Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Lemasnya Si Joni


__ADS_3

“Sayang... Terima kasih banyak telah memberikanku malaikat-malaikat kecil yang sangat menggemaskan. Maaf selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu, tapi aku janji aku akan selalu menjaga kalian dan akan selalu membuat kamu dan anak-anak semuanya. Aku mohon jangan pernah membedakan kasih sayang kamu untuk anak kita dan Qisya ya” ucap Brian dengan penuh keseriusan.


“Sudah, Mas. Mas tidak boleh ngomong seperti itu, Mas adalah suami yang baik untuk Hana dan juga Ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya. Hana juga ingin mengucapkan terima kasih karena Mas sudah mau berubah untuk Hana. Hana janji tidak akan membeda-bedakan kasih sayang Hana kepada anak kita dan Qisya” jawab Hana sambil tersenyum.


“Terima kasih sayang, I love you so much Bunda” ucap Brian sambil mencium kening Hana dengan sangat lembut.


“Terima kasih kembali sayang, I love you to forever Ayah” jawab Hana sambil tersenyum.


Dan akhirnya tak lama mereka pun beristirahat dengan posisi Hana yang terbaring di bangkar. Lalu, Brian tertidur sambil duduk di samping Hana dan tidak lupa ia selalu menggenggam tangan Hana tanpa mau melepaskannya sedikit pun.


...*...


Keesokan harinya pukul 8 pagi di rumah sakit.


Semuanya sudah terbangun lebih awal dan sudah bersiap pula untuk menyambut kedatangan Baby twins di dalam kamar Hana.


Hana dan yang lainnya pun sudah selesai sarapan paginya sambil menunggu kedatangan Baby twins.


“Aduh... Lama banget ya, Oma sudah enggak sabar deh pengen gendong Baby twins” ucap Nyonya Syifa dengan wajah yang berseri-seri.


“Opa juga pengen gendong Baby twins, sudah lama tidak menggendong bayi” saut Tuan Ferry.


“Qisya juga pengen gendong Baby twins supaya bisa meluk dan bisa cium-cium dedek” ucap Qisya.


“Enak saja, aku yang jadi Ayahnya belum bisa menggendong Baby twins. Jadi aku dulu yang menggendong mereka” jawab Brian dengan wajah kesalnya.


“Qisya dulu, Ayah kan sudah besal jadi ngalah sama Qisya. Lagian juga dedeknya enggak mau di gendong sama Ayah pasti nanti nangis. Kan Ayah itu menyebalkan sekali” ucap Qisya yang tidak mau kalah dari Brian.


“Yakkk... Tahu apa kamu, mana mungkin Baby twins nangis di gendong Ayahnya. Paling juga mereka nangis karena ada seorang Kakak yang selalu menjahilinya” saut Brian yang juga tidak mau mengalah.


“Ya ampun, bapak sama anak sama saja. Tidak ada yang mau mengalah” ucap Nyonya Syifa saat melihat perdebatan Qisya dengan Brian.


“Sudahlah, Brian kamu kan sudah besar sudah dewasa apa lagi seorang Ayah jadi ngalahlah sama Qisya. Lagian juga kan dia adalah Kakaknya jadi biarkan dia memeluk Baby twins lebih dulu” ucap Tuan Ferry.

__ADS_1


“Oh... Tentu tidak bisa. Brian harus lebih dulu karena Brian adalah Ayahnya jadi Kakak nanti saja meluk Baby twinsnya kalau Ayah sudah selesai ya” jawab Brian.


“Huaa... hiks... Bunda, Ayah jahat. Masa enggak mau ngalah sama Kakak hiks...” Qisya menangis dengan sangat keras yang membuat Brian terkejut.


“Astaga, anak ini benar-benar bisa saja membuat dramanya. Aktingmu sunggu luar biasa. Pasti sebentar lagi singa betina akan mengamuk padaku ” ucap Brian di dalam hati kecilnya.


Tak tunggu lama Hana pun langsung melihat Brian dengan melototkan matanya.


“Mas Brian...” ucap Hana dengan menekankan kata-katanya.


“Hehe... Ma-maaf sayang, kan aku Ayahnya. Jadi aku dong yang lebih dulu memeluk Baby twins. Please... Boleh ya ya ya” rengek Brian dengan nada memohon.


“Baiklah, kamu boleh memeluk mereka lebih dulu tapi ingat di saat masa nifasku selesai aku tidak akan memberimu jatah untuk 2 bulan kedepannya. Tapi, jika kamu mengizinkan Kakak untuk memeluk mereka lebih dulu maka aku akan senang hati memberimu jatah yang rutin. Jadi, bagaimana?” tanya Hana seperti menawarkan negosiasi kepada Brian.


“Ini nih yang enggak aku suka. Kenapa harus bawa-bawa soal jatah sih, kalau sudah di ancam seperti ini aku bisa apa? Ya kali, masa nifas 40 hari di tambah 2 bulan astaga... Bagaimana kabar si Joni jika sampai 3 bulan lebih tidak mendapatkan vitamin? Bisa-bisa Joni akan lemas nantinya ” ucap Brian di dalam hatinya sambil bengong.


