Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Brian Junior dan Hana Junior


__ADS_3

“Hoya... sayang, kamu tahu tidak ada kabar baik loh dan ada juga kabar buruk. Huft... menyebalkan” ucap Brian sambil memasang muka kesalnya yang begitu terlihat lucu.


“Kamu mau dengar kabar buruk apa baik dulu nih...” tanya Brian sambil menatap wajah Hana.


“Ya sudah , iya deh iya... kabar buruk dulu ya, jadi kita bisa bahagia selamanya hehe...” Brian berbicara sendiri sambil tertawa dengan mengeluar air mata kesedihan.


“Aduh... kenapa jadi kelilipan nih mata, maaf ya sayang. Aku enggak nangis kok, ini hanya ada debu jahat yang masuk ke mataku jadi keluar air mata deh. Kalau keluarnya duit itu namanya mesin ATM haha...”


Brian berusaha menghibur Hana dan dirinya sendiri agar tidak terus menerus terlarut dalam kesedihan. Brian sudah percayakan semuanya dengan Sang Pencipta untuk selalu menjaga Hana serta bayinya yang ada di dalam perut Hana.


Brian percaya bahwa Hana nanti akan bangun di saat yang tepat. Sampai akhirnya mereka akan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.


Mereka memulai semuanya dari nol tanpa adanya keegoisan, amarah, kejahatan atau pun kesedihan. Hanya akan ada kebahagiaan, jika ada air mata pun itu pertanda air mata kebahagiaan bukan kesedihan lagi.


“Jadi kabar buruknya adalah...” ucap Brian sambil menggantungkan kalimatnya.


“Heum... nungguin ya, haha... cie... cie... sepertinya ada yang penasaran nih” goda Brian sambil menatap Hana.


“Ayolah sayang bangun, aku kangen loh liat senyummu itu. Apa kau tega melihat aku seperti orang gila kaya gini? Aishh... ya sudahlah. Aku terusin lagi ya”


“Kabar buruknya itu anak-anakmu selalu saja menjahili aku, sampai-sampai membuat aku memuntahkan semua makananku. Lihatlah tubuhku ini, sampai terlihat sangat kurus. Bahkan roti sobekmu ini sudah tidak ada lagi di sini, semua karena kejahilan mereka yang tidak mau membiarkan aku bisa makan enak”


“Bahkan anakmu ini selalu saja meminta yang aneh-aneh, kau tahu sayang... waktu itu aku pernah menyuruh OB di sini yang sudah menjadi asistenku selama di sini karena aku tidak mau membiarkanmu sendirian di sini. Jadi aku menyuruh dia untuk mencarikan tukang mie ayam dengan penampilan seperti cepot yang wayang-wayang itu. Kau tahu kan itu betapa susahnya dia mencari Abang-abang kaya gitu”


“Sampai akhirnya sang OB baru bercerita saat aku sudah habis memakan mie itu. Dia bilang begini sayang... Tuan Brian maafkan saya, tadi saya berbohong. Habis saya sudah mencari penjual mie ayam dengan penampilan seperti itu tidak ada sama sekali, kalaupun seluruh dunia bapak cari juga tidak akan menemukannya. Jadi saya inisiatif untuk memakaikan penjual tersebut busana seperti wayang cepot lalu memvideokannya kepada Tuan. Sekali lagi tolong jangan keluarkan saya dari rumah sakit ini... Nah gitu sayang ceritanya”

__ADS_1


“Eh tunggu-tunggu, bahkan anak kita tidak hanya sekali dua kali mengerjaiku loh...”


“Saat itu aku sedang ingin sekali minum es doger, tapi dia mau yang jualannya berkumis tebal seperti pak Raden. Astaghfirullah sayang dia benar-benar sangat jahil bukan. Ada -ada saja tingkahnya, sampai-sampai si OB pun frustrasi jika aku menyuruhnya. Namun, untungnya saja mudah sekali untuk merubah si penjual tersebut”


“Sebenarnya masih banyak lagi sih. Tapi jika semuanya di ceritakan maka, aku tidak akan bisa mengobrol lagi denganmu besok hehe...”


“Jadi bagaimana sayang, apa kamu tidak mau membelaku? Makanya ayo bangun, buat mereka berdua mengerti agar tidak mengerjai Ayahnya seperti ini” rengek Brian sambil menciumi tangan Hana dan terus menerus mengeluarkan air mata.


“Berdua? Nah... pasti kamu penasaran kan, kenapa bisa jadi berdua. Hayolohh... ada apa ya di dalam perutmu, apakah anak kita kembar? Wah... ya kamu betul sekali sayang, mereka kembar. Dan mereka juga sepasang loh, di sana ada Brian junior dan Hana junior hehe...”


