Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Perhatian Kecil Dari Brian


__ADS_3

Hana dan Qisya yang sudah selesai dengan belanjanya kini langsung membawa Qisya pulang karena sudah terlihat sangat kelelahan akibat seharian berkeliling Mall.


Dari mulai bermain time zone, makan, belanja pakaian Qisya dan belanda bulanan.


Bagaimana tidak sampai lelah orang mereka pergi dari siang hingga abis isya baru pulang.


Yang membuat Qisya tertidur di dalam pangkuan Hana, sambil Hana menatap ke arah samping.


"Jika kamu merasa sangat lelah lebih baik tidur saja dulu, nanti akan aku bangunkan kalau sudah sampai. Lumayan masih sejam lagi karena jalanan sedang macet" ucap Brian yang menatap Hana.


Hana langsung menoleh dan menatap Brian sambil berkata "Tidak apa-apa mas, aku nemenin kamu saja. Lagian aku tidak mengantuk kok"


"Ya sudah, gimana kamu saja" jawab Brian yang kembali fokus menatap ke arah depan dengan jalanan yang masih sangat macet.


"Aku senang mas lihat kamu yang memperlihatkan perhatian kecil seperti ini, tapi jika kamu sudah kembali berubah aku malah merasa sangat sedih. Semoga suatu saat nanti kamu akan berubah jauh lebih baik ya mas. Dan kalau boleh jujur aku sudah mulai menyukaimu mas, hanya saja aku masih belum bisa mengungkapkan perasaan ini kepadamu sebelum kamu bisa membedakan antara masa lalu yang hanya untuk di kenang dan masa depan yang harus di perjuangkan" ucap Hana di dalam hati sambil menatap Brian.


Brian yang melirik Hana dengan sudut matanya membuat ia heran, dan langsung menongok dengan menatap manik mata Hana.


"Ada apa melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dengan mukaku?" tanya Brian dengan mengangat sebelah alisnya.


"Tidak ada kok, mas Brian terlihat sangat tampan seperti biasanya bahkan hari ini lebih tampan" celoteh Hana yang baru saja memuji ketampanan wajah suaminya dengan senyum indahnya.


Brian yang mendengar celoteh Hana membuat wajahnya seketika memerah menahan malu dan langsung membuang mukanya menghadap ke arah samping dengan sedikit tersenyum lalu kembali normal.


"Cih.. ngapain kamu memuji saya, jangan-jangan ada udang dibalik batu?" Brian kembali menatap Hana dengan berusaha menunjukkan wajah dinginnya.


"Memangnya seorang istri tidak boleh memuji suaminya mas? Bahkan memuji pasangan sendiri adalah sebuah pahala loh. Dan aku pun berkata dengan sangat jujur, jika mas Brian memang seorang pria tampan yang pernah aku lihat" jawab Hana.


Brian berusaha menahan senyumannya dengan sebaik mungkin sambil wajah yang sudah memerah.


"Astaga, Hana. Bisa-bisanya kamu memujiku seperti ini, padahal jelas-jelas aku saja sering menyakiti perasaanmu" ucap Brian di dalam hati kecilnya sambil menatap Hana.


Disaat Hana dan Brian saling menatap satu sama lain, seketika Brian hilang kendali dengan sedikit menajukan badannya mendekati Hana.

__ADS_1


Hana yang sangat terkejut dengan perlakuan Brian membuat dirinya refleks untuk menutup matanya.


Sedikit demi sedikit Brian mendekati bibir manis Hana dan hampir saja saling menyentuh, kini mereka malah di kejutkan dengan suara klakson mobil.


Tin..


Tin..


Tin..


Brian yang sudah sadar langsung terburu-buru melajukan mobilnya dengan keadaan menahan malu yang amat membuat dirinya tidak berani menengok ke arah Hana.


Sedangkan Hana hanya bisa menongok ke samping dengan keadaaan senyum-senyum sendiri.


"Astagfirullah, untung saja kami di kejutkan oleh suara kelakson. Jika tidak, mungkin mas Brian sudah menyosorku di sini hehe.." ucap Hana di dalam hatinya dengan perasaan senang.


"Astaga, Brian apa-apaan sih kamu. Main sosor saja, ini di dalam mobil loh, Ckk!! mana si Joni sudah bangun lagi, Argh.. gimana ini jangan sampai Hana melihatnya" ucap Brian di dalam hatinya sambil merapatkan kakinya.


Brian semanjang perjalanan berusaha keras untuk menahan sang adik agar mau tertidur kembali. Dan untung saja sang adik menuruti perintah majikannya.


Berangkat hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam setengah, kini pulangnya mereka malah membutuhkan 3 jam lebih karena Brian salah belok dan membuat ia harus memutar jauh.


Mereka turun dari mobilnya dengan keadaan Hana yang menggendong Qisya, sedangan Brian membawa semua belanjaan kedalam rumah.


Nyonya Syifa yang tadinya ingin mengambil minum ke dapur kini melihat mereka pulang malah membuat ia penasaran lalu mendekati mereka.


