
“Aaaa... huh... huh... Kamu masih saja mikirin jatah, apa kamu enggak liat aku kesakitan begini hah!!” bentak Hana sambil kembali menarik baju Brian yang membuat ia mendekati wajah Hana.
“Tapi jatahku bagaimana sayang? Aku enggak mau kalau sampai kamu kurangin. Pokoknya jatahku harus ada setiap hari titik” ucap Brian.
“Setiap hari gundulmu! Kamu kira aku apaan hah, huh... huh... Kalau kamu mau jatah setiap hari nikah saja sana sama sapi” ucap Hana dan langsung melepaskan baju Brian dengan sedikit mendorongnya.
Sang dokter dan suster pun yang sedari tadi melihat keributan drama-drama mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya. Di saat seperti ini mereka malah sempat-sempatnya bertengkar bahkan membicarakan mengenai masalah jatah.
Hana dan Brian terus saja berdebat sampai akhirnya Hana mengeden dengan sangat kencang sambil kembali meremas paha Brian bahkan tanpa sengaja si Joni pun ikut teremas.
“Aaaaaa...” teriak keduanya dengan bersamaan yang membuat sang dokter dan suster kebingungan tetapi ia lebih fokus dengan bayi kedua mereka dari pada menanggapi keributan mereka.
“Huh... huh... huh...” Hana menarik nafas dengan penuh ngos-ngosan.
“Huaa... hiks... Si Joni kamu gapapa kan, kamu baik-baik saja kan di dalam” ucap Brian sambil menatap si Joni dari luar.
Oeekk... oeekk... oeekk...
Terdengarlah suara tangisan bayi kedua Hana dan Brian dengan sangat kencang.
Sang dokter yang telah berhasil mengeluarkan sang bayi pun kembali mengangkatnya sambil berkata.
“Alhamdulillah... Tuan, Nyonya, ini bayi kedua kalian perempuan” ucap sang dokter sambil tersenyum.
“Huuaa... hiks... putriku, Mas lihat dia” ucap Hana sambil menatap putrinya.
Brian yang masih merasakan ngilu pun hanya bisa berusaha tersenyum. Kemudian sang dokter pun kembali menyuruh sang suster untuk membersihkan bayi kedua Hana dan Brian.
Setelah selesai membersihkan Baby twins, kemudian suster memberikan Baby twins pertama untuk di gendong sambil di adzankan oleh Brian dan berganti dengan Baby twins kedua untuk kembali di adzankan oleh Brian.
Lalu, sang dokter pun menyuruh Brian untuk keluar terlebih dulu supaya ia bisa membersihkan tubuh Hana terlebih dahulu supaya bisa dipindahkan ke ruang inap.
Brian hanya bisa tersenyum kemudian ia berjalan dengan sedikit jegang yang malah membuat sang dokter menahan tawanya saat melihat cara jalan Brian.
Brian pun langsung keluar dari ruangan dengan wajah yang penuh kesakitan sambil berjalan layaknya seperti orang yang habis di sunat.
“Brian, bagaimana keadaan Hana dan Baby twins?” tanya Nyonya Syifa yang langsung mendekati Brian.
“Alhamdulillah, mereka semua selamat dan sehat Mah, cuman yang enggak sehat itu si Joni. Karena Hana sudah meremas si Joni dengan sangat kuat. Mamah tahu tidak, Brian di dalam tuh bukannya sebagai suami Hana tapi melainkan seperti samsat yang setiap Han kesakitan langsung menjambak, mencubit, bahkan sampai si Joni jadi korbannya juga” ucap Brian dengan sangat kesal.
Tuan Ferry dari tadi sedang memangku Qisya yang lagi tidur pun hanya bisa menahan tawanya saat mengerti apa yang Brian maksud.
__ADS_1
“Si Joni? Maksudnya bagaimana Mamah kurang paham? Apa di dalam ada seorang pria selain kamu?” tanya Nyonya Syifa dengan wajah penasaran.
“Joni itu ini loh Mah, Hana tadi meremasnya dengan sangat kuat yang membuat si Joni kesakitan” ucap Brian sambil menunjuk ke si Joni yang membuat Nyonya Syifa menatapnya.
Lalu, dengan hitungan detik pun akhirnya Nyonya Syifa tertawa dengan sangat puas. Nyonya Syifa kira mereka di dalam akan menjadi pasangan yang sangat romantis, tapi nyatanya malah jadi pasangan yang begitu lucu.
...*...
...*...
...*...
Di ruang rawat Hana
Semua orang sudah berkumpul di ruangan Hana sambil mengucapkan selamat kepada Hana dan Brian.
“Mas Brian maafin Hana ya, tadi sudah membuat si Joni ikutan merasakan kesakit” ucap Hana sambil menatap Brian dengan tersenyum.
“ Ya sudah, jangan di bahas lagi” ucap Brian sambil menahan malunya yang membuat Tuan Ferry dan Nyonya Syifa menahan tawanya.
