Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Ganteng dan Cantik


__ADS_3

Brian yang sudah tersadar pun seketika terkejut sambil berkata “Huaa... hiks... Sayang aku enggak mau nunggu terlalu lama, kasihan si Joni nanti dia bisa letoi, kalau letoi bagaimana nanti bisa-bisa aku tidak jantan lagi huaa hiks... Sayang” rengek Brian yang langsung memeluk Hana dengan erat.


Semua yang ada di sana pun menjadi terkejut dan bingung dengan perkataan Brian namun, juga sedikit lucu sampai akhirnya mereka menahan tawa mereka. Sedangkan Qisya hanya bisa menatap Brian dengan wajah yang aneh.


“Joni siapa Ayah? Teman Ayah?” tanya Qisya sambil menatap Brian yang masih memeluk Hana.


“Bukan, hiks... Joni itu...” ucapan Brian terputus saat Hana langsung menjawab pertanyaan Qisya.


“Joni itu teman Ayah dari kecil, Kak. Jadi, Ayah teringat sama teman kecilnya lalu nangis deh karena kangen. Sama kaya Qisya kalau kangen sama Bunda pasti nangis kan” ucap Hana.


Qisya hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan wajah yang masih bingung.


“Stt... Sudah Mas, jangan nangis ya ya aku minta maaf deh... Aku salah sudah ngomong begitu. Pokonya tidak ada kata lebih dulu, jadi semuanya bareng-bareng memeluk Baby twins ya. Biar tidak ada yang iri satu sama lain. Lagian juga kan Baby twins milik kita bersama jadi tidak boleh seperti itu”


“Kakak juga ya tidak boleh memperebutkan Baby twins sama Ayah, kalian harus tetap kompak untuk menjaga dan merawat Baby twins oke...”


Hana memeluk keduanya sambil mengusap kepala mereka dengan sangat lembut. Brian dan Qisya pun saling menganggukkan kepalanya.


“Ya sudah ayo baikan minta maaf ya, biar keluarga kita bisa harmonis tidak ada keributan atau memperebutkan yang jelas-jelas Baby twins adalah milik kita semua” saut Hana sambil melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Brian serta Qisya bersamaan lalu Hana satukan.


Brian pun meminta maaf kepada Qisya lebih dulu. Lalu, kemudian Qisya juga meminta maaf kepada Brian, dan mereka pun berpelukan. Hana dan Tuan Ferry serta Nyonya Syifa yang melihatnya merasa sangat bahagia.


Brian dan Qisya memang benar-benar memiliki watak yang keras serta susah untuk saling mengalah, tetapi berkat Hana yang mencoba menjelaskan secara perlahan akhirnya membuat mereka mengerti satu sama lain.


Brian mencoba bercanda dengan Qisya untuk sedikit menghiburnya, namun di saat semuanya sedang asyik bercanda bersama Qisya tak lama terdengar suara ketukan pintu.


Tok... tok... tok...


“Ya, masuk” ucap Nyonya Syifa.


Kemudian sang dokter dan 2 suster pun masuk sambil menggendong Baby twins. Betapa bahagianya mereka semua, kini wajah mereka terlihat sangat berbunga-bunga bagaikan seseorang yang sedang mendapatkan hadiah yang sangat indah.


“Permisi semuanya... Selamat pagi” ucap sang dokter sambil berjalan mendekati bangkar Hana sambil tersenyum.


Dan Brian pun bergeser ke samping bangkar mendekati Qisya.

__ADS_1


“Wah... cucu-cucuku ganteng dan cantik sekali” ucap Nyonya Syifa sambil menatap Baby twins dari jauh.


“Bunda mau lihat Baby twinsnya” rengek Qisya yang sudah tidak sabar untuk melihat wajah sang adik.


“Mari, Sus. Tolong berikan bayinya kepada Tuan dan Nyonya Brian” ucap sang dokter.


Kedua suster pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan perlahan memberikan Baby Boy kepada Hana serta Baby Girl kepada Brian.


Hana dan Brian pun menerimanya dengan sangat hati-hati, sehingga Brian langsung duduk di kursi sambil menggendong Baby Girl.


Tuan Ferry dan Nyonya Syifa pun dengan cekatan langsung mendekati mereka semua agar bisa melihat wajah Baby twins.


“Wah... Baby twins ganteng dan cantik ya, Bunda Ayah” tanya Qisya sambil menatap Baby twins bergantian.


“Ya dong, kan Ayah ganteng dan Bunda cantik jadi hasil cetakannya tidak salah” ucap Brian sambil menciumi Baby Girl.


“Ya ampun kalian lucu banget sih, Bunda senang deh sudah bisa menggendong kamu seperti ini” ucap Hana sambil mencium Baby Boy dengan air mata yang menetes.


