Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Sudah Selesai Bermain


__ADS_3

Entahlah, yang ada di pikiran Brian saat ini hanyalah dari mana Hana bisa belajar semua ini. Bahkan, semenjak pernikahan mereka pun Brianlah yang menjadi pemimpin dalam permainan panas di ranjang.


Namun, ini malah Hana yang menjadi pemimpin dalam permainan. Tapi, sudahlah. Brian tidak mau banyak berpikir, malah ia sangat bahagia jika Hana bisa seliar ini. Jadi ia tidak perlu lagi mengajari Hana untuk mencari sisi sensitif dari Brian yang akan membuat ia bergairah.


Hana yang sudah tidak sabar pun, menyuruh Brian untuk berdiri agar ia bisa memainkan si Joni dengan lidahnya. Karena, jika Hana harus menunduk itu tidak akan mungkin. Apa lagi, dengan kondisi perut yang membesar itu akan sulit untuk Hana.


Hana tidak mau sampai memaksakannya dan membuat bayi-bayi di dalam perutnya merasa tidak nyaman. Brian yang paham dengan kondisi Hana pun langsung turun dari kasur dengan membuka celananya lalu, Brian berdiri tepat di depan Hana yang duduk di pinggir kasur.


Kemudian, Hana menatap wajah Brian sambil mengocok serta ******* si Joni dengan penuh kenikmatan yang membuat Brian hanya bisa memejamkan matanya sambil mengusap kepala Hana serta tidak lupa suara-suara indah Brian begitu terdengar sangat nyaring di kuping Hana.


“Arghh... hemp... uhhh... Sayang percepatlah” ucap Brian sambil mendongakkan wajahnya yang sudah penuh dengan keringat bahkan menetes di leher yang kini malah menambah kesan ketampanan Brian.


Hana yang melihat Brian sambil mengulum si Joni pun semakin bersemangat, tak henti-hentinya Hana menjilat serta membuat Brian seperti cacing kepanasan menahan kenikmatan.


Bahkan di saat Brian ingin mengeluarkan lahar putihnya, Hana malah menjeda sedikit aksinya agar Brian tidak mengeluarkannya terlalu cepat.


“Arghh... Sayang, cepatlah jangan menyiksaku seperti ini uhhh... hemm...” ucap Brian sambil menekan kepada Hana agar si Joni masuk lebih dalam.


Hana memang sengaja membuat Brian merasakan kenikmatan yang panjang tanpa harus secepat itu untuk mencapai puncaknya. Tetapi, Hana juga tidak tega jika ia menyiksa Brian terlalu lama.


Sampai akhirnya ia mempercepat temponya untuk mengulum si Joni sesekali menjilatnya. Sehingga, tubuh Brian kembali bergetar saat puncaknya yang ia tunggu-tunggu akan segera tiba.


“Arrrrrghhh... Sayangg, aku ingin keluarr” teriak Brian dengan suara indahnya sambil lebih menekankan kepala Hana agar lebih dalam.


“Aarrrghhhhhh.....” suara paling indah Brian pun keluar.


Crutt.. crutt.. crutt..


Kini, Brian telah berhasil melepaskan lahar putihnya di dalam mulut Hana dengan sangat banyak, bahkan sampai keluar dari pinggir mulut Hana saking banyaknya.


Hana yang merasakan mulutnya benar-benar penuh dengan cairan Brian pun langsung menelannya dengan perasaan tak jijik sama sekali. Tak lupa Hana membersihkan si Joni dengan mulutnya.


“Hoooaaammm...” Hana menguap sambil mengusap mulutnya menggunakan tangan, lalu ia berbaring di tempat tidur sambil memejamkan matanya.


“Yakkk... Sayang, kamu kenapa tidur sih?” teriak Brian sambil menaiki kasur.


“Loh, kenapa? Kan aku sudah selesai bermain dengan si Joni dan aku pun sudah puas, jadi ya sudah aku mau tidur ngantuk” saut Hana kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


“Tidak bisa, ayo bangun aku mau main. Masa ia cuman begitu saja kamu puas. Sedangkan aku belum puas” Brian sedikit menarik Hana dan membangunkannya agar ia terduduk.


“Ya ampun Mas Brian, Hana ngantuk loh. Lagian juga Hana sudah tidak mood lagi. Sudah ayo tidur atau yang ada besok malah kesiangan lagi buat memulai acaranya” Hana kembali tiduran di kasur.


“Ckk!! Menyebalkan, dasar istri nanggung! Masa ia cuman bermain pakai mulut saja sudah puas. Bagaimana dengan aku yang belum puas ini” gumam Brian sambil menatap Hana yang sudah tertidur pulas dengan suara dengkuran yang sangat kecil.


Brian kembali menatap tubuh Hana yang masih terbalut kain transparan itu kembali membuat si Joni bangun dan tegak.


