
"Yaudah iya iya aku maafin. Apa kamu mau beli seblak sayang? Ayo aku anterin, kita beli yang banyak kalau perlu sama warung-warungnya sekalian” ucap Brian sambil tersenyum lebar.
“Wahh... benarkah itu Mas?” tanya Hana dengan wajah berseri-seri dan langsung dianggukan oleh Brian.
“Tapi maaf Mas, Hana sudah tidak kepingin. Malahan Hana ingin...” ucapan Hana terhenti sambil menatap semuanya.
“Ingin apa sayang? Katakan saja. Aku akan menurutinya demi anak-anakku” ucap Brian sambil mengelus perut Hana yang mulai membesar.
“Tapi Mas janji ya jangan kaya tadi, Mas harus menuruti Hana kalau Hana minta apa-apa. Hana enggak mau nanti anak Hana menjadi ileran ish... serem” ucap Hana sambil bergidik ngeri.
“Iya, aku janji sayang. Sudah ayo katakan kamu ingin apa heum...” tanya Brian dengan wajah penasaran.
Semuanya yang tadinya menahan tawa kini menjadi sangat tegang dengan jawaban Hana.
“Kira-kira apa ya yang di minta oleh menantuku ini ?” tanya Nyonya Syifa di dalam hatinya.
“Semoga anakku tidak sepertiku yang sangat senang melihat suaminya menderita karena masalah ngidam ” ucap Umi di dalam hatinya.
“Bersiaplah Brian, badai akan segara hadir hihi ” ucap Tuan Ferry di dalam hati kecilnya.
“Cucu-cucuku, semoga kalian tidak menjahili Ayahmu seperti Mbah Kung dulu saat Mbah Uti hamil Bundamu ya...” ucap Abah di dalam hatinya.
Degh ! ...
Degh ! ...
Degh ! ...
Suara detak jantung mereka semua yang sedang menahan rasa tegangnya, membuat jantungnya memompa dengan sangat cepat.
“Heum... Hana ingin Mas Brian jadi model wanita hijab bagaimana? Seru kan... Nanti Hana akan membuat Mas Brian sangat cantik deh Hana janji tidak akan mengecewakan model Hana hehe...” ucap Hana sambil bermanja dengan Brian.
Duuarr ! ...
Bagaikan suara bom yang meledak di dalam tubuh Brian. Membuat ia sangat terkejut bahkan terdiam layaknya sebuah patung dengan mata yang melotot.
Abah, Umi, Nyonya Syifa serta Tuan Ferry tak henti-henti tertawa saat mendengar permintaan Hana.
Padahal usia kandungan Hana sudah memasuki 7 bulan tetapi kenapa baru sekarang ia merasakan perasaan aneh dalam dirinya yaitu ngidam menginginkan sesuatu yang harus keturutan.
Ya, mungkin karena Hana sebelumnya sempat koma jadi hormonnya sangat menurun. Jadi tepat di saat ini Hana baru bisa merasakan bagaimana rasanya mengidam.
__ADS_1
“Mas Brian, ayolah... eh tunggu, kita tunggu Qisya pulang sekolah dulu ya kan sebentar lagi Qisya pulang. Jadi Hana punya 2 model deh hehe... atau Abah sama Papah serta Mamah dan Umi juga mau ikutan jadi model Hana?” tanya Hana dengan wajah polosnya.
Semua yang ada di sana langsung menolaknya secara bersamaan dengan alasan sibuk ingin mengerjakan pekerjaan yang sudah tertunda untuk acara besok.
Mereka semua kocar-kacir berlarian untuk menghindari permintaan Hana. Tapi Brian, ia tidak bisa bergerak bahkan untuk membuka mulutnya saja terasa sangat berat.
“Sayang ayolah, kamu mau kan jadi model aku. Kalau enggak aku marah lagi nih... dan tidak akan membiarkanmu masuk ke dalam kamar sampai ketemu pagi lagi. Jadi nanti malam kamu tidur di luar bersama nyamuk-nyamuk” ucap Hana.
“Ka-kamu se-serius i-ingin membuat aku ja-jadi model wa-wanita hijab?” tanya Brian dengan wajah tidak percayanya.
Permintaan Hana kali ini benar-benar di luar dugaan Brian. Awalnya Brian mengira bahwa Hana ingin makanan, tapi ternyata Hana malah ingin Brian menjadi seorang model.
Apa boleh buat, Brian tidak mau jika membuat Hana kembali kecewa. Karena Umi bilang kalau Brian harus membuat suasana hati Hana senang agar anak kembar mereka sehat di dalam perut Hana.
...*...
...*...
...*...
...*...
Arya keluar ruangan bukan hanya untuk sekedar mencari udara segar. Tetapi ia juga sudah di pesankan untuk menjemput Qisya di sekolah.
