
"Aduh Tuan... Tuan... ulahmu itu malah akan membuat mereka berdua menjadi semakin ketakutan tau...” gumam Pinjai di dalam hati sambil ia menepuk-nepuk keningnya.
Pinjai merasa frustrasi saat melihat Alex bagaikan seorang murid baru yang ikut bergabung dengan rasa percaya dirinya yang sangat tinggi hingga pada akhirnya tidak sesuai dengan ekspetasinya. Alex tersenyum lebar sambil dia duduk tepat di tengah antara Sasya dan Ash.
“Oh ya... aku sampai lupa, ini ada hadiah untukmu” ucap Alex yang menunjukkan sederetan giginya sambil memberikan paper bag kecil tersebut kepada Sasya.
“Tu-Tuan tidak apa-apa kan? A-apa Tuan salah makan? A-atau Tuan salah minum obat? Soalnya yang aku tahu keadaan Tuan terakhir kali baik-baik saja kok, jadi kenapa Tuan kembali lagi ke sini dengan wajah yang baru” ujar Sasya yang malah semakin di buat bingung saat ia melihat sikap aneh Alex hari ini dengan tangan Sasya tanpa sadar menerima paper bag tersebut.
“Sudah jangan banyak tanya, aku tidak apa-apa kok hehehe... mendingan kamu buka saja hadiah dariku ini, pasti kamu suka kok...” sahut Alex yang tidak ada henti-hentinya menunjukkan sederetan giginya.
“Astaga Tuan... tutuplah mulutmu itu... aku menyuruhmu untuk bersikap manis, bukan malah jadi model iklan popsodent seperti ini ugh...” gumam Pinjai di dalam hatinya yang sudah sangat kesal dan ia juga sedikit emosi melihat Tuannya.
Jika saja Alex bukanlah Tuan sekaligus saudara bagi Pinjai, mungkin dia sudah mengarahkan pistol kesayangannya itu dan menarik pelatuknya itu tepat ke arah gigi-gigi Alex yang dari tadi serasa ingin Pinjai hancurkan begitu saja.
Sasya perlahan membuka dan melihat isi yang ada di dalam paper bag dengan sangat hati-hati. Entah mengapa Sasya yang melihat sifat Alex seperti ini malah membuatnya sangat curiga, tetapi kini ia kecurigaannya telah menghilang karena Sasya sudah berhasil melihat apa isi di dalam paper bag tersebut.
Ternyata isi paper bag yang Alex berikan kepada Sasya itu adalah sebuah ponsel keluaran terbaru yang begitu cantik dan juga mahal. Bahkan ponsel itu membuat kedua mata Ash hampir saja copot.
“I-itu kan po-ponsel A-apel ke-keluaran terbaru...” ujar Ash sambil terbata-bata karena keterkejutannya saat dia melihat ponsel yang sangat canggih, sedangkan Alex hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
“Ini a-apa maksudnya Tuan? Ke-kenapa Tu-Tuan memberikannya padaku” sahut Sasya dengan tampang polosnya yang penasaran.
“Itu sebagai gantinya karena ponselmu yang lama sudah rusak kan... jadi aku menggantinya deh hehehe...” jawab Alex yang tertawa namun terkesan suaranya begitu berat.
“Ta-tapi kan po-ponsel lamaku itu rusak bukan karenamu dan juga bukan Tuan penyebabnya, jadi kenapa Tuan sampai repot-repot menggantinya? Sudahlah... ini Tuan ambil saja lagi deh, kalau perlu berikan kepada yang membutuhkan"
__ADS_1
"Aku tidak butuh ponsel ini karena aku sudah memiliki ponselku sendiri” ucap Sasya tanpa jeda sambil ia memberikan ponsel itu kepada Alex, kemudian Sasya pergi begitu saja meninggalkan semua yang ada di sana dan Ash yang melihat Sasya pergi itu pun segera berlari untuk menyusulnya.
“Kenapa kamu tolak Kiss, bukannya itu ponsel mahal yaaa... aturan kamu ambil saja ponsel itu. Hitung-hitung itu hadiah karena kamu sudah merawatnya, Kiss. Sayang juga kan kalau di balikin mana itu bagus banget, aku saja yang melihat itu malah iri” ucap Ash dengan berjalan cepat di samping Sasya.
