
“Wah.. rupanya mereka sedang bercocok taman kawan” ucap ketua perampok kepada kedua temannya.
“Haha.. kayanya kita datang di saat yang kurang tepat kawan” jawab perampok 1.
Brian langsung mencoba untuk menutupi tubuh Sandra dengan selimut yang tebal.
“Pakailah ini sayang, ingat jangan perlihatkan tubuhmu kepada pria lain” ucap Brian dengan tegas.
“Hiks.. a-aku sangat takut Brian” menangis dengan tubuh bergetar.
“Stt.. tenanglah, aku bisa mengatasi mereka. Kamu percaya kan jika suamimu ini jago bela diri hm” Brian mencoba membuat Sandra untuk tenang.
“Kayanya boleh nih kita berbagi kesenangan kawan” ucap perampok 2.
Brian memakai celana tidurnya dengan sangat terburu-buru.
“Mau apa kalian datang ke rumah baru kami hah!!” bentak Brian dengan suara beratnya.
“Niatnya ingin mengambil harta kalian, tetapi kita sudah disuguhkan oleh tubuh indah istrimu. Jadi ayolah kita berbagi, kau mulai lebih dulu kemudian bergilir dengan kita” jawab ketua perampok.
“Cih.. menjijikkan sekali kalian ini, apa kalian tidak mempunyai istri serta anak di rumah? Sampai-sampai haus akan belaian seorang wanita” saut Brian yang membuat ketua perampok itu merasa kesal.
“Tidak perlu banyak berbicara, serahkan semua hartamu dan tubuh istrimu sebagai tanpa perpisahan kepada kita bagaimana” ucap ketua perampok.
Brian perlahan mendekati bupet meja dan perlahan mengambil pistol yang sudah ia siapkan untuk berjaga-jaga.
Entah kenapa sehari sebelum pernikahan Brian ingin sekali menaruh pistol di dalam kamarnya untuk berjaga-jaga dan hasilnya benar firasat Brian.
“Hai.. mau apa kamu membuka laci itu?” tanya ketua perampok sambil melihat gerak-gerik Brian.
Sandra yang sudah ketakutan itu, hanya bisa berdiam diri duduk di kasur dengan terus menangis dan mencoba untuk menutupi tubuhnya dengan selimut.
“Haha.. kalian tahu ini apa?” Brian mengunjukkan pistolnya ke pada mereka bertiga.
“Wah.. rupanya kamu juga memilikinya, baiklah kita juga punya kan kawan” ucap ketua perampok yang langsung mengunjukkan pistolnya.
Seketika Brian di buat terkejut, karena mereka bertiga memiliki pistol yang sama dan bahkan lebih bagus.
“Sepertinya mereka bukan perampok biasa, aku harus bagaimana ini? Jika mereka bukan perampok biasa maka aku kan susah untuk melakukan perlawanan” ucap Brian di dalam hati.
“Aku tidak takut dengan kalian semua” Brian mengarahkan pistolnya ke arah ketua perampok.
“Aku pun tidak takut kepadamu Tuan” ketua perampok juga mengarahkan pistolnya ke arah Brian.
Di saat perdebatan mereka berdua, sang perampok 1 mengkode sang perampok 2 untuk mendekati Sandra yang berada di kasur.
Dengan sangat perlahan sang perampok 2 berjalan dan menarik Sandra.
“Aaaa.. Brian tolong aku” teriak Sandra yang berada di pelukan sang perampok 2.
Brian yang fokus berdebat sampai melupakan Sandra, kini Brian menengok ke arah Sandra yang sudah ada di dekapan perampok 2.
“Hei... lepaskan istriku, jangan coba-coba untuk menyentuhnya sedikit pun” ancam Brian dan mengarahkan pistolnya.
__ADS_1
“Apa seperti ini Tuan” ucap sang perampok 2 sambil memegang gunung kembar Sandra.
“Aaa.. lepaskan aku hiks, Brian tolong aku” teriak Sandra yang sudah dipenuhi dengan rasa ketakutan.
“Dasar berengsek!!” Brian mencoba mendekati perampok 2 tetapi naas sang ketua perampok langsung mencekal tangan Brian.
“Mau ke mana Tuan, urusan kita belum selesai loh” ucap ketua perampok dengan memegang tangan Brian.
Brian menghempaskan dengan sangat kasar tangan ketua perampok tersebut sampai ia terjatuh di lantai.