“Astaghfirullah, sudah mau jam 1. Aku terlambat setengah jam untuk menjemput Qisya. Aduh bagaimana ini? Arghh... dasar Arya payah! Bisa-bisanya main sampai lupa waktu” ucap Arya sambil menatap arlojinya dan kemudian terburu-buru meninggalkan taman tersebut dan melajukan sepeda motornya dengan sangat cepat.
Untungnya saja dari taman ke sekolah Qisya hanya membutuhkan waktu 15 menit jadi dalam waktu kurang dari 10 menit Arya sudah sampai di depan gerbang sekolah Qisya.
Kemudian Arya turun dari sepeda motornya dan berlari mendekati pak satpam.
“Assalamualaikum... Permisi Pak. Saya mau bertanya apakah anak yang bernama Balqisya Zhafira sudah pulang?” tanya Arya dengan wajah cemasnya.
“Sebentar ya, Mas. Saya cek dulu di daftar buku murid” jawab sang satpam.
“Memang Mas dari mana kok telat menjemput anaknya?” tanya satpam satunya.
“Hehe... maaf Pak. Itu adalah ponakan saya, tadi saya lagi mengadem di taman eh malah ke bablasan asyik main jadi lupa buat jemput keponakan saya” Arya tertawa sambil menggaruk tengkuluknya.
“Adeh... si Mas ini, masih muda sudah lupa saja hehe...” saut satpam yang lainnya sambil tertawa.
“Maaf, Mas. Apakah anak yang Mas sebut tadi bernama Balqisya Zhafira anak dari Tuan Brian Adijaya? Lalu, Mas ini siapanya ya kalau boleh tahu? Soalnya tidak ada konfirmasi dari pihak keluarga dan Nona Qisya masih ada di dalam di temani oleh gurunya, tapi kami tidak bisa memberikan Nona Qisya kepada sembarang orang apa lagi kami tidak mengenal Mas. Dan lagi pula Nona Qisya biasanya di jemput oleh Omanya” ucap sang satpam sambil menjelaskan semuanya kepada Arya.
__ADS_1
“Maaf, Pak. Saya Omnya, nama saya Muhammad Arya. Saya adik dari Hana Renata istri Mas Brian. Jika Bapak tidak percaya boleh coba telepon keluarga saya” ucap Arya dengan sopan.
“Baik Mas, tunggu sebentar ya saya mau konfirmasi dulu dengan pihak keluarga” saut sang satpam.
Arya hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Namun saat sang satpam ingin menelepon keluarga Qisya, tiba-tiba pintu pagar terbuka dan keluarlah guru cantik dengan pakaian tertutup.
“Permisi, Pak satpam. Bagaimana? Apakah sudah ada pihak keluarga dari Nona Qisya yang sudah menjemput? Kasihan jika terlalu lama Nona Qisya akan kelaparan di sini. Bagaimana jika saya saja yang akan mengantarkannya?” ucap guru cantik tersenyum dengan sangat ramah penuh senyuman.
Arya yang melihat guru cantik tersebut sangat terpesona dengan senyuman manisnya bahkan suaranya yang sangat adem untuk di dengar. Suara yang membuat detak jantung Arya seketika berdetak dengan sangat cepat.
“Astaghfirullah... Inikah yang dinamakan dengan bidadari surga yang menyamar sebagai guru ?” ucap Brian di dalam hatinya.
“Maaf Bu Can, ini ada Mas-Mas yang mengaku bahwa ia adalah Paman atau Om dari Nona Qisya. Namun, kami tidak bisa percaya begitu saja. Jadi saat ini Pak Kumis sedang menghubungi keluarga Nona Qisya. Jika benar ia adalah Pamannya maka kami akan melepaskan Nona Qisya agar pulang bersama Pamannya. Jika ia telah berbohong maka akan kami tindak lanjuti ke kantor polisi supaya tidak ada yang berani menculik anak kecil di sekolah ini” jawab satpam lain kepada Bu guru.
“Oh begitu Pak. Baiklah, saya akan kembali menemani Nona Qisya di dalam. Kasihan jika ia sendirian di kelas. Mari, Pak. Saya permisi dulu” ucap Bu Guru dengan wajah tersenyum.
“Ya Allah... Arya semalam mimpi apa ya, bisa bertemu dengan bidadari di sini? Kalau begini caranya Arya ingin kembali jadi anak kecil deh, biar bisa jadi murid guru bidadari itu ” ucap Arya di dalam hatinya sambil menatap Bu Guru Cantik tersebut dengan tatapan penuh cinta.
Namun, saat Bu guru ingin berbalik badan, tiba-tiba saja Qisya keluar dari pagar sekolah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏
Papay ~~~ 🤗🤗