Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Mode Ngambek


__ADS_3

Bahkan banyak contoh di luar sana yang berprofesi seorang dokter sukses bisa mempunyai keluarga yang bahagia. Mau tidak mau Sasya harus terus belajar bagaimana menjadi seorang istri sekaligus Ibu terbaik buat keluarga kecilnya yang akan datang nantinya.


...*...


...*...


Sesampainya di toko buku, Alex menemani Sasya mencari buku yang akan Sasya butuhkan. Hampir 15 menit mereka berjalan kesana-kesini tetapi tidak menemukannya. Hingga beberapa toko mereka datangi tetapi tetap saja tidak menemukannya.


Alex yang merasa tidak tega melihat Sasya langsung inisiatif mengajak Sasya ke salah satu cafe kecil karena ini sudah masuk jam makan siang.


"Sya.. Kita makan dulu ya" bujuk Alex yang berada di belakang Sasya sambil berdiri menyender di sela-sela tumpukan buku-buku sambil melipat kedua tangannya di dada.


Sasya yang mendengar itu langsung berbalik sambil memegang salah satu buku dan berkata. "Kalau kamu mau makan, ya sudah kamu ke cafe sebelah saja nanti aku nyusul. Ini masih tanggung, sebelah sana juga belum aku cari"


Sasya berbalik lalu menaruh buku di tangannya dan kembali memegang buku yang lainnya. Ace melihat itu segera berjalan mendekati Sasya, kemudian dia mengambil buku yang ada di tangannya.


"Kita bisa mencarinya nanti, Sya.. Sekarang lebih baik kita makan dulu. Aku tidak mau melihat orang yang sangat aku cintai jatuh sakit cuman karena telat makan!"


"Jadi stop menyiksa dirimu seperti ini hanya masalah buku. Ya memang aku tahu buku itu sangat berarti untukmu. Tetapi bagiku kesehatan kamu jauh lebih segalanya dari pada buku itu!"


"Ingat! Sekarang kamu sudah menjadi seorang dokter, jangan buat pasienmu kecewa saat mendengar dokter kesayangannya jatuh sakit akibat telat makan. Padahal kamu selalu mengingatkan semua pasienmu, sedangkan dirimu sendiri malah mengabaikan semuanya!"


Sasya terdiam mematung menatap wajah Alex, senyuman manis terukir di bibir kecil Sasya membuat Alex menjadi bingung.


"Kenapa senyum-senyum seperti itu? Apa aku terlihat aneh saat memarahimu?" tanya Alex dengan mengerutkan dahinya.


Sasya menggelengkan kepalanya kecil dan malah berjinjit mendekati wajah Alex, seketika membuat jantung Alex berdetak sangat kencang dan refleks untuk menutup kedua matanya.


"Terima kasih sudah berusaha menjadi pria yang terbaik untukku, i love you so much my future husband" gumam Sasya kecil membisikan di telinga Alex.


Setelah selesai Sasya kembali berdiri tegak sambil terkekeh menutup mulutnya melihat Alex melototkan kedua matanya.


"Uluhh.. Uluhh.. Lutuna tayangkuh hihi.."


"Udah akhh, ayo kita makan aku sudah lapar!"


Sasya melangkahkan kakinya tetapi dia malah kembali berbalik menatap Alex yang masih terdiam dan berkata. "Mas Alex yang tampan, cepatlah! Apa kamu mau membuat calon istrimu ini kelaparan!"

__ADS_1


"Ehh.. I-iya a-ayo kita makan" Alex berlari mendahulu Sasya membuatnya lagi dan lagi tertawa melihat tingkah Alex yang mulai salah tingkah.


"Yaaaaakk.. Kenapa aku di tinggal! Dasar calon suami durjanah!" pekik Sasya saat melihat Alex sudah keluar dari toko menuju Cafe sebelah.


Alex yang sudah duduk namun baru menyadari jika Sasya tertinggal di belakang kembali berlari menjemput Sasya, dimana Sasya mengembungkan kedua pipinya sambil menginjak-injakkan kakinya layaknya orang yang sedang mengambek.


Alex berjalan di belakang membuntuti Sasya, semua mata melihat ke arahnya sambil tersenyum menggelengkan kepalanya. Mereka tahu jika pasangan yang saat ini mereka lihat lagi dalam mode kyiut.


Sasya melirik semuanya dan berhasil bikin mereka kembali ke aktifitasnya masing-masing, begitu juga Alex berusaha terus membujuk Sasya. Sampai pada akhirnya mereka duduk di salah satu meja paling pojok.


"Ma-maafin ak-aku karena sudah ninggalin kamu.."


"Gimana kalau nanti habis makan dari sini kita beli es krim, sepertinya di sana ada toko es krim enak banget. Apa kamu mau?"


Alex duduk di depan Sasya sambil menatapnya, bahkan alis Alex menaik turun beberapa kali seraya menggoda Sasya.


Alex sangat tahu kalau Sasya dalam mode ngambek seperti ini dia butuh pemanis yang akan membuat hatinya kembali adem.


"Gak!" sahut Sasya segera memesan makanan dan juga minuman.


"Sya.. Ayolah kita makan es krim banyak-banyak ya, atau kita lomba makan es krim gimana?" rayu Alex kembali membuat Sasya cuman bisa menggelengkan kepalanya.