“Aghh.. s**lan kau, beraninya di saat aku sedang lengah” teriak ketua perampok sambil memegang kepalanya yang terbentur tembok.
“Lepaskan istriku sekarang juga!!” Brian menarik Sandra dengan kasar ke dalam pelukannya.
“Hiks.. Brian tolong aku, aku takut” tangis Sandra bergema di telinga Brian yang membuat hatinya teriris.
“Cih.. belum juga di apa-apain sudah mengadu saja haha..” tawa perampok 2.
Brian membawa Sandra agar menjauh dari perampok tersebut dan mengambil pakaian Sandra.
Dengan telaten Brian memakaikannya di tubuh Sandra.
“Hiks.. mereka mau apa Brian” langsung memeluk Brian.
“Stt.. sayang tenanglah, mereka hanya ingin bermain sebentar denganku kok. Sudah ya jangan menangis lagi, aku di sini hm” Brian menaut wajah Sandra dan menatap matanya yang sembab penuh dengan air mata.
Di saat Brian sedang berusaha menenangkan Sandra, kini ketiga perampok tersebut malah gencar menjelajahi setiap sudut untuk mencari harta benda yang bisa mereka ambil.
Namanya juga mereka baru saja pindah, pasti tidak akan barang berharga selain mobil dan rumah, bahkan uang pun tidak ada sepeser pun di dalam lemari.
“Haha.. namanya juga orang baru pindah, ya mana ada harta bendaku di sini” jawab Brian dengan nada remeh.
“Jika kalian ingin hartaku, lebih baik kalian ambil mobil yang terbilang mewah itu dan segera pergi dari ini” usir Brian yang malah membuat mereka bertiga tertawa.
“Haha.. tidak semudah itu Tuan, bahkan kami belum mencicipi istrimu itu” saut ketua perampok dengan nada yang songong.
“Enak saja, aku yang baru menjadi suaminya belum unboxing istriku” saut Brian dengan nada dingin.
“Wah, wah.. ternyata mereka sepasang pengantin baru toh, semakin membuatku merasa tertantang” jawab ketua perampok.
“Haha.. benar bos, kami juga ingin merasakan rasanya memperawani gadis itu seperti apa ya rasanya” saut perampok 1.
“Pasti rasanya akan lebih enak, sempit-sempit gimana gitu ya kan haha..” sambung perampok 2.
“Dasar manusia biadab kalian!!” teriak Brian sambil memeluk erat Sandra. yang terus saja menangis.
“Cepat pergi dari sini atau aku akan panggilkan polisi untuk menangkapmu, bahkan kalau perlu menghukum mati kalian semua” tegas Brian yang malah membuat mereka semakin tertawa.
“Sayang kamu harus tetap berada di belakangku apa pun yang terjadi paham kan” ucap Brian sambil menatap Sandra.
“Hiks.. ta-tapi Brian” menangis dengan tersendat-sendat dan menatap Brian.
“Sudah ikuti saja perintahku sayang, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. Ingat!! Kamu itu satu-satunya harta yang paling berharga buatku Sandra” Brian wajah Sandra penuh dengan rasa kekhawatiran yang mendalam.
__ADS_1
Sandra yang mulai mengerti itu menganggukkan kepalanya dan beralih berada di belakang Brian sambil memegangi baju Brian.
“Jika kalian berani denganku maka lawan aku satu persatu, itu pun kalau kalian benar-benar laki-laki” suara Brian bergema yang menandakan emosinya sudah mulai naik.
“Bos bagaimana ini, apa kita akan takut kepada dia” tanya perampok 2.
“Uh.. takut sekali haha” saut ketua perampok yang membuat kedua temannya juga ikut tertawa.
“Sayang tunggu di situ jangan pindah tempat oke” ucap Brian yang diangguki oleh Sandra.
“Hiks.. ha-hati hati Brian” ucap Sandra dengan nada ketakutan sambil menggigit jarinya.
Brian mencoba menendang salah satu perampok yang lengah.
Bugh..
“Aghh..” teriak perampok 1.
Ketua perampok dan perampok 2 dibuat sangat geram kemudian perampok 2 mencoba membalas aksi Brian kepada temannya.
Kini Brian dan perampok 2 beradu satu sama lain dan dibantu dengan perampok 1.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Suara pukulan bergema di dalam kamar Brian dan Sandra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Terimakasih 🙏🙏
__ADS_1
Papay 🤗🤗