
Jay hanya berdoa di dalam hatinya agar Lily atau Key bisa segera kembali ke ruang tamu. Jay sangat takut dengan tatapan Brian dan Lukas padanya saat ini, yang mana mereka sedang menebak-nebak tentang Jay.
Brian dan Lukas tidak mau kalau Lily sampai memiliki teman yang tidak baik, itu sebabnya mereka melihat Jay seperti itu.
“Jadi kamu adalah teman dari putri kecil kesayanganku? Sudah berapa lama kamu berteman dengan putriku sampai kamu berani datang terlambat untuk bertemu dengan putriku” ucap Brian dengan segala ketegasannya.
“Itu karena dia anak yang malas dan selalu bermain games, Ayah. Dia tidak pantas untuk menjadi temannya Lily karena dia terlalu malas dan tidak konsisten. Lebih baik Lily mencari teman lain yang lebih baik darinya” ucap Lukas dengan segala kecuekkannya.
“A-aku ti-tidak sengaja da-datang terlambat ke sini. A-aku minta ma-maaf jika a-aku sudah berbuat sa-salah, tapi a-aku tidak mau be-berhenti jadi temannya Lily” ucap Jay dengan segala ketakutannya.
“Kamu itu laki-laki jadi kamu harus menjawab semua pertanyaan dengan tegas dan lantang. Aku tidak mau putriku memiliki teman yang lemah dan malas seperti dirimu. Apa kau mengerti!” tegas Brian yang membuat Jay tersentak kaget.
“Kak Key hiks... tolong aku Kak, cepatlah kembali ke sini. Lily... di mana kamu? Kenapa kau tega meninggalkan aku dengan kedua pria dingin dan menakutkan ini hiks...” Jay berbicara di dalam hatinya dengan tubuh sedikit gemetar.
Tidak lama kemudian Lily datang sambil membawa tas dan beberapa buku yang dia butuhkan. Melihat bahwa Lily sudah kembali, Lukas dan Brian kembali bersikap tenang seperti biasanya karena mereka tidak mau membuat Lily merasa curiga dengan mereka.
“Aku sudah membawa semua buku yang kita butuhkan, Jay. Sekarang kita bisa mulai kerja kelompok kita ehh... kenapa Jay seperti gemetar ketakutan? Apakah Ayah dan Bang Lukas melakukan sesuatu pada Jay?” tanya Lily dengan wajah bingungnya.
“Tidak... kami tidak melakukan apapun kok. Lagi pula aku dari tadi hanya bermain games, dan Ayah juga memeriksa pekerjaannya di laptopnya. Benar kan Ayah?” ucap Lukas sambil melirik sekilas ke arah Jay.
“Tentu saja itu benar. Ohh iya, memangnya kalian ingin kerja kelompok apa? Mungkin saja Ayah dan Bang Lukas bisa membantu kalian” ucap Brian yang sengaja mengganti topik pembicaraan.
__ADS_1
Di saat Lily ingin menjawab pertanyaan Brian, tiba-tiba Bunda Hana dan Key datang sambil membawa nampan berisi minuman dan satunya berisi berbagai camilan. Mereka meletakkannya di meja dan lalu duduk di tempat duduk mereka masing-masing.
Lalu Lily dan Jay mulai mengerjakan tugas kelompok mereka dengan Bunda Hana yang selalu membantu mereka. Sedangkan Lukas dan Brian hanya memperhatikan segala gerak-gerik dari Jay yang duduknya cukup dekat dengan Lily.
Bagaimana dengan Key? Ya dia hanya duduk sambil membaca buku yang dia bawa dari rumah, karena Key tahu kalau dia akan merasa bosan kalau diam saja. Beberapa jam sudah berlalu dan akhirnya kerja kelompok mereka pun selesai juga.
“Karena sekarang sudah hampir jam makan malam, kenapa kalian tidak makan malam bersama kami saja di sini? Aku akan menghubungi orang tua kalian dan meminta ijin jika kalian mau” ucap Bunda Hana dengan nada lembutnya.
“Kami tidak mau merepotkan kalian Tante, lebih baik kami pulang saja karena Daddy dan Mommy pasti sudah menunggu kami sekarang. Lagi pula kita bisa makan bersama lain waktu, jika memang memungkinkan” ucap Key dengan sedikit tersenyum.
