
Nah setelah melakukan siraman, Brian pun melakukan tahapan selanjutnya yaitu pecah telur. Telur yang digunakan adalah sebutir telur ayam kampung yang ditempelkan terlebih dahulu ke dahi dan perut calon ibu, lalu dipecahkan ke lantai.
Prosesi ini bermaksud agar persalinan nantinya lancar.
Dilanjutkan dengan acara keempat yaitu memutus janur atau lawe.
Dalam prosesi ini, janur atau lawe diikatkan ke perut Hana lalu Brian akan memutus janur atau lawe tersebut. Sama seperti pecah telur, memutus janur atau lawe bertujuan agar persalinan berjalan lancar.
Kemudian ada sesi brojolan yang berbeda dari dua prosesi sebelumnya. Brojolan adalah prosesi yang melibatkan kelapa gading muda yang diukir gambar Kamajaya dan Dewi Ratih. Prosesi brojolan dimaksudkan agar bayi dapat lahir tanpa kesulitan.
Acara kelima yaitu pecah kelapa.
Prosesi ini adalah lanjutan dari prosesi sebelumnya. Brian kemudian mengambil salah satu kelapa tersebut dengan mata yang tertutup. Kelapa yang diambil lalu ditempatkan di area siraman, dan dipecahkan. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan jenis kelamin calon bayi.
Selanjutnya acara keenam yaitu ganti busana.
Setelah siraman dilakukan, Hana akan mengeringkan badan terlebih dahulu dan mengganti busana yang sebelumnya digunakan.
Upacara ganti busana ini akan menggunakan 7 jenis kain yang melambangkan 7 bulan dan harapan bagi si bayi.
Tujuh kain melambangkan :
Sidomukti (Kebahagiaan)
Sidoluhur (Kemuliaan)
Semen Rama (Agar cinta kedua orang tua bertahan selamanya)
Udan Iris (Agar kehadirannya menyenangkan untuk orang di sekitarnya)
Cakar Ayam (Kemandirian)
Kain lurik bermotif lasem (Kesederhanaan)
Pada saat pemakaian kain pertama hingga sampai kain yang ke-6, para tamu undangan akan ditanggapi dengan perkataan “kurang cocok…” dan yang ke-7 dengan perkataan “cocok.”
Acara ke tujuh yaitu jualan cendol atau rujak.
Selanjutnya adalah prosesi dimana Brian dan Hana memeragakan berjualan cendol dan rujak. Brian selalu memayungi Hana saat berjualan. Uniknya lagi, uang yang dipakai adalah uang koin dari tanah liat atau kereweng.
Dan yang terakhir adalah acara potong tumpeng.
__ADS_1
Serangkaian proses mitoni berakhir dengan potong tumpeng. Tumpeng berisi dari nasi dengan enam tumpeng kecil di sekelilingnya.
Kemudian Brian dan Hana secara bersamaan memotong tumpeng tersebut dengan perasaan yang sangat bahagia.
Selama acara di mulai hingga selesai Brian terlihat benar-benar sangat ceria. Bahkan, sifat dinginnya pun sama sekali tidak terlihat saat acara tersebut. Brian hanya bisa menunjukkan senyumannya kepada semuanya untuk menggambarkan betapa bahagianya ia saat ini.
Sekalinya Brian menanamkan bibitnya, maka di saat itulah Allah begitu baik dengan langsung memberikan Hana dan Brian anak kembar yang sepasang.
Semua hadirin dan tamu undangan pun mulai mencicipi hidangan yang telah di sediakan. Berbagai menu mewah serta enak tersaji di meja yang sangat panjang. Bahkan tidak lupa di sana terdapat buah-buahan pencuci mulut serta dessert yang sangat mengiurkan.
Brian yang sedang sibuk mengobrol dengan beberapa rekan bisnisnya membuat Hana duduk sendirian. Sedangkan kedua orang tua Brian dan Hana pun mereka lagi menyambut beberapa kerabatnya.
Tak lupa Arya juga selalu menjaga Qisya di setiap berlangsung acara.
“Qisya temenin Bunda ya di sana ya... Om mau ke sana dulu mengecek yang lain. Gapapa kan?” tanya Arya sambil berjongkok di depan Qisya yang sedang duduk sambil memakan dessert.
“Ya gapapa, Om. Qisya mau ke Bunda saja, kasihan Bunda sendilian Ayah kan lagi sibuk ngoblol” saut Qisya.
“Oke... Hati-hati ya jalan ke Bundanya. Tuh Bunda kelihatan kan” tanya Arya untuk memastikan jika Qisya sudah mengetahu keberadaan Hana.
“Iya, Om... Qisya tahu kok. Ya sudah Om pelgi sana nanti di malahi Ayah tahu lasa loh hehe...” jawab Qisya sambil turun dari kursi yang di bantu oleh Arya.
Kemudian Qisya berjalan dengan kebayanya yang sangat anggun menuju tempat duduk Hana, sedangkan Arya langsung berlari mengecek semuanya agar tidak ada yang bisa mencelakai keluarganya terutama Hana yang sedang hamil besar.
“Bunda awasss....” teriak Qisya dengan sangat kencang yang membuat semua orang terkejut dan menengok ke arah Hana.
