
“Hiks... Ti-tidak perlu, aku bisa hidup sendiri tanpa mereka! Aku tidak akan sudi kembali pada orang tua sejahat mereka! Selama ini mereka bagaikan keluarga yang sangat sempurna di mataku, tapi di balik itu semua mereka memiliki rencana jahat untukku. Aku memang bukan anak kandung mereka, jadi aku pantas di buang bagaikan sampah! Dan suatu saat nanti aku akan membalaskan rasa sakit ini kepada mereka semua!” ucap Qisya dengan sorotan mata yang sangat menyeramkan.
“Haha... Ini yang aku tunggu-tunggu, gadis kecil. Kau memang berlian untukku yang akan menarik perhatian mereka untuk bisa masuk dalam perangkap balas dendamku !” ucap Bisma di dalam hatinya.
“Sudah cukup berpura-pura baik dengan wajah ini! Semua yang mereka ajarkan hanyalah kebohongan! Aku tidak akan memakainya lagi, aku akan tunjukkan pada mereka semua bahwa aku akan datang dengan wujud yang berbeda!” ucap Qisya yang langsung melepaskan kerudungnya.
Entahlah, bagaikan aliran setan yang merasuki tubuh Qisya. Ia terlihat sangat menyeramkan, bahkan Pinjai serta Bisma pun sedikit terkejut melihat sisi gadis kecil yang polos ini seakan-akan telah berubah menjadi monster kecil yang begitu menyeramkan.
“Nona, apa yang kau lakukan dengan penutup kepalamu itu?!” ucap Pinjai dengan wajah terkejutnya.
“Cih!... Ini sudah tidak ada artinya lagi bagi diriku! Aku akan hidup kembali untuk mereka dengan identitas baru serta penampilan baru! Aku akan menghancurkan mereka seperti mereka yang telah menghancurkan hidupku!” ancam Qisya dengan nada yang sangat dingin.
“Apa kau yakin, gadis kecil? Kau akan membalaskan dendammu kepada orang tua angkatmu dengan kehidupanmu yang baru ini?” tanya Bisma dengan wajah tenangnya.
“Apa kau bisa membantuku, Tuan Bisma yang terhormat! Jika kau membantuku, maka aku akan berikan apa pun padamu sebagai imbalannya. Hanya kaulah orang baik yang saat ini aku miliki, dan untukmu Tuan Pinjai bolehkah kau mencari tahu semuanya tentang kehidupan mereka. Dan ketika aku sudah besar nanti, maka aku akan datang kepada mereka dengan menyamar sebagai orang lain” ucap Qisya.
“Ta-tapi, Nona...?” ucap Pinjai dengan wajah bingungnya.
“Lalukan apa pun dari perintah gadis kecil ini. Anggap saja dia juga sebagai atasanmu saat ini. Apa pun yang dia ucapkan segera lakukan tanpa adanya penolakan, paham kau!!” ucap Bisma sambil memberi isyarat pada Pinjai.
“Baik, Tuan. Saya akan lakukan apa pun perintah dari Nona kecil” saut Pinjai dengan tegas.
“Hoya... Bolehkan aku tahu siapa namamu, gadis kecil?” tanya Bisma dengan merapikan anakan rambut Qisya yang sedikit berantakan.
Awalnya Qisya sedikit merasa risih dengan sentuhan tangan orang asing, tapi ia mencoba melawan itu semua demi menghancurkan keluarga angkatnya. Karena harapan Qisya satu-satunya adalah dengan bantuan Bisma. Jika tidak, maka Qisya tidak tahu bagaimana nasibnya di sini.
“Namaku dulu adalah Balqisya Zhafir. Namun, saat ini namaku adalah...” ucap Qisya terhenti karena ia bingung mencari nama yang pas untuknya sendiri.
“Bagaimana jika namamu adalah Roselia Shaquilla. Di sini identitas aslimu akan aku tutup rapat-rapat, dan Kau bisa menggunakan nama barumu mulai saat ini” saut Bisma sambil tersenyum.
__ADS_1
“Nama yang bagus! Baiklah, deal... Kau bantu aku untuk membalaskan dendamku dan aku akan menuruti semua kemauanmu. Bagaimana? Tawaran yang menarik, bukan? Dan setelah aku sukses menghancurkan mereka, maka aku akan meneruskan hidupku sendiri tanpa bantuan siapa pun termasuk denganmu, Tuan Bisma!” ucap Qisya dengan sangat dingin sambil menjulurkan tangannya.
“Deal... Apa pun yang aku minta nantinya kau harus memberiku tanpa adanya penolakan! Jika kau menolaknya, maka perjanjian kita batal!” ucap Bisma sambil menjabat tangan Qisya.
“Aku paham, Tuan” ucap Qisya.