“Hai sayang, perkenalkan aku Ayahmu namanya Brian Adijaya. Jangan nakal-nakal ya kalau sudah besar nanti jadi anak yang sholeh dan sholehah serta berbakti kepada kedua orang tua” ucap Brian sambil menatap Baby girl dengan perasaan bahagia sambil tak lupa air matanya pun menetes di sela-sela Brian tersenyum.


“Bunda, Kakak mau gendong boleh?” tanya Qisya sambil menatap Hana.


“Boleh dong sayang, tapi hati-hati ya. Dan tidak boleh diangkat hanya dipangku saja ya. Soalnya dedeknya masih kecil jadi masih sangat berbahaya” ucap Hana sambil menatap Qisya.


“Oke, Bunda. Kakak janji enggak diangkat-angkat cuman mangku dedek saja” ucap Qisya.


Hana pun langsung memberikan Baby Boy kepada Qisya dengan sangat hati-hati, tak lupa Hana mengajarkan Qisya untuk duduk dengan posisi yang benar.


Di sela-sela kebahagiaan mereka sang dokter pun membuka suaranya “Saya ucapkan selamat untuk Tuan dan Nyonya, Alhamdulillah kedua bayinya semuanya sehat dan insyaallah jika kondisi Nyonya membaik maka lusa kalian bisa kembali pulang ke rumah”


“Alhamdulillah, terima kasih banyak ya Dok. Sudah membantu proses persalin saya dan Baby twins” ucap Hana sambil menatap sang dokter penuh rasa bahagia.


“Ya, Nyonya sama-sama. Itu sudah tugas saya dan para suster lainnya untuk membantu semua wanita yang ingin melahirkan semampu dan sebisa kami semua”


“Ya sudah, kalau begitu kami akan kembali bekerja karena masih ada pasien yang harus kami tangani. Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk Tuan dan Nyonya semuanya” ucap sang dokter sambil tersenyum.

__ADS_1


“Terima kasih ya, Dok” ucap Nyonya Syifa sambil menangis bahagia.


Sang dokter pun hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bersamaan dengan kedua suster. Dan mereka pun langsung pergi meninggalkan ruangan kamar Hana.


“Ishh... Baby nya lucu banget Bunda, gemas deh pengen cubit hehe...” ucap Qisya sambil menatap Baby Boy.


“Eh... Kakak jangan dong kasihan dedeknya nanti kesakitan loh. Lagian kan dedeknya masih sangat kecil” ucap Hana sambil mengelus kepala Baby Boy dengan perlahan.


“Ya ampun... Brian lihatlah mereka, mukanya benar-benar mirip dengan Hana” saut Nyonya Syifa sambil menggoda Brian.


“Kok cuman Hana sih, Mah. Kan yang bikin Brian sama Hana jadi harusnya mirip Brian juga dong. Masa iya, cetakannya cuman ke Hana. Terus cetakan Brian bagaimana?” tanya Brian dengan wajah sedihnya.


“Ya, mana Mamah tahu. Makanya kalau bikin tuh jangan lupa pakai cinta. Jangan asal bikin doang, jadi ya begitu deh. Kan yang cinta cuman Hana jadi dia yang menang banyak. Kan kamu tidak mencintai Hana pada waktu itu” ucap Nyonya Syifa sambil menahan tawanya.


“Ck!! Ya sih, Brian nyesel kenapa pada saat bikin enggak kompromi dulu. Terus kalau begini Brian dapat apa dong, kalau semuanya mirip Hana” ucap Brian dengan rasa kesalnya.


“Prffttt...” Hana dan Tuan Ferry menahan tawanya sambil melihat wajah Brian yang sangat lucu saat Mamahnya sendiri mengerjainya.


“Ya mana Mamah tahu, bahkan anak kamu mirip orang yang ada di film-film Korea loh. Bahkan, lebih tampan darimu. Jangan-jangan waktu kalian bikin yang ada dalam pikiran Hana orang Korea jadi hasilnya seperti ini, wah... Sungguh Hana kamu memang wanita pintar. Jadi, dengan begini kamu bisa memperbaiki keturunan” saut Nyonya Syifa yang sudah tidak kuat menahan tawanya.


“Sa-sayang, a-apa be-benar yang dibilang Mamah barusan? Ka-kalau kamu waktu saat proses pembikinan Baby twins kamu malah membayangkan orang Korea itu dari pada aku? Pantas saja akhir-akhir ini kamu selalu menonton film Korea” ucap Brian dengan sorotan mata penuh kesedihan, bahkan air matanya sudah memenuhi bola matanya hingga akhirnya terjatuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Cubby ini... 🤭🤭🤭


Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2