
“Tidak, Baby. Om jangkung serius kali ini, Om sudah sadar kalau ini semua adalah salah karena Om langsung mempercayai orang tanpa mencari tahu kebenarannya seperti apa” ucap Bisma sambil mengelus kepala Qisya yang membuat Qisya sedikit memundurkan duduknya menjauhi Bisma.
“Ternyata dia masih sangat takut kepadaku, tapi ya sudahlah. Mungkin memang ini yang terbaik untuknya, jika terus bersamaku mungkin rasa traumanya akan semakin bertambah. Namun, jika bersama keluarganya mungkin ia akan kembali pulih. Sakit, ya memang sakit. Tapi, aku tidak mau menghancurkan keluarga yang mana tidak bersalah atas kematian Kakak tiriku dan aku harus menanyakan kisah aslinya kepada mantan suami Kakak. Ya, harus. Mau tidak mau aku harus menemui mereka untuk mengembalikan Qisya ” ucap Bisma di dalam hatinya sambil menatap wajah Qisya yang mulai ketakutan.
“Tuan...” ucap Pinjai sambil memberikan kode pada Bisma untuk sedikit menjaga jarak agar tidak membuat Qisya semakin ketakutan.
Bisma langsung paham dengan kode yang di berikan oleh Pinjai. Meskipun ia sangat ingin memeluk Qisya serta memegang wajahnya, namun Bisma sadar bahwa dengan kondisi Qisya, maka melakukan hal itu saat ini bukanlah waktu yang tepat untuknya.
“Maaf, jika Om jangkung membuatku merasa takut. Baiklah, Om akan sedikit menjauh dari Qisya. Lalu, bagaimana tawaran yang Om ucapkan tadi? Apakah Qisya mau kembali ke mereka? Atau...” ucap Bisma terpotong saat Qisya langsung mengatakannya.
“Aku mau, Tuan. Aku ingin kembali bersama mereka. Aku tidak mau hidup bersama penjahat seperti kalian semua. Pokoknya aku ingin pulang, pulang, pulang” teriak Qisya dengan penuh emosi yang membuat Bisma cemas jika Qisya akan kembali seperti keadaannya yang sebelumnya.
“Oke, Om akan bawa Qisya pulang besok, bagaimana? Apa Qisya mau? Jika, mau maka Qisya harus bisa tenang dulu. Om jangkung tidak mau membuat Qisya menangis serta merasakan ketakutan seperti waktu itu”
“Om tahu kalau Om jangkung sangat jahat kepada Qisya, tapi Om mohon pada Qisya agar bisa lebih tenang. Om janji tidak akan menemui Qisya lagi jika itu membuat Qisya bahagia” ucap Bisma yang membuat Pinjai terkejut.
“Tuan, apakah Tuan yakin dengan ucapan Tuan tadi?” tanya Pinjai dengan wajah bingungnya.
“Aku sangat yakin, Pinjai. Aku harus menebus kesalahanku karena sudah membuat Qisya seperti ini” ucap Bisma sambil menatap Pinjai yang langsung membuatnya bungkam.
“Bagaimana, gadis cantik?” ucap Bisma yang kembali tersenyum menatap wajah Qisya.
“Tuan janji tidak akan kembali menemuiku dan keluargaku kan? Dan Tuan juga tidak akan mencelakkan Bunda sama Ayah?” tanya Qisya dengan nada ketakutan.
“Tidak, Om jangkung janji. Setelah Om antarkan Qisya kembali dan Om jangkung bisa mendapatkan penjelasan tentang semuanya dari Ayahmu, maka mulai saat itu Om jangkung tidak akan menemui Qisya lagi. Yang penting Qisya bisa bahagia itu sudah cukup untuk Om jangkung” jawab Bisma yang mencoba tersenyum saat hatinya merasa sangat sakit.
Bahkan matanya mulai berkaca-kaca yang terlihat jelas kalau Bisma merasakan sangat kehilangan Qisya. Qisya hanya bisa menundukkan kepalanya sambil sedikit mengukir senyum di wajahnya yang membuat Bisma dan Pinjai sangat-sangat tak percaya.
__ADS_1
Selama hampir 1 minggu ini, Qisya selalu menunjukkan wajah datar serta ketakutannya terhadap mereka. Dan kali ini ia sedikit tersenyum yang membuat mereka berdua pun ikut tersenyum senang. Lalu, Qisya berlari menuju kamarnya untuk bersiap diri karena ia sangat bahagia jika besok ia bisa bertemu kembali dengan keluarganya setelah beberapa bulan ini menjalani hidup bersama Bisma dan Pinjai.
...*...
...*...
Keesokan harinya...