Pinjai hanya terdiam melihat aksi keduanya yang memang mempunyai dendam yang sama. Namun, hanya saja mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhirnya Bisma menyuruh Pinjai untuk mengurus semua keperluan serta identitas Qisya yang baru.
Entah kenapa, saat ini Qisya begitu percaya dengan omongan Bisma tanpa mencari tahu lebih dulu. Apakah keluarganya benar setega itu padanya, ataukah ia hanya salah paham.
Ya, namanya juga anak angkat. Jika ada omongan buruk tentangnya pasti akan terasa tersisihkan. Apa lagi saat ini keluarganya sudah memiliki anak kandung mereka sendiri.
Dari awal Qisya memang suka merasa iri kepada kedua adiknya itu, namun Qisya berusaha terlihat biasa saja. Karena ia yakin kedua orang tuanya memberikan perhatian lebih pada kedua adiknya bukan semata-mata untuk membandingkan antara anak angkat dan anak kandung.
Tapi, melainkan kedua adik Qisya memang membutuhkan perhatian yang lebih karena usianya yang masih kecil dibanding usia Qisya sendiri.
...*...
...*...
Brian dan Hana serta anak kembarnya terus saja mencari Qisya di sudut tempat yang semalam mereka kunjungnya dimana di tempat itu Qisya menghilang entah kemana. Bahkan para polisi pun sudah mengacak serta mencari keberadaan Qisya. Namun, semuanya nihil.
Bisma dan Pinjai memang terlalu cerdik untuk mengurus semuanya supaya jejak mereka sedikit pun tidak sampai tertinggal atau pun tercium oleh pihak kepolisian. Semua sudah mereka rencanakan matang-matang sebelum insiden ini.
“Hiks... Mas, kemana lagi kita harus mencari Qisya? Sudah hampir sore kita di sini. Tapi, keberadaan Qisya tidak sedikit pun bisa kita jumpai” ucap Hana sambil menangis dan menggendong Lily yang sepertinya tampak kelelahan saat mencari sang Kakak.
“Aku juga tidak tahu sayang, kemana perginya Qisya. Kenapa dia cepat sekali menghilangnya. Bagaikan di telan bumi” jawab Brian dengan wajah lesunya.
“Tidak salah lagi dugaan Lukas!” saut Lukas dengan nada dinginnya.
__ADS_1
Hana dan Brian langsung menoleh ke arah Lukas dengan wajah yang terasa menegangkan.
“Apa maksudmu, Lukas?” tanya Brian dengan dingin.
“Ada apa Abang? Apa Abang tahu sesuatu tentang Kakak? Atau Abang tahu siapa yang menculik Kakak?” tanya Hana dengan khawatir.
“Tidak, Bun. Apa Ayah dan Bunda ingat semalam Lukas bilang jika sepertinya ada yang telah mengikuti serta mengintai keluarga kita? Kemungkinan besar dialah pelakunya. Tapi Lukas tidak berhasil melihat wajahnya. Mereka bagaikan bayangan hitam yang menyamar di dalam kegelapan” jawab Lukas dengan lantang yang langsung membuat Brian dan Hana kembali memikirkan ucapan Lukas semalam.
“Kau benar, Boy! Sepertinya mereka sudah merencanakan semuanya dengan matang. Namun, kita terlalu bod*doh untuk memahami rencana mereka, dan ayah yakin mereka bukanlah orang sembarangan!” ucap Brian dengan menatap lurus ke depan sambil kedua tangan mengepal kuat.
“Hiks... Lalu, bagaimana ini Ayah? Bagaimana keadaan Kakak di sana? Apakah ia akan baik-baik saja bersama orang itu? Apakah Kakak terurus dengan baik? Hiks... Apa sih sebenarnya tujuan mereka? Kenapa harus Kakak yang menjadi korbannya? Kenapa bukan aku saja” ucap Hana dengan menggebu-gebu.
“Tidak!! Tidak akan ada yang harus jadi korban di sini! Karena kita belum tahu apa motif dari mereka. Aku yakin suatu saat nanti Qisya akan kembali bersama kita. Qisya itu memang polos, tapi di balik kepolosannya Qisya pasti memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Pasti dia akan mencari cara untuk kembali kepada kita. Lebih baik kita tunggu selama 1 tahun di sini, jika Qisya belum kembali juga. Maka, kita akan kembali ke Indonesia. Dan memikirkan rencana baru untuk menghadapi orang licik seperti dia” ucap Brian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel to the Lo... Hello guys... 😆😆😆
Terima kasih atas dukungan kalian selama ini... 🤗🤗🤗
Dukungan kalian semua itu sangatlah berarti untuk Author... 🥺🥺🥺
Dan berikut adalah rekomendasi novel untuk hari ini dari Author... 😗😗😗
Silahkan baca dan tinggalkan jejak kehadiran kalian yaaa... 😁😁😁
...*...
__ADS_1