“Kalau kau mau ya sudah sana ambil... Bilang saja aku menerima ponsel itu dan di kasihkan padamu, bereskan! Dahlah... jangan ikuti aku, aku mau sendiri” sahut Sasya dengan rasa kesalnya dan berlari meninggalkan Ash yang terdiam melihat Sasya dari jauh.
“Oh my gosh, itu anak kenapa sih setiap ketemu Tuan Alex atau membicarakan tentangnya pasti marah-marah enggak jelas. Padahal tadi kita ketawa-ketawa, apa jangan-jangan mereka beneran ada hubungan ya? Jika itu benar maka aku harus bagaimana ini..."
"Aku belum siap kehilangan Sasya, tapi aku belum bisa mengatakan perasaanku ini padanya karena aku ini masih takut dengan penolakannya yang nanti malah membuatku sangat galau dan hubungan persahabatan ini malah menjadi sangat asing”
Ash bergumam sangat kecil sambil dia menatap kepergian Sasya yang sudah tidak terlihat. Namun tak lama seorang suster mendekati Ash dan mengatakan jika dia telah di tunggu oleh dokter ahli untuk menemaninya melakukan operasi kecil. Mau tidak mau ya Ash harus tetap fokus dengan impiannya ini dan ia harus mengesampingkan masalah pribadinya yang entah sampai kapan akan selesai.
Sedangkan Alex, ia malah membanting paper bag itu yang untungnya ponsel itu masih tersegel aman dan Pinjai segera mengambilnya karena sayang dong... ponsel yang di beli hampir seharga 100 juta lenyap begitu saja tanpa di sentuh sedikit pun.
Ya maklum saja ya... Alex terlalu mudah menghamburkan uang sesuka hatinya, mungkin menurut Alex itu mencari uang sama seperti mencari daun yang bisa ia dapatkan dengan memetiknya.
“Aaaarrrgghhh... kenapa dia masih tetap menolakku!!! Padahal aku sudah semua mengikuti semua cara-caramu itu untuk bersikap manis padanya, tapi apa yang aku dapat sekarang? Tetap penolakan... dan aku benci penolakan!!!” pekik Alex dengan wajah marahnya.
Hal itu membuat Pinjai terlonjak kaget dan ia merasa sedikit ketakutan karena auranya Alex itu sungguh menyeramkan.
Kini mata Alex menoleh dan ia menatap Pinjai penuh ketajaman seolah-olah dia sedang meminta pertanggung jawaban dari Pinjai atas apa yang ia sarankan.
“A-apa? Ka-kau ma-mau menyalahkan aku? Ini bu-bukan salahku tapi salahmu sendiri, kenapa juga kamu tidak paham dengan maksudku” ucap Pinjai dengan terbata-bata akibat gugup dan juga ia di landa ketakutan.
“Kau bilang apa? Ini salahku? Hahaha... Dasar bod*doh!! Kau sendiri yang sudah menyarankan padaku agar aku bersikap manis kan... tetapi setelah aku berhasil meruntuhkan harga diriku yang tinggi ini untuk tersenyum mana balasannya, hah! Tetap penolakan!"
__ADS_1
"Apa sebenarnya kau itu tidak mau dan niat untuk membantu karena kau masih dendam saat kemarin aku menghukum dirimu hingga kau ngompol di celana?” sahut Alex tanpa jeda dan menekankan kata-katanya yang membuat sejumlah mata menatap ke arah mereka dan juga tertawa kecil.
Pinjai yang merasa begitu kesal dengan Alex karena ia sudah membuatnya malu, langsung menarik Alex dengan kasarnya menuju mobil mereka. Baru kali ini Alex merasa bahwa Pinjai bisa menjadi galak melebihi dirinya, bahkan mampu sedikit menyeret tubuh kekarnya sampai Pinjai menyuruh Alex masuk ke dalam mobil.
“Masukkk!!!!!!” tegas Pinjai yang mampu membuat Alex terdiam serta mengikuti arahannya.
Beberapa mafioso yang melihatnya pun terkejut, karena ini baru pertama kalinya mereka melihat Kingnya takluk dengan bawahannya. Meskipun mereka saudara tapi bagi semua mafioso mereka kalau 3 serangkai itu sangatlah pintar untuk memposisikan diri mereka kapan untuk pekerjaan dan persaudaraan. Akhirnya saat Alex sudah masuki mobilnya, Pinjai segera menutup pintunya sedikit keras sampai membuat Alex sedikit terkejut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1