
Akhirnya Key membantu Nenek Mona untuk menyiapkan toping lainnya, setelah semua cakenya mateng serta dingin mereka segera menghiasinya dengan sangat cantik. Sebelum waktu jam pulang kerja tiba.
...*...
...*...
Cake ulang tahun buatan Nenek Mona dan Key telah selesai, dimana mereka segera menata ruang tamu untuk sedikit di hias dengan bantuan beberapa penjaga rumah.
Setelah selesai Nenek Mona dan Key langsung membersihkan diri, bersiap-siap untuk menyambut kepulangan Kakek Iram karena dari pagi mereka tidak ada yang mengatakan atau mengucapkan selamat ulang tahun pada Kakek Iram.
Sedangan Kakek Iram tidak pernah mengingat tanggal ulang tahunnya selain ulang tahun ke-2 anaknya dan hari pernikahan.
Tepat pukul 7 malam. Mereka sudah bersiap di ruangan tamu ketika nanti pintu utama terbuka bersamaan dengan masuknya Kakek Iram, Key akan segera menyalakan party popper atau bisa di sebut dengan petasan ulang tahun.
Nenek Mona sudah mengundang keluarga Lukas, tetapi mereka tidak ada yang bisa hadir lantaran mereka ada acara kumpul keluarga yang sempat tertunda beberapa hari setelah kepulangan Sasya. Tapi Lukas dan keluarganya berjanji akan mengunjungi mereka tepat di hari libur.
Namun masalah itu Key tidak tahu menau lantaran Key belum tahu jika Nenek Mona dan Kakek Iram kenal dekat dengan keluarga Lukas, mungkin jika tahu Key pasti akan kembali kabur.
Seseorang yang berjaga di luar rumah sudah memberikan kode kepada penjaga di dalam rumah jika mobil Kakek Iram sudah memasuki pekarangan rumah, mereka semua segera bersiap-siap menyambut kedatangan Kakek Iram.
Ceklek!
Dooorrr!
__ADS_1
Piyaarrr!
SELAMAT ULANG TAHUN KAKEK IRAM YANG PALING TAMPAN DAN JUGA MENYEBALKAN!
Semua berteriak mengucapkan selamat ulang tahun ketika pintu terbuka bersamaan masuknya Kakek Iram.
Kakek Iram terkejut bukan main melihat cake ulang tahun yang begitu mewah, Nenek Mona berdiri di sisi kanan sambil tersenyum dengan penampilan yang sangat cantik. Key pun tak kalah cantik dari Nenek Mona yang kini berdiri di sisi sebelah kiri.
Tubuh Kakek Iram sudah di penuhi sampah-sampah dari petasan tersebut. Belum lagi Kakek Iram malah terdiam membeku dengan sorotan matanya yang saat ini mulai berkaca-kaca.
Kakek Iram tidak menyangka bahwa istri dan cucu angkatnya bisa merayakan hari ulang tahunnya dengan penuh kebahagiaan.
Seakan-akan Kakek Iram seperti flashback ke ulang tahunnya dahulu ketika hanya ada dia, Nenek Mona dan juga Caca yang bisa merasakan ulang tahunnya. Lalu dimna Maria? Entahlah, pada saat itu dia malah asyik bersama teman-temannya.
Key mengoceh tanpa jeda sambil menarik Kakek Iram agar berjalan mendekati Nenek Mona dan berdiri di sampingnya tepat di depan cake ulang tahun yang sangat cantik.
"Sa-sayang..." gumam Kakek Iram menatap wajah cantik istrinya, ya meskipun umurnya sudah menua tetapi bagi dirinya Nenek Mona adalah bidadari hatinya.
"Se-selamat ulang tahun Sayang, semoga umurmu semakin panjang, sehat dan juga rezekimu tidak akan putus agar aku bisa selalu dimanjakan olehmu dengan semua barang-barang mewah heheh.."
Nenek Mona tertawa menatap suaminya yang sudah meneteskan air mata, tanpa berkata apa pun Kakek Iram langsung menjatuhkan tas kerjanya dan segera memeluk istrinya dengan erat.
