Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Tingkah Lucu Tuan Ferry


__ADS_3

Hampir satu jam kurang Hana sudah berhasil membuatkan bubur untuk Brian dan Qisya dengan sangat cepat.


Sedangkan Brian sudah duduk di meja makan sambil menunggu bubur ayamnya siap. Tetapi, mata Brian selalu menatap sayur asem yang begitu menggoda.


Hana lalu membawa 2 mangkok bubur ayam ke meja makan dan meletakannya di depan Brian dan Qisya.


Namun, dengan langkah cepat Brian langsung mengambil nasi dan meletakkan semua lauk serta sayur asem ke dalam piringnya bahkan tak lupa dengan sambalnya.


Brian makan dengan sangat lahap membuat semua orang yang ada di sana tercengang.


“Mas itu bubur ayamnya, kenapa makan sayur asem?” tanya Hana dengan wajah yang kembali kesal.


“Aku tidak minta, aku mintanya sayur asem” jawab Brian dengan mulut yang sedikit penuh.


Seketika Hana terduduk dengan keadaan mengelus dadanya.


Sedangkan Tuan Ferry yang melihat tingkah Brian benar-benar di buat sangat pusing.


“Di-dia benar kan anakku? Lalu, kenapa tingkahnya aneh sekali ?” ucap Tuan Ferry di dalam hatinya sambil menatap cara makan Brian.


Lalu, Nyonya Syifa hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menahan tawanya agar tidak kembali membuat Hana merasa semakin kesal.


Sedangkan Qisya, ia sedang asyik menikmati bubur ayam kesukaannya hasil buatan sang Bunda.


Dengan hitungan menit Brian berhasil menghabiskan 1 piring kemudian dilanjutkan dengan piring keduanya alias menambah.


“Sudah jangan lihatin Brian, biarkan dia makan yang banyak. Hoya Papah kan belum pernah nyobain sayur asem kan, jadi sekarang Papah cobain ya...” ucap Nyonya Syifa sambil mengisi semuanya di dalam piring sang suami.


Dengan perlahan Tuan Ferry memasukkan satu suapan sendok ke dalam mulutnya. Dan akhirnya dia langsung mengambil air putih, lalu meminumnya sangat cepat.


Glek ! ...


Glek ! ...


“Ya ampun... Mamah masak sayur apaan sih ini. Kenapa rasanya seperti sayur basi?” ucap Tuan Ferry dengan wajah bingungnya.


“Papah, ini itu namanya sayur asem jadi rasanya asam bukan basi. Ada-ada saja. Mana mungkin Mamah dan Hana memasak sayur basi untuk kalian” ucap Nyonya Syifa.


“Papah sama persis seperti Mas Brian saat pertama kali memakannya" ucap Hana sambil tertawa.


“Yakk.. Brian jangan di makan ini makanan basi, nanti perutmu bisa-bisa sakit” saut Tuan Ferry sambil merebut piring Brian.

__ADS_1


“Yakk.. Papah, apa-apaan sih. Ini tuh enak tahu, makannya kalau makan jangan di pisah. Lihat nih Brian makannya di campur jadi rasanya benar-benar enak. Sini balikkan piring Brian” rebut Brian dengan wajah kesalnya.


“Agi akan angan libut-libut anti kecelek mati gimana?” tanya Qisya seketika membuat semuanya menatapnya.


“Hehe... mangap” ucap Qisya sambil tertawa.


“Maaf sayang bukan mangap” ucap Hana membenarkan kata-kata Qisya yang masih berantakan.


Tuan Ferry yang begitu penasaran membuat ia melihat cara makan Brian kemudian diikuti, dan memakannya.


Namun, cara Tuan Ferry mencuil ikan asin sedikit kebesaran jadi membuat ia langsung mendorong nasi yang ada di mulutnya menggunakan air putih.


“Astaga, Mamah ini mau kawin lagi atau gimana sih. Kenapa ikannya asin banget, ini ngebumbui ikan atau ikannya nyemplung di kolam garam?” tanya Tuan Ferry dengan wajah kesalnya.


Hana dan Nyonya Syifa hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu Tuan Ferry yang baru pertama kali memakannya.


“Namana uga itan acin Opa, adi lcana acin Alo ikan anis tuh balu lcana anis aya Isa hehe...” ucap Qisya sambil tertawa.


“Sudahlah, Papah makan bubur saja. Ribet banget makan kaya gini. Sudah sayurnya basi, ikannya nyemplung kolam garem. Gimana bisa di makan coba” saut Tuan Ferry langsung memakan bubur yang tadinya untuk Brian kini di makan oleh Tuan Ferry saking sudah kesalnya.