"Loh kok kalian jam segini baru pulang?" tanya Nyonya Syifa sambil memegang gelas yang kosong.


"Jalanan macet banget ada perbaikan jalan, lagi pula tadi Qisya bermain agak lama di sana" jawab Brian sambil menenteng beberapa belanjaan.


"Ya sudah kalian istirahat saja, sini belanjaan bulanannya mamah saja yang bawa ke dapur sekalian mau ambil minum dan kembali ke kamar" ucap Nyonya Syifa yang langsung menerima tas besar yang berisi belanjaan bulanan dari tangan Brian.


"Mah Hana ke kamar Qisya dulu ya kasihan dia sudah sangat lelah bermain seharian di sana" ucap Hana sambil menggendong Qisya.

__ADS_1


"Sini biar aku saja yang menggendong Qisya, kasihan berat nanti kamu bisa kelelahan malah repot lagi. Nanti aku yang di suruh mijitin. Sudah kamu bawa belanjaan Qisya saja"


Brian langsung menaruh belanjaan Qisya di dekat meja tamu dan langsung mengambil alih Qisya dari gendongan Hana dengan perlahan.


Nyonya Syifa hanya bisa menahan tawanya melihat anaknya yang berusaha mengasih perhatian namun dengan keadaan gengsi yang sangat tinggi.


Sedangkan Hana hanya bisa tersenyum penuh arti dengan raut muka yang sangat senang.


Brian kemudian berjalan menaiki anak tangga dengan langkah perlahan supaya Qisya tidak sampai terganggu tidurnya.


"Sudah sana cepetan susul suamimu, berikan dia servis hangatmu biyar tambah perhatian hehe.." ucap Nyonya Syifa sambil tertawa yang membuat Hana menjadi malu dan menunduk.


"Mamah bisa saja, mana mungkin Hana yang duluan meminta kepada mas Brian mah.Tidak etis dong, nanti di kiranya Hana wanita murahan" ucap Hana dengan tersenyum.


"Tidak sayang, itu sudah menjadi hak kalian berdua. Jika Brian tidak memulai, maka kamu harus bisa mengambil hati Brian. Mamah yakin Brian ada perasaan untukmu, hanya saja dia masih suka terbayang oleh masa lalunya. Jadi kamu harus bisa membuat Brian mengesampingkan masa lalunya sebagai kenangan dan mengedepankan masa depannya sebagai kebahagiaan"


Nyonya Syifa berusaha menasehati Hana agar tetap semangat untuk bisa merebut hati Brian dan tidak menjadikan dirinya selalu terbayang-bayang oleh masa lalunya yang seharusnya sudah menjadi kenangan sejak lama.


"Insya Allah, Mah. Makasih banyak sudah mau mendukung dan menasehati Hana, Hana akan coba untuk mengambil hati mas Brian. Semoga saja malam ini adalah menjadi malam yang berkesan untuk kami, Mah" ucap Hana dengan senyuman indahnya.


"Mamah akan selalu berdoa untuk pernikahan kalian supaya bisa selalu bahagia selamanya, dan semoga besok pagi mamah bisa mendengar kabar baik itu darimu hehe.. jangan lupa sayang buatlah Brian yang memulainya lebih dulu, tugasmu hanya memancing dia oke" jawab Nyonya Syifa.


"Insya Allah, Mah. Doakan supaya Hana bisa membuat mas Brian terpancing seperti apa yang mamah omongin barusan hehe.."


Di saat mereka berdua sedang asyik mengobrol tiba-tiba saja Brian kembali turun ke bawah dan mendekati mereka yang sedang tertawa.


"Bukannya buruan pergi ke kamar, malah di sini ketawa-ketawa. Mamah juga katanya mau menaruh barang belanjaan kenapa masih di sini sih, Brian kan harus mandi dan biasanya Hana yang menyiapkan semuanya" ucap Brian dengan nada kesalnya.


"Biasanya juga kamu menyiapkannya sendiri, kenapa semenjak ada Hana kamu malah menjadi manja seperti ini? Apa-apa harus Hana yang mengerjakannya" jawab Nyonya Syifa yang berusaha menggoda anaknya.


"Ish.. tahu argh, terserah mamah saja" ucap Brian yang langsung pergi kembali ke atas menuju kamarnya dengan keadaan yang pura-pura marah untuk menutupi wajah malunya.


Nyonya Syifa dan Hana saling menatap satu sama lain dan langsung tertawa bersamaan.

__ADS_1


Kemudian Hana meminta izin kepada Nyonya Syifa untuk kembali ke kamar lebih dulu karena Hana takut jika mood Brian tidak enak rencana mereka akan gagal untuk Hana merayu suaminya sendiri.


Hana pergi ke atas menyusul Brian, sedangkan Nyonya Syifa pergi ke arah dapur untuk menaruh belanjaan serta mengambil minumnya. kemudian kembali ke kamarnya.


__ADS_2