Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kakek Iram Memaafkan Daddy Ken


__ADS_3

Key dan Jay saling melirik satu sama lain, lalu mereka terkekeh pelan bersama Mommy Nisha. Kakek Iram melirik mereka sangat kesal, kalau tidak ada Nenek Mona yang selalu mengawasinya mungkin saja Jay dan Key sudah habis di bejek-bejek bagaikan cucian kotor.


...*...


...*...


1 jam berlalu, akhirnya Daddy Ken sudah di pindahkan ke ruangan tersendiri sehingga semuanya bisa memasuki ruangan sambil menunggu Daddy Ken tersadar.


Tepat pukul 7 malam, Jay keluar ruangan untuk membelikan makanan serta minuman buat semuanya karena hari ini semua akan menginap di ruangan Daddy Ken.


Kakek Iram menonton televisi, sedangkan Nenek Mona dan Mommy Nisha lagi berbincang-bincang. Lalu Key, dia selalu duduk di samping Daddynya sambil memegang tangannya.


"Dad, bangun dong.. Daddy udah lama tidurnya. Apa Daddy enggak mau ketemu, Key?"


"Apa rasa sayang Daddy buat Key udah menghilang? Hiks.."


"Key pengen banget, sekali aja ngerasakan Daddy meluk Key. Tapi, sampai sekarang Daddy belum bangun-bangun. Bagaimana caranya Key bisa dipeluk Daddy?"


Mommy Nisha yang dari tadi mendengar ucapan Key, langsung bangkit dari sofa dan berjalan perlahan. Lalu memegang pundak Key dengan kedua tangannya sedikit membungkukkan tubuhnya menempelkan pipi kirinya ke pipi kanan Key.


"Mommy yakin, sebentar lagi Daddy akan bangun kok dan dia pasti senang ketika wajah pertama yang dia lihat adalah anak kesayangannya yang selama ini sudah di sia-sia'in" ucap Mommy Nisha sambil tersenyum.


"Tapi, kapan Daddy bangun Mom? Key kangen sama Daddy, Key pengen ngerasain gimana rasanya di peluk seorang Daddy"


"Mommy tahu kan, selama ini Key hanya mendapatkan kasih sayang dan juga pelukan dari Mommy atau pun Jay. Sedangkan Daddy? Daddy-..."


Ucapan Key terhenti ketika mendengar suara serak basah khas orang yang baru saja terbangun dari tidur lamanya.


"Ke-key... Ka-kamu be-beneran Key a-anakku?" gumam Daddy Ken ketika pertama kali membuka matanya, langsung terlihat wajah Key dan juga Mommy Nisha yang saling menatap satu sama lain.


Mommy Nisha dan Key segera menoleh menatap Daddy Ken yang sedikit terkejut. Key tersenyum meneteskan air matanya, saat Daddy Ken memyebut Key sebagai anaknya.


Rasa bahagia, terharu dan juga senang benar-benar berhasil mengetuk pintu hati Key. Begitu pun Mommy Nisha yang telah berdiri tegak di belakang Key bersama Nenek Mona yang sudah berjalan dan berdiri di sampingnya.

__ADS_1


Kakek Iram yang mendengar itu pun segera bangkit, lalu mendekati mereka semua. Dimana Daddy Ken terus menatap wajah Key sambil meneteskan air matanya, Daddy Ken sangat bahagia ketika dia bisa kembali melihat anaknya.


"A-akhirnya Daddy bisa bertemu kamu lagi, Key. Daddy seneng banget bisa menatap wajah cantikmu ini, meski Daddy harus tiada lebih dulu tapi Daddy bahagia. Setidaknya Daddy sudah bisa menyentuhmu hiks.."


Daddy Ken menangis saat tangannya terarah untuk menyentuh pipi Key, sedangkan tangan Key bergetar ketika ingin menyentuh tangan Daddy Ken yang ada di pipinya.


Ketika tangan Key sudah berhasil menyentuh tangan Daddy Ken, membuat dia terlihat begitu bahagia. Akhirnya Daddy Ken bisa menyayanginya sama halnya seperti Daddy Ken menyayangi Jay.


Namun mata Daddy Ken teralih ketika melihat kearah Mommy Nisha dan juga Nenek Mona beserta Kakek Iram. Perasaan bingung, aneh dan juga terkejut mulai melanda hatinya.


"A-apa kamu juga sudah tiada bersamaku, Nis? Ta-tapi kenapa kamu ikut denganku, lalu bagaimana dengan Jay? Kasihan dia, kalau harus menjalani hidupnya sendiri" ucap Daddy Ken berhasil membuat semuanya menatap satu sama lain.


"Apa maksudmu mengatakan bahwa aku sudah tiada? Kau kira umurku sependek itu, apa! Aku ini belum memiliki menantu dan juga cucu, jadi jangan mendoakanku seperti itu paham!" tegas Mommy Nisha.


Mendengar ucapan istrinya membuat Daddy Ken semakin bingung, bahkan dia tidak mengenal kedua orang yang ada di samping Mommy Nisha.


"Jika ka-kamu masih hidup, la-lalu Key dan aku? Ti-tidak mungkin kan kalau Key masih hidup, atau jangan-jangan aku bermimpi?" Daddy Ken menatap ke arah atas langit kamarnya.