“Hiks... Bunda, Qisya mau memeluk Baby twins duluan hiks...” rengek Qisya dengan isak tangisnya.


“Stt... Kakak, enggak boleh nangis ya. Kalau Kakak nangis terus kayak begini, nanti Baby twins enggak mau ke sini loh” jawab Hana sambil mencoba untuk menenangkan Qisya dan memeluknya.


“Mas, bagaimana hem...?” tanya Hana sambil mengelus kepala Qisya.


Brian masih terdiam seribu bahasa, di dalam hati dan pikirannya sedang berdebat satu sama lain makanya ia masih belum bisa memutuskan.


“Pah, lihatlah anakmu yang dingin itu. Semakin ke sini dia semakin tunduk pada Hana hihi...” ucap Nyonya Syifa sambil berbisik.


“Ya, Mah. Kamu benar, Brian sekarang sudah berubah dia yang terkenal sangat kaku kini menjadi sangat manja kepada Hana bahkan sampai tidak bisa berkutik jika Hana sudah marah hehe... Tidak seperti aku yang sama sekali enggak takut pada istriku” jawab Tuan Ferry dengan berbisik sambil menatap Brian dan tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang membuat Nyonya Syifa melototkan matanya.


“Oh begitu, jadi Papah tidak takut sama Mamah? Oke... Jatah Papah akan Mamah kurangi jadi 2 bulan sekali” saut Nyonya Syifa dengan nada kesalnya sambil melipat kedua tangannya di dada.


“Eh... Bu-bukan begitu maksud Papah, Mah. Ma-maksudnya Brian itu terlalu nurut sama istrinya gitu jadi bucin” jawab Tuan Ferry dengan wajah ketakutan.


“Bucin? Hem... Jadi Papah juga enggak mau nurut sama Mamah gitu, bahkan Papah enggak cinta sama Mamah jadi Papah bisa ngomong begitu? Baiklah, hukumannya Mamah tambah menjadi setahun sekali” ucap Nyonya Syifa dengan wajah marahnya.

__ADS_1


“Astaghfirullah, ini mulut kenapa bisa asal jeplak saja sih. Aduh... Bagaimana ini? Ya kali, masa aku harus berpuasa setahun sekali. Mana bujuk Mamah susah banget lagi, jadi aku harus bagaimana ini ” ucap Tuan Ferry di dalam hatinya sambil mengacak-acak rambutnya penuh frustrasi.


Qisya yang sudah berhenti menangis pun tidak sengaja melihat sikap aneh dari Oma Opanya lalu berkata “Oma sama Opa kenapa? Belantem ya...”


“Enggak sayang, itu Opa biasa lagi kumat asam uratnya jadi begitu” jawab Nyonya Syifa sambil tersenyum.


“Enak saja dia bilang aku asam urat, aku ini masih muda masa ia dibilang punya asam urat. Ada juga dia tuh yang punya penyakit asam urat ” ucap Tuan Ferry di dalam hatinya dengan perasaan yang dongkol.


“Papah sakit?” tanya Hana dengan wajah cemasnya.


“Hehe... Tidak kok, sudah jangan dipikirkan lagi kita fokus saja menunggu kedatangan Baby twins ya” ucap Tuan Ferry berusaha mengalihkan pembicaraan sambil melirik Nyonya Syifa yang malah membalas dengan lirikan maut kepada sang suami.


“Mas Brian kenapa diam?” tanya Hana sambil memegang tangan Brian.


Brian yang sudah tersadar pun seketika terkejut sambil berkata “Huaa... hiks... Sayang aku enggak mau nunggu terlalu lama, kasihan si Joni nanti dia bisa lemas tak berdaya kalau sudah begitu bagaimana nanti? Bisa-bisa aku tidak jantan lagi huaa hiks... Sayang” rengek Brian yang langsung memeluk Hana dengan erat.


Semua yang ada di sana pun menjadi terkejut dan bingung dengan perkataan Brian. Namun, juga sedikit lucu sampai akhirnya mereka menahan tawanya. Sedangkan Qisya hanya bisa menatap Brian dengan wajah yang aneh.


“Joni siapa Ayah? Teman Ayah?” tanya Qisya sambil menatap Brian yang masih memeluk Hana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Dan terima kasih atas dukungan kalian selama ini semuanya 😄😄😄


Semua dukungan kalian itu sangatlah berarti untuk Author 😊😊😊


Author akan berusaha untuk bisa up lebih banyak lagi 💪🏻💪🏻💪🏻


Dan Author juga akan membuat ceritanya lebih menarik 😆😆😆


Jaga diri kalian dan sampai jumpa para pembaca setiaku 🤗🤗🤗

__ADS_1


Sayang kalian banyak banyak semua pembaca setiaku 🥰❤️🤍


Papaaayyy\~\~\~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2