“Yaahh... padahal Lily mau makan malam bersama Jay dan Kak Key. Kenapa kalian tidak mau? Apakah kalian tidak mau makan malam bersama Lily hemm...” ucap Lily sambil menatap Jay dan Key dengan wajah sedihnya.
“Ya... ya sudah, ka-kalau begitu a-aku dan Kak Key akan makan malam bersama di sini dengan kalian semuanya. Jadi sekarang jangan sedih lagi ya... bagaimana Kak? Tidak apa-apa kan kalau kita makan malam bersama?” tanya Jay yang membuat Key hanya menghela napasnya.
“Ternyata Key adalah gadis yang sangat dewasa dan sopan ya... Bunda juga merasa kalau sifatnya Key hampir mirip dengan sifatnya Abang Lukas. Ayah juga merasakan hal yang Bunda rasakan, bukan?” tanya Bunda Hana sambil menatap Brian.
“Itu benar Bunda, itu sebabnya aku memanggilnya Babang Lukas itu Singa betina dan Kak Key itu singa jantan. Mungkin kalau Babang Lukas dan Kak Key bersatu, nanti anak mereka akan menjadi bayi singa yang sifatnya sama seperti mereka hihi...”
Lily mengatakan semua itu dengan spontan yang mana membuat Key dan Lukas saling menatap satu sama lainnya dan kemudian mereka sama-sama menatap ke arah lain. Bunda Hana yang melihat itu pun hanya bisa menahan senyumnya.
“Baiklah... kalau begitu aku akan pergi menyiapkan makan malam untuk kita semua. Kalian tunggu saja di sini sampai aku memanggil kalian saat makan malam sudah selesai” Bunda Hana tersenyum lalu pergi ke arah dapur.
__ADS_1
“Kalau begitu aku akan pergi keluar sebentar dan menelepon orang tua kami dahulu, permisi...” ucap Key yang pergi ke taman samping rumah keluarga Brian dan menelepon ke Mommy Nisha.
Saat ini Mommy Nisha sedang berada di dapur sehingga saat ponsel Mommy Nisha berdering, Daddy Ken pun mengangkatnya. Sedangkan Mommy Nisha tidak tahu jika ponselnya berbunyi dan Daddy Ken yang menjawab panggilan tersebut.
📱 “Hello Mommy... malam ini aku dan Jay akan makan malam di rumah temannya Jay. Mungkin kami akan pulang sedikit larut, tapi Mommy tenang saja karena aku pasti akan selalu menjaga Jay” ucap Key dalam telepon.
📱 “Siapa dirimu bisa memutuskan semua ini sendirian. Jika kamu ingin bermain, maka jangan membawa-bawa putraku dalam hal ini. Lalu apa maksudmu dengan kamu yang menjaganya?”
📱 “Apa kamu pikir putraku tidak bisa menjaga dirinya sendiri? Jangan belagu kamu hanya karena kamu lebih tua 1 tahun dari putraku. Kamu itu hanyalah wanita lemah dan tidak berguna sama seperti Mommymu yang sudah tiada itu”
Key yang mendengar perkataan buruk Daddy Ken tentang Mommy kandungnya seperti itu.
Sementara itu Mommy Nisha yang baru datang ke ruang tamu dan melihat kalau Daddy Ken sedang memakai ponselnya pun langsung mengambilnya secara paksa yang membuat panggilannya terputus.
Key yang mendengar teriakkan Mommy Nisha sebelum panggilannya terputus pun membuatnya semakin sedih.
Key lalu terduduk sambil air matanya terus mengalir. Sementara itu Bunda Hana yang melihat Key menangis itu pun langsung mendekatinya dan memeluknya.
Tidak tahu kenapa, tapi Key merasa nyaman dengan pelukannya Bunda Hana itu pun membuat tangisannya semakin parah.
Bunda Hana yang tidak tahu apa yang terjadi itu pun, hanya memeluk Key sambil mengusap-usap punggungnya Key untuk menenangkannya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ternyata Brian, Lukas, Lily dan Jay berada di belakang mereka. Jay yang mengerti kenapa Kakaknya menangis itu pun langsung berlari dan ikut memeluk Key. Kemudian Bunda Hana pun memeluk Key dan Jay secara bersamaan karena Jay ikut menangis bersama Key.