Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Menggunakan Bahasa Inggris


__ADS_3

Mommy Nisha berbicara sambil sedikit menunjukkan senyuman canggungnya karena dia tidak berpikir kalau di dalam ruangan Ayah Brian sudah terdapat banyak sekali orang seperti saat ini.


"Huaaa.. cucu kembarku, kalian sudah semakin besar ya. Oma kangen hemm.." pekik Oma Syifa yang langsung berlari memeluk Lukas dan Lily secara bersamaan yang mana si kembar hanya bisa terdiam mematung.


"Masyaallah, cucuku.." sahut Umi Dewi yang juga langsung mendekati cucu kembarnya serta bergantian memeluknya secara bersamaan.


Kini, Oma Syifa dan juga Umi Dewi meneteskan air matanya penuh haru saat menatap cucu kembarnya yang mana saat ini Lukas di peluk erat oleh Oma Syifa, sedangkan Lily di peluk erat oleh Umi.


"O-oma, O-opa, Mb-mbah, O-om, ta-tante ka-kalian semua ada di sini?" ucap Lukas dengan segala keterkejutannya sambil melepaskan pelukan Omanya.


Oma Syifa pun hanya tersenyum di sela tangisannya sambil dia menganggukan kepalanya dengan cepat. Sementara itu Lily yang masih berada dalam pelukan Umi Dewi malah menangis.


"Ka-kalian semua a-ada di sini? Ke-kenapa tidak a-ada yang me-mengatakan a-apa pun pa-pada Lily hiks... Pa-padahal Lily sa-sangat kangen de-dengan kalian semuanya huaa..." tangis Lily pecah dalam pelukan Umi Dewi.


"Waah... ternyata Baby Twins kami sudah tumbuh besar, tapi tetap tidak berubah. Satunya tetep dingin dan cuek, sedangkan satunya lagi manja dan cengeng. Kalian itu sama persis seperti orang tua kalian ya haha..."


Arya berbicara sambil tertawa geli saat dia melihat bagaimana Lily dan Lukas yang masih tidak berubah sedikit pun. Lalu Papah Ferry pun ikut menyahuti perkataan Arsya sambil menatap Lily dan Lukas.


"Sama seperti pepatah yang mengatakan bahwa buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Namun di sini sepertinya hanya Sasya yang mungkin sudah berubah menjadi gadis dewasa" sahut Papah Ferry sambil mengingat tentang Sasya.


"Sebenarnya siapa mereka Baba? Kenapa mereka berdua terlihat mirip, dan cuma rambutnya saja yang tidak mirip. Apakah Baba dan Opa mengenal siapa mereka, tapi kenapa Iky tidak mengenal mereka?" tanya Iky dengan tatapan penasaran dan polosnya.

__ADS_1


"Memangnya kamu lupa siapa mereka berdua hemm... mereka berdua itu adalah kakakmu, bahkan saat kamu masih kecil selalu di gendong oleh mereka berdua"


"Abang Lukas memang terlihat cuek, tapi saat kamu hampir terluka maka dia yang akan menyelamatkanmu. Lalu Kakak Lily, dia akan selalu berteriak saat kamu juga berteriak sama saja seperti dia saat ini hihi..."


Abah Toni berbicara sambil mengelus-elus kepalanya Iky yang mana membuat Iky berbalik dan menoleh ke Abah Toni. Lalu Iky kembali berbalik dan melihat ke arah Lily dan Lukas yang sedang menatapnya.


"Yaaakk... kenapa Mbah Kung bicara seperti itu sih, kan aku jadi terlihat seperti Kakak yang tidak bisa di andalkan. Padahal dulu setiap Iky menangis, Lily yang selalu membuatnya tenang"


"Lalu Lily juga dulu sering menyuapi Iky makan saat dia tidak mau makan sama Om Arya. Jadi kenapa Mbah Kung cuma ingat hal-hal yang jelak saja tentang Lily. Huump... Lily marah sama Mbah Kung"


Lily berbicara sambil memalingkan pandangan dan melipat kedua tangannya di dadanya. Lalu Abah Toni pun tersenyum setelah melihat wajah kesalnya Lily yang selalu dia rindukan.


Sedangkan Lukas, dia malah berjalan mendekati Iky yang mana membuat Iky menatapnya dengan wajah bingung. Kemudian Lukas berdiri tidak jauh dari Iky sambil menatap Iky dengan tatapan yang membuat Iky semakin bingung.