"Ekhem.. Daddy yakin kalau udah memeluk Key, Daddy akan bangun? Berarti Daddy tidak mau ketemu Key lagi?" ucap Key sambil menggoda Daddy Ken.


Seketika Daddy Ken menoleh dan menggeleng cepat, sambil berkata. "Tidak, Daddy mau ketemu Key selamanya. Pokoknya Daddy mau Key ada di samping Daddy terus, titik!"


Semua mata teralih menatap pintu yang terbuka bersamaan munculnya Jay dengan membawa beberapa tentangan makanan serta minuman cukup banyak.


"Hello epribadeh.. Jay tampan dan manis datang bawa mak-..." Jay menghentikan ucapannya dan juga langkah kakinya ketika melihat Daddy Ken sudah terbangun.


"Da-daddy? Da-daddy sudah bangun?" ucap Jay sedikit terkejut. Begitu pun dengan Daddy Ken, dia juga terkejut mendengar ucapan Jay.


Jika semua ini nyata? Lalu Key? Bagaimana bisa Key masih hidup? Sedangkan beberapa terakhir ini dia baru saja mengunjungi makam Key. Entahlah, Daddy Ken terdiam menatap semuanya satu persatu.


Jay yang melihat Daddy Ken langsung menaruh makanannya di meja dekat sofa, kemudian berjalan mendekati mereka semua.


"Ekhem.. Maaf menganggu waktunya. Saya tahu mungkin Anda bingung kenapa kami berdua bisa ada di sini, di tengah-tengah keluarga kalian"

__ADS_1


"Pertama-tama perkenalkan saya Iram, ini istri saya Mona. Kami adalah Kakek dan Nenek kandung dari Key, anak yang selama ini Anda sia-sia'kan"


Kakek Iram terdiam sejenak melihat wajah Daddy Ken yang sedikit menegang menatap mereka, sesekali melirik ke arah Key yang tersenyum.


"Ja-jadi a-aku masih hidup? Dan Key juga? Ta-tapi bagaimana mungkin? Bukannya kemarin aku mendatangi makamnya Key? Te-terus kalau kalian Kakek dan Nenek dari Key, i-itu tandanya kalian o-orang tua dari Cha-chaca?"


"I-ini semua ada apa? Kenapa aku jadi bingung? Kalau Key masih hidup, lalu kemarin makam siapa? Kenapa kalian tega membohongiku!! Apa maksud dari semua ini, APAA!!!"


Nada Daddy Ken mulai sedikit meninggi sesekali air matanya runtuh akibat rasa pusing, bingung dan juga tidak mengerti sama apa yang dia lihat hari ini.


Jika Key masih hidup, kenapa mereka tega membohonginya dan alasan apa yang ada di balik semua ini? Itulah yang ada di dalam pikian Daddy Ken saat ini.


Saat Key dan Jay ingin menjawab semua pertanyaan Daddy Ken, tiba-tiba Nenek Mona menghentikannya karena dia mau biar suaminya yang menjelaskan semua ini kepada Daddy Ken agar dia mengerti dan tidak menjadi salah paham.


Kakek Iram hanya bisa menghempaskan nafasnya sedikit kasar dan perlahan menjelaskan semuanya kepada Daddy Ken.


Mulai dari pertemuan pertama Key, terkuapnya jati diri Key dan yang terakhir rencan kematian Key yang seolah-olah sebagai bukti apakah Daddy Ken sudah menyadari kesalahannya serta menyesali perbuatannya, ataukah dia akan tetap seperti semula.


Satu persatu telah terungkap, membuat Daddy Ken merasa sangat menyesal karena dia telah menyia-nyiakan anak yang tidak bersalah sama sekali dan juga telah membuat wanita yang dulu dia cintai telah tiada akibat depresi berat.


Dari sini mata hati Daddy Ken terbuka, penuh penyesalan atas semua yang sudah dia lakukan di masa lalu.


Ternyata Daddy Ken telah membuat 2 orang sekaligus yang tak bersalah mengalami nasib hidup yang sangat menyedihkan.


Daddy Ken menangis deras sambil memegang serta mencium tangan Key beberapa kali. Dari sini Daddy Ken seperti mendapat pelajaran bahwa apa yang dia tanam itulah yang akan dia tuai di kemudian hari.


Tapi beruntungnya Daddy Ken masih bisa mendapatkan kesempatan hidup untuk ke-2 kalinya agar dia bisa memperbaiki semuanya, sebelum terlambat


Setelah Kakek Iram selesai menceritakan semuanya, Daddy Ken meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Kakek Iram selaku Ayah kandung Chaca, Ibu dari Key.


Dengan berat hati, Kakek Iram mencoba untuk berdamai dengan masa lalu anaknya yang sudah terjadi. Berkat Nenek Mona yang selalu ada di samping Kakek Iram untuk terus menasehatinya, pada akhirnya dia sudah bisa memaafkan semua kesalahan Daddy Ken.


Ya walaupun, masih tersimpan rasa kesal dan juga marah. Tetapi itu akan menghilang seiring berjalannya waktu. Yang terpenting tidak ada dendam di antara mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2