“Prftttt...” Tuan Ferry dan Nyonya Syifa berusaha menahan tawanya yang malah membuat Brian semakin kesal.
“Terus!!.. Ketawa saja terus sampai puas” ucap Brian dengan nada jengkelnya yang malah membuat orang tuanya langsung tertawa karena sudah tidak kuat lagi menahannya
“Sayang, lihatlah mereka menertawaiku” rengek Brian sambil menatap Hana untuk meminta pembelaan.
“Prfttt... Su-sudah Mas, jangan marah-marah nanti cepat tua loh. Baru juga Baby twins lahir masa ia Ayahnya langsung ubanan saja” ucap Hana yang malah membuat Bria bertambah jengkel.
“Yakkk... Enggak istri, enggak orang tua sama saja. Kalian memang sukanya hanya menggodaku terus. Dahlah... Aku mau lihat anak-anakku dulu” ucap Brian yang langsung keluar dari kamar Hana menuju ruang bayi.
Di saat Brian keluar dari kamar Hana mereka pun tertawa bersamaan, sedangkan Qisya sudah tertidur sangat pulas karena kelelahan menangis.
Saat ini Baby twins belum bisa di bawa ke kamar Hana karena mereka harus di cek terlebih dahulu untuk memastikan kesehatan mereka agar hasil semuanya baik-baik saja, supaya keesokan paginya bisa langsung di bawa ke kamar Hana.
Brian yang melihat Baby twins dari kaca ruangan pun merasa sangat senang, bahkan tak terasa air matanya menetes begitu saja.
“Hai anak-anak Ayah, selamat datang di dunia sayang. Semoga kalian bisa tumbuh menjadi anak yang baik, sholeh dan sholehah serta bisa membanggakan semuanya, amin...” ucap Brian sambil mengusap kaca ruangan.
Di saat Brian sedang menatap kedua anaknya pun tanpa sepengetahuan Brian ternyata ada seseorang yang sedang mengawasi Brian.
“Hem... Ternyata bayi mereka sudah lahir. Dan kembar pula, bagus deh... aku akan lebih mudah lagi untuk menghancurkan keluarga mereka” ucap seseorang dengan pakaian serba hitamnya yang terlihat sangat kekar dan berotot.
__ADS_1
Kemudian, seseorang itu pun pergi meninggalkan Brian. Lalu, tak lama pun Brian kembali ke kamar Hana untuk beristirahat.
Saat Brian kembali masuk, Tuan Ferry dan Nyonya Syifa pun sudah tertidur di ruang tamu dengan beralaskan sofa kasur. Sedangkan Qisya tertidur di kamar Hana dengan sangat nyenyak.
Hana yang belum bisa tertidur ia malah asyik menonton televisi, dan saat melihat Brian masuk pun Hana langsung menatap Brian sambil berkata “Mas, dari mana saja?” tanya Hana.
“Aku habis lihat Baby twins sayang, mereka sangat lucu dengan tubuh mungilnya yang masih sangat merah membuat aku menjadi gemas. Ingin sekali malam ini secepatnya segera berlalu, supaya aku untuk bisa menggendong Baby twins” ucap Brian sambil duduk di kursi samping bangkar Hana.
“Aku juga sama, Mas. Ingin rasanya agar bisa memeluk mereka di pelukanku serta bisa menciumi wajah mungil mereka” ucap Hana sambil membayangkan sedang memeluk Baby twins.
Brian pun kemudian memegang tangan Hana yang sedikit membuat Hana terkejut “Ma-Mas mau apa?” tanya Hana dengan gugup saat melihat tangannya selalu diciumi oleh Brian.
“Sayang... Terima kasih banyak telah memberikanku malaikat-malaikat kecil yang sangat menggemaskan. Maaf selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu, tapi aku janji aku akan selalu menjaga kalian dan akan selalu membuat kamu serta anak-anak semua bahagia. Aku mohon jangan pernah membedakan kasih sayang kamu untuk anak kita dan Qisya ya” ucap Brian dengan penuh keseriusan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello para pembaca setiaku... 😁😁😁
Semoga kalian semuanya sehat dan selalu bahagia... 😚😚😘
Author mau kasih sedikit pengumuman dulu nehh buat kalian 👉🏻👈🏻
Kalian tahu... Novel ini akan segera berakhir atau tamat 😱😱😱
Jadi Author ingin meminta pendapat kalian semua disini... 🤭🤭🤭
Adakah yang mau lanjut Season 2 atau bikin novel baru nehh... 🤔🤔🤔
Karena di novel ini kan sudah banyak konflik dan kejadian... 😗😗😗
Jadi Author bingung lebih baik lanjut atau bikin cerita baru 🤷🏻♀️🤷🏻♀️🤷🏻♀️
Tolong berikan masukan dan saran kalian di komentar yaaa... 😊😊😊
Terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Itu sangatlah berarti besar untuk Author selama ini semuanya... 🥺🥺🥺
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku... 🤗🤗🤗
Sayang kalian banyak banyak 🥰❤️🤍
__ADS_1
Papaaayyy \~\~\~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