Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Aku Akan Mentrasfer


__ADS_3

Sasya berbicara dengan kesal yang tanpa sadar membuat Alex tersenyum, yang mana sepertinya Sasya telah membuka peluang atau memberikan kode keras agar Alex bisa lebih peka serta berjuang lagi untuk mendapatkan cintanya.


"Oh jadi kau lebih suka pria sepertiku yang selalu mengejarmu hanya demi mendapatkan cintamu, begitukah maksudmu? Hem.." ucap Alex dengan nada menggoda yang membuat Sasya langsung kembali memerah.


"Ti-tidak, aku tidak berbicara seperti itu. Jadi jangan geer paham! Dahlah ayo.. aku mau ikut kamu pergi ke New York" ujar Sasya dengan wajah kesalnya yang mana terlihat seperti mengumpeti wajah malunya.


"Hem.. baiklah kau boleh ikut, tapi jangan lupa bayar tikernya" jawab Alex dengan datar yang mana malah berhasil membuat Sasya semakin geram.


"Yaaakkk.. kau ini jadi pria pelit banget sih, hah! Kamu itu bukannya orang kaya ya, masa ia perhitungan banget sih sama wanita. Jika tidak terpaksa juga aku tidak akan mau pergi bersamamu seperti ini, huhh.. baiklah berapa harga tiketnya aku akan mentransfer ke nomer rekeningmu. Cepat sebutkan?!"


Sasya yang sudah sangat kesal langsung mengambil ponselnya dari tas kecilnya serta membuka rekening, yang mana Alex malah langsung berbalik serta berjalan meninggalkan Sasya dengan wajah cengonya.


"Mari ikut aku" ucap Alex sambil berjalan memasuki pintu masuk yang mana harus melewati beberapa pemeriksaan.

__ADS_1


"Heii.. berapa nomor rekeningnya, sebutkan biar aku segera mentransfer biayanya sekarang. Aku tidak mau memiliki hutang pada siapa pun" sahut Sasya sambil berlari kecil melewati beberapa bodyguard dan saat ini sudah berada di samping Alex serta menyeimbangi langkah kakinya.


"Sudahlah aku cuman bercanda, lagian juga itu pesawatmu jadi buat apa membayarnya" jawab Alex dengan nada dinginnya yang mana malah buat Sasya menjadi bingung.


"Pesawatku? Maksudnya bagimana?" ucap Sasya sambil berjalan di samping Alex.


"Ya kan sebentar lagi, kau akan menjadi istriku jadi apa yang aku punya semuanya adalah milikmu" jawab Alex tanpa menoleh ke arah Sasya.


"Yaaaak.. ja-jangan geer ya. Sudahlah ayo cepat aku ingin pulang untuk menemui Ayahku" ujar Sasya sambil mengalihkan pembicaraan Alex.


"Ayahmu sakit? Ma-maksudmu Tuan Brian sedang sakit?" tanya Alex dengan suara yang dibuat terbata-bata.


"Ya iyalah, memangnya Ayahku siapa lagi kalau bukan Ayah Brian hahh.. kau kira Bundaku menikh lagi, dasar pria menyebalkan!!" pekik Sasya dengan emosi smbil memukul dada bidang Alex yang mana membuat Alex tersenyum dan menahan kedua tangan Sasya.

__ADS_1


"Yakkk.. jangan sentuh aku!" sambung Sasya yang kini langsung melepaskan tangannya dari genggaman Alex dengan wajah merah merona.


"Ma-maaf, ya sudah ayo kita naik" ucap Alex dengan segala salah tingkahnya lantaran tangannya yang selama ini tidak pernah bersentuhan dengan seorang wanita.


Sasya yang sudah tidak bisa mengontrol malunya langsung saja menaiki tangga pesawat mendahului Alex, yang mana Alex pun mengikuti di belakangnya dengan wajah tersenyum sendiri.


"Astaga, beginikah rasanya bersentuhan dengan seorang wanita? Heum.. mana wanginya bikin candu lagi" gumam Alex sambil mencium tangannya sendiri.


Pinjai yang berada di belakang Alex melihat gerak-gerik Alex membuat diri Pinjai merasa senang, lantaran baru kali ini Pinjai bisa melihat Alex tersenyum bahagia hanya karena habis memegang tangan seorang wanita.


"Huhh.. aku yakin pasti saat ini dia tidak akan mau mencuci tangannya sampai 1 bulan, apa lagi dia habis memegang tangan gadis kecilnya bisa-bisa tangannya bisa di musiumin kali ya hahah.." gumam Alex di dalam hatinya sambil tersenyum.


Kini, semua berjalan memasuki pesawat serta menempati tempat duduknya masing-masing yang mana Alex dan Sasya duduk saling bersebrangan.

__ADS_1


Alex di sebrang sebelah kanan dan Sasya di sebelah kiri. Sedangkan Pinjai dan pada bodyguard duduk di belakang mereka dengan menempati tempat duduknya masing-masing.


Sampai seketika tak lama pesawat pun lepas landas meninggalkan kota Los Angeles menuju New York. Yang mana sebentar lagi Sasya akan bisa ketemu dengan keluarganya yang sudah ia nantikan agar bisa melihat kondisi sang Ayah.


__ADS_2