Setelah pesenan mereka datang, Sasya langsung memakannya tanpa basa-basi membuat Alex sedikit terkejut. Cara makan Sasya terlihat begitu menyeramkan bikin Alex hanya bisa menelan air liurnya sangat kasar.


Alex pun bergidik ngeri sambil mengaduk minumannya perlahan, kemudian meminumnya sedikit dan segera memakan makanan yang ada di piringnya sambil sesekali melirik ke arah Sasya.


Setelah mereka makan Sasya menatap Alex sambil menyengir, lagi dan lagi Alex di bingungkan dengan sikap Sasya. Awalnya dia terlihat marah banget dan sekarang malah membuat bulu kuduk Alex berdiri.


"Mas Alex hehe..." panggil Sasya menyengir kuda.


"Ma-mas? Se-sejak kapan ka-kamu pa-panggil a-aku Mas? Dan ke-kenapa kamu te-tertawa seperti itu? Bu-bukannya tadi kamu se-sedang marah padaku?" ucap Alex gugup menatap Sasya yang aneh.


"Heheh.. Sejak saat ini, tapi sudahlah itu tidak penting. Yang terpenting sekarang kamu bayar makanannya terus kita ke toko es krim ya, beli yang banyak sesuai dengan perkataanmu barusan. Woke..."


Sasya memohon sambil menyatukan kedua tangannya menatap Alex dengan mata berbinar. Sedangkan Alex benar-benar di buat bingung oleh sikap Sasya.


"Tadi aku tawarin katanya enggak mau, kenapa sekarang malah ngajakin ke sana?" ucap Alex.

__ADS_1


"Kan aku cuman bilang enggak, bukan bukan berarti enggak mau! Ya udahlah kalau-.."


"Ya-ya ayo kita ke sana sekarang sebelum moodmu kembali berubah" Alex mengangkat tangannya memanggil salah satu pelayan, lalu dia datang menghampirinya.


Alex segera membayar semua tagihan pesanan mereka, lalu Sasya berdiri sambil tersenyum. Alex hanya bisa mengelus dadanya melihat sikap Sasya yang tidak seperti biasanya.


Mereka pun pergi dari Cafe berjalan bersama sesekali bercanda menuju toko es krim yang berada di ujung jalan.


Dibalik sikap Sasya yang aneh, setidaknya Alex bisa selalu menatap senyuman indah yang terukir di bibir gadis kecil kesayangannya.


Banyak beberapa pria tertarik untuk menatap Sasya, Alex yang melihat itu menjadi kesal bahkan Alex melirik tajam ke arah mereka semua tetapi tidak bikin mereka menjadi peka.


Sehingga Alex sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya menegur mereka semua. "Sekali lagi kalian menatap istriku seperti itu, maka jangan salahkan aku jika beberapa menit kedepan kalian hanya bisa melihat kegelapan!"


Degh!


Semua orang ketar-ketir berlarian menjauhi Alex, begitu pun Sasya dia mencubit lengan dan juga perut Alex membuat Alex mengiringis kesakitan.


"Awwsshhh.. Sa-sakit Sya.. Jahat banget sih! Memang aku punya salah apa sama kamu?" keluh Alex menatap Sasya sambil memegangi perutnya.


"Lagian apaan sih, kenapa kamu jadi marah-marah? Mereka itu kan punya mata, jadi wajar saja bila mereka melihat apa yang membuat mereka tertarik" ucap Sasya sedikit sewot.


"Oh jadi kamu seneng gitu kalau semua pria melihat kearahmu, seakan-akan kamu menjadi daya tarik bagi mereka begitu?" sahut Alex dalam mode cemburu.


"Eh.. Bu-bukan be-begitu ma-... Alex!!! Kau mau kemana!!"


Sasya melihat Alex pergi begitu saja, segera berlari mengejarnya bahkan langkah kaki Alex benar-benar sangat panjang sampai sedikit membuat Sasya sulit untuk mengejarnya.


Pada akhirnya Sasya tanpa di sengaja menabrak seseorang dan Sasya terjatuh dalam posisi duduk.


Alex mendengar suara teriakan Sasya langsung berbalik dan melototkan kedua matanya ketika melihat seorang pria berdiri di hadapan Sasya sambil membungkukkan badannya dan mengulurkan tangan kanannya.


Alex berlari kencang menangkap tangan pria itu lalu menepiskannya. Sasya yang melihat itu segera berdiri secara cepat, kemudian Sasya meminta maaf karena telah menabraknya serta segera menarik lengan Alex untuk menjauh darinya.


Sasya sudah pahan kalau saat ini Alex dalam mode cemburu jadi Sasya tidak mau jikalau Alex sampai terbawa emosi. Apa lagi Alex masih di tahap memperbaiki diri, pasti akan ada saat-saat dimana emosinya meluap kembali.


Sasya menarik Alex menuju taman kecil yang ada danaunya. Mereka duduk di sana dalam mode Alex yang terus terdiam, wajah terlihat sangat datae sambil melipat kedua tangannya persis seperti Sasya sedang mengambek.

__ADS_1


Sayangnya di sini wajah Alex malah terlihat sangat lucu, Sasya terkekeh kecil sesekali mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama. Alex hanya melirik sekilas Sasya dan berpikir bahwa Sasya sama sekali tidak peka kalau dirinya sedang dalam mode ingin di manja.


__ADS_2