“Astaga, Joni. Tidurlah ini sudah malam. Lagian kan kamu sudah muntah tadi. Jadi stop jangan bangun lagi ya. Besok saja, kasihan istriku kelihatannya dia cape sekali” Brian berbicara sambil memegang si Joni dan menatap wajah Hana yang terlihat kelelahan.


Dan akhirnya Brian kembali memakai celananya, lalu ia mencium seluruh wajah Hana serta tidak lupa juga untuk menciumi perut Hana.


“Anak-anak Ayah di dalam perut Bunda baik-baik ya, jangan bikin Bunda kelelahan. Kasihan Bundanya sampai mendengkur seperti ini” ucap Brian sambil mengusap perut Hana.


Hana yang terlalu pulas sampai-sampai ia tidak merasa jika Brian sedang mengusap-usap perutnya.


Setelah selesai dengan ritual setiap sebelum tidurnya Brian kemudian merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya dan ikut tertidur menyusul Hana dengan keadaan Brian memeluk tubuh Hana.


...*...


...*...


...*...


Semua anggota keluarga mereka sudah bersiap-siap serta tidak lupa untuk mengecek semuanya supaya acara tujuh bulanan Hana bisa terlaksana tanpa gangguan sedikit pun.


Para MC serta tim lainnya sedang sibuk menyiapkan susunan acara Hana. Sedangkan Hana dan Brian masih berada di dalam kamar untuk di rias agar semakin terlihat cantik dan tampan.


Brian dan Arya pun tidak lupa untuk selalu mengecek para body guard agar bisa memeriksa semua tamu yang telah hadir di acara supaya tidak ada yang sampai membahayakan Hana atau keluarga mereka lainnya.


Ya, kalian tahulah ya Brian itu adalah pria yang sangat di hormati tentu saja banyak teman bisnis yang telah bergabung dengannya dan juga banyak pula musuh-musuh Brian di luaran sana yang menyamar sebagai orang baik untuk bisa menghancurkan perusahaan Brian.


Semakin lama tamu semakin banyak yang berdatangan, hingga akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 10. Sang MC pun memulai acaranya dengan beberapa pembukaan. Sehingga, waktu terus berjalan dan kini saatnya inti dari acara yaitu upacara Mitoni.


Mitoni dalam tradisi Jawa, adalah serangkaian upacara siklus hidup.


Mitoni sendiri berasal dari kata ‘am’ dan ‘pitu’. ‘Am’ menunjukkan kata kerja, sementara ‘pitu’ berarti tujuh atau hitungan yang ke tujuh.

__ADS_1


Dapat disimpulkan, mitoni adalah upacara yang dilakukan pada hitungan ke 7 bulan kehamilan. Mitoni dilakukan dengan berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kehamilan diberikan kelancaran dan keselamatan hingga persalinan.


Sang MC menyuruh Hana untuk sungkeman kepada Brian, lalu dilanjutkan dengan Hana dan Brian bersama-sama untuk meminta restu kepada kedua orang tua mereka agar kelahiran Hana nanti bisa berjalan dengan lancar serta kedua bayinya selalu sehat.


Kemudian acara kedua yaitu siraman. Sang MC menyiapkan semua kebutuhan Hana dengan dibantu para tim lainnya. Mungkin, tahap siraman ini sangat familiar untuk ibu-ibu hamil lainnya.


Jadi, siraman adalah tahap di mana calon ibu dimandikan. Siraman juga merupakan simbol pembersihan diri, baik fisik maupun jiwa. Air siraman sendiri pun berasal dari 7 sumber.


Kemudian Hana duduk di kursi dengan pakaian khusus serta tubuh dan hijabnya penuh dengan melati yang menambah kesan harum yang begitu menyegarkan. Kemudian di teruskan dengan acara yang ketiga yaitu pecah telur.


Nah setelah melakukan siraman, Brian pun melakukan tahapan selanjutnya, yaitu pecah telur. Telur yang digunakan adalah sebutir telur ayam kampung yang ditempelkan terlebih dahulu ke dahi dan perut calon ibu, lalu dipecahkan ke lantai.


Prosesi ini bermaksud agar persalinan nantinya lancar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai disini dulu untuk bab hari ini ya semuanya... 😁😁😁


Author minta maaf karena tidak membalas komentar kalian... ☹️😟😟


Author sedang membagi waktu agar bisa selalu up setiap hari... 🥺🥺🥺


Author juga minta maaf karena hanya up 1 bab kemarin 😢😢😢


Sebenarnya bab ini untuk kemarin namun bab ini ditolak 😔😔😔


Jadi Author baru bisa update bab kemarin ini sekarang 😗😗😗


Semua ini demi kalian pembacaku yang setia mendukungku... 🥰🥰🥰


Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini semuanya... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Author sangat-sangat berterima kasih dari lubuk hati Author... 🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi para pembaca setiaku... 🤗🤗🤗


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2