Qisya yang sangat bersemangat di pagi-pagi sekali sudah rapi dan terlihat wajahnya begitu cerita. Bahkan Bisma yang melihat Qisya yang ceria dari jauh pun ikut tersenyum.
“Aku sangat bahagia ketika bisa melihatmu tersenyum begitu lebar, Baby. Semoga keputusanku ini adalah keputusan yang nantinya tidak akan membuatku menyesal di kemudian hari, karena telah berjanji tidak akan menemui kembali. Dan pastinya aku akan sangat merindukan saat-saat kita bersama”
“Tapi, aku sudah berusaha merelakan ketika aku melepaskanmu. Ya, memang itu sudah seharusnya. Aku tidak boleh egois untuk menjadi penjahat ketika musuh yang selama ini aku anggap bersalah, namun pada kenyataannya mereka tidak bersalah. Dari pada aku menyesal seumur hidup jika aku menghancurkan keluarga yang tidak mempunyai kesalahan. Lebih baik aku melepaskannya walaupun entah kenapa hati ini rasanya begitu sakit”
“Yang jelas saat ini aku sangat bangga kepada diriku sendiri karena telah merelakan apa yang seharusnya tidak menjadi milikku, kini aku lepas untuk mengembalikannya pada pemilik yang seharusnya”
“Ayah, Bunda, adik-adik dan semuanya tunggu Qisya pulang ya. Hari ini kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita lagi karena penjahat itu telah mengakui kesalahannya. Tapi, entah kenapa Qisya merasakan perasaan yang aneh. Akhh, sudahlah. Lebih baik aku fokus pada diriku sendiri untuk mempersiapkan diri saat bertemu kalian” ucap Qisya sambil menatap foto keluarganya di dalam ponselnya.
Bisma yang melihat itu pun tak sengaja meneteskan air matanya, ia begitu kecewa dengan dirinya sendiri karena telah mempercayai orang lain tanpa mencari bukti kebenarannya terlebih dahulu. Jika saja Bisma mencari kebenarannya, mungkin saat ini mereka menjadi teman yang sangat baik. Dan tidak ada kata perpisahan ataupun perjumpaan yang pahit ini.
Bisma langsung mengusap air matanya, dan berusaha tegar dengan semua perasaannya yang bercampur aduk, lalu ia kembali ke kamarnya. Sedangkan Pinjai yang melihat Bisma dari jauh pun merasakan apa yang saat ini Bisma rasakan karena Pinjai telah menganggap Bisma seperti saudaranya sendiri.
Ya, memang status mereka adalah atasan dan bawahan. Namun Pinjai mau pun Bisma sudah bersama cukup lama saat Bisma merintis semuanya dari nol. Jadi, setidaknya mereka mempunyai kedekatan yang cukup dekat. Hanya saja, Bisma yang memang adalah ketua dari mafia jadi ia tidak menunjukkan sikap ramahnya. Tapi, jangan salah. Dibalik itu semua Bisma masih memiliki rasa peduli terhadap Pinjai yang selama ini telah menemaninya.
“Aku yakin kalau sebenarnya Tuan Bisma memiliki perasaan yang lebih untuk Nona Qisya, namun ia menyangkal semua itu. Sepertinya dia berusaha untuk menolak perasaan itu. Tapi, pada akhirnya ia menyiksa dirinya agar bisa melihat Nona Qisya tersenyum bahagia kembali”
“Inilah cinta, Tuan. Cobalah untuk berdamai dengan perasaanmu agar Tuan tahu jika inilah cinta yang seharusnya di perjuangkan, bukan malah mencoba untuk menolaknya”
__ADS_1
“Aku pun tahu jika di balik hati kecil Nona Qisya ia juga sangat nyaman dengan Tuan. Hanya saja, Nona Qisya belum mengerti arti kenyamanannya yang ia rasakan selama dekat dengan Tuan. Tapi itu sangat wajar, aku bisa memahami itu. Mungkin karena usianya yang masih di bawah umur jadi emosi serta kemarahannya tidak bisa ia stabilkan, sehingga ketika ia merasa di kecewakan maka ia akan memberontak untuk melupakan semua apa yang sudah kalian lalui”
“Aku harap suatu saat nanti ketika kalian telah menyadari semua itu dan bisa berdamai dengan diri kalian masing-masing, maka kalian akan sadar itulah yang di namakan cinta. Semoga kelak kalian bisa kembali bersatu. Hanya itu yang bisa aku lakukan, jika takdir berkata lain maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, jika takdir berkata iya, maka pertemuan kalian untuk kedepannya akan berbuah kemanisan bukan seperti pertemuan kalian saat ini yang berbuah kepahitan” pikir Pinjai di dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers 🤗
Sampai di sini dulu ceritanya... 😁
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiah ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Terima kasih dan sayang kalian 🙏🏻🥰
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 🤗🤗