Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Anak Orang Yang Sangat Kaya Raya


__ADS_3

Jay berbicara dengan nada kesalnya sambil menunjukkan wajah yang berusaha di buat sedatar mungkin, tapi malah terkesan seperti orang yang lagi berbohong.


"Hemm... yakin? Baiklah jika begitu kalau nanti Lily marah dan membencimu, Kakak tidak perlu repot-repot membujukkan dong. Jadi biarkan saja karena Adikku ini kan punya teman yang banyak sehingga kehilangan satu teman pun tidak masalah dong?" sindir Key dengan menaik-naikan alisnya.


"Yaaakk... Kakak, enggak begitu konsepnya! Pokoknya Kakak harus bantuin Jay titik, enggak ada alesan apa pun!" teriak Jay dengan wajah kesalnya yang membuat Key terkekeh kecil lantaran melihat ekspresi adiknya yang membuatnya sangat gemas.


"Uluhh... uluhh... Adikku tersayang, haha..." tawa Key pecah sambil mencubit kedua pipinya Jay bagaikan seorang anak kecil yang sangat lucu.


Bahkan Jay pun baru kali ini melihat Key begitu gemas kepadanya hingga membuat Jay pun ikut tertawa bersama dengan sang sopir yang juga tertawa kecil melihat anak majikannya begitu bahagia.


"Semoga Aden dan Nona, bisa selalu bahagia dan akur sampai kapan pun. Saya tidak bisa membantu banyak untuk kalian, tetapi saya hanya bisa mendoakan agar suatu saat nanti kalian akan tumbuh besar dan dewasa, kebahagiaan yang sekarang ini masih bisa terwujud dan tercipta tanpa adanya perselisihan atau pun rasa iri di antara kalian berdua"


"Semoga Aden Jay juga bisa menyayangi Nona Key selayaknya Kakak kandungnya sendiri sampai kapan pun serta mereka bisa menjaga Nyonya Nisha secara bersama-sama"


"Lalu untuk Tuan Ken, semoga Tuan Ken bisa segera tersadar jika anak yang tidak dia inginkannya adalah anak yang sangat berpengaruh untuk membuat karakter Aden Jay bisa menjadi laki-laki yang begitu menghormati seorang wanita"


"Satu harapan saya, semoga saja Aden Jay tidak akan mengikuti jejak Tuan Ken dan membuat 2 wanita yang berada di sampingnya yang begitu menyayanginya serta menjaganya merasa kecewa lantaran didikan mereka sedari kecil tidak bisa membuat Jay menjadi laki-laki yang mereka inginkan ketika sudah dewasa"


Sang sopir berbicara di dalam hatinya sambil sesekali melirik ke arah spion atas kepalanya yang kini sudah menunjukkan betapa serunya mereka bercanda hingga tertawa bersama.


Baru kali ini sang sopir melihat Key bisa tertawa lepas bersama dengan Jay, karena ya memang hanya Jaylah yang bisa membuat Key selalu tersenyum hingga tertawa.


Ibarat kata Jay itu bagaikan sebuah pil obat dan Mommy Nisha bagaikan sebuah perisai yang akan melindungi serta menyembuhkan Key dari lukanya. Ya memang sih tidak sepenuhnya mereka berhasil membuat luka itu benar-benar sembuh, cuma karena kehadiran mereka yang selalu mensupport Key sudah membuat Key bisa jauh lebih baik dan juga kuat untuk melangkah maju menerjang semua badai hitam yang ada di depannya.

__ADS_1


...*...


...*...


Tak terasa kini mobil mereka sudah sampai di depan gerbang rumah Lily yang terlihat jauh lebih mewah, hingga membuat Jay merasa takjub saat melihat istanah indah di depan matanya.


"Astaga, Kak! Ternyata mereka itu anak orang yang sangat kaya raya, tapi kenapa mereka terlihat biasa saja ya? Bahkan Kakak tahu tidak jika Lily saja suka minta di jajanin sama Jay loh..."


"Apa jangan-jangan orang tuanya itu sangat pelit ya sampai-sampai mereka hanya di kasih uang jajan sedikit? Terus juga mobil yang biasa mereka pakain buat sekolah saja tidak menunjukkan bahwa mereka benar-benar adalah orang yang sangat kaya raya"


"Lihat saja itu rumahnya, udah kaya istana menjulang tinggi bahkan pagarnya aja benar-benar kek gerbang istana yang suka ada di televisi itu loh kak"


"Ckkk... kalau tahu kayak gini mah Jay jadi rugi dong jajanin Lily hampir setiap hari, yang ada juga Lily yang jajanin Jay karena dia yang lebih kaya raya dari Daddy kan?"