"Ya iyalah aku tumbuh besar, memangnya kamu ingin aku selalu menjadi anak kecil yang tidak bisa apa-apa? Lagian kenapa kamu menatapku seperti itu, rasanya sangat tidak nyaman kau tahu?" ketus Iky sambil memelototi Lukas.


"Enggak Abangnya enggak adik laki-lakinya sama saja ya... Abangnya cuek dan tidak perhatian, sedangkan adiknya malah bar-bar dan ceplas-ceplos" ucap Bunda Hana secara tidak sadar yang mana membuat semua orang menatap ke arahnya.


Bunda Hana yang mendapatkan tatapan dari semua orang itu pun langsung menyadari bahwa dia baru saja berbicara secara lantang, dan bukannya berbicara di dalam hatinya yang mana membuat Bunda Hana hanya mengangkat kedua bahunya.


"Kenapa kalian semua menatapku? Aku hanya bicara fakta saja bukan? Putraku sangat cuek dan dingin, sedangkan putra dari adikku sangat ceplas-ceplos seperti Babanya saat masih remaja dulu" sahut Bunda Hana yang mana membuat Arya tersenyum canggung.

__ADS_1


Di saat semua orang sedang sibuk dengan dunia mereka masing-masing, terdapat tiga orang yang sedang kebingungan dengan semuanya. Lalu Jay pun hanya menatap wajah semua yang mana adalah keluarganya Lily dan Lukas dengan wajah bingungnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi di sini sih... lalu kenapa mereka menggunakan bahasa yang aku tidak mengerti seperti itu. Di mana aku? Siapa mereka? Apakah mereka mahkluk asing? Ataukah aku berada di planet para alien yang mengunakan bahasa unik serta aneh ini"


Jay berbicara di dalam hatinya dengan penuh kebingungan. Bagaimana pun saat ini semua keluarga Lily dan Lukas berbicara dengan bahasa Indonesia, sedangkan Jay, Key dan Mommy Nisha hanya berbicara bahasa Inggris yang mana membuat mereka tidak mengerti.


Apalagi saat ini Jay, Key dan Mommy Nisha masih berdiri di dekat pintu ruangan Ayah Brian karena mereka tidak berani berbicara akibat bahasa yang mereka gunakan sangat berbeda satu sama lainnya seperti sekarang ini.


"Sebelum itu, mari silahkan masuk Nyonya Nisha dan anak-anak. Perkenalkan mereka semua adalah keluarga kami yang baru saja datang dari Indonesia ke sini untuk liburan sambil menjengukku di sini"


"Jadi mohon maklumi jika kalian tidak mengerti dengan bahasa kami karena mereka tidak bisa berbicara dengan lancar menggunakan bahasa Inggris. Orang yang berada di sampingnya Hana adalah orang tua saya, yaitu Mamah Syifa dan Papah Ferry"


Ayah Brian berbicara menggunakan bahasa Inggris yang mana membuat Key, Jay dan Mommy Nisha bisa mengerti apa yang dia maksudkan.


Lalu Mommy Nisha, Jay dan Key berjalan masuk dan mendekati semua orang yang sedang berdiri tidak jauh dari kasurnya Ayah Brian.


"Sedangkan mereka adalah orang tua saya, yaitu Abah Toni dan Umi Dewi. Lalu pria yang di sampingnya adalah adik saya bernama Arya bersama dengan istrinya yaitu Cantika dan Baby Iva yang berada dalam gendongannya"


"Lalu pria kecil yang di samping Lukas adalah putra mereka yaitu Iky. Namun sepertinya mereka tidak bisa lancar mengunakan bahasa Inggris, jadi mohon di maklumi karena orang tua saya juga baru kali ini pergi ke Amerika"


Bunda Hana berbicara sambil merangkul Umi Dewi dan Abah Toni yang mana mereka tersenyum menatap Mommy Nisha dan di balas senyum olehnya. Jay dan Key yang hanya menganggukkan kepala mereka karena mereka mengerti akan situasi saat ini.

__ADS_1


Kemudian, Iky yang hanya menatap Bunda Hana lalu berbalik menatap Key serta Jay dengan wajah bingungnya. Bagaimana pun ini adalah kali pertamanya Iky mendengar perkataan yang begitu asing di telinganya.


Meskipun Arya dan Cantika sangat mahir dalam berbahasa Inggris karena pekerjaan mereka, namun mereka tidak pernah menggunakan bahasa Inggris di rumah yang mana membuat Iky tidak mengerti dengan apa yang Bunda Hana katakan saat ini.


__ADS_2