“Kamu tahu sayang betapa bahagianya kami semua, bahkan Mamah dan Papah menangis saking bahagianya mendapati kabar bahagia ini. Hanya saja mereka sangat sedih saat melihat kondisimu yang terus menerus tidak ada perubahan”


“Dan Qisya... kamu tahu tidak sayang. Dia sekarang sudah sangat pintar loh, dia begitu cerewet sekali. Semakin dia pandai berbicara maka dia semakin terlihat sangat menyebalkan. Dia sudah bisa berbicara sangat lancar sayang, hanya saja lidahnya masih sering keseleo hehe... Jadi jika ada huruf R, sama dia diganti dengan huruf L”


“Tapi kamu harus tahu ini sayang, saat Qisya tahu dia akan memiliki adik dia begitu antusias bahkan ia hampir setiap hari menengokimu serta adiknya ini. Tapi aku melarangnya dengan berkata seperti ini... Qisya kan sudah sekolah jadi jangan sering-sering ke sini. Qisya harus belajar yang rajin, sekolah yang benar dan tidak boleh jadi anak yang nakal. Jika Qisya berbuat salah maka Qisya harus segera minta maaf tidak boleh marah-marah. Nanti kalau Bunda tahu Qisya jadi anak bandel maka Bunda tidak mau membuka matanya”


“Dan dan dan... betapa bahagianya dia saat dia tahu jika dia akan memiliki adik 2 sekaligus dan itu berbeda jenis kelamin, itu semakin membuat dia bahagia sayang. Dia kira ini adalah hadiah dari Bundanya untuknya saat ulang tahunnya nanti, yang hanya tinggal beberapa hari lagi”


“Aku mohon sayang di saat nanti kita sedang merayakan ulang tahun Qisya yang ke 6 tahun semoga saja kamu sudah terbangun dari tidur panjangmu ini. Qisya adalah anak yang sangat bisa menutupi kesedihannya sayang, Mamah bilang saat meneleponku jika Qisya setiap pulang dari rumah sakit ia selalu saja bersedih nangis dan sebagainya. Tetapi di saat Qisya sedang main di sini dia terlihat sangat bahagia, dia selalu mengajak ngobrol kamu serta adik-adiknya sambil tertawa. Tapi di balik itu semua dia benar-benar sangat hancur sayang, sama seperti aku. Qisya tidak mau membebaniku jika tahu kalau dia menangis, karena itu akan semakin membuat aku bersedih”


“Betapa hebatnya putri kita sayang, semua berkat didikanmu yang selalu mengajarkan nilai-nilai baik kepadanya. Sekarang ia tumbuh menjadi anak yang sangat baik. Terima kasih sayang, telah hadir dalam hidupku serta Qisya. Kamu telah merubah semuanya dari kami. Maafkan keegoisanku selama ini yang tidak bisa menjaga perasaanmu hiks... aku pria bod*doh sayang, aku telah menyia-nyiakan kamu selama ini hiks... aku menyesal sayang, menyesal hiks... ayo bangun sayang bangun, jangan tidur terus seperti ini hiks...”


Brian yang dari tadi menahan semua tangisnya, kini menjadi pecah sambil terus menggenggam tangan Hana serta menciumnya beberapa kali. Setia saat Brian selalu menyalahkan dirinya sendiri atas semua perlakuannya pada Hana selama ini.


Bahkan ia tidak bisa berhenti menangis setiap hatinya yang membuat penampilannya seperti tidak terurus. Tubuh yang mulai kurus, mata yang hitam seperti seekor panda. Serta bola matanya yang membengkak setiap harinya.

__ADS_1


Bahkan Qisya yang melihat Ayahnya selalu saja meledeknya seperti monster panda yang sangat jelek. Sampai membuat mereka bertengkar setiap harinya di depan Hana.


Sedangkan Tuan Ferry serta Nyonya Syifa tak henti-hentinya selalu mendoakan menantu kesayangannya agar segera terbangun dari tidur panjangnya.


Namun, di tempat lain Hana sedang bermain bersama kedua anak kecil dengan sangat bahagia. Hana yang sudah merasa nyaman dengan anak kembar tersebut, membuat ia ingin sekali di panggil Bunda oleh mereka.


Dengan senang hati mereka memanggil Hana dengan sebutan Bunda. Betapa bahagianya Hana saat itu, sampai membuat ia lupa akan keluarganya yang sedang menunggunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo semuanya... Kembali lagi dengan Author kesayangan kalian... 😁😁😁


Karena ada suata problem jadi Author tidak bisa aktif NT... 😗😗😗


Author minta maaf karena tidak membalas komentar kalian... ☹️😟😟


Saat ini Author membagi waktu agar bisa selalu up setiap hari... 🥺🥺🥺


Semua ini demi kalian pembacaku yang setia mendukung Author... 🥰🥰🥰


Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini semuanya... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Author sangat-sangat berterima kasih dari lubuk hati Author... 🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi para pembaca setiaku... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2