Jay mengoceh dengan penuh kekesalan lantaran dia merasa jika dirinya di tipu oleh Lily, padahal memang meskipun Lily anak orang kaya tetapi keluarganya tidak mengajarkannya untuk boros.


Bahkan uang yang di berikan Bunda Hanna dan juga Ayah Brian saja jauh lebih sedikit di bandingkan uang yang diberikan Daddy Ken pada Jay. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika Lily masih bisa membagi uangnya antara jajan dan menabung. Tidak seperti Jay yang di kasih berapa pun langsung saja habis entah kemana.


"Sudahlah Jay! Kau tidak boleh berburuk sangka pada mereka, siapa tahu kan mereka bukan tipe orang kaya yang suka memamerkan apa yang mereka punya"


"Jadi harusnya kamu senang dong bisa memiliki teman sepertinya Lily, dengan begitu kamu bisa belajar dengannya bagaimana cara dia bersikap agar kamu tidak menjadi orang yang sombong"


Jelas Key yang langsung membuat Jay pun terdiam, karena apa yang di ucapkan oleh Key memang ada benarnya. Jay terkadang merasa jika dirinya selalu membanggakan kekayaan Daddy Ken sehingga apa pun barang mewah dan juga uang yang di berikan Daddy Ken membuat Jay merasa anak yang sedikit sombong lantaran dia terlahir dari keluarga yang termasuk kaya raya jadi apa pun yang Jay inginkan selalu keturutan tanpa terkecuali.

__ADS_1


Berbeda dengan Key, yang tidak pernah di berikan uang sepersen pun dari Daddy Ken selaku ayah kandungnya sendiri. Malahan Mommy Nisha yang selalu memberikan Key apa pun secara adil dengan Jay agar membuat mereka tidak saling iri satu sama lain.


Tidak lama gerbang pun terbuka dengan sendirinya, bersamaan dengan 2 orang bodyguard yang menjaga di dalam gerbang. Mereka berdua berjalan dengan sangat gagah dan juga terlihat sedikit sangar mendekati mobil Jay dan juga Key.


Kemudian sang sopir pun membuka kaca mobilnya perlahan bersamaan dengan 2 bodyguard yang berhenti tepat di samping pintu mobil sang sopir.


"Permisi... ada keperluan apa Bapak datang ke sini?" tanya seorang bodyguard dengan tegas yang membuat sang sopir sedikit ketakutan.


Key yang melihat sang sopir rada ketakutan itu pun membuatnya langsung sedikit maju serta mencondongkan tubuhnya untuk menatap kedua bodyguard dari kaca mobil yang berada di samping sang sopir.


"Apakah benar ini rumah dari gadis kecil yang bernama Lily?" tanya Key yang kini berhasil membuat kedua bodyguard saling melirik satu sama lain dan menatap Key dari arah luar.


"Ada hubungan apa Nona dengan Nona Lily?" ucap bodyguard dengan wajah penasaran.


"Saya adalah teman satu kelas dari Abangnya Lily yang bernama Lukas. Ini Adik saya namanya Jay, dia adalah teman satu kelasnya Lily"


"Kami ke sini karena Lily yang mengundang Adik saya untuk datang ke rumahnya lantaran mereka akan mengerjakan tugas kelompok bersama"


"Jika kalian tidak percaya silahkan konfirmasi kepada gadis itu, maka kami akan tunggu di sini. Jika tidak di perbolehkan masuk, maka kami akan segera pulang!"


Kedua bodyguard itu terkejut karena cara ucapan Key yang terlihat begitu tegas daripada mereka, yang mana mereka melihat jika sifatnya Key hampir mirip dengan Tuan kecil mereka yaitu Lukas.


"Baik Nona, saya akan memberikan laporan ini terlebih dahulu. Permisi..." sahut salah satu bodyguard yang langsung pergi memasuki gerbang dan menuju ke dalam rumah untuk memberikan laporan pada orang rumah jika di depan rumah ada teman sekolah dari anak majikannya.

__ADS_1


Sedangkan bodyguard satunya berjaga tepat di samping mobil Jay dan Key dengan berdiri tegas dan memperlihatkan wajah tegas serta datarnya.


__ADS_2