Kini semua orang makan dengan keadaan sedikit terhibur dengan tingkah Tuan Ferry yang sangat lucu.


Bahkan Brian pun sudah selesai dengan makannya. 2 piring makanan habis tanpa sisa, bahkan Brian merasa sangat kenyang.


Lalu, Hana dan Nyonya Syifa seperti biasa membereskan meja makan. Ya meskipun di sana ada pembantu. Tapi masalah makan Nyonya Syifa selalu usahakan untuk memasaknya sendiri.


Setelah selesai dengan semuanya mereka berdua langsung menyusul yang lainnya untuk berkumpul di ruang keluarga.


“Bunda Isa mau mam diset” rengek Qisya sambil menatap Hana.


“Diset apaan sayang? Bunda tidak paham” ucap Hana dengan wajah bingungnya.


“Ituloh, sayang. Maksud Qisya dessert yang ada di kulkas” jawab Nyonya Syifa.


“Oalah itu... ya sudah Bunda ambilin dulu ya” ucap Hana yang ingin berdiri.


“Sayang, aku juga mau asinan buah-buah yang dingin pedas terus kecut” ucap Brian sambil memegang tangan Hana.


“Brian, kamu lagi sakit juga malah minta aneh-aneh. Sudah jangan di buatkan Hana, kamu ambilin dessert buat Qisya saja. Anak ini lama-lama semakin aneh saja mintanya” saut Tuan Ferry dengan nada kesalnya.


“Huaaa.. hiks.., Papah jahat. Brian cuman pengen makan asinan doang malah di marahin” rengek Brian sambil menangis tersendu-sendu yang malah membuat semuanya terkejut.

__ADS_1


“Ayah cengeng, aya anak kecil. Isa aja yang kecil ndak aya gitu” ucap Qisya sambil melihat tingkah Ayahnya.


“Ya ampun, tidak menyangka anakku bisa seperti ini saat ngidam hihi... biasanya perempuan yang seperti ini, tapi saat aku hamil Brian tidak sampai manja begini kok. Astaga Brian, anakmu benar-benar menyiksamu hihi... Makannya jangan macam-macam sama Hana, jadi di balaskan sama yang di dalam perut ” ucap Nyonya Syifa di dalam hatinya sambil tersenyum.


Tuan Ferry yang melihat istrinya senyum-senyum sendiri langsung menegurnya dengan berkata “Mamah, kenapa senyum-senyum seperti itu? Lihat itu anakmu, benar-benar bikin pusing saja. Kadang dingin, keras, lembut. Dan sekarang malah cengeng banget”


“Hehe... Papah lihat saja nanti, akan ada kejutan besar yang akan membuat Papah tersenyum sama seperti Mamah saat ini” jawab Nyonya Syifa.


Tuan Ferry yang benar-benar pusing langsung meninggalkan semuanya dan berjalan ke arah kamarnya.


Sedangkan Hana mencoba untuk menenangkan Brian yang tidak bisa di senggol sedikit pun.


“Ya Allah... Ada apa sih sama Mas Brian? Kenapa dia sensitif banget. Hana jadi bingung lama-lama ” ucap Hana di dalam hatinya.


Qisya yang sangat jenuh dengan sikap Ayahnya itu kembali fokus kepada mainannya dan asyik memainkannya sendiri.


Lalu, Nyonya Syifa yang tadi pergi ke dapur untuk mengambilkan dessert buat Qisya kini langsung menyuapi Qisya sambil bermain.


“Mas sudah dong, Hana pusing tahu bingung harus bagaimana lagi ngadepin sikap Mas yang seperti ini. Ya sudah iya, Hana bikinin asinan buah. Tapi Mas harus diam dulu ya...” ucap Hana.


“Hehe... oke. Ya sudah ayo cepat buatkan yang pedas terus kecut dan jangan lupa dingini ya biar segar” ucap Brian dengan penuh semangat sambil membayangkannya.


Hana hanya bisa menggelengkan kepalanya dan kemudian pergi meninggalkan semuanya menuju dapur.


“Qisya, lagi ngapain? Ayah ikutan main ya” ucap Brian penuh semangat.


Qisya langsung menatap Ayahnya penuh kebingungan “Ayah cudah ndak angis agi?” tanya Qisya.


“Enggak dong” jawab Brian sambil memainkan mainan Qisya.


Nyonya Syifa yang melihat mood Brian berubah-ubah hanya bisa tersenyum penuh arti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Cubby ini... 🤭🤭🤭


Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2