__ADS_1
"Hiks.. Ma-makasih Sayang, makasih banyak karena kamu sudah melakukan semua ini hanya untuk membuatku bahagia. Aku minta maaf jika selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu, bahkan aku telah lalai menjadi Daddy untuk Caca dan juga Maria hiks.. Ma-maafkan aku Sayang, maafkan aku!"
Baru kali ini semua penjaga melihat sosok Kakek Iram bisa menangis di dalam pelukan istrinya, belum lagi Nenek Mona pun ikut menangis di dalam pelukan suaminya sampi membuat semua pun terhanyut dan meneteskan air matanya ketika mereka tahu sedikit tentang kehidupan Kakek Iram beserta Nenek Mona.
"Hiks.. Ma-maafkan aku juga Sayang, semua ini gara-gara aku yang tidak becus menjaga anak-anak. Aku juga telah gagal menjadi seorang Mommy untuk mereka, harusnya aku yang bisa membuat mereka saling menyayangi bukan malah saking membenci satu sama lain sampai-sampai mereka semua sudah pergi dari kita hiks.. Ma-maafkan aku Sayang, maaf hiks.."
Nenek Mona menangis sesegukan menumpahkan semua air mata kesedihan, Kakek Iram melepaskan pelukannya dan meraup wajah istrinya sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak Sayang, tidak! Ini bukan salah kamu, ini salah kita. Kita yang gagal dalam mendidik mereka sehingga adanya berbedaan status di antara mereka membuat mereka menjadi seperti tersaingin. Di sini aku kepala rumah tangga dan seharusnya aku bisa menengahi mereka bukan malah mengusir anakku sendiri hiks.. Ma-maafikan aku Sayang, karena aku kita tidak bisa merasakan bagaimana menghabiskan hidup kita bersama dengan cucu kita hiks.."
"Sudah Nek, Kek.. Ini itu hari bahagia kenapa kalian malah membahas masalah lampau sih! Kapan coba tiup lilinnya, potong kuenya? Lihat noh semuanya udah pada ngiler kali!" pekik Key berusaha mengalihkan kesedihan di antara mereka berdua.
"Astaga ini anak, bisa enggak sih jangan ganggu orang lagi romantis! Makannya cepetan gede, terus nikah biar tahu rasanya romantis kaya apa!" sahut Kakek Iram dengan kesal.
Sedangkan Nenek Mona hanya terkekeh sambil menghapus air matanya dan berkata. "Hihihi.. Sudah Sayang ini adalah hari bahagiamu, jadi ayo berdoa lalu tiup lilinnya dan segera potong kuenya agar anak itu tidak selalu memarahimu di depan semua anak buahmu. Hitung-hitung kamu memberikan sempelan agar mulutnya tidak berisik!"
Key menatap sinis ke arah keduanya, sehingga Kakek Iram langsung memeluk Key sambil mengucapkan terima kasih karena dia sudah membantu Nenek Mona menyiapkan kejutan ini untuknya.
Tak lama mereka semua menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan versinya sendiri, hingga di saat waktunya tiup lilin Kakek Iram memejamkan kedua matanya perlahan sambil berdoa dengan harapan besar jika suatu saat nanti akan ada keajaiban mengenai kabar Caca yang sudah hilang dan juga dia berdoa supaya pernikahannya selalu langgeng.
Kemudian dengan perlahan Kakek Iram meniup lilin tersebut besamaan dengan membuka matanya, semua orang bertepuk tangan menunjukkan ekspresi senang ketika melihat Kakek Iram.
Setelah itu Kakek Iram memotong kue pertama untuk sang istri dan menyuapininya, lalu yang kedua untuk Key selaku cucu angkatnya dan selebihnya Kakek Iram potongkan untuk semuanya yang telah membantu membuat pesta sederhana namun sangat berkesan di dalam hatinya.
__ADS_1
Tanpa banyak berbicara Kakek Iram memeluk Nenek Mona serta mencium keningnya perlahan, dan di saat mau mencium bibirnya. Dengan cepat Key menarik Nenek Mona beralasan kalau makan malam belum di sajikan di meja makan.
Kakek Iram yang melihat itu begitu kesal dan langsung memekik keras sampai berhasil membuat Key dan Nenek Mona tertawa gemas di dapur ketika mendengar rengekan suara Kakek Iram.