Brian yang tidak jauh dari Hana pun langsung berlari untuk segera menyelamatkan Hana. Untung saja Hana yang sangat sigap itu pun langsung berdiri dan menyingkir ke arah lain untuk menjauhi pria tersebut.
“Aaaa... siapa kamu” teriak Hana dengan wajah ketakutan.
Pria yang menggunakan masker pun ketahuan dan sangat ketakutan, tanpa basa-basi ia langsung lari sambil memegang pisau lipat di tangannya. Semua para body guard Brian pun mengejar pria tersebut, namun naas mereka gagal.
Pria itu seperti mempunyai keahlian berlari yang sangat cepat, sehingga semua para body guard Brian pun kewalahan. Bagaikan kilat yang sangat cepat menghilang.
“Bundaa... hiks” ucap Qisya sambil berlari dan menangis, lalu ia langsung memeluk kaki Hana dengan sangat erat.
“Sayang, kamu gapapa kan?” tanya Brian dengan wajah yang sangat khawatir sambil memegang kedua pipi Hana.
“Astaghfirullah, kamu gapapa kan Han?” tanya Nyonya Syifa dengan wajah serius bersama Tuan Ferry.
“Ada apa ini, Ndok? Kamu tidak apa-apa kan?” tanya Abah dengan wajah cemasnya bersama Umi.
__ADS_1
“Mbak ada yang luka tidak? Arya sudah menyuruh orang suruhan Mas Brian untung mengejar orang itu” tanya Arya dengan wajah cukup serius.
Semua orang mengelilingi Hana dan yang lainnya untuk mengetahui keadaan Hana serta mereka sangat ingin tahu bagaimana kejadiannya dengan wajah penasaran.
“Hana tidak apa-apa kok, kalian tenang saja. Untungnya tadi Qisya berteriak jadi Hana bisa secepatnya menyingkir. Kalau tidak mungkin Hana tidak tahu lagi bagaimana dengan nasib mereka” ucap Hana sambil mengelus perutnya dan mengelus kepala Qisya sambil tersenyum.
“Hiks... Bunda, Qisya takut Bunda sakit lagi” saut Qisya dengan suara isak tangis yang sangat sendu.
Akhirnya Hana menggiring Qisya untuk duduk serta memeluknya dari samping untuk menenangkan Qisya yang sangat terkejut dengan kejadian ekstrem itu.
Pada akhirnya Brian dan Arya membubarkan semua para tamu undangan dan para KRU ataupun tim yang mempersiapkan acara untuk segera pulang ke rumahnya masing-masing.
Kedua orang tua Hana dan Brian mencoba menenangkan Qisya serta memperhatikan Hana agar ia tidak stres karena itu bisa mempengaruhi kedua bayinya di dalam perut.
“Lebih baik kita bicarakan ini diruang keluarga saja, dan untuk Hana sama Qisya biarkan mereka beristirahat. Mungkin kejadian ini akan membuat mereka menjadi sedikit trauma. Meski pun Hana selalu tersenyum kepada kita, tetapi aku yakin di dalam hatinya ia benar-benar ketakutan. Hanya saja ia terlalu pandai untuk menyembunyikannya dari kita supaya kita tidak terlalu khawatir yang berlebihan” ucap Tuan Ferry.
Kemudian, Nyonya Syifa dan Umi merangkul Hana serta Qisya untuk mengantarkan mereka ke kamar Hana untuk beristirahat. Apa lagi Qisya ia benar-benar sangat trauma dengan kejadian yang hampir saja menimpa sang Bunda serta adik-adiknya.
Akhirnya setelah Hana dan Qisya di antarkan ke kamar lalu mereka beristirahat. Kini, saatnya semua orang berkumpul di ruang keluarga.
“Bagaimana ini bisa terjadi, Brian?” ucap Tuan Ferry dengan suara dinginnya yang penuh ketegasan.
“Brian juga tidak tahu, Pah. Brian dan Arya sudah menyuruh para body guard untuk mengecek semua tamu yang masuk ke dalam rumah. Bahkan jika tidak ada undangan mereka tidak boleh masuk” ucap Brian dengan wajah yang sangat kacau.
“Ya benar, Om. Arya juga sudah memastikan semuanya, tapi yang Arya bingungkan kenapa orang itu bisa masuk? Lalu, ia dapat surat undangan dari siapa? Dan yang lebih anehnya lagi kenapa dia bisa memakai masker sedangkan yang lain tidak ada yang menggunakannya” saut Arya dengan wajah penuh kecurigaan.
“Sepertinya semuanya sudah di rencanakan dengan matang. Dan kemungkinan ada orang terdekat kita yang tidak menyukai Hana putriku” ucap Abah dengan sangat tegas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo semuanya... 😁😁😁
Karena kemarin Author hanya update 1 bab jadi... 😗😗😗
Jadi Author akan memberikan update 3 bab untuk hari ini 😆😆😆
Yeeeyy... Horraaayy... 🥳🥳🥳
Semoga kalian menyukainya dan terus dukung Author ya... 🤗🤗🤗
Terima kasih semua... Sampai jumpa di bab selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1
Papaaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