan” saut Hana sambil memonyongkan mulutnya seraya dengan orang sedang mengambek.
Brian yang sangat gemas dengan tingkah Hana hanya bisa tertawa bahkan beberapa kali Brian mencium bibir Hana.
“Tidak perlu Mas... Cinta untuk Mas Brian tidak pernah pudar sedikit pun. Bahkan cinta itu malah semakin bertambah setiap harinya. Dan Hana mau kok memulai semuanya kembali bersama Mas Brian. Hal ini karena Hana Renata masih sangat mencintai Mas Brian Adijaya dengan segenap hati dan jiwa raga ini. Hana akan selalu mendampingi Mas Brian dalam keadaan susah mau pun senang. Hana tidak akan meninggalkan Mas Brian kecuali maut yang memisahkan kita” ucap Hana sambil mengutarakan semua perasaannya kepada Brian.
Brian yang mendengarnya pun langsung meneteskan air mata bahagianya serta memeluk Hana. Dan akhirnya tumpahlah air mata Brian di pelukan sang istri.
Dengan perlahan Hana membuat Brian agar bisa lebih tenang lagi dan tidak terus menerus untuk menyalahkan dirinya sendiri.
Karena semua adalah takdir dari Yang Maha Kuasa, serta cobaan yang Allah kasih untuk mereka agar mereka bisa mengetahui perasaan mereka masing-masing.
Dengan adanya cobaan inilah mereka bisa mengutarakan perasaannya satu sama lain yang kelak akan menjadi sebuah kebahagiaan di dalam keluarga kecil Brian dan Hana ke depannya.
...*...
...*...
...*...
__ADS_1
...*...
Kini, tibalah saat dimana Hana sudah di nyatakan sembuh oleh sang dokter dan di perbolehkan untuk pulang ke rumah.
Keluarga Brian dan Hana telah sibuk untuk mempersiapkan acara 7 bulanan Hana, jadi mereka tidak bisa menjemput Hana di rumah sakit. Hanya Brian yang selalu menemani Hana setiap harinya, sedangkan Qisya dia begitu rajin untuk berangkat ke sekolah karena sang Bunda ingin kelak Qisya menjadi anak yang bisa membanggakan keluarga dengan hasil nilai-nilai bagusnya.
Selangkah demi selangkah Brian membantu menuntun Hana untuk berjalan dan memasuki mobil. Tak lupa Brian memakaikan sabuk pengaman kepada Hana dengan sangat perhatian.
Tampak terlihat jelas di wajah Hana, betapa bahagianya ia bisa merasakan perhatian-perhatian bahkan keromantisan dari seorang Brian yang bersikap dingin.
Sepanjang jalan Hana selalu tersenyum semringah menatap wajah Brian, tidak menyangka waktu yang selama ini ia pikir tidak akan pernah terjadi kini malah jauh di luar dugaannya.
Bahkan Brian sendiri selalu tidak mau sedikit pun berjauhan dengan Hana, sampai-sampai waktu masih di rumah sakit saat Hana ingin ke kamar mandi pun Brian selalu menemaninya. Meskipun, Hana menyuruhnya untuk menunggu di depan kamar mandi saja tapi Brian tetap memaksa untuk masuk supaya bisa memastikan jika Hana dan anak kembarnya semua baik-baik saja.
Di pertengahan jalan, saat posisi mobil Brian sedang berada di kemacetan tanpa sengaja Hana melihat adanya warung seblak di pinggir jalan yang begitu menggodanya. Bahkan Hana beberapa kali menelan air liurnya saat mencium aroma-aroma bumbu tersebut.
Kemudian Hana menengok ke arah Brian sambil berkata “Mas... Aku mau itu ya” tunjuk Hana pada warung kecil.
Brian yang sedang fokus menatap ke arah depan kini menjadi mengikuti arahan dari Hana, dan betapa terkejutnya Brian saat tahu Hana sedang menunjuk warung kecil, sempit, kumuh bahkan tidak layak untuk dipandang oleh mata Brian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wahh... Ternyata sudah 3 bab yang Author up hari ini 😃😃😃
Kalau begitu sampai sini dulu cerita untuk hari ini semua... 😁😁😁
Semoga kalian menikmatinya dan juga menyukai jalan ceritanya 🥰🥰🥰
Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1